Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sherlock Holmes: Misteri Hilangnya Batu Delima Biru

Rate this book
Sebuah batu delima berharga ditemukan dalam tembolok seekor angsa yang hendak dihidangkan sebagai santapan Natal. Siapa pemiliknya dan bagaimana batu itu bisa sampai ke sana, tidak ada yang tahu. Satu-satunya petunjuk adalah angsa itu milik dari seorang pria yang menjatuhkan topi bututnya di tengah jalan. Kasus yang ganjil ini ternyata melibatkan lebih dari satu orang. Permata itu tenyata adalah milik Lady Morcar, yang kehilangan batu berharga kesayangannya ketika menginap di sebuah hotel.

Holmes dan Watson sekali lagi ditantang untuk menyelidiki kasus ini dari awal, mulai dari mencari siapa pemilik topi butut dan angsa tersebut, di mana ia membeli angsa, dan bagaimana permata itu bisa masuk ke tubuh angsa. Hingga sebuah ending mengejutkan pun seperti biasa siap membuat Anda terkagum-kagum dengan kelihaian gaya Sir Arthur Conan Doyle!

1. Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
2. Misteri sang Pasien
3. Misteri Vampir dari Sussex
4. Misteri Pembunuhan Kaki Setan

156 pages, Paperback

First published March 10, 2014

5 people are currently reading
9 people want to read

About the author

Arthur Conan Doyle

15.9k books24.5k followers
Sir Arthur Ignatius Conan Doyle was a Scottish writer and physician. He created the character Sherlock Holmes in 1887 for A Study in Scarlet, the first of four novels and fifty-six short stories about Holmes and Dr. Watson. The Sherlock Holmes stories are milestones in the field of crime fiction.

Doyle was a prolific writer. In addition to the Holmes stories, his works include fantasy and science fiction stories about Professor Challenger, and humorous stories about the Napoleonic soldier Brigadier Gerard, as well as plays, romances, poetry, non-fiction, and historical novels. One of Doyle's early short stories, "J. Habakuk Jephson's Statement" (1884), helped to popularise the mystery of the brigantine Mary Celeste, found drifting at sea with no crew member aboard.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (38%)
4 stars
12 (46%)
3 stars
4 (15%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
Profile Image for Muhajjah Saratini.
289 reviews9 followers
March 19, 2014
3.5 sebenernya.
Tapi..., semakin ke belakang kok editannya semakin nggak konsisten.
bagian "aku-saya", terutama.

Ternyata oh ternyata, nggak ada editornya.
Oke, mungkin para penerjemahnya udah keburu mumet jadi nggak cek ricek ulang lebih dalam lagi.
Sayang banget sebenernya. Karena, empat cerita di buku ini ngalir dan nyaman dibaca.
Alangkah baiknya kalo buku ini disempurnakan dengan editing yang yahut.

Oke, sekarang masuk ke cerita.
Saya termasuk penggemar Agatha Christie dan bukan Conan Doyle.
Menurut saya, jelas Hercule Poirot lebih keren dari si Sherlock inih.
Tapi, nggak bisa dipungkiri kalo Conan Doyle memang pendahulu Agatha. Jadi, Agatha pun sedikit banyak berkarya dengan pengaruh Conan Doyle.
Bahkan, dalam beberapa bukunya, Agatha menyindir tokoh Sherlock. Ahihihi... *saya suka bagian ini*
Jadi, Bapak Conan Doyle ini berpengaruh pada penulis favorit saya itu.


Nah, dulu saya merasa sudah membaca semua karya Conan Doyle--dan gagal jatuh ceinta.
Tapi, beberapa cerita di buku ini rupanya cukup menarik karena sepertinya belum pernah saya baca sebelumnya.
*Jadi, ini di kumpulan cerita mana sehingga terlepas dari pembacaan saya?
Atau, dulu saya terlalu terburu-buru menyimpulkan sehingga meskipun sudah pernah membaca, tidak membekas sama sekali.


Ada empat cerita di dalamnya.
Yang paling menarik bagi saya justru adalah cerita ketiga "Misteri Vampir dari Sussex"
--intermezo--
bukan karena ada Sumatra disebut di awal kisah ini, ya. Walau seneng juga, sih, Sumatra bisa kesebut. (Emang dulu namanya udah Sumatra, ya?) Soalnya, biasanya yang kesebut di buku-buku klasik tu Borneo... >_<

Cerita ketiga ini tentang seorang duda beranak satu yang memiliki istri muda. Mereka menikah, lalu memiliki seorang bayi. Nah, kelakuan aneh istrinya ini dimulai tak lama setelah kelahiran bayi itu.
Dari istri ideal menjadi istri yang melakukan KDRT.
Dia dua kali ketahuan memukuli anak si duda dan terakhir, terlihat mengisap darah dari si bayi.
Oke, wajar kalo sang duda mulai khawatir akan keselamatan anak-anaknya, kesehatan jiwa istrinya, dan kesehatan jiwanya sendiri, tentu.
Maka, dia mulai mencari bantuan.
Sherlock dan Watson ke rumah itu dan... ketahuanlah semua misteri itu.
Petunjuk awalnya adalah anjing di rumah itu, saya rasa.

Cerita ini mengingatkan saya pada salah satu karya Agatha Christie yang kalo judulnya saya sebutin bisa jadi spoiler... >_<

Dulu, saat mencoba membandingkan karya dua penulis ini, saya hanya menggunakan beberapa karya mereka dengan fokus pada karakter tokoh utama.
Sherlock-Watson vs. Poirot-Hastings.
Ada beberapa poin mirip dalam karakter tokoh-tokoh detektif dan "asisten"-nya itu.

Jadi, menurut saya, sedikit banyak Bapak Conan Doyle ini memang memberi pengaruh pada karya Agatha.
Untuk itu, saya berterima kasih.
Tapi, untuk keberhasilan menciptakan karakter dan cerita, saya tetap memilih Agatha Christie.
Mungkin karena keunikan Poirot, mungkin juga karena karya Agatha jauh lebih banyak sehingga lebih bisa memuaskan pembaca.
Ahahaha....

Oi, oi, tentu saja ulasan ini pada akhirnya subjektif.
>_<
Profile Image for Nona Tobin.
8 reviews
January 1, 2023
Sangat menarik untuk dibaca, kita di bawa kedalam kasus ini untuk menebak dan mengira-ngira langkah apa yang diambil dan siapa pelaku nya. Kasus yang Sangat out of the box dan plot twists, membuat kita lebih berhati-hati dalam mengira serta kasus yang melibatkan semua tokoh didalamnya. Sangat recommended 👌👌
Profile Image for Clara Utami.
27 reviews13 followers
January 29, 2024
Sherlock Holmes: Misteri Hilangnya Batu Delima Biru | Sir Arthur Conan Doyle | Noktah | 2020| 157 halaman | Baca di iPusnas

Sebutir batu delima biru yang kabarnya hilang dicuri ditemukan di tembolok angsa yang hendak diolah untuk sajian Natal. Pertanyaannya, bagaimana permata langka itu bisa sampai di sana? Misteri inilah yang coba dipecahkan oleh Sherlock Holmes. Jawabannya? Ah, saya tidak ingin merusak kenikmatan membaca buku "whodunit" yang terletak pada rasa penasaran menebak siapa pelakunya.

Namun, saya bisa bercerita kisah perjumpaan saya dengan buku ini. Awalnya, ketika membuka aplikasi iPusnas, saya tertarik pada sampul bergambar angsa putih yang sekilas tidak ada hubungannya dengan batu delima biru. Ini membangkitkan rasa penasaran saya. Terlebih ketika saya membaca nama pengarang: Sir Arthur Conan Doyle. Benak saya langsung tertuju pada sosok detektif Sherlock Holmes dan sahabatnya dr. Watson. Saya adalah penggemar kisah detektif sejak belia, tetapi saya belum pernah sekalipun membaca buah pena Conan Doyle. Maka, demikianlah saya dan buku ini berjodoh.

Buku 157 halaman ini menyuguhkan empat kasus menarik yang dituturkan dari sudut pandang dr. Watson, sahabat Holmes yang ikut mendampinginya memecahkan kasus-kasus yang pada awalnya tampak tak mungkin terpecahkan. Ada misteri permata biru di tembolok angsa, kematian pasien misterius di sebuah klinik, seorang ibu yang mendadak berubah menjadi "vampir", dan pembunuhan di ruang tertutup. Semuanya mengajak saya ikut menebak-nebak hingga tidak terasa buku ini selesai dalam sekali baca saja.

Meskipun tidak berhubungan, menurut saya keempat kisah tersebut memiliki benang merah: saat pelakunya ditemukan, tidak ada satu pun yang diserahkan Sherlock pada polisi. Ada pertimbangan yang lebih kuat daripada mengikuti hukum: kasih dan kemanusiaan. Pesan yang muncul: setiap orang berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua jika itu dapat membaikkan. Kedua, sebagai pembaca perdana Sherlock Holmes, saya mengagumi bagaimana Sherlock duduk berpikir untuk menemukan jawaban. Memang, ruang paling nyaman untuk menemukan jawaban adalah duduk tenang sambil berbincang dengan pikiranmu.
16 reviews
January 18, 2026
Buku ini menjelaskan kisah tentang hilangnya batu delima biru, pembunuhan pasien, misteri vampir dan pembunuhan aneh di ruang tertutup. Dari buku ini semuanya punya ending yang sama yaitu ga menyerahkan pelaku ke kepolisian. Salah satu yang gua salutkan dari Sherlock itu dia tau bagaimana memposisikan diri sebagai detektif, dia tau apa yang bisa dia kontrol dan dia mencoba mengusahakan yang terbaik. Memang ada beberapa unsur dugaan supranatural di buku ini, tapi sherlock meyakini dia dan Watson—partnernya, untuk tetap menjadikan setiap kasusnya mempunyai alasan logis untuk diselesaikan bukan disebabkan oleh supranatural. Yang mana saat itu di abad ke 19, jelas kekuatan supranatural menjadi pedoman banyak orang untuk menjelaskan hal hal di luar nalar manusia, yang mana sebenernya kita cuma kurang informasi aja dalam menilai sesuatu karena kita ga punya akses atau gamau nyari tau soal informasi detailnya, akhirnya kita menyerahkannya kepada hal-hal yang berbau supranatural untuk menjelaskan konklusinya meskipun bersifat tidak logis dan rasional, tapi itu dilakukan demi memuaskan pemikiran kita.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for ninunia.
56 reviews
August 10, 2023
Bagus banget, buku ini berisi kasus-kasus dimana kita sebagai pembaca bisa ikut berpikir untuk memecahkan masalahnya. Keseruan dari cerita ini yaitu penyelesaian masalah yang cukup simpel sebenarnya, tapi nggak pernah terpikirkan. Dengan sudut pandang orang ketiga, dimana Watson menceritakan tentang sahabatnya, Sherlock Holmes dan kasus-kasus yang telah mereka selesaikan.
Profile Image for Redi Aryanto.
4 reviews
September 4, 2025
saya menemukan gaya penulisan dan suasana baru dari tulisan sir Arthur Conan Doyle.
Profile Image for Mega Massie.
47 reviews
September 24, 2016
Saya suka novel karya Sir Arthur, termasuk yang satu ini. Tidak banyak hal yang membuat saya ketakutan saat membaca novel ini karena tidak ada kasus pembunuhan di dalamnya.
Saya menyadari satu hal di sini, penulis novel misteri kebanyakan memposisikan diri meraka sebagai tokoh, namun bukan sang detektif, mungkin hanya teman atau sahabat detektif tersebut ataupun sudut pandang orang ke-3.
Displaying 1 - 9 of 9 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.