Jump to ratings and reviews
Rate this book

Anak dan Kemenakan

Rate this book
“Pepatah mengatakan: anak dipangku, kemenakan dibimbing. Kalau anak dipangku dan kemenakan dibimbing, bukankah artinya itu anak harus dilebihkan dari kemenakan? Karena pangkuan, lebih dekat daripada bimbingan, di tempat yang lebih mulia. Mengapakah pepatah ini terbalik dipakaikan orang di sini: kemenakan dipangku, anak disia-siakan?”

MARAH RUSLI adalah sastrawan angkatan Balai Pustaka yang dijuluki oleh H.B. Jassin sebagai Bapak Roman Modern Indonesia. Ia menulis beberapa novel—yang paling terkenal adalah Sitti Nurbaya, dan menerjemahkan karya klasik dunia. Kendati aktif menulis, ia tidak meninggalkan profesinya sebagai dokter hewan hingga pensiun pada 1952.

344 pages, Paperback

Published March 16, 2020

16 people are currently reading
242 people want to read

About the author

Marah Rusli

4 books32 followers
Marah Rusli, sang sastrawan itu, bernama lengkap Marah Rusli bin Abu Bakar. Ia dilahirkan di Padang pada tanggal 7 Agustus 1889. Ayahnya, Sultan Abu Bakar, adalah seorang bangsawan dengan gelar Sultan Pangeran. Ayahnya bekerja sebagai demang. Marah Rusli mengawini gadis Sunda kelahiran Buitenzorg (kini Bogor) pada tahun 1911. Mereka dikaruniai tiga orang anak, dua orang laki-laki dan seorang perempuan. Perkawinan Marah Rusli dengan gadis Sunda bukanlah perkawinan yang diinginkan oleh orang tua Marah Rusli, tetapi Marah Rusli kokoh pada sikapnya, dan ia tetap mempertahankan perkawinannya.

Meski lebih terkenal sebagai sastrawan, Marah Rusli sebenarnya adalah dokter hewan. Berbeda dengan Taufiq Ismail dan Asrul Sani yang memang benar-benar meninggalkan profesinya sebagai dokter hewan karena memilih menjadi penyair, Marah Rusli tetap menekuni profesinya sebagai dokter hewan hingga pensiun pada tahun 1952 dengan jabatan terakhir Dokter Hewan Kepala. Kesukaan Marah Rusli terhadap kesusastraan sudah tumbuh sejak ia masih kecil. Ia sangat senang mendengarkan cerita-cerita dari tukang kaba, tukang dongeng di Sumatera Barat yang berkeliling kampung menjual ceritanya, dan membaca buku-buku sastra. Marah Rusli meninggal pada tanggal 17 Januari 1968 di Bandung dan dimakamkan di Bogor, Jawa Barat.

http://id.wikipedia.org/wiki/Marah_Ro...

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
30 (29%)
4 stars
37 (36%)
3 stars
26 (25%)
2 stars
5 (4%)
1 star
3 (2%)
Displaying 1 - 21 of 21 reviews
Profile Image for Oni.
661 reviews11 followers
March 9, 2021
Segala urusan bangsawan dan adat istiadat ini sungguh melelahkan
Profile Image for Diah.
46 reviews
November 16, 2021
*Spoiler alert*
Setelah mengikuti lika-liku adat dan perbedaan antara Yatim dan Bida, plot twist bahwa Yatim ternyata anak Sultan sungguh membuat lelah.
Profile Image for ✳.
5 reviews
October 8, 2022
“Memang sungguh sebagai kata peribahasa: Belanda mati karena pangkat, Cina mati karena uang, Arab mati karena agama. Tetapi Melayu mati karena adat. Kalau Belanda berbenteng besi, Melayu berbenteng adat.” (hal. 17)

Kadang saya bersyukur lahir dari keluarga Sunda yang alakadarnya, terlebih setelah membaca buku ini dan meraba betapa sulitnya untuk seorang lelaki meminang kekasih hatinya. Meski belum keseluruhan, paling tidak saya belajar bagaimana masyarakat Minang memandang seorang anak dan sebuah pernikahan di tanah Padang pada masanya. Mungkin tidak semua orang Minang mengalami hal serupa, tapi apa yang dialami oleh Yatim dan Bida sukses membuat saya geleng-geleng kepala.

Pelik dan cantik, dengan bahasa-bahasa Melayu yang santun dan memesona, serta bumbu-bumbu sajak juga peribahasa menjadikan buku ini kaya akan budaya. Nyaris sama dengan karya Marah Rusli yang lain yakni Sitti Nurbaya, Anak dan Kemenakan punya posisi tersendiri di antara karya sastra yang pernah saya baca.
Profile Image for Asma Zakiyah.
190 reviews5 followers
August 1, 2020
Bercerita tentang kerumitan hubungan Anak dan Kemenakan yang diatur dalam adat Padang pada zaman itu (atau zaman sekarang juga?). Yang sudahlah rumit, ditambah pula penceritaan dan pilihan kata yang bagi anak sekarang (atau bagiku) rumit, jadi yah kebayang lah gimana bacanya.. Tapi lama kelamaan kok asik dan terbiasa juga, puitis puitis gitu lah setiap kalimatnya..

adalah seakan-akan tak ada yg mustahil lagi baginya.
-Sutan Pamenan, 291

ini kutipan kalimat yg menggambarkan situasi cerita banget.

Sekeping cerita yang sangat baguuuss dibaca, agar bertambah-tambah pengetahuan kita tentang budaya yang berupa-rupa.
Profile Image for Maizal Walfajri.
23 reviews2 followers
July 24, 2022
Cerita soal perjodohan beserta dramanya dengan perspektif budaya Minangkabau yang begitu kental. Disini juga dijelaskan peran seorang paman dari saudara ibu yang disebut Mamak dalam tatanan sosial.

Seorang Mamak, idealnya di Minangkabau, tidak hanya bertanggung jawab terhadap anak kandungnya. Ia juga harus membimbing kemenakannya.
Profile Image for TRON.
13 reviews
January 7, 2025
Akhirnya selesai juga baca buku ini. Tanpa henti, penulis menyuguhkan plot twist yang membuatku sampai termangu dan seolah berkata “Hah?”. Selain itu konflik yang disuguhkan pun bisa dibilang tidak terlalu rumit dan sangat erat berkaitan dengan keluarga dan adat istiadat. Khususnya keluarga bangsawan (yang membuatku sedikit lelah ketika membacanya)
Profile Image for Anhie Greenish.
395 reviews4 followers
April 29, 2025
Alangkah bengis kebangsawanan itu! Alangkah kejam adat pusaka lama kota Padang ini! Tiada menenggang hati orang, tiada mengindahkan perasaan jiwa. Barang siapa tiada menurut aturannya, tiada sesuai dengan adat istiadatnya, tiadalah dapat pula diterimanya.


Profile Image for Kani.
3 reviews
July 22, 2020
Konflik dan alur cerita yang sangat menarik penggambaran latar belakang yang cukup detail menjadikan buku ini salah satu roman terbaik karya marah rusli.
Profile Image for Angie.
222 reviews4 followers
January 26, 2021
Ada quote peribahasa yang masih ngena di zaman sekarang:

"Belanda mati karena pangkat,
Cina mati karena uang,
Arab mati karena agama,
tapi Melayu mati karena adat"
Profile Image for rhae.
15 reviews1 follower
December 27, 2022
wow masa-masa dulu di kota tsb diceritain dgn baik bgt di buku ini
Profile Image for Gea.
16 reviews1 follower
August 2, 2023
Belajar kebudayaan Minang dari buku ini
Profile Image for M Fauzan.
8 reviews
July 28, 2024
Sangat bangus menggambarkan bagaimana hubungan antara seorang mamak dan kemenakannya dan seorang ayah kepada anaknya dalam budaya minangkabau
Profile Image for oatmeal77155.
366 reviews
February 9, 2025
dikritik oleh penulis asal minang dengan gelar bangsawan terhadap adat istiadat orang2 minang. cuaakzz
Profile Image for Nua.
3 reviews
August 7, 2025
So happy berjodoh sama buku ini, bisa lebih memahami budaya minangkabau 😊
Profile Image for Farid Alfarizki.
7 reviews
November 3, 2021
Buku ini sangat menarik khususnya bagi masyarakat dari Minang. Bagaimana permasalahan sosial yang mungkin sebenarnya terjadi di setiap daerah (bukan hanya minang kabau). Permasalahan yang diciptakan relate bagi generasi tua dan generasi muda, cara pandang manusia juga di tentukan darimana ia mendapatkan pengalaman itu.

Orang tua kerap merasa paling benar, sehingga mengaggap generasi muda tidak bisa atau memiliki kehidupan yang terlalu bebas atau bisa dibilang melawan adat istiadat dari minang kabau. Perbedaan pandangan tersebut sering kali jadi konflik dalam keluarga atau lingkup yang lebih kecil.

Buku ini mengajak pembacanya menyadari bahwa kedewasaan seseorang tidak dapat dilihat hanya dari jumlah umur, tetapi banyak hal yang dapat mempengaruhi. Pembaca diajak masuk kedalam konflik, sehingga menciptakan rasa untuk melawan generasi yang kolot.

Karya ini dapat menjadi bacaan yang menyenangkan, konflik yang dihadirkan pun sederhana dan mudah untuk di cerna.
Profile Image for heri.
288 reviews
November 25, 2024
tentang adat yang dipegang oleh para bangsawan di padang, yang dikisahkan mengesampingkan nilai nilai kemanusiaan. utamanya tentang nilai manusia dilihat dari garis keturunan, budaya pernikahan yang dilakukan para bangsawan dengan sesuka hati, dan pada akhirnya meninggalkan banyak perempuan terlantar setelah dinikahi dengan paksaan dan anak-anak mereka yang tidak tahu siapa bapaknya.
Profile Image for Novi Anggraini.
2 reviews
July 4, 2014
Salah satu roman terbaik yang ditulis oleh Marah Rusli. Sama seperti karya Marah Rusli yang terkenal -Siti Nurbaya-, Anak dan Kemenakan ini masih mengangkat kisah cinta yang berbalut adat. Alurnya yang sangat sulit ditebak menjadikan buku ini menarik utk dibaca. :)
Displaying 1 - 21 of 21 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.