Jump to ratings and reviews
Rate this book

All is Fair in Love and Game

Rate this book
Anita selalu menghindari Rimba, bosnya di Chronus Studio. Ia curiga dirinya diterima bekerja di sana karena ibunya dan ibu Rimba adalah teman masa kecil ... dan keduanya berniat menjodohkan mereka. Anita berusaha untuk membuktikan bahwa dirinya memang kompeten di bidangnya, dan layak untuk diterima di Chronus. Rimba yang tertarik dengan Anita merasa kesulitan untuk mendekati karena perempuan itu selalu bersikap dingin. Ketegangan di antara keduanya mencair seiring berjalannya waktu karena proyek gim baru yang dikerjakan Anita. Semuanya mulai berantakan ketika sepucuk surat dari KPK datang ke meja Rimba atas sebuah kasus korupsi yang melibatkan Chronus di dalamnya.

Ibu Anita mulai memikirkan ulang perjodohan keduanya. Akankah Anita menuruti ibunya, atau mulai mendengarkan kata hatinya?

260 pages, Paperback

First published September 1, 2019

6 people are currently reading
83 people want to read

About the author

Adhita Purwitasari

1 book5 followers
Full time IT employer and half time explorer.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
25 (15%)
4 stars
61 (37%)
3 stars
67 (40%)
2 stars
9 (5%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 30 of 65 reviews
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
October 22, 2019
Review lengkap: https://www.kubikelromance.com/2019/1...






Anita merasakan keanehan ketika melakukan wawancara dengan Rimba, CEO Chronus Studio, sebuah perusahaan gim yang menjadi tempat impiannya bekerja, yang mengarah ke hal pribadi. Di akhir sesi Rimba mengatakan kalau memang selain wawancara kerja, juga wawancara perjodohan. Orangtua mereka telah bersekongkol menjodohkan Anita dan Rimba. Langsung saja Rimba menerima pukulan telak dari Anita.

Anita tidak suka dipaksa, dia tidak terlalu mempermasalahkan dirinya yang tidak kunjung menikah ketika usianya sudah 30 tahun. Dia merasa telah dipermainkan, sehingga ketika Rimba datang langsung ke kantornya kalau dia diterima kerja, dia merasa ada udang di balik batu. Padahal Rimba serius dengan tawarannya, hanya kebetulan saja kalau mereka dijodohkan. Rimba tentu tidak sembarangan merekrut pegawai, dengan kemampuan yang dimiliki Anita sebagai game designer, Rimba yakin dia bisa memajukan Chronus Studio.

Karena sangat ingin bekerja di Chronus, Anita akhirnya menerima tawaran Rimba, tapi dia sangat menjaga jarak dengannya, dimulai dengan panggilan Pak dan selalu sinis padanya. Rimba justru semakin tertarik pada Anita karena kemandiriannya, pada kemampuannya, dia pelan-pelan mencoba mengambil hati. Ketika Anita mulai yakin Rimba benar-benar menyukainya dan perasaannya mulai berubah, Rimba malah tersandung kasus korupsi. Tidak hanya itu kehadiran teman lamanya dan ibunya yang justru berbalik tidak antusias dengan perjodohan karena masalah tersebut membuat Anita meragu akan perasaanya.

"Setia itu soal komitmen, bukan soal karakter."

"Orang akan memilih yang bikin dia nyaman, yang cocok, atau sesuai kriteria, yang kita enggak bakal paham kenapa orang itu nyari yang seperti itu. Semakin memilih kualitas, semakin hati-hati juga apa uang yang kita keluarkan sebanding dengan barang yang kita dapat. Sama aja kayak semakin kita memilih kualitas pasangan, semakin hati-hati apakah waktu yang kita habiskan bakal sebanding. Semua orang enggak mau rugi, apalagi rugi milih pasangan."

"Jangan nunggu laki-laki yang mapan, Anita. Jadilah mapan, maka yang datang nantinya adalah laki-laki yang sepadan."

Hal pertama yang membuat saya tertarik membaca novel ini adalah covernya, cantik banget, selanjutnya dari sinopsis ceritanya pun cukup menarik, tipikal office romance tapi dengan bumbu politik. Terlebih dunia kerjanya membahas tentang gim, sesuatu yang jarang dilirik penulis lain. Walau dunia politik dan gim tidak terlalu detail, setidaknya memberi gambaran seperti apa bila kita bekerja di sana.

Tulisannya cukup nyaman diikuti, ada sisipan percakapan dengan bahasa Inggris, yang bagi saya nggak menggangu. Untuk segi konflik bisa dengan mudah ditebak, karakternya cukup menyenangkan, saya suka Rimba, tipe bos yang nggak memaksa, humble. Sedangkan Anita cukup keras kepala dan bisa dibilang feminis juga, dia mandiri dan tidak suka bergantung pada orang lain.

Bukunya bagi saya tergolong tipis, coba kalau informasi tentang dunia gim diperluas lagi dan interaksi antara Rimba dan Anita diperbanyak, hubungan mereka lebih diperdalam lagi akan semakin menarik, saya merasa terlalu kecepetan saja. Ketika Anita sudah mulai membuka hati, masalah langsung datang, membuat interaksi dirinya dengan Rimba menjadi sedikit.

Secara keseluruhan, buku ini bisa menjadi pilihan kalau kalian ingin membaca dengan tema perjodohan tapi minim campur tangan orangtua, Rimba yakin akan kata hatinya, jadi dia memilih melakukan dengan caranya sendiri, sweet dan dewasa banget, kan :)
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
October 20, 2019
Cepat juga ternyata saya bacanya... langsung dihabiskan di me time alias tengah malam ketika bapake dan anake sudah terlelap. Dan langsung saya tulis resensinya jam tiga ini, haha.

Alurnya rapi dan kalau boleh saya bilang, sistematis. Enggak ada yang mubazir. Karena itulah, pas ada adegan yang menurut saya buang-buang waktu, saya langsung suuzan (apa husnuzan?) kalau adegan ini pasti nyambung ke plot twist. Jadi sebetulnya enggak ada yang terlalu meledak-ledak di sini.

Saya suka suara tiap tokoh yang terdengar alami dan percakapan mereka yang mengalir begitu saja. Perpindahan kata ganti yang diucap Anita dan Rimba, dari Bapak ke Bos ke Rimba, dari saya ke aku, terasa mulus dan enggak nge-getek-in. Dunia gimnya juga menarik, jadi terpikir seorang teman yang juga berkecimpung di industri itu dan jadi karyawan di salah satu perusahaan gim ternama di Bandung. Sama kayak Chronus, dia juga suka ngebanggain gim buatan perusahaannya haha.

Daya tarik novel ini buat saya jelaslah prinsip Anita tentang menikah dan pernikahan. Beberapa kali saya juga dibuat berpikir... meski jalan hidup kami berbeda, tapi saya turut mengiyakan pendapatnya seperti saat Fedi mengungkap alasannya untuk menikah agar bisa melengkapi diri (apakah Tuhan belum cukup membuat kamu sempurna, Fed? Dengan badan six pack begitu? haha), waktu akhirnya Anita curhat ke mamanya kenapa dia harus menunggu dan menyeleksi begitu lama, sampai nasihat Anita ke adiknya soal LDR dan aktualisasi diri. Awalnya saya kayak, si Anita ini emang keras kepala banget ya orangnya, tapi begitu saya menempatkan diri di posisi dia, saya jadi paham.

Tetap sih, 'pesan moral' yang paling ngena ke saya datangnya dari Rimba, yang bilang fisik bisa berubah tapi otak dan hati akan selalu begitu sampai tua, haha. Ajakan 'jadi jelek bersamanya' juga terasa personal ke saya. Aih hahaha. Memang om-om gemas banget si Rimba ini. Saya juga suka penulis membuat Rimba tertarik pada Anita lebih dulu, dan membuat 'perbedaan' antara perjuangannya mendekati Anita dengan PDKT keukeuhnya Fedi.

Saya juga mau apresiasi tebalnya novel ini yang pas banget. Makanya saya bilang sistematis karena enggak ada adegan yang sia-sia. Begitu concise.

Gaya bahasanya to the point. Enggak ada kiasan mendayu-dayu, dan kalau kata saya memang menggambarkan atmosfer ke-gim-an novelnya. Saya enggak tahu kenapa, dengan segala nuansa kerja yang asyik macam kantor Google dan tarik-ulur yang 'pakai otak' istilahnya (jadi enggak baper geje kek teenfic), desainer kovernya tidak mengambil kesempatan untuk membuat kover yang lebih fun tapi clean, pakai palet warna-warna tersier yang saling kontras, banyakin mainin garis tegas, tapi komposisinya dinamis. Namun kalau itu sudah keinginan penulis dan desainer kovernya, saya bisa apa wkwk. Bisa kasih ide ala-ala yang telat aja jadinya. Karena saya pribadi melihatnya ceritanya tidak melulu soal pilihan yang jelas bercabang, tapi lebih menarik dari itu. Saya suka pemilihan font-nya sih, dan judulnya yang plesetan, tapi judul babnya terlalu menggambarkan isinya, jadi kadang suka saya lupakan sembari meneruskan baca.

Perempuan dalam IT banyak dibahas dalam Metropop atau Citylite, tapi All Is Fair In Love And Game cukup menawarkan hal baru yang lumayan segar. Oh ya, tidak ada typo tapi ada dua kata menyambung tanpa spasi yang cukup sering dan kalimat seperti, 'Rimba berkata, "boleh aja."' (b dalam kata boleh ditulis huruf kecil). Selebihnya enggak mengganggu. Buat saya, ini adalah novel yang menyenangkan untuk diikuti.
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews126 followers
June 10, 2020
Sebagai sebuah karya debut dari Adhita Purwitasari, All Is Fair In Love And Game menjadi hasil yang menjanjikan. Bagaimana kisah cinta ala perkantoran bisa digabungkan dengan permasalahan politik yang kompleks. Bagi saya novel ini memberikan premis cerita yang cukup berbeda dengan novel-novel romansa lainnya. Tidak hanya sekedar masalah asmara, tapi ada unsur-unsur tentang kehidupan yang ikut dibahas. Selain ceritanya yang cukup menarik, sampul bukunya pun tak kalah menarik. Dominasi warna kuning pada sampul bukunya sudah menjadi magnet yang dapat menarik manik mata. Ditambah lagi ilustrasi gambar seorang wanita yang sedang melihat jalan setapak yang bercabang di antara kebun bunga, menambah kesan cantik nan memikat. Tidak diperlukan sesuatu yang rumit untuk menunjukkan kelebihan dari sampul bukunya. Cukup dengan ilustrasi yang indah ditambah warna yang manyala sudah dapat membangkitkan rasa ingin tahu ppembaca.

Mungkin tema office romance sudah kerap kali muncul dan dibahas oleh banyak penulis. Bagaimana masyarakat perkotaan yang sibuk bekerja menjalin kisah asmara mereka di tempat kerja. Tema seperti ini memang sudah sangat umum dan mungkin akan terkesan biasa saja jika penulis tidak ahli dalam merangkai ceritanya. Namun, untungnya All Is Fair In Love And Game tidak hanya memberikan cerita romansa belaka. Di sini pembaca akan menemukan permasalahan politik yang cukup kompleks dan beberapa pandangan hidup yang terkadang menekan. Cerita tentang Anita yang curiga jika ia diterima bekerja mendesain gim di Chronus ada sangkut pautnya dengan rencana perjodohannya. Di sini Anita mencoba menjaga jarak dengan Rimba yang dijodohkan dengannya oleh kedua ibu mereka. Saya suka dengan pandangan penulis tentang pernikahan yang hanya sebagai ajang perlombaan dan pembuktian saja. Tokoh Anita seakan-akan sudah kehabisan waktu di umurnya yang sudah berkepala tiga untuk menikah. Desakan lingkungan menyebabkan ibu Anita untuk menjodohkan anaknya. Padahal Anita sendiri santai saja dengan statusnya yang masih sendiri. Pandangan-pandangan tentang pernikahan ini bagi saya sangat menarik karena memang relate dengan kehidupan sehari-hari. Di mana banyak orang-orang sekitar yang usil akan kehidupan pribadi orang lain.

Ada dua tokoh utama yang menghiasi jalan ceritanya, yaitu Anita dan Rimba. Anita merupakan seorang wanita dewasa yang sudah berkepala tiga. Akibat usianya yang sudah matang Anita kerap kali mendapatkan desakan dan tekanan dari orangtuanya untuk segera menikah. Padahal bagi Anita pernikahan bukan sekadar ajang pamer, tapi diperlukan proses dan keyakinan yang memang tidaklah instan. Anita memiliki sifat yang keras kepala dan mungkin sedikit jutek. Sikap keras kepala Anita bisa dilihat saat ia berusaha menjaga jarak dengan Rimba. Padahal hatinya sendiri tertarik dengan sosok Rimba. Sedangkan tokoh Rimba digambarkan sebagai lelaki dewasa yang matang dan sukses. Sama seperti Anita, Rimba pun mulai memasuki usia kepala tiga dan mendapat desakan untuk segera menikah. Maka tak heran jika Rimba langsung menerima tawaran perjodohan dari ibunya. Rimba memiliki karakter yang humble, bijaksana, dan setia kawan. Pokoknya Rimba ini sosok pria idaman para wanita. Selain rupawan Rimba pun sudah sukses membangun usahanya di usia muda. Chemistry antara Anita dan Rimba masih kurang terjalin dengan baik. Menurut saya interaksi mereka masih kurang banyak akibat kasus korupsi yang dihadapi oleh Rimba. Sedangkan latar belakang masing-masing tokoh masih cukup terasa kuat meskipun hanya diceritakan secara singkat.

Menggunakan sudut pandang orang ketiga melalui tokoh Anita dan Rimba membuat narasi ceritanya terlihat dengan cukup jelas. Bagaimana pandangan masing-masing tokoh tersampaikan dengan cukup baik. Anita yang penuh curiga dengan sifat keras kepalanya dan Rimba yang sabar dan bijaksana dalam menghadapi Anita serta kasus korupsi yang menyeretnya. Jalan ceritanya berjalan dengan sangat cepat dan tanpa tedeng aling-aling. Di halaman pertama saja penulis sudah menyajikan perkenalan Anita dan Rimba tanpa basa-basi. Penulis sepertinya ingin langsung to the point dalam menuliskan ceritanya. Di mana pembaca langsung di bawa ke inti premis ceritanya. Bagi saya ini tidaklah menjadi soal, karena saya bisa langsung paham dan mengerti ke mana cerita ini akan berakhir. Namun, terkadang akibat alur ceritanya yang terlalu cepat ada beberapa bagian penting yang masih kurang terjelaskan. Gaya bahasa dan bercerita penulis tergolong ringan, sederhana, dan enak dibaca. Terdapat beberapa kalimat berbahasa Inggris dalam dialognya yang menguatkan gaya berinteraksi khas masyarakat urban.

Ada dua konflik di dalam novel ini, yaitu pertama konflik asmara antara Anita dan Rimba; bagaimana Anita yang sudah telanjur salah paham dengan Rimba berusaha menjaga jarak dengannya, tapi di sisi lain Rimba justru terus berusaha untuk mendekati Anita. Dan konflik kedua berhubungan dengan pekerjaan Rimba; Chronus, perusahaan gim yang selama ini dirintis oleh Rimba dan sahabat-sahabatnya dari nol harus menghadapi kasus skandal korupsi. Disinyalir ada orang dalam yang menerima uang haram hasil korupsi. Konflik kedua jauh lebih terasa daripada konflik pertama. Terlihat bagaimana Rimba yang berusaha menyelidiki sekaligus membersihkan namanya yang dikaitkan dengan kasus korupsi. Mulai dari menghubungi pengacara, mencari dokumen sebagai bukti, hingga munculnya bukti yang mengarah ke orang dalam di perusahaan Chrouns. Semua rentetan tentang konflik pekerjaan jauh lebih kuat dan terlihat. Saya menikmati setiap proses yang Rimba alami saat harus dihadapkan dengan skandal kasus korupsi. Bagaimana nuansa politik yang cukup terasa dapat memeberikan efek pada konfliknya agar terasa jauh lebih menarik.

Kasus korupsi yang melingkupi kisah asmara antara Anita dan Rimba memberi dinamika yang atraktif. Di mana sebuah cerita romansa tidak harus terlalu manis, tapi ada sisi yang berbeda di dalamnya. Bisa dibilang hubungan antara Anita dan Rimba ini nggak ada manis-manisnya. Di sini pembaca akan melihat sisi lain dari dunia kerja sekaligus pandangan akan sebuah pernikahan. Dunia kerja di perusahaan gim yang diperlihatkan sudah lumayan terasa. Bagaimana Anita mengerjakan laporan, rapat bersama teman-teman sekantor, hingga presentasi pada klien. Namun, sayangnya dunia perusahaan gimnya sendiri masih kurang banyak digali. Padahal saya berharap ada istilah atau ilmu baru dalam dunia kerja industri gim. Selain itu novel ini juga mungkin terlalu ringkas dan tipis sehingga banyak potensi cerita yang sebenarnya akan lebih menarik jika dibahas lebih banyak lagi, terlewat begitu saja. Interaksi dan intensitas pertemuan dalam hubungan Anita dan Rimba pun masih kurang banyak. Mereka seakan-akan hanya bertemu sesekali saja sehingga chemistry di antara mereka masih kurang terasa. Secara keseluruhan All Is Fair In Love And Game memerlihatkan jika kisah romansa tak mengapa jika dikemas dengan sebuah intrik politik yang menarik.
Profile Image for Majingga Wijaya.
152 reviews19 followers
July 17, 2020
Tertarik baca ini karena nggak bisa tidur dan blurb nya yg nyebut-nyebut KPK. Langsung penasaran dong gimana kaitannya. Walaupun harus selesai setelah 2 hari karena banyak kerjaan.
Secara alur, alurnya ditata cantik dan nggak bikin bingung. Setiap peristiwa disambung dengan rapi. Apalagi nggak cuma sisi percintaan yang diangkat, tapi ada bisnis dan politik yang juga diangkat. Masalah yang timbul pun bikin dag dig dug walaupun masalahnya gak terlalu ribet tp itu salah satu nilai tambahnya.
Dua tokoh utama pun punya karakter kuat yg makin menghidupkan cerita. Cara pandang dewasa tentang cinta, impian, bahkan hidup bisa jadi inspirasi. Bener-bener dibikin kagum dengan gimana cara tokoh utama memandang pernikahan, hidup, pasangan hidup sampai cara mereka mengatasi masalah mereka. Terdengar nggak muluk-muluk tapi ngena. Tapi tetep romantisnya kadang nggak realistis. Apalagi pas Anita bilang nggak setuju kalau menikah dan mencari pasangan cuma karena pelengkap hidup. Itu bener-bener ngena banget.
Dan sebenernya udah ketebak siapa biang keladi masalah... bikin gregetan pokoknya. Ada gitu orang setega itu. Kalau beneran ada, semoga nggak pernah ketemu. Dunia terlalu indah kalau cuma buat orang kayak gitu. Kalimat terakhir di epilog sukses bikin air mata meluncur.
Buat yang suka kisah cinta dewasa yg nggak cuma berbalut percintaan, pasti bakal suka dg novel ini.
Profile Image for wulan.
247 reviews7 followers
March 28, 2024
huaaa seru banget!! 🥹🥹🥹 jujur sebelum baca buku ini aku ngga berekspektasi apa apa tapi ternyata wah .. WAH .. buku ini bagus banget! ini sih fix karya lain dari penulis bakal aku baca.

buku ini bercerita tentang anita, perempuan lajang berumur 30an. terbayang kan? menjadi perempuan lajang di umur segitu bagaimana nggak enaknya. tiba suatu hari di mana ibu andita menjodohkannya dengan anak temannya.

anita 100% membenci rencana ibunya. tapi tiba tiba lelaki itu menjadi bosnya. nah bagaimana kelanjutannya? apakah anita akan membuka hatinya?

plotnya, konfliknya, karakter tokohnya, semuanya 👌 (chef's kiss). kalau aku punya 10 jempol, aku kasih semuanya. yang agak disayangkan, aku lumayan sering menemukan typo.

kalau dipikir pikir nih ya, kynya industri kreatif itu tempat kerjanya cozy (di sini penggambarannya begitu). enak banget membayangkan ada ruangan penuh bean bag. formalitas pun rasanya nggak begitu diperlukan juga. nggak kayak robot jadinya wkwkw

aku suka banget karakternya anita. definisi perempuan yang punya pendirian. dia juga kelihatannya bukan orang yang peduli pendapat orang lain. dia berprinsip. dia bisa menyuarakan pendapatnya.

chemistry anita sama rimba juga dapet banget sih. smooth aja gitu berasanya. cerita yang dibangun antara mereka berdua juga nggak terasa terburu buru.

buku ini sangat page turner 👌 setelah membaca 1 bab, aku selalu penasaran sama kelanjutan ceritanya.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
October 31, 2019
All is Fair in Love and Game merupakan novel debut Kak Adhita yang kubaca. Novel ini mengisahkan kehidupan Anita dan Rimba yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya.

Ide tentang perjodohan memang sudah biasa diangkat di novel lainnya. Namun, yang kusuka ide sederhana itu dikemas dengan menarik. Salah satunya latar belakang profesi tokohnya adalah game designer, profesi yang masih jarang sekali diangkat atau dibahas di novel lainnya.

Selain itu, aku suka dengan interaksi yang dibangun antara Rimba dan Anita. Walau agak gregetan dengan Anita yang kurang tegas dengan kehadiran Fedi.

Tidak hanya masalah orang ketiga, yang membuat menarik pembahasan dunia gaming dan kasus korupsi yang menimpa Chronus Studio menjadikan kisah Rimba dan Anita menjadi menarik.

Aku suka dengan eksekusi ceritanya, sayangnya aku merasakan penyelesaian akhir dan endingnya ingin segera diselesaikan begitu saja.

Secara keseluruhan, novel debut yang menarik untuk sekali diikuti. Aku suka dengan gaya nulisnya, ditunggu novel selanjutnya ya, Kak
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books102 followers
October 15, 2019
3++++
Iseng dan random ambil buku dan ternyata lancar dibaca duakali duduk.
Ceritanya tentang Mbak Anita, perempuan ketje, wanita karir, yang ketemu sama Rimba, calon bosnya. Nah, waktu wawancara kerja nih, Mas Rimba mulai tanya yang terlalu pribadi kayak makanan kesukaan dsb yang bikin Mbak Anita curiga. Usut punya usut, Mas Rimba ini mau dijodohkan sama Mbak Anita.Cuma, Mbak Anita nggak tahu dan... terjadilah tindakan kekerasan yang bikin Mbak Anita mikir kalau dia nggak akan bisa kerja di Chorus. Kusuka karena mengangkat kerjaan soal pembuat game gitu.
Secara umum, kumenikmati kisah ini. Page turner, gitu menurutku. Meski ada embel-embel perjodohan, mereka nggak benar-benar dijodohin gitu. Kayak, Mas Rimbanya emang tertarik jadilah dia bergerak maju mendekati Mbak Anita yang ogah-ogahan itu. Kasus korupsi pun menarik, kusuda menduga orang itu yang melakukan, sih.
Baiklah, itu aja. Sekian dan sukses untuk penulisnya.

80-2019
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
October 23, 2019
Biasanya di novel romance, tokoh utama pria a.k.a hero seringkali digambarkan too good to be true. Kali ini menurut saya heroine-nya yang kayak gitu. Pintar, cerdas, tegas, mandiri, dan relatif sulit terjangkau.

Saya suka background pekerjaan kedua tokoh utama yang bergerak dalam industri kreatif yaitu game. Kemudian ada kasus korupsi yang melibatkan orang dalam. Topik yang nggak biasa sih.

Rimba sendiri loveable. Banyak yang jatuh hati dengan mudahnya pada Rimba. Kecuali Anita yang sok jual mahal. Agak kesal juga sih sama Anita ini, yang selalu ngerasa apapun keputusan Rimba semua alasannya karena dia. Trus prinsip Anita tentang pernikahan, walaupun ada benarnya, tapi ya nggak pakai ngotot juga ngomongnya sama yang menyatakan rasa sama dia.

Ada kalimat bapaknya Anita yang saya suka. Kira-kira kalimatnya itu, "jangan cari laki-laki mapan. Jadilah wanita mapan, maka akan datang laki-laki yang sepadan".
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
October 31, 2019
Suka pake banget sama ini😍😍
Aku suka konfliknya, alurnya, tokoh-tokoh dengan pemikirannya yang dewasa. Nggak menye-menye dan cukup bikin deg-degan sama endingnya
Profile Image for wanda.
23 reviews6 followers
June 17, 2021
lumayaan, tiap ceritanya ngalir dengan enak. yg bikin agak risih kayanya di bagian sudut pandang penulis yang kurang pas waktu nyebutin tokoh2nya, kaya pas lagi nyebut "ayah"nya, tapi tiba2 muncul nama baru yg bikin kaget, lah ini siapa tiba2 diomongin, oh ternyata nama ayahnya... tp ceritanya seru sih. samasekali nggak bikin ngantuk, mungkin karna bahasanya simpel dan lugas.
Profile Image for Ika Merdekawati.
77 reviews3 followers
July 16, 2020
"Tuntaskan ego lo dulu, karena saat akhirnya lo commited to someone, lo nggak lagi nyesel karena nggak ambil kesempatan yang ada di depan mata"

Untuk sekelas metropop, saya sangaaaaatt suka sama novel ini. Mulai dari awal bab saja sudah menarik, ditambah dengan konflik yang tidak selalu berurusan soal cinta. Karena kebanyakan metropop lainnya, dilatar belakangi dengan dunia kerja terus konflik utama pasti seputaran percintaan.

Buku ini isinya beda, mulai dari perjodohan kecil, persahabatan yang berkhianat, perkara korupsi dan juga rintisnya project game di dalamnya. Enak aja gitu baca novel tapi latar pekerjaannya seputar bidang IT, apalagi buat game gitu. Jadi banyak istilah-istilah baru 😅

Karakter tokoh Anita yang memiliki prinsip soal menikah itu saya mau acungi 2 jempol. Hebat loh penulisnya, nulis jawaban yang telak dan tidak akan terbantahkan lagi di saat seseorang yang ingin menikahi karena takut bersaing, takut kehilangan, padahal dia hanya sekadar ingin menikah. Pokoknya karakter Anita itu kereeennn.

Kisah Anita dan Rimba itu seperti kisah orang dewasa pada umumnya, tidak harus selalu ketemu, tidak selalu harus chat tiap hari agar pasangannya setia dan bagaimana sikap pasangan lain menjadi pendengar yang baik, bukan malah meninggalkan di saat pasangan sedang ada masalah.

Saya rekomendasikan novel ini deh buat kalian, bener-bener ringan bacaannya meskipun latar pekerjaan seputaran IT, tapi pembaca yang nggak begitu paham dunia IT pun tetap dengan cepat menangkap isi ceritanya.
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
May 19, 2023
I think 2,5 stars.

Nggak tau yah, biasanya saya suka novel bertema office romance tapi untuk novel kali ini.. kayaknya nggak terlalu.

Nggak ada cungpret yang bikin huru-hara suasana, nggak ada dialog humor dan receh, nggak ada interaksi bos dan bawahan yang bikin blushing, nggak ada backstreet-backstreetan. Semua dinovel ini serba tak tak tak gitu loh. Singkat, cepat, padat.

All is Fair in Love and Game, bercerita tentang Anita yang melamar kerja di Chronus Studio, sebuah perusahaan pembuat gim. Saat wawancara ia bertemu dengan Rimba, CEO Chronus sekaligus pria yang dijodohkan oleh ibunya. Merasa Rimba menerimanya karena perjodohan, Anitapun berusaha keras membuktikan kemampuannya di bidang game designer. Disaat Anita mulai menunjukan bakatnya, Rimba justru mengundurkan diri dari Chronus dan dituduh terlibat kasus pencucian uang yang membawanya ke KPK. Lalu bagaimana nasib Anita dan Chronus?

Saya mau langsung ke sesi komentar aja deh ya.

Pertama. Dihalaman 22, saat Rimba berdialog dengan Ibunya, Rimba memanggil dirinya sendiri dengan sebutan saya. "Iya Bu, saya masih inget sama janji..."
Lah kok tiba-tiba di hal. 146, saat Rimba kembali berdialog dengan kedua orang tuanya, dia jadi manggil aku.
"Maaf aku baru kasih tau soal ini ke Bapak sama Ibu"
Dari awal juga saya ngerasa aneh, masa sih anak ngobrol sama orang tua pake bahasa saya?

Kedua. Banyak banget kata yang penulisanya berdempetan disini (tanpa spasi), typo juga ada dibeberapa kata. Ada juga kaliman yang kekurangan kata, kepanjangan akronim yang salah.
Contohnya di hal. 78 "Rimba masih mencerna apa yang baru saja." Lah baru saja apa Pak??
Lalu hal. 118 ini sih yang fatal wkwk "Korupsi Pemberantasan Korupsi atau KPK"
Mungkin editornya yang kurang teliti.

Ketiga, banyak hal-hal yang menurut saya agak absurd atau apalah istilahnya disini misal :

Waktu Anita diajak ke Niki ke restoran. Kan mereka baru aja pesen makanan tuh, terus Anita pindah meja karena ketemu temen SMA nya. Lah kok tiba-tiba dia udah makan aja?

Lalu waktu Anita pengin ngajak ngobrol Rimba dimobil. Kan Rimba yang punya dan bawa mobil kenapa Rimba justru berdialog gini "kalau gitu aku tunggu dimobil kamu. Sebentar lagi aku nyusul" ini maksud dialognya gimana sih?? Dia yang nunggu, dia pula yang nyusul. Dia yang punya mobil, dia pula yang bilang dimobil kamu?? T.T

Keempat, kenapa para tokohnya "aneh" semua omegatt!
- Rimba yang mencari latar belakang Anita sampe ke teman SMAnya.
- Rimba yang nggak ada angin, nggak ada hujan, nggak ada romantic scene, nggak ada blushing-blusing sebelumnya tiba-tiba nyosor Anita pas di pantry! Bukanya romantis malah cringe banget.
- Anita yang sok-sokan idealis malah terkesan songong dan angkuh, entah dari sikap ataupun gaya bicaranya. Tapi ketika menghadapi Fedi dia jadi gadis bodoh yang nggak mampu nolak sedikitpun. Hufft
- Anita yang entah gimana menganggap resignnya Rimba dari Chronus demu dirinya untuk menebus kesalahanya juga proyek gamenya yang tertunda. KePDan banget sih ente Nittt??
- Fedi yang pemaksa, nggak tau malu, dan seenaknya sendiri. Ngeselin banget dia pokoknya!
Kaya jailangkung. Dateng pergi nggak ada yang undang dan nggak ada ceritanya pula.

Kelima, ending cerita yang tergesa-gesa dan penuh tiba-tiba.
Tiba-tiba Rimba sama Anita deket
Tiba-tiba Alde menyerahkan diri
Tiba-tiba Anita ngebet nikah
Tiba-tiba Anita jadi CEO
Tiba-tiba ibu Rimba dan Anita, si agen perjodohan, menghilang entak kemana~~~
Dan tiba-tiba kasus KPK selesai.......

Saya nggak merasakan chemistry antara Anita dan Rimba. Hubungan mereka terlalu hambar. Pun dengan para rekan kerjanya, nggak ada yang spesial buhungan antar tokoh disini. Semuanya kaya stagnan dari awal cerita hingga ending.
Profile Image for Desita Itsmystyle.
64 reviews5 followers
December 22, 2019
Hal-hal yg kusuka:
.
"Bu," jawab Rimba sabar. "Saya cari istri, bukan asisten. Istri yang dampingi saya di saat senang juga susah. Yang mau dukung saya, yang bisa jadi teman hidup saya. Kalau soal mengurus diri, saya bisa, Bu." Hlm 23.
.
Suka banget sama pandangan terkait pernikahan yang penulis sampaikan lewat tokoh Rimba, Anita, serta Rasyid, papa Anita.
.
Kalau biasanya konsep yang ada di masyarakat, laki-laki menikah supaya ada yang ngurus, di sini pengerdilan makna pernikahan semacam itu disangkal dengan tegas 😁.
.
Aku sendiri menganggap hubungan rumah tangga itu 'hubungan yang saling'. Bukan hubungan yang mengotak-ngotakkan tugas/peran.
.
Nah, tapi dari ketiga tokoh itu, dialog-dialog Anita yang paling tajam, dan aku sangat suka. Tapi kebanyakan terlalu panjang jadi susah kalau mau aku kutip secara full 😅.
.
Gampangnya sih, Anita itu tipe wanita yang ingin tetap jadi dirinya sendiri sekali pun ia telah menikah nantinya. Karena itu, agak sulit bagi dia membuka hati. Ini kutipan dialog yang sedikit kupangkas biar nggak terlalu panjang ⬇️⬇️⬇️.
.
Perempuan suka kepastian kalo dia bakal hidup bahagia dan dapat membahagiakan orang di sekitarnya. Kepastian kalo dia bisa jadi apa saja dalam hidupnya: ahli ekonomi, scientist, guru, jurnalis, ibu rumah tangga, tukang bikin game. Kepastian nggak melulu soal dinikahi laki-laki, dibahagiain laki-laki, ditanggung laki-laki. Hlm 240.
.
Kenapa kamu harus tunggu orang lain melengkapi hidup kamu? Pernikahan bukan untuk pelengkap. Pernikahan bukan aksesoris hidup, dan bukan selingan. Bahkan setelah kamu menikahi aku, percayalah, kamu nggak akan lagi bilang kalo aku cantik, aku cerdas, aku beda. Karena menikah nggak selalu indah. Kamu akan menemukan banyak cacat dari pasanganmu. Pada akhirnya menikah bukan soal yang paling cepat, tapi soal siapa yang mampu bertahan di saat terburuk. Hlm 239.
.
Sebenarnya ada beberapa dialog Anita pas nasehati Raisa, adiknya, soal kemauan sang pacar yang bagus sekaligus punya kesan lucu karena penyampaiannya sedikit sarkas. Tapi karena konteksnya baru bisa ditangkap dengan dialog dua arah, jadi mendingan kalian baca sendiri deh nanti 😉. Hehehe.
.
Hal yang sama juga berlaku pada salah satu percakapan Anita dan papanya. Jawaban bijak sang papa ngegemesin, jadi pingin peluk beliau dengan sayang 😍😂.
.
Hal lain yg kusuka dari novel ini adalah bagian pembuka yang cukup unik dan rada kocak 🤣, juga dialog 'lamaran' di bagian ending yang nggak kalah kocaknya. Memorable banget deh pokoknya 😁.
.
.
Yang nggak kusuka:
.
Typo-nya masih buanyak.
.
Covernya nggak begitu menggambarkan cerita.
.
Aku juga sedikit berharap berakhirnya hubungan Rimba dengan Medina yang sampai membuat Ibram, kakak Medina begitu marah pada Rimba sampai memutus kontak sedikit diperjelas lagi.
.
.
Review lebih lengkap cek IG:
1. https://www.instagram.com/p/B4pUksUhcSj/
2. https://www.instagram.com/p/B4w4pnNAqsB/
3. https://www.instagram.com/p/B4yjOOoADTA/
4. https://www.instagram.com/p/B4ykEbLASi1/
Profile Image for di.
103 reviews
November 13, 2019
Setelah bolak balik cek review teman-teman soal novel ini akhirnya aku mutusin buat bawa pulang. Sinopsianya cukup menggambarkan perjalanan ceritanya, apa lagi aku bacanya pas banget beberapa jam yg lalu baru habis interview kerjaan 😂. Tapi kalau yang interview kaya Rimba siapa yang gak mau, apa lagi orang yg direncannakan mau dikenalin alias dijodohin sama Ibu Anita, wah berasa lagi lamar lamaran 😂, yang satu lamar kerja, satu lagi lamar jadi calon pasangan hidup *lamarakuajaMas*. Tapi acara interview ini malah berantakan ketika hal ini diketahui oleh Anita. Aku masih gak ngerti kenapa Anita emosi, kesal, marah sampai segitunya, dan hal ini makin berlanjut ketika ia bekerja di Chronus Studio. Bikin pusing liat Anita mencak-mencak

Aku suka banget sama covernya, dari warna dan ilustrasinya, kalau ada yg tau maksud dari ilustrasi silakan berikan komentar ya, karena dari apa yang aku tangkap dari ilustrasi covernya yaitu seorang perempuan yang harus memilih jalan mana yang akan ia tempuh, sementara dalam ceritanya Anita lebih banyak menyangkal perasaannya dan tidak memberikan sinyal yang jelas pada Rimba, lebih banyak rasa bencinya terhadap Rimba.

Dari segi konflik dan latar belakang pekerjaan tokoh yang diambil, menarik untukku. Penjelasan tentang dunia game cukup untukku yang awam 😂. Jujur saja, aku angkat tangan dengan sifat Anita yang lebih sering seperti kompor mleduk. Namun sifat Anita juga patut dicontoh, tegar, mandiri, dan empowerment 😍😍. Rimba sendiri aku suka sifat jujurnya, to the point pada perasaannya, pantang menyerah juga untuk memperjuangkan Anita. You’re really really lucky Anita.

Aku sudah menduga dimana penulis akan menjatuhkan konfliknya, yang tidak aku duga adalah perkembangan tokohnya, yang menurutku kurang berkembang, stuck disana. Namun ketika akan mendekati akhir cerita, tiba tiba perkembangannya naik pesat dan terkesan terlalu tiba-tiba dan terburu buru. Manis-manisnya kurang 😂😂

Dann hal lain yang bikin aku kecewa (diluar alur cerita) adalah banyaknya kalimat yang kurang spasi, jadi antara 1 kata dengan kata lainnya menjadi satu dan bukan hanya 1/2 aku menemukannya. Ada juga satu kalimat yang agak berantakan, aku harus beberapa kali mengulangi kalimatnya agar mengerti apa maksudnya. Lalu kepanjangan dari KPK yang apakah ini memang sengaja diplesetkan atau memang salah ketik ? Dan yang terakhir adalah margin pada novel yang aku beli, aku tidak tau apakah semua sama atau hanya punyaku, tapi margin atas dan margin bawah yang jaraknya berbeda, apakah kesalahan ketika produksi atau bagaimana aku tidak tau.

Jadi secara keseluruhan aku suka novel ini, konflik dan tema yang diangkat aku suka. Semangat untuk penulis semoga review ini bisa memberikan sedikit saran untuk karya selanjutnya ❤️.
Profile Image for Boo Boo.
361 reviews12 followers
March 1, 2022
2.9⭐

Careng Diah


Ini pas ngedit orangnya kecapean atau memang sistem error? Maksudku soft copy dah cantek eh pas produksi terjadi kesalahan. Banyak banget kata-kata yang gak (mungkin kelewatan pas ngedit) di spasi. Serius. Agak risih bacanya. Soal layout. Aku baca lewat gramedia digital jadi gak terlalu ngeh. Pas difotoin sama Diah hardcopynya, memang keliatan marginnya agak boros.

Covernya cantik
Profile Image for Tika Sujirata.
26 reviews1 follower
April 26, 2020
Bukan tipe-tipe novel tebel yg menyuguhkan cerita kompleks, tapi beneran ini novel bagus! Gaya penulisannya aku suka sekali. Cerita yg ditawarkan simple tapi menarik. Recommended!
Profile Image for Isa.
52 reviews3 followers
December 1, 2024
ini tuh harusnya romance kannn? tapi menurutku romancenya kureng dan malah ditonjolin banget terkait kasus kasusnya, padahal menurutku dua-duanya bisa berjalan dan mungkin bisa lebih gemes karena kan si cowo jadi terlihat gentleman. Juga, endingnya terkesan diburu-buruin banget, tapi aku nikmatin kok bacanya.
Profile Image for Lisna Destriani.
51 reviews
May 17, 2021
Buat bacaan di hari buku nasional ini cocoklah! Alurnya rapih menarik, konflik yang disajikan membuat penasaran pembaca, dan tokoh tokoh yang terlibat juga memiliki karakter yang kuat.
Cerita cinta antara Rimba dan Anita di kantor dengan lika liku masalah perkantoran menarik untuk dibaca. Good job Andhita Purwitasari.
Profile Image for Amaya.
749 reviews58 followers
December 14, 2021
Review ini mengandung spoiler dan berdasarkan pendapat pribadi. Bagiku reviewnya seperti ini, tapi kalau kalian suka, go on.

Masih gregetan sama semua cast di buku ini. Ya Anita, Rimba, Niki, Alde, dll, dll. Berikut poin-poin campuran antara pro dan kontra setelah menyelesaikan buku ini (komentarnya nggak urut dari awal–akhir buku alias seingatku xD)

• Entah, karakter Anita ini kayaknya mau dibentuk sebagai independent women, tapi malah kesannya kaku dan keras kepalanya kebangetan. Like, kenapa dia nggak bisa tegas sama Fedi, sih? Kenapa dia selalu terima semua ajakannya padahal tahu masih bimbang? Jadi, makin ke belakang aku malah jengkel juga ke Fedi karena kesannya ngebet banget.

• Menurutku kemistri Anita dan Rimba masih kurang nendang di beberapa bagian, terutama ketika Rimba sadar akan perasaannya, hmmm. Kayak tiba-tiba banget lu, Pak?

• Btw, memang Niki nggak ngomong alasan Rimba cabs? Kesan yang ditangkap Anita tuh dia cabs karena mau minta maaf ke dia, like huhhhh??? Bukannya kamu yang nyingkirin Rimba, Neng? Kok jadi ngarep ugh

• Salut sama Rimba yang bisa tahan dengan sikap Anita ㅠㅠ

• The worst character di sini menurutku adalah Fedi. Paket lengkap banget bikin kesel, jengkel, dan darah tinggi haha lebay. Intinya, dia tuh pura-pura nggak tahu apa gimana, ya? Padahal, jelas-jelas Anita dekat dengan orang lain selain dia.

• Ini yang menurutku penulisnya menonjolkan teorinya:
"Kalo gitu kamu nggak yakin, Fed."
Fedi kaget. "Kok Bisa."
Lalu Anita menjelaskan blablabla. Kalau dibaca full-nya kelihatan agak (maaf) aneh dan sedikit konyol (ampunnn author🙏🏻). Kayak, kenapa kesannya ngebet bantah kalo Fedi tuh nggak tahu apa-apa, atau apa ya istilahnya, mendadak bodoh (?)

• Masih banyak typo, kata-kata dempetan, partikel yang salah (apa pun ditulis apapun), dll.

• Sebenarnya mau kasih 2 bintang, tapi karena berhasil bikin perut ngerasa butterfly xD aku naikin jadi 3 stars. Barangkali mau mencoba baca karya-karya penulis yang lain.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Hajizah Maharani.
7 reviews
March 31, 2020
Saat gue memutuskan untuk membaca buku ini, gue nggak berekspetasi besar terhadap jalan ceritanya. Cerita ini tentang dua orang dijodohkan oleh orangtua nya, tetapi salah satu dari mereka menolak. Kelihatannya memang rada klise, tetapi ada hal-hal menarik didalam buku ini menurut gue.

Karakter para tokoh disini hebat-hebat bagi gue, terutama karakter tokoh utama cerita ini –Anita dan Rimba. Karakter yang benar-benar kuat dan idealismenya memang tinggi. Disini penulis juga menggambarkan kalau perempuan juga BISA menjadi seorang pemimpin dibidang yang selalu didominasi oleh laki-laki. Karena, kesetaraan itulah yang bikin kita akan selalu merasa dihargai.

Hubungan antara Anita dan Rimba ini sederhana bagi gue, dan itu yang membuat gue kagum sama mereka. Penulis menuliskan cerita ini dengan baik, dan memberikan persepsi baru yang memang dekat dengan kehidupan sekitar. Untuk desain cover dan warna buku ini gue sangat suka sekali, benar-benar menggambarkan Anita sekali.

Ada yang membuat gue bingung disini, ada ketidak konsistenan pronomina untuk karakter antara Rimba kepada ibunya (Marini) diawal bab Rimba menyebutkan dirinya kepada ibunya dengan kata ‘saya’ dan dipertengahan bab ‘aku’. Overall I like the book.

“Kamu ingat waktu pertama kali kamu jadi pembicara di TED, waktu itu kamu bahas soal Women in Creative Industries Should Move on Tops? Kamu bilang perempuan sebagai bos, founder, pemegang jabatan penting … is always lack of number? Sedikit role model perempuan, terutama di bidang yang dikuasai laki-laki, Nit. Sekarang kesempatan untuk mengubah persepsi. Saatnya kamu tunjukkan ke semua orang kalo perempuan juga mampu jadi leader di industry game.” – Rimba, hlm 254.
Profile Image for A.A. Muizz.
224 reviews21 followers
December 24, 2019
Novel ini bercerita tentang Anita yang curiga dirinya diterima bekerja di Chronus Studio karena perjodohannya dengan Rimba, CEO Chronus. Dia bertekad untuk membuktikan bahwa dia berkompeten sebagai game designer, dan menjaga jarak (dan mengingkari perasaannya) terhadap Rimba. Dan ketika dia mencoba membuka hatinya, Rimba melakukan kesalahan yang fatal terhadapnya. Ditambah lagi, Rimba dipanggil KPK karena kasus yang besar.⁣⁣
⁣⁣
***⁣⁣
⁣⁣
Saya suka banget dengan suasana kerja yang kental dalam novel ini. Saya jadi sedikit tahu tentang profesi game designer, sebuah profesi yang sangat asing bagi saya.⁣⁣
⁣⁣
Saya suka sifat keras kepala Anita. Ini bikin gemas dan juga menjadikan dia wanita yang teguh pendirian, termasuk dalam hal menikah dan menggapai impian. FYI, banyak banget quote tentang dua hal itu, yang tentunya sangat relate dengan kita yang berjuang menggapai impian dan yang belum menikah (bahkan pada usia yang sudah tidak terlalu muda lagi). Karena mewujudkan impian dan menikah itu tidak ditentukan usia!⁣⁣
⁣⁣
Saya suka bagaimana Mbak Adhita membangun suasana dan karakter. Terasa intim tanpa adegan fisik yang berlebihan. Di awal banyak adegan kocak (meskipun bukan komedi), lalu saya dibawa ikut hancur ketika Rimba tersangkut kasus dengan KPK, yang membuat patah hati banyak orang dan menghancurkan apa yang dia bangun dengan kesungguhan hati selama empat tahun terakhir.⁣⁣
⁣⁣
Ini novel sederhana yang bisa menampar saya dalam beberapa hal karena memang relate dengan apa yang saya yang saya alami.⁣⁣
⁣⁣
Profile Image for Elisabeth Beatrice.
161 reviews8 followers
December 31, 2019
Final Review~⁣

"Aku pernah baca, 'mendengar bisa jadi salah satu cara untuk menolong seseorang'. Mungkin dengan Kakak mulai mendengar, Kakak bisa menolong Mas Rimba." - Pg. 211⁣

Selesai! Nah, All is Fair in Love and Game ini adalah kali pertama aku membaca karya Kak Adhita..

Buku yang menceritakan tentang sesosok laki-laki dan juga pemimpin dari Chronus Studio, Rimba, yang ketika ditimpa masalah berat dan sudah tentu mengancam apa yang sudah dibangun susah payah olehnya, rela melepas apa yang paling berharga baginya demi kepentingan bersama. Tentu kalian semua sudah tahu masalah apa kan?⁣
Nah, sikap Rimba dalam menangani masalah ini luar biasa keren sih. Rimba berusaha untuk tidak egois, walau ada satu kesalahan yang sempat Ia lakukan. Kesalahan yang malah membuat Anita makin menjauh.⁣

Di sisi lain Anita juga merupakan sosok perempuan mandiri yang memiliki prinsip. Anita tak mudah luluh begitu saja padahal Ia memahami maksud bosnya itu. Anita khawatir dengan kasus yang menimpa sang bos sekaligus enggan juga untuk bertanya lebih lanjut.⁣
.⁣
.⁣
Untuk kisah perjodohan, kisah Rimba dan Anita ini termasuk salah satu favoritku. Kenapa? Pertama, karena karakter kedua tokoh utamanya, aku bisa belajar banyak dari Rimba dan Anita. Kedua, karena konflik yang dihadirkan penulis cukup menegangkan menurutku, awalnya aku sama sekali nggak bisa menebak dalang dibalik kasus yang menimpa Rimba dan Chronus.⁣


#BookReview #ElReview
Profile Image for Dinar Widyasmara.
121 reviews6 followers
December 28, 2019
Sejujurnya I'm not really into romance fiction, tapi bukan berarti nggak suka banget juga. Saya tidak keberatan baca fiksi roman, cuma memang bukan genre kesukaan nomor satu saja, tapi ada kok yang saya suka banget, salah satunya ini. Kenapa?

Pertama karena para tokohnya berprinsip, Rimba dengan segala perjuangannya untuk bisa membangun kerajaan game-nya sendiri, dan bagaimana dia menjalankan perusahaannya. Anita dengan keras kepalanya, mempertahankan prinsip hidupnya juga keren banget. Saya tidak bisa begitu hehehe.

Kedua, alurnya yang pas. Ga kecepetan dan lambat juga. Perkembangan karakternya juga suka. Rimba dengan polemik hidupnya sendiri, Anita dengan segala 'tubrukan' antara prinsip dan realita yang dia hadapi. Membuat keduanya harus mengambil keputusan yang terbaik bagi mereka sendiri dan juga orang di sekitarnya. Saya belajar banyak juga.

Ketiga, gaya penulisan yang santai. Saya sih tidak menemukan kalimat-kalimat rancu yang membuat saya malah membuat saya mikir makssudnya, bacanya lancar-lancar aja. Ada sih bebrapa typo, dan banyak spasiyanghilang tapi sepertinya itu dari percetakannya kan ya.... semoga di cetakan selanjutnya semua itu bisa diperbaiki.

Memang tidak ada plot twist yang gimana gitu, dan romance-nya tipis-tipis aja. Dan saya suka yang tipis-tipis begini hehe.
Profile Image for Aprilia Pramesti.
28 reviews
October 23, 2019
Mengandung spoiler

Aku sukaaaa! Aku suka sama tokoh Anita, seseorang yang empowerments perempuan menurutku. Suka juga pendekatan Rimba ke Anita yang pelan-pelan tapi pasti. Gak terlalu agresif tapi jalan terus walaupun modusnya bisa banget bawa-bawa kerjaan XD suka progres pendekatan mereka. Sayangnya di tengah cerita ada yang mengganjal buatku:
- Masa lalu Anita yang membuat dia gamau punya hubungan dengan lawan jenis nggak terlalu dicerminkan. Memang ditulis pernah dikecewakan berkali-kali, tapi yang gimana? Pernah dikhianati kah? Ditinggal nikah? Menurutku masih ngawang :(
- Sedihnya, setelah Rimba kena kasus dan diceritakan perkembangan kasusnya, feel Anita-Rimba jadi loss. Yang tadinya udah naik tiba-tiba turun lalu jadi flat di akhir. Aku berharapnya setelah kasus Rimba selesai feel mereka dibuat naik lagi, ternyata gak kerasa udah tamat terus rasanya jadi flat :(
Pingin request dipanjangin dikit lagi bisa ga kak huhu (gimana caranya woy)

Rimba ini tipeku banget asdfkjghl, Anita juga jadi panutan untuk perempuan dimana pun. Bahwa perempuan juga berhak berprestasi, bekerja, menghasilkan sebuah karya. Nggak cuma laki-laki aja. Banyak yg aku jadiin quotes cuma lagi ga pegang bukunya. Mungkin ini bakal aku edit lagi. But this book worth to read. Really!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Carissa.
12 reviews4 followers
February 11, 2020
suka ceritanya! sederhana, ga bertele-tele juga, dan yg paling penting semua tokoh kaya punya porsinya masing-masing dan diceritakan dgn jelas jd ga bikin pusing.
Kutipan terbaik "jangan menunggu laki-laki yang mapan Anita. jadilah mapan, maka yang datang nantinya adalah laki-laki yang sepadan." BEST.
Profile Image for Rachel Amandara Ragusea.
7 reviews
November 10, 2019
So, gue baru banget selesai baca buku ini dan langsung meluncur ke GoodReads to write this review. 'Feel' yang gue dapatkan dari buku ini masih menggebu-gebu di dalam jiwa gue (why am I so poetic today? HAHAHAHHA).

I love Anita,
Sebagai seorang teenager beranjak dewasa, gue sangat amat mengagumi pola pikir Anita dalam buku ini. Gue bener-bener terkagum banget, berkali-kali ketika gue membaca, gue menggumamkan kata "Wah!". Terutama ketika bagian dimana dia menjelaskan mengapa Fedi sangat tidak tepat untuk menikahinya. Gue rasa buat temen-temen pecinta karakter-karakter perempuan kuat ,seperti gue ini, akan sangat amat menyukai karakter Anita. Tapi, Anita bukan sesosok tanpa celah loh ya, ada juga kekurangan-kekurangannya dia yang di'bring to the surface' juga di buku.

I adore Rimba,
Rimba, gue sangat amat terinspirasi oleh sosoknya. Dia membangun studio 'game' yang sukses atas kerja keras keringatnya sendiri, ditinggalin oleh perempuan karena impian besarnya ini.

Profile Image for Aulia  Rofiani.
326 reviews4 followers
November 22, 2019
Nemu buku ini di bestseller Gramedia Digital, dikirain buku terjemahan gtu, gatau nya bukan 😂
Kayaknya ini novel debut ya dr Kak Adhita? Walaupun debut tapi terasa matang aja gtu
Less drama dan lumayan bikin betah buat dibaca
Interaksi Rimba dan Anita juga cukup banget, ga menye2 gtu deh
Walaupun, masih nemu typo dan ketinggalan spasi gtu, tapi ya udah lah ya
Cerita perjodohannya juga unik, lebih kayak di sengaja ketemu aja sih, bukannya dipaksa-paksa gtu kesannya
Dan endingnyaaaa aku suka banget wkwk
Anita ini fiks banget lah jadi panutan akuh ❤❤❤
Profile Image for Resti Novrita.
14 reviews1 follower
November 11, 2019
pertama liat cover nya sukaa bagus😻
bahasa yang digunain juga bagus!

suka sama karakter nya yang dewasa yang nunjukin emang 30an, apalagi Rimba😻😻
cuma kadang kesel Anita bener bener keras kepala ya untung Rimba nya sabar hahaa

but overall bagus novel nya!
Displaying 1 - 30 of 65 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.