Acara liburan ke vila Carmell berakhir dengan kejutan besar! Dan akibatnya, para anggota SCRAMBLED terutama Filan dan Visi jadi terlihat lesu...
Hosea dan Carmell yang bingung karena sikap mereka mencoba untuk memperbaiki keadaan... Tapi yang ada malah justru bikin keadaannya makin runyam?! Bagaimanakah jadinya keutuhan band “SCRAMBLED”?!
Dikebut baca dini hari tadi. Ternyata dua hal yg membuat band Scrambled terguncang di akhir buku kedua, salah satunya belum usai dan berakhir menggantung kembali di akhir buku ketiga ini. Ish, gemas jadinya *kelitikin authornimnya
Alur penceritaan di buku ketiga ini entah kenapa terasa lebih lambat dari kedua buku sebelumnya, terutama dari buku pertama. Mungkin krn para karakter mulai berkembang dan semakin tereksplor perasaan+pemikiran mereka. Tingkah kekanakan Filan menghadapi Axel dan kesaltingannya thd Carmell masi terlihat, pun tingkah kaku+dinginnya si Valent yg bkin keki Visi. Kedewasaan Hosea perlahan tapi pasti mulai menyelesaikan beberapa konflik antar anggota Scrambles, walau ada satu anggota yg memakan mentah2 usulannya dan menyebabkan kegalauan berkelanjutan, ha3 #plak
Masih nunggu Hosea yg retjeh ke depannya #eh Siip. Gak sabar kumenunggu buku keempat.
NB: Aq masih sebel krn ketinggaln PO shingga tdak bsa dpt collectible cards yg diselipkan hanya utk edisi PO. Authornimnya kecewa dengan tindakan anarki membongkar segel buku kedua hanya utk ngambil collectible cards yg diselipkan sbg bonus d dalamnya 😢
Walaupun nggak sekocak vol-vol sebelumnya, tapi masih seru banget dibaca!
Disini, Hosea bener-bener jadi senpai berbudi luhur ya wkwk. Baekk bingit gaess, dewasa juga. Pokoknya dia mengayomi para adik kelasnya yang adsurd-adsurd.
Filan yang biasa petakilan jadi agak-agak kalem walupun kalau tantrum masih kaya anak SD wk.
Di vol ke-3 ini cerita lebih fokus ke Valent-Visi. Gimana watak nggak pekanya Valent udah tingkat dewa!! Ngeselih sih tapi lucu aja ternyata dia polos banget wk.
Dialog-dialognya itu receh banget, jadi bikin ketawa. Apalagi pas Valent bilang "Selamat sore anak-anak" terus dijawab Filan "Bangga rasanya liat anak tumbuh berkembang" 🤣🤣🤣
Pokoknya suka banget lah sama Scrambled ini. Tetap pertahanya dialog recehnya ya Kak Rosalinda ehh Rosalinaaa wkwk ditunggu vol 4 nya!!
NB : Valent ganteng bingitttts kalau nggak pakai kacamata!! Pantes lah fansnya bejibun. Yang nembak juga ngantri se sekolah wkwk. Cuma sayang kepekaanya setipis tissu dibagi 12.
Ini kenapa ujungnya gantung bangeeet heeeey, wkwkwk.
Tapi jujurly aku rada bosen juga sih sama volume ini. Mungkin karena fokusnya ke Valent sama Visi, yg aku nggak bgtu suka juga sama dua karakter ini, wkwkk. Aku lbih tertarik sama Filan-Carmel Filan-Axel dan Hosea. Jdi pas bku ini didominasi 2 tokoh ini ya udah aja gtu buatku.
Tapi suka sih aku sama perkembngan karakter Valent-Visi. Keliatan bgt perubahan mereka nih, heuehu.
Dibanding buku 1 dan 2, buku 3 ini agak mbosenin sih. Tapi mungkin karena masalahnya rada serius. Jadi, humor-humornya berasa kurang. Tapi tetap ngakak sih, pas Valent nyapa "Selamat sore, anak-anak." itu aku ngakak 🤣
Lanjutan dari ketegangan dari bibit-bibit konflik yang mulai ditanam sejak volume kedua. Seperti yang sudah diduga, Axel memutuskan keluar dari band karena dia lebih memprioritaskan kegiatan klub fotografinya. Tapi dia meminta Filan tidak mengatakannya kepada para anggota band karena dia sendiri yang bakal bilang. Filan nggak bisa menerima itu. Dia marah dan balik memperlakukan Axel dengan dingin. Di sini kita bisa melihat sisi lain dari Filan yang selama ini digambarkan begitu ceria dan konyol. Rupanya dia ada sisi ingin memaksakan kehendaknya pada orang lain dan susah menghadapi rasa kecewa. Band itu benar-benar impian Filan.
Sementara itu Valent menolak Visi. Yang membuat Visi bingung, Valent mengakui bahwa dirinya menyukai Visi, tapi itu tidak berarti dirinya ingin memiliki Visi sebagai pacar. Visi patah hati parah sekali.
Alhasil mood sebagian besar orang di hari kepulangan mereka dari vila pun berantakan. Carmel dan Hosea sampai bingung. Segala usaha mereka untuk mencairkan suasana ditanggapi dingin. Kocak juga melihat mereka cold sweating saat berusaha mencairkan suasana di sepanjang perjalanan pulang mereka yang panjang dengan naik mobil.
Visi akhirnya menceritakan hal itu pada Carmel. Valent yang tipe karakternya memang logis dan sangat tidak peka pada emosi orang lain tetap memperlakukan Visi seperti biasa dan mengajaknya ngobrol soal lirik lagu dan band. Namun, itu semua justru membuat dirinya makin sedih dan tertekan. Carmel lalu melabrak Valent saat latihan band dan malah keceplosan sehingga membuat semua anggota band tahu kalau Visi menembak Valent dan ditolak. Runyam.
Hosea lalu mengatakan bahwa Valent sebaiknya memberi jarak pada Visi sampai gadis itu baikan. Namun, Valent dengan bodohnya memakan saran itu bulat-bulat dan malah menjauhi Visi saat gadis itu berusaha mengajaknya bicara agar mereka bisa berbaikan. Visi cemas karena takut Valent marah padanya setelah dilabrak Carmel.
Rosalina Lintang memperlihatkan kelihaiannya dalam mengolah konflik interpersonal dalam ceritanya. Dalam volume ini kedalaman para karakter ceritanya benar-benar terasah. Konfliknya mungkin terlihat sepele, konflik cinta remaja, cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi sungguh keren cara Rosalina memperlihatkan para karakternya yang masih remaja dalam menghadapi konflik batin mereka. Bahkan Visi yang karakternya sungguh timid digambarkan mampu membuat dirinya perlahan bangkit untuk menghadapi masalahnya head to head. Dan Valent sendiri punya inisiatif untuk melakukan hal yang sama, tidak menggantungnya begitu saja.
Keren banget dah cara Visi dan Valent membicarakan masalah mereka sampai selesai. Sungguh dewasa. Contoh komunikasi pascakonflik yang sungguh sehat dan patut ditiru. Dari peristiwa itu, Visi jadi belajar untuk menghargai dirinya sendiri dan Valent jadi belajar untuk lebih menghargai perasaan orang lain terutama perasaan para perempuan yang menembaknya. Selama ini Valent menolak mereka dengan sangat dingin. Tapi sikapnya mulai berubah setelah ia menerima pernyataan cinta dari Visi.
Sedangkan masalah Filan dan Axel masih menggantung dan harus menunggu volume berikutnya. Aiiih bakal kayak gimana ya kelanjutannya? Hosea keren banget inisiatif untuk jadi penjembatan mereka. Benar-benar sosok senpai idaman. Aku jadi penasaran dengan perkembangan kedewasaan para geng Scrambled ini di masa depan.
Volume 4, semoga bisa segera terbit dan dinikmati, plus webtoon Journeylism.
finally, i finished the third book i read dari trilogi komik ini.
di buku ketiga, permasalahannya lebih fokus ke romantic feelings antara dua tokoh ya, hmmm. sementara problem antar members band agak disebelahkan, ahaha.
jujur, aku kurang suka sama buku ketiga ini. karena bukannya fokus ke band-nya, tapi malah ke internal problem dan romantic feelings antar tokoh. bahkan, topik musik dan manggung yang mendominasi di buku pertama juga makin dikit. halamannya bisa dihitung pake jari.
kalo disuruh pilih, i'll choose book one, karena topik band bener bener menuhin buku tersebut. ending-nya juga gantung.. ada lanjutan buku lagi ya, kayaknya? kalo nantinya ada, i'd like to read more story. mungkin di buku keempat bakalan lebih fokus ke band mereka. 💯💥
Buku ke-3 lebih banyak bercerita mengenai Visi dan Valent, konflik yang mereka hadapi dan bagaimana menyelesaikan konfliknya. Overall suka sama komik ini
Valent merasa masalahnya dengan Visi sudah selesai, ia tetap bersikap seperti biasa sementara Visi masih sakit hati. Selain itu ada masalah lain antara Filan dan Axel.
Walaupun porsi humornya jadi sedikit karena fokus pada klimaks dan penyelesaian dari volume sebelumnya, aku tetap suka sama jalan ceritanya. Di volume ini kelihatan plotnya lebih variatif. Tensi ceritanya lumayan, cuma agak flat di awal mungkin karena harus menyambung cerita dari volume sebelumnya.
Di sini kita bisa melihat sisi lain dari Valent, tapi entah kenapa aku malah nggak suka sama sikap Visi. Setelah selesai baca, aku memutuskan jadi tim HoseaVisi.
Akhirnya baca vol ke-3 juga! Vol 3 ini lebih emosional daripada dua vol sebelumnya. Oke, kita lanjut ngomongin karakter-karakter kesayanganku!
Filan di sini jadi sedih mulu, bukan Filan yang biasa. Kasian Carmell sama Hosea berusaha mencairkan suasana tapi gak digubris xD sjsjsjsjsk suka banget sama Carmell dia bener-bener sunshine, meskipun ada adegan yang bikin kesel (tapi ya itu emang sifatnya dia I guess?). Axel sjsjsjsjsj awalnya lucu-lucu gemes waktu dia kayak marahan sama Filan. Meskipun Filan sih yang ngehindar-hindar gitu (he is childish but I guess that what makes the character alive???). Tapi makin lama makin kesel apalagi pas adegan mereka akhirnya ngomong berdua :') pls guys ayo baikan! (Tapi kok pas Axel marah dia keliatan lebih cakep ya? LOL mungkin karena akhirnya muka dia gak datar???) Jadi penasaran sama duo ini entah kenapa. Terus Mas Hos di sini bijak banget yak, mungkin karena dia paling dua diantara para bocah ini juga kali yak. Di vol ini lebih eksplor karakter Visi dan Valent btw!
Fokus buku ini lebih ke cerita Visi sama Valent. Not my fav story but still fun to read. Masih ada bagian yang bikin ketawa.
Gak sabar nunggu Filan dan Axel baikan (Terus nanti mereka baikan dan jalan-jalan bareng kayak Visi dan Valent????). Dan aku masih setia nunggu Papi Altan muncul di Scrambled!!!!!
Actual rating: 3.5🌟
This entire review has been hidden because of spoilers.
Jadi baru banget kelar baca ni komik tiga. Berhubung penasaran sama versi cetak yang udah brojol duluan sebelum webtoon, jadi saya memutuskan untuk baca. Suka banget sama artstyle kak lin as always. Buku pertamanya kurang berkesan karena masih opening dan mereka pun baru kenal, buku kedua asyik banget sumpah mau nangis, buku ketiga BARU INI APAAN??? Ini tuh kayak jenisnya realistic fiction yang kayaknya persoalannya gampang banget kita temuin disekitar. Characters development-nya oke banget, saya tuh kek suka banget sama interaksi mereka yang masing-masing punya suara sendiri, terus mereka nih kayak bener-bener "hidup" dan punya kepribadian masing-masing. POV awal lebih nyorot si Filan, tapi lama kelamaan malah ke Visi?? Terus juga endingnya gantung, katanya mau dilanjut ke vol 4 yang sampe sekarang belum selesai. Disini kayaknya alur bakalan beda sama yang di Webtoon. Tokoh-tokoh pendukung kayak Ezra, Sandra, Kak Bryan dan kawan-kawan yang kita temuin di Webtoon banyak yang gaada disini. Dan soal spoiler di komen webtoon (yang hosea blabla), ternyata gaada di versi komik juga🤨 Gatau deh itu pada bilang kalau hosea bakal sama visi darimana, kayaknya dari ig kak lin cuma tetap saja mengesalkan. OYA ada beberapa scene di komik yang diubah juga ke webtoon. Kesimpulan: baca komik ini opsional aja, karena mungkin alur webtoon sama komik bakalan banting setir. Sekian terimakasih.
Kelanjutan dari volume ke-2, acara liburan di vila Carmell berakhir penuh kejutan besar! Akibatnya, para anggota Filan and the Tuyuls (alias Scrambled) jadi terlihat lesu. Hosea dan Carmell (sepasang manusia tanpa dosa) mencoba memperbaiki keadaan. Tapi kenapa malah bikin keadaan makin runyam?!
Pada volume kali ini, ceritanya sedikit lebih serius sehingga komedinya gak sebanyak di dua volume sebelumnya. Tapi sekalinya ada, aku suka banget!! Band Scrambled dihadapkan pada situasi yang mengancam keutuhan band.
Para karakter saling mengedepankan ego demi kepentingan masing-masing. Tapi menurutku kuncinya cuma satu: terbuka dan berani speak up.
Dan disitulah peran senpai berbudi luhur seperti Hosea dibutuhkan ✨ Disini aku sadar kalau karakter yang berbeda dibuat karena punya 'peran' dan bukan hanya demi keanekaragaman hayati semata.
"Lalu, endingnya gimana? Scrambled udah baikan?"
YA ITULAH GUNANYA VOLUME 4! Yuk tebak-tebakan, volume depan covernya bakal siapa? Hosea, Axel, atau malah Carmell? Aku sih tim Axel!
"Aku sudah nyoba ngelakuin sesuatu yang sebelumnya nggak pernah aku sangka bakal aku lakuin. Jadi, harusnya aku bangga sama diriku sendiri, kan?" - Visi
4.5/5★ Full of conflicts but resolve really well.
Tentu saja karena buku ke-2 diakhiri dengan konflik yang menggantung, buku ke-3 ini fokus menyelesaikan konflik-konflik tersebut. Di buku ini aku bisa relate dengan perasaan dan pikiran Visi yang tidak dapat berhenti berpikiran negatif. Di buku ini pula aku sangat menyukai karakter Hoshea yang sangat peduli dengan lingkungan sekitarnya, terutama di Beat 29: What Really Happened. Bisa dibilang Hoshea adalah kunci penyelesaian konflik ini (dengan bantuan Tami yang menyadarkan Valent).
Buku ini tidak hanya menjadi mood booster, tapi juga terdapat beberapa hal yang benar-benar relate dengan kehidupan. Aku juga menyukai bagaimana kak Lintang menggambar kondisi kamar para Scrambled, rasanya memang sangat sesuai dengan karakter masing-masing.
Komik Indonesia favorit saya akhirnya ada volume 3-nya. Di akhir vol. 2 ada dua masalah serius yang membuat hubungan anak-anak di vol. 3 ini jadi serba canggung. Entah kenapa di vol. 3 ini saya rasa pacing-nya jadi lambat, dan bukan semata-mata karena konfliknya, tapi lumayan banyak scene redundant saja.
Hanya saja saya suka sih melihat Valent sepertinya diarahkan pada tendensi Aro/Ace? Saya jarang melihat orang yang punya kecenderungan seperti saya terepresentasi di fiksi, terutama fiksi Indonesia. Tapi nggak mau berharap dulu. haha. Karena mungkin Valent cuma late bloomer aja. But still, it's nice.
Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya lanjutan Scrambled pun tiba. Banyak yang lupa sih, bahkan karakternya aku juga lupa hahaha... Sempet baca review dulu di blog, plus untung ada kilas balik dikit di awal, jadi ya more or less jadi inget sih. Cuma kadang lupa juga wajah ini siapa namanya wkwkwkwk.
Overall, masih menghibur seperti dulu, cuma kelamaan di bagian galaunya si Visi dan Valent jadi kayak ceritanya ga bergerak maju. Masih muteerr ke situ situ mulu. Sementara masalah mundurnya si Axel dari band masih kudu bersabar sampe volume yang akan datang yang entah kapan.
Ya sudah lah. Tinggal nunggu aja. Manga lainnya masih banyak stok kok hehehe...
Akhirnya kelar vol 3 ini (ngebut gasabar digantungin ending vol 2)
Konflik yang ada di vol 2 berhasil dieksekusi dengan baik oleh Author. Walau masih ada satu konflik utama yang masih butuh penyelesaian dan emang sengaja buat nanti vol 4. Tokoh-tokoh disini juga ikut berproses menjadi dewasa pola pikirnya seiring adanya konflik. Sekali lagi, cerita Scrambled ini ternyata sangat menarik untuk diikuti karena jadi kebayang masa sekolah yang merah muda ~(つˆДˆ)つ。☆
Komik coming of age terfav dari Indonesia! Dramanya sesuai dengan kehidupan SMA dan cukup relatable buat saya. Plot menarik dan character developmentnya yang bagus, cuman untuk volume 3 ini isinya banyak nyeritain penyelesaian konflik yang cukup intense jadi untuk seru-seruannya cuma sedikit.
Ada versi digitalnya juga di webtoon yang nyeritain beberapa plot dari komik melalui sudut pandang Visi sebagai main character di webtoonnya, sangat recommended!
Selesai baca ini hanya dalam waktu 1 jam. Bagian favoritku adalah kerumitan hubungan Visi dan Valent. Aku benar-benar paham definisi "rasa suka tanpa ada rasa ingin memiliki" oleh Valent. Karakter Carmell dan Hosea di sini juga sangat membantu menyelesaikan konflik. Di sisi lain, konflik antara Filan dan Axel sama sekali belum bertemu titik terangnya di mana (Apa ada di volume 4? Tapi aku belum tahu volume 4-nya sudah terbit atau belum).
The best volume yet. Di buku ini akhirnya ceritanya masuk ke plot yang never seen before. Hubungan antar karakter, konflik, overall plotnya suka banget banget banget. Konflik yang diperkenalkan di volume ini sukses bikin hati risih. Author really exceeded my expectations with the 3rd volume. Eagerly waiting for volume 4 now
Untuk jalan cerita ini lebih baik sih dari seri sebelumnya. Suka banget sama endingnya Valent-Visi dan jujur sih sempet benci sama Valent. Tapi walaupun gak terlalu santai kaya chapter sebelumnya tapi ya cukup terhibur sama dialog, "Eh, gini-gini aku pernah pulang lama lho." "Emang pulang lama kenapa?" "Pulang malem karena les bahasa." "Wow, bandel ya." Anyway, Semoga cepet rilis deh, volume 4
"Kenapa harus diubah kalau nggak ada yang beda? Lebih baik kita tetap gini aja."
Dibanding dua buku sebelumnya, bagian tiga ini lebih berkisah pada cerita san hubungan tiap anggotanya. Aku lebih enjoy dengan kisah mereka sebelumnya sih, mungkin karena ini lebih mengangkat tentang perasaan kali ya... Jadinya aku kurang have fun pas baca.
Sebenernya malah kepo sama penyelesaian konflik antara Filan sama Axel TT eh tapi malah disajiin antara konflik Visi sama Valent. TAPI NGGA APA-APA, SAYANG BANGET SAMA HOSEA ASTAGAAAAAAA. HOSEAAA HUHU😭😭😭