Jump to ratings and reviews
Rate this book

Narik Sukmo: Menari Atau Mati!

Rate this book
Sekelebat bayangan hitam muncul di belakangnya. Kenar merasa dingin di seluruh tubuhnya. Langkah Kenar untuk kembali ke kamarnya terasa sangat berat. Nyanyian itu samar-samar di dengarnya lagi.

'Mong karo aku, mong aku
Nengdi kabeh awak nyawamu keraket
Nganti pati misahke...'

Kenar berteriak kencang ketika bayangan hitam yang tinggi besar itu akan menelannya hidup-hidup. Kenar bahkan kembali terkejut ketika seorang nenek-nenek tiba-tiba muncul di hadapannya.

200 pages

Published September 1, 2019

2 people are currently reading
13 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
0 (0%)
3 stars
3 (37%)
2 stars
4 (50%)
1 star
1 (12%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
1 review1 follower
May 8, 2020
Awal launching kebetulan tertarik sama covernya, sempat pengen beli tapi nggak tau kenapa selalu tertunda - tunda terus.

Akhirnya bisa baca, pinjam punya teman, hahaha.

"Untung kamu gak jadi beli, aku nyesel bacanya," katanya waktu aku ambil buku ini di rak buku.

Dan, ya memang, amat sangat jauh dari ekspetasi.

dari awal cerita sudah bolong logika, plot hole bertebaran, apalagi typo nya. Parah.

ending buku ini terkesan buru-buru dan menimbulkan pemikiran, "ya ampun, cuma kaya gini aja ternyata."

sorry to say, tp bener2 ini buku sangat mengecewakan.

aku ngga tau, apakah pembuatan cerita ini atau mungkin launchingnya memanfaatkan moment ketenaran thread KKN Desa Penari.

Dengan ide cerita seperti ini, harusnya bisa jadi buku yang lebih menarik kalau penulisannya lebih dimatangkan.
Profile Image for Edotz Herjunot.
Author 5 books14 followers
January 6, 2021
Novel ini keliatan seperti memanfaatkan boomingnya KKN di Desa Penari. Jadi ya, keliatan kayak maksa gitu. Apalagi pakai embel-embel nyata atau tidak baca sendiri 😄

Novel ini tuh sebenernya nggak jelas arahnya kemana. Masa iya cuma karena mirip tau-tau jadi dihubung-dihubungin sama Ratimayu, pada akhirnya Kenar jadi nari terus nggak bisa berhenti sampai akhirnya jadi hilang dan mungkin nari terus selamanya ~ (mirip banget sama KKN di Desa Penari)

Belum lagi sama sifatnya Dierja yang sok kepedean, ditambah Kenar yang belum apa-apa udah naksir Dierja. Aduh, gimana ya...

Secara keseluruhan novel ini terlalu maksa banget, apalagi endingnya 😭
3 reviews
May 23, 2024
Bukunya bagus menurut saya, tapi kurang matang dalam pengakhiran kisah cerita dari banyu dan ratimayu, apa yang sebenarnya terjadi sama kenar setelah malam pesta rakyat, kenapa kenar di ending hanya bisa ditemui oleh beberapa orang saja. Jika dikupas lebih dalam lagi sebenarnya endingnya mungkin masih bisa di lanjutkan, entah itu jadi sad ending atau happy ending untuk semuanya, karena alur yang dibangun di awal sudah sangat bagus.. semoga ada kelanjutannya sih biar lebih menjelaskan endingnya saja.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.