Jump to ratings and reviews
Rate this book

Membaca Kepedihan

Rate this book
Kepedihan adalah sebuah pisau yang menusuk hingga ke urat nadi dan membacanya adalah sebuah jalan menuju pintu keluar.

Puisi-puisi dalam buku ini pendek namun menyayat-nyayat emosi. Khusus ditujukan bagi mereka yang sedang jatuh cinta dan patah hati.

Hard cover. 176 halaman. Rp. 80.000

176 pages, Hardcover

First published September 2, 2019

4 people are currently reading
51 people want to read

About the author

Adi K.

27 books20 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
14 (18%)
4 stars
26 (35%)
3 stars
28 (37%)
2 stars
6 (8%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 16 of 16 reviews
Profile Image for Nureesh Vhalega.
Author 20 books151 followers
October 25, 2019
Aku suka banget beberapa puisinya, lebih suka lagi sama ilustrasinya.
Profile Image for athiathi.
367 reviews
May 20, 2023
AKU CINTA SEKALI DENGAN BUKU INI!

Astaga, benar-benar luar biasa! Puisi-puisi di dalamnya akan membawa siapa saja hanyut dalam kepedihan terdalam. Tak hanya itu, ilustrasi-ilustrasi yang ada juga akan menambah kesan.

Beberapa bagian yang kusuka:

"Perjalanan ini akan menghabiskan air mata."

"Semua air mata akan menuju waktu, menuju rindu, menuju pulang."

"Air mata bukanlah kebetulan-kebetulan yang jatuh."

"Foto-foto itu di sana, tapi tidak kenangan kita."

Bagiku, membaca kumpulan puisi adalah salah satu bentuk dari menyembuhkan diri. Menenangkan sekaligus menyakitkan. Entah kenapa, di akhir membaca dapat lebih menyadarkan akan betapa indahnya tiap kejadian bila diukir dengan ribuan kata penuh makna.

Kalau begitu, sampai jumpa! 💛
Profile Image for Syarifah Rahmah.
100 reviews5 followers
December 29, 2021
"Kau tampak lelah, kataku pada diriku sendiri yang sibuk menghitung langkah-langkah kaki yang belum juga selesai kutempuhi."
(Halaman 105)

🌧️🌧️🌧️

Membaca Kepedihan karya Adi K.

🥀 Buku ini berisi puisi-puisi yang sederhana tapi maknanya dalam banget. Ini menjadi ciri khas yang saya sukai dari puisi Adi K., karena diksi yang ia pilih adalah bahasa umum dan ringan. Jadi nggak sulit untuk memahami maknanya.

🥀 Ilustrasi yang ada di dalam buku ini juga bagus banget. Membuat pembaca jadi lebih mendalami nuansa dari setiap puisinya.

🥀Saat membaca puisi-puisi dalam buku ini saya merasa mellow banget, jadi ikutan galau gitu. Apalagi ditambah musim hujan yang masih setia menemui bumi. Beh, makin mellow kuadrat.

🥀Alasan saya baca buku ini karena saya pengin tetap baca buku tapi nggak sanggup kalau harus baca yang tebal-tebal karena lagi banyak deadline tugas dan nggak mau baca buku yang bikin nambah beban pikiran. Jadi akhirnya saya pilih buku puisi ini aja yang halamannya gak terlalu banyak (176 halaman) dan saya bisa menikmati bacaannya.

🥀Kutipan puisi yang saya suka dari buku ini: "Tergesa || Di buku yang tak pernah lepas dari genggamanku, kau membaca masa laluku dengan tergesa-gesa. Aku pun segera menghentikanmu sebelum kau melewatkan sebuah kalimat yang sangat penting, atau malah, berhenti di paragraf yang salah." (Halaman 24)

🥀 Terima kasih banyak Kak Adi yang sudah menulis kumpulan puisi ini. Memang puisi di buku ini lebih banyak berbicara tentang kepedihan. Tapi saya justru merasa seperti bertemu teman seperjuangan. Membuat saya semangat menghadapi hari yang akan datang.
Profile Image for Fira.
126 reviews
February 8, 2025
Rate: 2,5/5
Saya selalu sulit membaca kepedihan, dalam beberapa doaku kepada Allah Yang Maha Memahami, saya kerap kali berdoa untuk dipahamkan perasaan saya sendiri. Namun sepertinya buku ini juga belum bisa membantu saya "membaca kepedihan", gaya menulis kak Adi cukup rumit untuk saya mengerti. Namun saya menyukai 3 puisi yang ditulisnya dalam buku ini: Jauh Lebih Panjang, Beranjak Dewasa dan Jika Tak Pernah.

• Jauh Lebih Panjang •

Dua senja lagi aku tiba pada matamu.
Rumah segala pulangku. Awan segala
tengadahku. Aku ingin tidur sebentar
di sana lalu bercakap lama. Bukan tentang
kepergianku yang luka dan beku, tapi
tentang kepedihanmu yang aku tahu
jauh lebih panjang dari itu.

sadly beautiful.
Profile Image for Sunflower.
37 reviews
September 1, 2022
Tulisannya Adi K. gak pernah gak nyentuh hati saya ketika membacanya. Ini sudah kesekian kali saya baca tulisan beliau dan benar-benar bermakna.

Puisi-puisinya juga tidak terlalu sulit untuk dipahami. Sesuai dengan judulnya, isi dari buku ini memang memgantarkan rasa pedih di setiap untaian kallimatnya.

Saya rasa, ini akan lebih cocok dibaca oleh mereka yang sedang patah hati.
Profile Image for Gita Karmani.
431 reviews15 followers
June 30, 2022
Cover depannya cantik banget.
Ilustrasi di dalamnya juga bagus.

Bagian yang aku sukai:

Hal. 36
"Kita pernah berbagi air mata, namun tidak cinta."

Hal. 116
"Yang membuatku menangis
bukanlah rindu, tapi percakapan-percakapan
dengan diriku sendiri
yang tak lagi seperti dulu"
Profile Image for Nita.
94 reviews21 followers
August 14, 2022
Just like the title. It is all about sadness.
Profile Image for July.
71 reviews2 followers
November 2, 2023
Di halaman pertama ada tulisan “Untuk Bapak” jadi pas baca ini entah kenapa setiap katanya kepikiran dengan orang tua. Sedih, apalagi teringat kenangan dan hal yang nggak bisa diulang.
Profile Image for Pearl is Reading.
121 reviews
September 25, 2025
Membaca semua puisi di buku ini begitu tenteram bagi jiwaku meskipun maknanya sulit ditangkap oleh logika. Aku suka buku ini karena diksinya tidak terlalu berat dan narasinya cukup bagus.
Profile Image for Szasza.
246 reviews21 followers
September 11, 2021
"Kantuk tak mengobati luka, karena kau tahu esok akan bangun dalam pagi yang sama"
Profile Image for Septiani Ewiantika.
56 reviews5 followers
January 14, 2020
Ku kira bisa menyelesaikannya hanya dalam sekali duduk ternyata tidak 😂

Beberapa rangkaian kata dalam buku puisi ini cukup ku nikmati dengan syahdu haha.
Btw covernya cakep! 😍
Displaying 1 - 16 of 16 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.