Saya sudah baca dua buku duet Weslly bersama Theoresia Rumthe dan suka sama puisi-puisi yang mereka buat. Pas tau mereka berdua bikin buku puisi secara terpisah, gak perlu mikir buat langsung baca. Baca punya Weslly dulu nih.
Puisinya bagus, khas puisi Weslly, puitis, 'dewasa' dan menarik. Saya suka sih tapi entah kenapa lebih suka kedua buku duetnya daripada yang ini.
Favorit saya : - Latihan Pergi - Perihal Pulang - Bagi yang Merindu - Membuat Istana Pasir
sesaat saya menemukan kembali perasaan-perasaan lama yang pernah hadir; kehilangan dan perasaan ingin memiliki, tetapi keikhlasan adalah segalanya ketika semuanya tak berjalan sesuai dengan apa yang pernah diinginkan hati. begitulah, setiap kali saya membaca puisi kak weslly saya seperti bisa merasakan kembali apa-apa yang telah hilang dan saya ikhlaskan.
Aku suka buku puisi ini. Sesuai dengan judulnya, bahaya tapi indah. Bunyi yang dihadirkan ditiap puisi bikin bahayanya tertutup dengan keindahan. Dan seperti biasa, puisi-puisinya selalu menghadirkan banyak ciuman. Lalu rasa sakit juga kehilangan jadi biasa-biasa saja. Semua bisa dilalui, semua tenang-tenang saja.
"Kita masih sangat muda dan luka adalah biasa." Begitu katanya.
Tertarik membeli buku ini selain review yang bagus dan teman saya selalu memposting puisi dia di IG, akhirnya saya membeli buku ini dan saya tidak menyesal. buku ini bagus !!! bahasa yang di gunakan tidak terlalu rumit, tapi pesan puisi yang di sampaikan tersirat jelas.
Bahasanya ringan dan luas namun tidak mengurangi esensi dari puisi itu sendiri. Luas dan magis. Memadukan keindahan alam, kekayaan bahasa, dan kedalaman makna.
Bukan puisi yang bercerita, tetapi puisi yang berdendang tentang tema-tema yang didominasi oleh vokal /a/, apalagi kalau bukan cinta. Merdu sekaligus dapat banget suasananya.
"Kita masih sangat muda, dan luka adalah biasa."
"Kita berdua adalah kesendirian yang tidak dapat dinalar"
"... kata-kata kerja, yang cinta dibuktikan dengannya (atau seperti itu, larik aslinya saya lupa, maaf)
"Dan aku kembali menjadi dirimu lagi."
"Yang tidak boleh disia-sia oleh manusia adalah usia."
Liriknya lugas dan terlihat sekali penuh cinta untuk menggambarkan semesta kita yang sangat cinta.
"Manusia terlahir untuk saling meninggalkan" Uwoww deep
Puisi puisi disini mengisahkan tentang mencintai , kepergian , kerelaan melepaskan , hubungan jarak jauh yang bikin nyesss dan kerinduan yang mendalam sedalam samudra dan sangat menyesakkan dada.. aaah mencintai memang hal yang sangat berbahaya..
Tapi buku ini juga punya sisi menarik selain puisi, penulis banyak sekali menggunakan istilah dan nama nama tempat di daerah Maluku dan pas saya searching saya jadi ingin traveling ke Maluku , Maluku indah banget..membaca karya dari penulis yang kampung halamannya berbeda beda benar benar membuka wawasan dan cakrawala..sekarang saya mau menabung untuk mampir ke Manusela hehehe..
Puisinya lebih mudah kupahami dari puisi-puisi penyair lain yang pernah kubaca. Ini kumpulan puisi segala tentang cinta, dari kerinduan, kasmaran, bahkan pengkhianatan. Penyair banyak mengambil unsur laut sebagai metafora, dan menggunakan nama-nama tempat di Timur, tempat kelahirannya, sebagai judul maupun bagian dari isi puisinya. Sebagai orang yang masih kesulitan memahami puisi, bagiku kumpulan puisi Weslly Johannes ini sangat menyenangkan untuk dibaca. :)
Menarik, karena mencerminkan rindu penulis pada tanah Maluku. Juga masa lalu yang pilu, di tengah tenda - tenda pengungsian dan tembok yang penuh bekas peluru. Namun tak semuanya tentang lara, sebagian besar puisinya malah mengenai cinta. Banyak larik yang greget mewarnakan cinta dan kehilangan. Tapi juga penggunaan kata ‘kasih’ dan ‘sayang’ terlalu banyak bertebaran.
Mengikuti sepak terjang WJ, saya bisa mengatakan kumpulan puisi ini bukanlah salah satu favorit saya. Walau benar, kumpulan syair ini amat romantis dan merupakan puja puji akan cinta. Ada sebuah kedalaman yang hilang dalam kata-katanya. Menjadikan syair ini hanya sebuah kumpulan gombalan dengan bahasa yang lebih jumawa.
Kau hanya pantas untuk cinta yang tak merampas samudra dari sirip-siripmu yang anggun dan merdeka
-Weslly Johannes
Puisi-puisi Weslly selalu memukau. Kadang harus mengulang beberapa kali larik yang sama hanya untuk diresapi maknanya. Mau Weslly menulis sendiri atau dengan Rumthe, saya tetap mengidolakannya, sendiri dan berdua.
Salah satu puisi favorit saya adalah Baik-baik Saja.
"Hidup adalah gunung dan lembah." Aku tahu jantungmu tak pernah bergurau "Hidup tak selalu sedih," katanya lagi, "tak selamanya riang, semuanya merdu." Aku tahu, tetapi kali ini, jangan memintaku untuk bersenandung atau bertenang diri, aku ingin menangis sepuasnya dan percaya,
Manis dan magis. Punya tema dan cerita yang kuat tentang laut dan kehidupan di sekitarnya; seperti melihat sendiri orang-orang bermain di pantai dan saling mencintai. Diberkatilah Weslly Johannes.
Membandingkan Weslly Johannes dengan Theoresia Rumthe, dalam hal ini "Bahaya Bahaya yang Indah" dengan "Selamat Datang, Bulan" justru terasa Weslly itu lebih feminin, lembut, dan halus menyajikan tema yang juga lebih banyak dan beragam dibanding puisi duet mereka berdua. Dalam puisi yang panjang - panjang, Weslly lebih mengalun jarang menembak seperti Theoresia. Perasaan, kesan, makna, dan rasa saat membacanya terus terbangun sepanjang kalimat demi kalimat. Intens. Indah.
Banyak kata-kata yang harus saya google dalam buku ini, dan setelah menemukan kalau artinya ternyata "seterkenal" itu tahulah saya bahwa pengetahuan umum hayati ini minim sekali. Bagaimana mungkin saya tak tahu bahwa sopi itu nama minuman khas Maluku? Atau Sapalewa ternyata adalah nama gunung?
Terlalu indah buku ini. Jarang-jarang baca buku kumpulan puisi tanpa tandem dengan buku lain. Ini termasuk yang bisa dikunyah terus menerus saking lezatnya. Setelah mengenal mereka berdua dari 1 buku duet dan masing2 satu buku solonya, saya merasa mulai menemukan kenapa jatuh cinta. Kepenyairan mereka sangat natural. Truly a gift. Bakat seluruhnya. Banyak puisi yang sangat terasa sekali kesan 'disusun'nya, indah diksinya, rapi sajaknya, tapi kesan dan pukulannya tidak lebih jauh dari itu. Weslly? Romantisnya sungguh effortless.
Bahaya-bahaya yang Indah (Weslly Johannes) Oleh: nurfarrahatiqah
Saya mengetahui sosok Weslly Johannes menerusi Instagram. Beliau bersama isterinya sering menulis puisi di sana dan kata-kata mereka bagi saya sangat indah. Antara yang pernah ditulis oleh isterinya yang saya masih ingat sehingga kini ialah,
“Menulislah, dan jangan bunuh diri,”
Bahaya-bahaya yang Indah ialah buku pertama yang ditulis sendiri oleh Weslly Johannes. Sebelum ini beliau ada dua buah buku yang ditulis bersama isterinya, Theoresia L. Rumthe.
Saya tidak mahir berpuisi tetapi gemar membacanya. Puisi-puisi dalam buku ini kebanyakannya menggambarkan perasaan saya sendiri, malah mungkin juga perasaan anda.
Apa yang saya perasan, Weslly Johannes banyak menggunakan perkataan laut, peluk, luka dan cium. Ada di beberapa puisi, dia melakarkan wanita sebagai laut dan lelaki sebagai rapuh.
Buku ini tidak dijual di Malaysia. Saya membelinya di Gramedia Matraman, Jakarta ketika berpeluang ke sana hujung tahun 2019.
Sedikit petikan daripada Puisi Luka, antara puisi yang saya suka.
"Dengan rapuh manusia menjadi lelaki Dengan rahim manusia menjadi perempuan Dengan luka kau jadi aku, aku jadi kau"
This entire review has been hidden because of spoilers.
Berhubung ini buku puisi pertama yang saya baca, jadi saya kira gaya penulisan beliau bisa dibilang ringkas, sederhana, tapi memiliki bunyinya sendiri. Ada banyak kumpulan kata yang bisa dijadikan quotes atau mungkin bisa diberikan kepada orang yang terkasih hehe. Awal kepikiran ingin membeli buku ini karena covernya bagus lalu judulnya juga menarik dan saya cari tahu kalau penulisnya dari wilayah Indonesia timur jadi ya saya langsung beli karena penasaran dengan tulisannya.
Puisi-puisi Weslly di sini tetap manis dan dewasa, tetapi menurut saya tidak seberbahaya judulnya, mungkin karena terlalu indah bahayanya.. Menurut saya masih lebih berbahaya puisi-puisi di buku-buku sebelumnya. Tetapi saya tetap terpesona pada keindahan Timur yang selalu konsisten dimunculkannya. Selalu menunggu karya-karyanya.
Bahaya-Bahaya yang Indah karya Weslly Johannes membuatku sadar... nggak ada yang lebih menakjubkan dibanding puisi-puisi cinta. Nggak ada yang lebih menyakitkan kecuali puisi-puisi cinta. Nggak ada yang lebih melegakan selain puisi-puisi cinta. Dan... nggak ada yang lebih indah dari bahaya-bahaya dalam mencintai.