Senangnya menikmati udara Seattle dari kapal pesiar, seperti Jack & Rose. Eh tapi itu hanya ada di film. Bagaimana apabila berada di kapal pesiar, tetapi hanya berkutat di restaurant, mendorong troli berisi baki piring kotor?
Itulah yg terjadi pada Yudis, pemuda asal Bantul yg mencoba mengadu nasib di negeri orang, San Fransisco tepatnya, menjadi crew kapal pesiar, Princess Cruise. Dia bercita-cita ingin membangun rumah di desanya yg rusak akibat gempa. Berada di negeri orang, tak selamanya perjalanan Yudis mulus. Dimulai dari drama keberangkatan dari Indonesia, sampai di San Fransisco ia harus menemui kesialan.
Yudis harus beradaptasi dengan lingkungan dan aturan baru. Dia juga beradaptasi dengan rekan kerjanya yg datang dari berbagai negara, termasuk rekannya dari Serbia yg membawa wanita ke kamar hanya untuk "bersenang-senang". Bisa dibayangkan bagaimana frustasinya tidur di ranjang atas, sedangkan teman sekamar di ranjang bawah bergoyang dan besok harus kerja! Selain itu, Yudis juga dihadapkan dengan office problem, seperti persaingan antar rekan kerja. Yudis juga bertemu dengan dua orang gadis, Cici, paisano (rekan senegara) dari Makassar dan Veronica, port agent di Seattle dari Meksiko.
Novel ini menggambarkan secara detail profesi crew di balik kapal pesiar yg mewah. Bagaimana hecticnya menangani konter jus, mengontrol stok yoghurt, roti tawar, toaster dan selai, hingga mengangkat troli. Bahkan ingin duduk ganteng saja tidak bisa. Selain itu, penggambaran lokasi port kapal pesiar dan destinasi populer, seperti tour White Pass di Skagway juga digambarkan di novel ini. Rasanya seperti diajak keliling Alaska dengan cruise.
Saya merasa seperti membaca buku harian penulis, sebab penulis pernah bekerja di kapal pesiar sebagai junior waiters. Bahasa novel ini sangat ringan dan mengalir. Ada celetukan konyol ala bangsa kita, misal, menyebut bule berjemur dengan sebutan ikan dendeng bu*il 🤣 Barangkali, kalau saya jadi Yudis bakalan sekatrok itu deh 🤣😌 Saya awalnya mengira akan ada love line antara Yudis dengan dua gadis itu. Namun, cerita romansa tidak terlalu ditonjolkan di sini. Saya sangat suka interaksi Yudis dengan Veronica, walau singkat tetapi terasa sangat tulus. Saya juga suka karakter Yudis yg selalu mau belajar dari kesalahan, tetap kukuh ingin bekerja di kapal pesiar demi mewujudkan impiannya dan termasuk yg kuat iman sebab tidak tergoda untuk "bermain" dengan wanita.
Bagi penyuka novel tentang profesi unik, novel ini layak kamu baca untuk menemani hari santaimu.
Selamat menikmati perjalanan dengan Princess Cruise !
🚢🚢🚢