Udah susah-susah menata hati buat move on, Aluna malah bertamu lagi dengan Arzallo, mantannya. Bahkan, mereka bergabung di satu organisasi. kampus. Sering ketemu itu pasti, tapi apa mungkin bisa dekat lagi? Sepertinya nggak akan mudah. Aluna masih menyimpan trauma yang besar karena perpisahan orang tuanya. Ia jadi takut banget pacaran lagi. Sebegitu takutnya akan sebuah hubungan, Aluna diharuskan menemui psikolog. Dengan beban seberat itu, mampukah seorang Arzello meyakinkan Aluna buat balikan? Atau, Arzello akan kembali kehilangan Aluna untuk kali kedua?
Menurut aku, novel ini digambarkan dengan baik karena tak melulu tentang cinta, tapi bagaimana tokoh utama si Aluna mencoba berdamai dengan traumanya akan kegagalan cinta. Perjuangan Arzello juga oke karena dia mampu membuat Aluna membuka hati terhadap kegagalan dan berusaha membuka lembaran baru.