Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dream Launch Project

Rate this book
“Dasar anak-anak sontoloyo.”” Itu kalimat sakti Pak Terry setiap kali dia dibikin pusing oleh ulah Injun, Jeno, dan Nana. Menjadi wali kelas murid-murid “menonjol” ini benar-benar menguras tenaga dan pikiran Pak Terry. Ulah mereka ada-ada saja setiap harinya.

Namun, di balik itu, Pak Terry melihat bakat-bakat terpendam ketiga anak ini. Ia pun mendorong mereka untuk percaya dan berani bermimpi. Dream Launch Project, sebuah kelompok musik
berlambang anjing hutan pun dibentuk untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Jika cerita adalah lagu yang terurai dengan kata, maka kisah ini adalah senandung cinta dari tiga bocah pemuja kucing, pecandu kopi, dan penadah sarkasme untuk Tertius Senandika—guru yang
sampai kapan pun tak akan berhenti mereka kagumi.”

432 pages, Paperback

Published March 21, 2020

32 people are currently reading
269 people want to read

About the author

Renita Nozaria

11 books84 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
161 (67%)
4 stars
61 (25%)
3 stars
12 (5%)
2 stars
4 (1%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 37 reviews
Profile Image for Nina Dee.
93 reviews4 followers
March 30, 2020
I don't know where to start. This book left me speechless. But I know I'll keep procastinating the review if I don't write it now, so here it is.

I know this book because Renita talked about it at her ig account. I know, maybe some of you have read this book at wattpad. Unfortunatelly, I'm not a big fan of wattpad anymore. So yes, I prefer reading the published edition.

Maybe, I should know where this story would bring me because that dedication page she posted, but I chose to ignore it—I told myself that was nothing. It turned out wrong. My intuition was right. And then, I didn't know what to say,
karena di beberapa bagian, novel ini memancing semacam luka lama. I felt numb. But, I will still thank Renita for writing this masterpiece.

Dream Launch Project berkisah tentang tiga murid SMA—Nana, Jeno, dan Injun—serta seorang gurunya, Tertius Senandika. Berlatar di Ibukota dengan narasi ringan dan dialog khas anak remaja, novel ini sukses mengundang tawa renyah saya dari awal membaca.

Penokohannya khas anak SMA, ada roman ringan yang sayangnya terlalu ringan karena memang roman bukan tema utama novel ini, dan saya nggak keberatan. Karena alunan kisah trio sontoloyo ini sukses membuat saya bertahan hingga halaman terakhir dengan tawa dan air mata yang kadang terjadi bersamaan.

How could you laugh and cry at the same time? I also asked myself that question.

Setiap tokoh memiliki ceritanya sendiri, side storynya sendiri, masalahnya sendiri, meskipun kisah utama mereka berhubungan. Semua tertuang rapi dan tiap tokoh mendapatkan jatah yang sama rata tanpa deskriminasi. Masih sama seperti kedua novel Renita yang saya baca sebelumnya, DLP menggunakan sudut pandang orang ketiga terbatas. Tentunya masih ada bagian yang keselip, tapi saya rasa nggak begitu kelihatan. Gaya bahasa yang digunakan—seperti yang saya katakan di atas—lebih santai, dialognya kebih renyah daripada Kita maupun Guardiationship, cocok dengan penokohan dan latar tempat yang diambil. Masalahnya masih tetap sama sih, mayoritas kalimat penjelas setelah dialog dihilangkan, yang membuat saya kadang bingung dialog siapa yabg dimaksud di situ.

Saya lumayan senang karena di sini Renita tidak menggunakan metode flashback saat salah satu tokohnya melihat A atau B, errr... Sebenarnya ada sih, tapi nggak sesering di Kita atau Guardiationship. Tapi masalahnya, ada beberapa bagian yang time stampnya dimunculkan. Menurut saya nggak perlu sih. Akan lebih cantik jika langsung diceritakan oleh tokohnya alias time stampnya dibuat tersirat aja.

Dan, bebicara tentang konflik dan klimaks yang sepertinya sukses menguak luka lama saya, saya nggak ada masalah dengan konflik maupun klimaksnya. Hanya saja, klimaks yang berada hampir di akhir buku menyebabkan penyelesaiannya terburu-buru. Bahkan jadinya hanya fokus pada salah satu tokoh. I'm not complaining, cuma nggak fair aja untuk tokoh utama lainnya.

I felt numb in the end. I didn't blame the author for writing about this sensitive topic. A little warning wouldn't hurt anyone, tho. But still, I'd like to thank the author—again.

Thank you Renita, for writing this beautiful story. Thank you for introducing Tertius, Jevais, Ezekiel, and Artajuna. Their story will be remembered.

I defeated Death. It didn't defeat me.—hlm. 387


I did it too, just in a different way :')
Profile Image for Jo Ananda.
8 reviews23 followers
October 23, 2020
I would like to say thank you so much to whoever recommend me this book. Kalo ga salah, dapet rekomendasi di base Twitter. Awalnya baca di Wattpad dulu. Abis selesai baca dan ternyata sebagus itu, aku langsung beli bukunya biar dapet extra chapter. Haha. Buku ini aku temuin pas aku lagi pusing mikirin idup. Ada salah satu kalimat yang bisa dibilang relate sama keadaanku waktu itu. Di halaman 383 Terry pernah bilang, kalo hidup ini adalah salah satu bentuk keberanian. Manusia itu menakuti sesuatu yang nggak mereka ketahui, sesuatu yang nggak pasti. Sedangkan hidup itu sendiri tercipta dari milyaran ketidakpastian. Kalau begitu, bukankah hidup itu sendiri adalah bentuk keberanian kita? Dan dari kata-kata Terry tadi, bikin mata berkaca-kaca. Haha, cengeng emang. Tapi dari situ kaya dapet pencerahan (ceilah). Kita idup doang tuh udah berani loh. Karena selama kita hidup, masalah bakal selalu terus-terusan ada, dan ajaibnya kita juga bisa nyelesaiin semua masalah itu. Kalo liat kebelakang tuh kaya, "wow, lu keren bisa sampe sini" Gitu. Wkwk. Kalo kata Kelly Clarkson, what doesn't kill you, makes you stronger.

Dari segi alur, novel ini keren banget. Aku kurang tau ini masuk genre apa, slice of life mungkin? Dan untuk kategori slice of life, novel ini ga membosankan. Selalu ada hal-hal kecil yang menarik, yang bisa bikin ketawa. Kalo baca novel ini, kamu bakalan bisa ketawa tapi di bab lain kamu bakalan sedih. Hahaha. Tapi mungkin bisa dikasi trigger warning sih, karena ga semua okay dengan ngangkat masalah suicide. Bahasa di novel ini ringan, kaya bahasa sehari-hari. Semua tokoh sentral punya cerita dan masalah masing-masing. Dan cerita mereka juga dibahas di extra chapter. Dari novel ini aku kaya dapet pembelaan. Hehe. Ga masalah tujuan kamu hidup atau mimpimu cuma sekedar pengen nonton konser, ketemu artis, atau nungguin film Fantastic Beasts. Karena semua mimpi itu penting, sekecil apapun mimpi itu, bisa jadi alasan seseorang untuk tetap bertahan. And lastly, thank you kak Renita yang udah bikin buku-buku yang ga cuma bisa entertain pembaca, tapi juga bisa buat healing kalo lagi suntuk sama kehidupan duniawi. Hahaha.
Profile Image for NAf. .
12 reviews
July 2, 2022
Entah udah yang keberapa kali aku baca cerita ini, tapi tetap merasa takjub sama alurnya dan selalu nangis sama endingnya. Baca ini tuh beneran campur aduk, di halaman sebelumnya kamu bisa aja ketawa lepas karena lawakan yang ada di dalamnya, tapi begitu baca halaman berikutnya, kamu bisa aja tiba tiba nangis. Dalam buku ini juga banyaaaaak sekali kalimat kalimat indah yang sangat meaningfull. Mau berterimakasih sama Kak Renita for made this masterpiece.
Profile Image for Olivia.
5 reviews
February 9, 2026
Aku baca buku ini udh lama bgt tapi baru review sekarang. Jjr aku udh agak lupa2 inget nama2 pemerannya tapi ceritanya Sgt membekas di aku. Penulisan kak ren selalu bisa bikin aku mikir "wow trnyt bisa kyk gini ya hidup seseorang. " Aku inget bgt waktu baca buku ini aku sampe galau 4 harian
Profile Image for Riski Oktavian.
484 reviews
March 23, 2026
"Mengapa harus membayar begitu mahal hanya untuk sebuah mimpi?" -hlm. 242

Akhirnya kesampaian baca novel ini setelah di 2020 aku pernah baca karya lain dari penulis yaitu Noir dengan nuansa fantasi dan sedikit paranormal. Berbeda dengan Noir, Dream Launch Project ini lebih ke slice of life dengan sentuhan romance.

Bercerita tentang tiga sahabat yaitu Jeno, Nana, dan Injun yang disatukan oleh sekolah yang digambarkan "spesial" karena tercatat sebagai salah satu sekolah dengan nilai ujian nasional terendah di Jakarta. Nana dan Injun si pembuat onar merasa ada yang spesial dari Jeno si anak baru yang menyebabkan ketiganya seperti satu paket "sontoloyo", begitulah wali kelas baru mereka Pak Terry memberi julukan.

Suatu ketika ada satu konflik yang dialami oleh salah satu dari geng ini yang mengakibatkan terciptanya sebuah proyek. Proyek yang tidak pernah mereka bertiga (dan Pak Terry) bayangkan sebelumnya: tentang adanya persaingan sebuah band. Hal itulah yang akhirnya membuat tercetusnya ide "Dream Launch Project".

Aku suka karena bagaimana penulis membangun suasana di novel ini dengan bahasa yang mudah dimengerti sehingga bacanya juga mengalir, bahkan phase nya cukup cepat dari awal sampai akhir buku ini. Aku cukup lupa novel ini tuh aslinya adalah dari Wattpad atau dari AU, tapi mungkin buat kalian yang pernah membaca novel-novel serupa, gaya bercerita di sini juga seperti novel-novel fan fiction yang pernah kita temui. And yes, novel ini sendiri sebenarnya juga adalah fan fiction dengan mengambil cast Jeno, Jaemin, dan Renjun dari boygroup NCT Dream (sudah curiga sejak awal karena judul novel ini mengandung kata Dream, dan setahuku penulisnya memanglah seorang NCTzen--sebutan untuk fans NCT).

Balik lagi ke ceritanya: aku juga suka mengenai ide mengenai konflik dan bagaimana chemistry ketiga orang ini dibangun dari awal sampai akhir. Meskipun di bagian-bagian awal aku cukup merasakan banyak adegan aneh bahkan cringe, tapi semakin ke belakang aku semakin dibuat terpukau karena ada satu kondisi yang menyebabkan tiga tokoh utama kita ini akhirnya mau nggak mau harus bersatu. Selain itu juga kita akan diperlihatkan oleh sebuah "rahasia" dari masing-masing tokoh yang menyangkut latar belakang masing-masing tokoh itu juga keren menurut aku.

Message novel ini juga deep banget mengenai mengejar mimpi dan bagaimana sih kita itu memproyeksikan mimpi di hidup kita. Apa arti mimpi itu sendiri sampai bagaimana cara kita melakukan sesuatu untuk meraih mimpi itu. Apakah mimpi itu adalah sesuatu yang sangat besar yang sulit digapai atau justru yang kepalang mudah? Ditambah dengan tokoh utama berupa remaja memang menjadikan topik mengenai mimpi, passion, dan hal-hal semacam ini cukup mendukung karena pembaca bisa merasakan emosi yang terkandung di cerita ini.

Akan tetapi di balik keindahan pasti ada kekurangan. Aku merasa novel ini cukup sering ada plot hole di sana-sini yang menyebabkan ceritanya terasa aneh dan tampak cringe (seperti yang aku bilang tadi). Dan mengingat bahwa ini adalah novel adaptasi Wattpad/AU yang pasti akan kita temui romance di sini. Tapi bisa kubilang sebenarnya romance di sini hanya sebagai bumbu sih akan tetapi di beberapa part bagian itu cukup mengganggu dan setelah aku pikir-pikir lagi, sepertinya novel ini akan hemat sekitar 100 halaman jika kita benar-benar memangkas habis sisi romance di cerita ini.

Kemudian mengenai beberapa scene di buku ini yang terkadang cukup bikin mengangkat satu alis alias curiga pro max. Karena tiga tokoh utama + satu tokoh pendamping di sini adalah cowok semua, aku malah merasa ada beberapa part yang tampak seperti bromance (sadar atau tidak sadar). Juga dihadirkan sosok dengan "tingkat maskulinitas" yang cukup berbeda juga bikin pikiran ke mana-mana. Meskipun sebenarnya ceritanya pastinya nggak diarahkan ke sana, akan tetapi jokes antar empat orang ini at some point memang sus banget.

Kemudian mengenai ending. Aku merasa entah kenapa 100 halaman menuju ending itu rasanya dibuat sangat terburu-buru bahkan ada timeline 5 tahun setelah ending yang menurut aku kayak, wait a minute? Kenapa cepat sekali transisinya? Jadi aku membaca 300 halaman sebelumnya ini seperti mengikuti perjalanan tak berujung dari 3 tokoh ini (dengan banyak sekali tambahan adegan di luar konflik utama yang berkontribusi terhadap penambahan jumlah halaman dan kertas di buku ini), sementara sisanya dibuat secepat kilat. Bahkan jika bisa kukatakan, novel ini seperti belum menemukan solusi yang klop untuk aku pribadi. Entah apakah novel ini ada buku keduanya atau tidak, karena aku merasa semuanya cukup janggal untuk dimasukkan di bagian ending.

Selain itu juga nama-nama tokoh di sini sangat spektakuler alias cukup susah dilafalkan (nama panjangnya) dan terkadang beberapa hanya muncul satu atau dua kali yang menyebabkan pembaca jadi bertanya-tanya "kayaknya pernah denger nama ini deh tapi di mana ya" gitu.

Selebihnya ceritanya sendiri dan message nya menurutku cukup deep. Buat kalian yang butuh bacaan di kala reading slump mungkin ini akan cocok karena bahasanya cukup mudah dimengerti. Cuma ya itu tadi, aku menyayangkan beberapa teknis dalam buku ini karena kalau kita lihat di bagian paling belakang buku ini (aku beli versi cetakan kedua yang terbit di Februari 2022), terlihat ada tulisan bahwa Penerbit Bukune melakukan quality control yang "ketat" tapi menurutku isi buku ini sepertinya masih bisa disunting kembali, dibaca kembali, dan diperbaiki kembali untuk menaikkan "kualitas"-nya itu sendiri. Jadi memang agak disayangkan saja.

Last but not least, seperti yang sudah aku katakan tadi, buku ini sepertinya bisa saja jadi lebih pendek. Bahkan mungkin cuma 250 halaman saja jika kita memangkas banyak hal-hal printilan lainnya selain konflik utama yang sama sekali nggak berpengaruh apa-apa ke ceritanya.

(Huft, novel romance selalu akan kureview lebih panjang daripada novel bergenre misteri, thriller, dan fantasi rupanya)
Profile Image for bookswormie.
138 reviews6 followers
Did Not Finish
August 11, 2024
cukup banyak catatan dari ku untuk novel ini hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk dnf, karena kalian jg pasti tau bagaimana rasanya 'dipaksa' harus menamatkan novel yang tidak kamu sukai. tetapi ... agar tidak trlalu bias, aku akan buat poin-poin yg kurang aku suka dari buku ini:

1. nama tokohnya. khas wattpad sekali, terlalu ribet. dan aku kesulitan mengingat nama mereka yang tidak konsisten. kadang dipanggil dengan nama panggilan, kadang dengan nama lengkap. masalahnya, nama panggilan dan nama lengkapnya tidak nymbung, terlalu jauh. butuh waktu cukup lama bagiku untuk sadar tokoh mana yang sdg penulis maksud. dan jg, ini trnyata novel kpop yah? jd visualisasinya mnggunakan idol boygroup dg nama panggilan yg trnyata sudah dibuat lokal oleh para fansnya. harusnya ini mempermudah pmbaca non kpoper atau non fans, tp nama asli karakternya yg malah dibuat tdk melokal mmbuat poin plus pd novel ini brkurang

2. terlalu banyak dialog. yg aku tau, novel yg baik dibuat dengan komposisi show & tell yg seimbang. tapi dengan terlalu banyaknya dialog ini, rasanya show & tell itu tidak berimbang. juga, aku mrasa boring selama membaca novel ini karena dialognya yg telalu banyak. dlm visualisasi di otakku, aku mnjdi tokoh ktiga yg dipaksa mlihat interaksi antar tokoh yg trlalu brtele2 krna dialognya yg gk pnting2 amat

3. unsur komedinya yg kurang ngena. ini cukup subjektif, tp aku kurang enjoy dgn komedinya yg mnnurutku garing, jayus. juga pmakaian bbrapa istilah gaul yg bahkan tdk familiar sprti istilah goban dimana di realitanya byk disebut dg istilah gocap. pndpt pribadiku, mungkin pnulis kurang survey tp ya gtw jg sih

4. untuk novel remaja dgn target pasar anak skolah mnengah untuk crita berlatarkan kluarga broken home dgn brbgai macam kasus yg dicritakan dlm 420 halaman itu, terlalu banyak. novel ini sbnarnya bisa mncapai 200-300 hal saja kalau si penulis dan editor bisa memangkas dialog2 yg tidak penting itu

lalu poin plusnya apa?

1. moral value pada buku ini cukup mmbuatku trkesan (walau aku tdk bisa menamatkannya, tp sdh ada bbrapa moral value yg bisa aku dpt dri novel ini)

2. pnulis mnggambarkan kondisi sosial para tokohnya yg kompleks pada pmbaca dgn cara yg cukup mnyenangkan. msalah broken home di usia remaja itu masalah yg srius, tp prtimbangan pnulis untuk menceritakannya pd pmbaca dg cara yg tdk mmbuat pmbaca ikut depresi dg mnyelipkan bbrapa unsur komedi itu suatu hal yg patut diapresiasi (biarpun sisi komedi yg itu tdk bgtu lucu bagiku, mungkin lucu bagi yg lain)

3. tokoh pak guru yg out of the box itu mnjadi sorotan yg utama bgiku. sejauh ini aku mnyukai karakternya

well, smua review ini brsifat pribadi. kputusan membaca novel ini ada di diri masing2.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for ShinHyunRin 신현린.
122 reviews13 followers
July 19, 2020
Saya udah banyak baca karya Renita dan ini adalah salah satu masterpiecenya. Secara garis besar, bisa dibaca di Wattpad dan kalau nggak salah pun sampai sekarang masih bisa dibaca. Namun ada beberapa adegan yang diubah sehingga alur ceritanya lebih berkesinambungan dan runtut.
Diawali dengan pak Terry yang ingin mengakhiri hidupnya, namun mendengar ucapan temannya, Tendril, untuk menjadi berarti sebelum ia mati. Di sini kata kuncinya. Terry bisa memilih untuk hidup dengan baik bersama tiga sontoloyonya, meski ada bagian dirinya yang hilang. Namun bagaimana jika ia memilih untuk menjadi bagian dari anak yang disayanginya? Tidak ada yang salah dari keputusan yang diambil tokoh Terry dan novel ini memberi perspektif tentang keputusan yang diambil Terry dan membuat para muridnya berani bermimpi.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for pwetiechaos .
49 reviews
August 24, 2023
"Dream Launch Project"
buku yang aku YAKIN BANGET jadi best read aku di tahun 2023 ini, meskipun masih ada beberapa bulan lagi untuk menuju akhir tahun.

aku beneran sesayang itu sama semua tokoh yang ada di karya kak Renita satu ini HUHUHU. 🥹💗 persahabatan mereka yang luar biasa, interaksi mereka pasti bikin yang setiap baca happy! aku ngga akan bisa move on sama buku ini. 😣

meskipun aku takut buat lanjutin buku ini (karena takut dapet ending yang ngga aku pengenin) tapi akhirnya aku udah ada di halaman terakhir dari buku ini. setelah aku pikir-pikir kembali mungkin ini emang udah ending terbaik untuk semuanya.

pokoknya i love youuu to the moon trio sontoloyo dan pastinya master sontoloyo! 😽🫶🏻

~5 stars from me! 🧸🪽
6 reviews
January 4, 2025
Katanya kita harus jadi penggemar nomor satu untuk diri kita sendiri sebab hanya diri kitalah yang kita punya untuk selalu ada.
Pertama nemu cerita ini di explore instagram, ada seseorang yang membuat video visualisasi tentang cerita ini dan akhirnya tertarik. Kemudian instal wattpad dan membacanya. Kemudian di awal 2020 cerita ini diterbitkan sebagai buku.
Cerita ini mengandung coklat dan bawang dengan porsi seimbang. Di awal kita akan bertemu dengan tiga siswa dengan segala masalah hidupnya. Cerita ini realistis, buat kita sadar bahwa mereka itu sebenarnya ada di sekitar kita, mungkin tidak mungkin.
Perjalanannya penuh tawa dan sesak. Seolah kita mampu menjadi setiap tokohnya.
Lewat cerita-cerita mereka, aku jadi lebih banyak berproses untuk menghargai diri sendiri juga orang lain.
1 review
June 19, 2021
Over all, masterpiece. Mau berterimakasih banget sama ka Renita karena udah buat karya sebagus ini. Sebelumnya udah pernah baca gratis di Wattpad, tapi setelah baca kedua kali di buku cetaknya, reaksi saya sama sekali ga berubah. Saya tetap merasa hangat sekaligus menangis karena Jevais, Artajuna, Ezekiel, juga Terry. Membaca bagaimana keempat orang asing dengan latar belakang yang berbeda, namun berhasil terjerat ikatan yang begitu erat dan hangat. Buku ini selalu menjadi tempat pulang paling hangat untuk saya, terimakasih ka Renita.
1 review
March 14, 2021
Dan buku ini selalu membuat saya menjadi campur aduk, entah itu rasa senang, sedih, dan emosional semuannya itu tercampur dalam ramuan buku berjudul Dream Launch Project ini. Awalnya saya pikir awal dari buku hingga akhir buku akan menjadi komedi, namun ternyata pikiran saya salah. Namun tak apa, Dream launch project sudah menemani saya di awal 2021 ini
Profile Image for ikan..
8 reviews
January 25, 2022
All of Kak Renita's works are such a masterpiece and this one is one of her best. I really love the way she tells her stories, also, the witty jokes. Some parts of this book are able to make me weep. This book discuss about friendship, dream, passion, mental health matters, etc. in a way that is easy to understand. Def a page turner and worth to read.

Content warning (in case):
Suicide.
4 reviews
August 11, 2021
a heart-warming story. bukan cuma cerita soal pertemanan yang biasa, bukan cuman soal kehidupan keluarga yang macem slice of life so so gitu, engga. bayak banget relationship yang ada di dalem novel ini, keluarga, pertemanan, percintaan sampe soal hubungan guru dan murid. wajib baca kalo kata gue❤️
Profile Image for Tiara.
1 review
May 8, 2022
Ceritanya bener-bener asik sejak awal. bahasa nya santai tapi memang banyak umpatannya. bagian-bagian akhir buku ini bikin nangis deres, ga nyangka sampe nangis 3x. dulu beli buku ini karna liat dari sampul nya yg cantikk bgtt!!!
16 reviews1 follower
June 8, 2022
This. is. masterpiece.
Semuanya LITERALLY semuanya kaya bnr bener sebagus itu dari segala aspek.
poin ++++++++++ buat nama karakternya yang indah banget dan after effect bacanya aku gamon dan merasa kosong, hiks🥲
Profile Image for frankohsion.
21 reviews
March 18, 2023
kak ren’s writings never fail to amazed me. ceritanya dikemas dengan rapi tapi tetep seru dan banyak yang bisa diambil dari buku ini sih. sebuah testimoni yang agak tmi: mata bengkak karena nangis!!!!!!!
Profile Image for Dinda J.
13 reviews1 follower
June 30, 2023
Pertama baca ini versi wattpad dan akhirnya beli novel karena mau baca special ch dan karena katanya ada perbedaan versi novel. Waktu udah baca, ternyata wattpad sama novel tetep aja sama sama sedih endingnya😭 berharap alternative ending wattpad bisa jadi ending novelnya🥲
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Kaytalist.
348 reviews26 followers
September 4, 2020
Jangan tertipu sama kemasan awal yang dibumbui banyak komedi, buku ini punya twist yang extra dan membuat kita berpikir banyak soal hak melanjutkan hidup atau tidak, juga soal mental health
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for A Tata.
7 reviews
April 18, 2021
The real persahabatan bagai kepompong. Comedy, Romance, School Life, Tragedy, dan Angst, bercampur jadi satu dan boom~ Imma read it again one day.
1 review
October 9, 2021
Awal baca buku ini saya kira bakalan komedi dari awal sampai akhir .Ternyata saya salah ,salah sekali .Bener bener deh karya nya kak Renita ,mantap sekali .
Profile Image for Rizka.
5 reviews
February 3, 2022
Gak tau mau nulis apalagi yang jelas novel ini KEREENN BANGETT
Profile Image for Michelle.
54 reviews3 followers
June 19, 2022
bagus.banget.banget.banget
SEDIH BANGEEEEET JUGAAA GAKUAAATT:(
Profile Image for rubywbb.
78 reviews
December 21, 2022
ini karyanya kak renita yg paling aku sukaaaa bgttt, daridulu tulisan kak renita emg selalu memuaskan
Profile Image for Ay.
6 reviews1 follower
March 3, 2024
Masih jadi buku favorit aku sampai saat ini. Banyak perjuangan keren di dalam ceritanya. Dan ada pandanganku yang berubah mengenai mereka yang ingin mati.
Displaying 1 - 30 of 37 reviews