Namaku Asyara Dwista. Keluargaku sering memanggilku Syasya, sedangkan yang lain biasa memanggilku Asya. Aku baru menginjak kelas 11 SMA. Aku termasuk gadis pendiam yang tidak terlalu menyukai keramaian atau bahkan obrolan, hobi yang pantas untukku hanyalah membaca buku.
Aku anak pertama dari tiga bersaudara, bisa dibilang aku yang berbeda dari adik-adikku. Bukan karena aku cacat fisik atau mempunyai kekurangan, melainkan aku diperlakukan berbeda dari adik-adikku. Mereka selalu mendapat kasih sayang lebih, sedangkan aku? Untuk mendapat sapaan lembut dari kedua orangtuaku saja jarang. Terakhir aku mendengarnya ketika adik-adikku belum lahir di dunia.
Dan, masalahku pun hadir. Masalah yang mungkin tidak akan pernah dimaafkan oleh kedua orangtuaku.
Asya Story ini adalah cerita fiksi remaja yang diawali dengan alur yang cukup dark menurut aku, karena memunculkan kekerasan terhadap anak ya, seorang ibu yang menyeret anaknya (Asya) di hadapan teman-teman sekolahnya, karena ketahuan anaknya hamil, dan ibu atau ayahnya aku rasa bukan support system yang baik, bukannya merangkul sang anak yang lagi terpuruk karena jadi korban pelecehan malah menambahi beban mental sang anak dengan cara mempermalukannya di sekolah.
Dan soal salah menunjuk orang sebagai orang yang melecehakannya itu, adalah point terpenting dalam cerita ini. Fano dia salah ditunjuk oleh Asya, akan terasa lebih real ketika Fano harusnya mengelak lebih dulu, karena memang bukan dia pelakunya.
Tapi Fano menerimanya dengan baik ini terasa sangat klise ya, apalagi mengingat di dunia nyata prinsip lelaki itu adalah semangat dan harga diri. Selebihnya mengenai alur cerita cukup menghibur dibaca karena Asya mendapatkan keluarga yang menyayanginya.
Ada beberapa part yang cukup membuat trenyuh ada juga beberapa part yang terkesan lambat eksekusinya, dan soal twist aku rasa tidak ada cukup twist dalam cerita ini, bahasa yang digunakan juga bahasa sederhana yang langsung mudah dimengerti.
Soal covernya kurang menggambarkan isi cerita ya, menurut aku covernya biasa saja, aku hampir tidak tertarik dengan covernya kalau saja tidak membaca blurb di belakang buki mungkin aku tidak akan membeli buku ini.
Buku yang aku baca di tahun 2018, aku baca awalnya dari wattpad. Ternyata teman aku beli versi novel nya, jadi aku pinjam ke dia, buat baca dan sehari langsung selesai.
Ini fiksi remaja. Menceritakan seorang tokoh yang MBA, dia menikah tapi bukan sama laki - laki yang sudah menghamilinya. Ceritanya gak bikin bosan sih, malah pas baca dibikin penasaran dan jadi mau baca terus. Pas baca ini juga bikin emosi, sedih, senang, campur aduk dehh. Apalagi pas Asya nya dijahatin sama orang orang terdekatnya dia rasanya ikut sakit hati juga. Tapii senang jugaa Asya akhirnya mendapatkan kasih sayang, dan perhatian lebih dari orang yang di sayang🥺🤍🤍
ceritanya penuh drama banget, dari awal sampe akhir. ada cewek yang hamil diusia muda dan harus nikah sama cowok yang nggak sengaja terseret masalahnya. ceritanya tuh tentang perjuangan mereka berdua, ada banyak cobaan, mulai dari orang-orang di sekitar yang nggak setuju, sampe masalah-masalah lain yang bikin hubungan mereka nggak gampang. pokoknya kalau suka cerita yang penuh konflik, emosi, dan perjuangan cinta, cerita ini seru banget buat diikutin
Cerita yang menurutku baru pertama kali aku temukan. Konflik yang diangkat lumayan berat. Penyelesaian nya juga dikemas dengan menarik. Apalagi buku ini happy ending.
Disini aku merasa senang banget karena Asya bisa dapat kehangatan dari orang lain, selain keluarga dia yang memperlakukan dia kurang.
Novel ini pakai 2 POV sekaligus, sudut pandang penulis, Asya, dan Fano. Pesan moral di novel ini mengajarkan kita pentingnya sebuah tanggung jawab dan hindari pergaulan bebas