Buku ini sangat penting dipahami orang tua, guru, dan para praktisi pendidikan. Sebab: (1) Menegaskan bhw rumusan pendidikan Islam sdh baku, yaitu: beradab kemudian berilmu. Ini pernah disampaikan oleh Umar bin Khathab r. a.: Taaddabuu tsumma ta'allamuu! Artinya : Beradablah kemudian berilmulah! Rumus ini berlaku sepanjang zaman. (2) Merumuskan, menjabarkan, dan membuktikan bahwa konsep pendidikan berbasis adab adalah konsep yg bisa diaplikasikan dlm berbagai jenjang pendidikan. Dalam buku dipaparkan contoh bagaimana menyusun tujuan dan kurikulum pendidikan yang beradab. Juga contoh kurikulum yang tidak beradab. (3) Konsep pendidikan berbasis adab ini telah saya sampaikan dalam acara Roundtable Discussion tentang Pendidikan Nasional di lembaga Pengkajian MPR RI, 24 Oktober 2017. Konsep ini sejalan dengan pasal 31 ayat C UUD 1945. (4) Melalui buku ini saya mengajak kaum Muslimin Indonesia untuk serius dalam memahami model pendidikan ideal yang terbukti telah melahirkan tiga generasi unggul, yaitu generasi sahabat Nabi, generasi Shalahudin alAyyubi dan generasi Muhammad Alfatih. Bahkan generasi santri tahun 1945 terbukti mampu mempertahankan kemerdekaan RI. Begitu kuatnya peran ulama sebagai guru dan pemimpin umat. Karena itu dlm buku ini saya menekankan pentingnya umat utk melahirkan ulama dan guru yang unggul. Inilah kunci kebangkitan suatu bangsa. (5) Buku ini memaparkan pentingnya keluarga sebagai institusi pendidikan yang utama, dan orangtua sebagai guru terpenting. (6) Terakhir, berdasar kajian nash AlQuran dan hadits, tradisi pendidikan dlm sejarah Islam, serta telaah tantangan pendidikan kontemporer, kita yakin, inilah jalan kebangkitan umat Islam dan bangsa Indonesia. Selamat membaca buku ini dan semoga meraih hikmah dari Allah SWT.
Surabaya, 28 April 2018 Dr. Adian Husaini (penulis)
Lahir di Bojonegoro pada 17 Desember 1965. Pendidikan formalnya ditempuh di SD-SMA di Bojonegoro, Jawa Timur. Gelar Sarjana Kedokteran Hewan diperoleh di Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, 1989. Magister dalam Hubungan Internasional dengan konsentrasi studi Politik Timur Tengah diperoleh di Program Pasca Sarjana Universitas Jayabaya, dengan tesis berjudul Pragmatisme Politik Luar Negeri Israel. Sedangkan gelar doktor dalam bidang Peradaban Islam diraihnya di International Institute of Islamic Thought and Civilization -- Internasional Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM), dengan disertasi berjudul “Exclusivism and Evangelism in the Second Vatican Council: A Critical Reading of The Second Vatican Council’s Documents in The Light of the Ad Gentes and the Nostra Aetate.
Buku yang mencerahkan. Seperti pada bukunya yang lain, penulis berusaha untuk meluruskan pemikiran umat islam dalam hal pendidikan yang saat ini sudah tersekulerisasi pemikiran luar, khususnya barat.
Diwajibkan untuk para orang tua, pengajar, dan pembelajar untuk merenungi isi buku ini yang menegaskan tujuan hakiki pendidikan adalah agar semakin takut kepada Allah SWT yang maha mempunyai seluruh ilmu.
Buku ini sangat menginspirasi untuk menjadi seorang muslim Indonesia yang beradab. Membantu kita meletakkan Pancasila dengan tepat dalam sendi kehidupan berbangsa & bernegara tanpa harus dibenturkan dengan agama Islam. Walaupun fokus pembahasannya di bidang pendidikan, buku ini ga terbatas untuk orang-orang yang bergelut di dalamnya. Justeru sangat direkomendasikan untuk semua kalangan. Karena kita semua adalah guru, bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Dari segi susunan isi buku, menurut saya pribadi, akan lebih baik jika bisa dipadatkan karena terdapat topik-topik yang sama dibahas secara berulang. Tetapi saya juga memahami bahwa ini adalah kompilasi artikel-artikel penulis dan mungkin penulis ingin tulisan tersebut tetap original tanpa perubahan. Dan juga penulis ingin menekankan agar pembaca memahami urgensi dari topik-topik tersebut. Belum lagi topik-topik tersebut saling berhubungan satu sama lain ibarat jaring laba-laba.