Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dosbim

Rate this book
Proposal penelitian Tim Nara berhasil lolos seleksi! Awalnya Nara kira proses selanjutnya hanya sisa eksekusi, tapi ternyata Drg. Tian mengarahkan Nara untuk berkonsultasi dengan dosen farmasi bernama Pak Dirga. Nara tidak menyangka kalau Pak Dirga adalah seorang dosen muda yang selalu dipanggil dengan sebutan Kak. Kak Dirga tampan dan pintar, namun kritis, perfeksionis, dan nggak segan memarahi jika Nara melakukan kesalahan. Nara kesal dan berusaha menjaga jarak, tapi Kak Dirga malah terus mendekat.

Ingin menjauh, tapi Nara juga butuh Kak Dirga untuk membantu penelitiannya. Akankah Nara berhasil menyelesaikan penelitiannya? Dan bagaimana Nara akan menghadapi Dirga setelah penelitian itu selesai?

448 pages, Paperback

Published March 29, 2020

17 people are currently reading
143 people want to read

About the author

Liliana Hikari

1 book13 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
54 (29%)
4 stars
67 (36%)
3 stars
58 (31%)
2 stars
3 (1%)
1 star
3 (1%)
Displaying 1 - 30 of 45 reviews
Profile Image for Fikriah Azhari.
362 reviews147 followers
April 4, 2020
❝Kamu nggak denger ya tadi saya bilang kita 11-12?❞
❝Tapi 11-12 itu nggak sama.❞
❝Tapi dekat, kan?❞
❝Ya... dekat. Terus kenapa?❞
❝Jadi, nggak ada alasan buat takut. Kita kan nggak sejauh itu.❞ — halaman 273.


Proposal tim Nara yang lolos untuk pendanaan membuat dirinya diarahkan untuk dibimbing oleh Dirga, dosen Farmasi yang akan membantu timnya melakukan penelitian. Namun, nampaknya hal tersebut tidak akan mudah.

Di samping proses penelitian yang memang tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang telah disusun berdasarkan literatur yang ditemukan, nyatanya Dirga sebagai pembimbing pun menjadi beban pikiran baru bagi Nara, terlebih dalam berinteraksi dengan dosen muda itu.

❝Dunia penelitian nggak seterang itu, Nara.❞ — halaman 190.


***

Belakangan ini, cerita dengan latar dunia kampus sering ditemukan, tema dosen-mahasiswa pun nampaknya mulai bermunculan. Menariknya, Dosbim mengangkat tema PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dalam bidang penelitian yang rasanya masih menjadi hal yang jarang kita temui di novel berlatar kampus seperti ini.

Membaca buku ini membuatku menemukan beberapa pengetahuan baru. Tentang MSG lah, sediaan dan perlakuan dalam penelitian lah, fabrikasi data lah, dan hal-hal lain berbau farmasi yang nggak akan kuketahui kalau nungguin aku searching sendiri mengenai hal tersebut.

Dialog antar tokoh cukup 'berisi', tapi ya itu, dibumbui dengan kalimat sarkasme Kak Dirga yang kayaknya memang udah melekat dalam dirinya. Karakter Dirga ini memang agak terlihat ngeselin sih, rasanya perlu stok kesabaran juga kalau mau ngobrol sama dia. Cuma segala teguran dan perdebatan yang dia pancing tidak pernah di luar batas, semuanya pasti demi kebaikan penelitian, atau demi membuat Nara maupun Sisil sadar bahwa nyatanya dunia ini keras dan nggak sesimple itu. Kak Dirga juga nggak segan membela dua anak ini di saat dosen lain berkata yang nggak-nggak tentang mereka.

Dirga ini typical Puns. Tahu nggak sih? Orang yang suka 'bermain' dengan kata-kata. Jadi kalau mau ngomong sama dia, harus merhatiin diksi sebelum akhirnya salah berucap dan berujung malah tersudutkan.

Aku rasa penulis juga berusaha menonjolkan sisi keharmonisan dalam perbedaan. Jalinan pertemanan Nara, Sisil, dan Dahlia terlihat harmonis dan heartwarming, apalagi Sisil yang menghibur banget karena terkesan polos dan ceplas ceplos. Pada beberapa kesempatan, mereka saling mengingatkan dalam beribadah meskipun mereka berbeda. Oh iya, chemistry antara Nara dan Kak Dirga menurutku cukup menggemaskan meski moment mereka berduaan aja nggak terlalu banyak, pun mereka memerhatikan batasan dalam berinteraksi.

Karena merupakan cerita yang berlatarkan dunia kampus, aku menemukan beberapa adegan yang relate dan bisa kurasakan, terlebih adegan Sisil yang nyiapin draft dulu sebelum ngehubungin dosen. Aku banget ini. Jangankan dosen, ngehubungin asisten lab aja beneran ngedraft terus dibaca berapa puluh kali dulu baru beneran dikirim.

Cuma aku sedikit terganggu dengan Nara yang sering menghubungkan bagaimana Introvert-nya dia ketika berada di suatu keadaan. Aku bukan bermaksud menyalakannya yang Introvert—itu nggak ada salahnya sama sekali, cuma maksudku ya nggak perlu sesering itu disebutnya. Sayangnya pula, cover Dosbim ini kurang eyecatching menurutku.

Oh iya, aku ngikutin cerita ini di Wattpad (karena ya visualisasi Kak Dirga di sini adalah Kim Doyoung, iya ini aku lagi mode bucin Oppa) dan jadi salah satu cerita yang selalu kutungguin update-nya, senang sekali waktu tahu cerita ini akan diterbitkan dalam bentuk buku.

Overall, 3,5 🌟 untuk Dosbim.
Profile Image for Rahmatul Maulidar.
35 reviews5 followers
November 29, 2020
Dosbim: Cowok ganteng itu memikat, cowok pintar itu menjerat!

Pernah menghadapi dosen yang ngomongnya bikin kita nahan emosi, eh, tapi cakep?

Hal itulah yang dialami Nara. Nara harus punya kesabaran tinggi saat menghadapi Kak Dirga, dospim PKMnya.

"Jalan jangan kayak pengantin. Makin lama kamu makin mirip tikus kecebur got". —hal. 116.

Jahatkah? Tapi sungguh mulut Kak Dirga yang suka nyinyir -kalo kata Nara, dan dihadapi Nara yang kesal, namun harus sabar (kadang-kadang juga meledak sih wkwkwk) jadi lucu banget. Interaksi mereka nge-feel pas.

Selain interaksi Nara dan Kak Dirga, aku juga suka dengan interaksi Nara dengan adiknya, Nana. Hubungan Kakak-adiknya kerasa banget. Sering barantem ala-ala tapi saling peduli. Bahkan Nana sok 'over peduli' waktu liat Nara mau jumpa Kak Dirga sendiri doang. Ini juga lucu banget haha.

Novel ini kental banget ini sama lab farmasi. Banyak juga disebut-sebut zat-zat kimia. Tapi aman. Istilah ilmiah gitu kita yang bukan anak kimia/ lab dan tidak paham, ada footnote untuk penjelasannya. Bukan hanya istilah kimia/ lab aja, istilah dalam dunia perkuliahan dan penelitian juga dijelaskan. Jadi tidak perlu sambil baca tros googling untuk cari tau wkwkwk.

"Nara, saya mau kamu tahu kalau kamu berharga, bahkan buat saya. Jaga diri kamu baik-baik. Saya pamit. Sampai ketemu tiga tahun lagi. Kalau kamu masih sendiri"—hal. 408.

Nara ini aneh. Cukup aneh. Denial dia juga lumayan, parah sih. Setelah ada seorang laki-laki ngomong gitu ke dia, apa yang dilakukannya? Dugaan aku juga salah apa yang akan dilakukan Nara setelah itu. Aku ngebayanginnya hubungan mereka akan lebih dekat, yaa walau nanti dengan konsep LDR. Tapi, Nara ya tetap dengan gaya Nara beserta denialnya.

Kalau Kak Dirga... duh, ternyata dia juga bisa manis dengan mulut nyinyirnya yang menurut Nara itu. Suka dengan Karakter Kak Dirga ini. Cara dia dekatin Nara dengan kode-kodenya, pertanyaan-pertanyaan terselibnya, cemburunya juga.

Novel ini ringan banget. Ngga ada konflik yang bikin emosi. Seperti pure aja bercerita tentang mahasiswa penelitian PKM beserta dengan Dosbim yang baik, tapi mulutnya Allahu Rabbi.

Novel ini menggunakan POV orang pertama tunggal. Dan hampir semuanya berisi POVnya Nara. Jadi, perasaan kesal, marah, denialnya, sedih juga senangnya kerasa banget. Aku paling suka bagian Nara kesal. Apalagi kalau penyebabnya Kak Dirga wkwkkw.

Walaupun lebih berisi tentang dunia kampus dan penelitian, novel ini juga menuangkan tentang keluarga juga pertemanan. Dan sarat dengan religi juga. Kak Dirga termasuk orang yang taat agama, walau galak-galak. Namun, lagi lagi ngga ada konflik yang berarti, ngga ada bahkan. Ringan banget untuk dibaca bagi yang lagi ingin baca novel dengan konflik yang tidak berat dan bikin pusing, cocok deh.
Profile Image for Roem Widianto.
83 reviews3 followers
November 3, 2021
Suka banget sama semua karakter tokohnya. Kayaknya ini nih satu-satunya novel cinta-cintaan yang gak ada tokoh antagonisnya yang pernah aku baca di tahun ini. Adem ayem deh pokoknya.

Tenang, walaupun adem ayem tapi ceritanya gak berasa flat, kok. Terima kasih banyak, buat Kak Dirga yang nyebelin tapi ngangenin, sudah membuat proses penelitian Nara cs lebih berwarna.
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
November 27, 2022
Actually 3,5!

Fyuh! Akhirnya selesai juga baca novel yang jumlah halamanya cukup mengintimidasi ini. Dan jujur saya bosenn.

Dosbim. Bercerita tentang Kinara alias Nara mahasiswi FKG yang melakukan penelitian bersama 2 temannya yang bernama Sisil dan Dahlia di fakultas farmasi untuk tujuan proposalnya. Di fakultas tersebut mereka bertiga dibimbing oleh seorang dosen muda yang suka nyinyir, sarkastik, dan kalau bicara seenaknya bernama Dirga. Nara yang sebel setengan mati dengan dosbimnya itu harus rela beramah-tamah ria demi tujuan utamanya. Walaupun suka berbicara seenaknya, namun Dirga adalah orang yang sangat tegas. Setiap ucapanya selalu berbobot dan berpandangan luas. Hal tersebut membuat Nara yang awalnya mengcap Dirga sebagai tukang nyinyir hilang. Ia justru mulai menikmati kebersamaanya dengan dosbimnya itu karena ternyata Dirga tak sekaku itu.

Well, isi ceritanya memang seputaran itu doang. Nggak ada cinta-cintaan apalagi adegan romantis. Jujurly saya bukan penggemar cerita berbau agamis. Dan sejak awal baca novel ini saya nggak berekspektasi apapun. Saya baru tau kalau karakternya terlalu 'islami' setelah baca hampir sebagian. Sebenarnya novel ini nggak bisa dijudge sebagai novel agamis juga sih karena ceritanya nggak mendakwah apapun, hanya saja tokoh-tokohnya yang sangat taat agama. No pacar-pacar club, no skinship, no adegan romantis. Jadi saya yang hobinya baca novel roman merasa bahwa novel ini hambar.

Saya yakin, pasti banyak juga pembaca yang suka dengan tema cerita begini. Terbukti dari ratingnya yang cukup tinggi. Tapi maaf saya mungkin bukan salah satunya.

Sebenarnya gaya penulisan atau narasinya enak dibaca. Cuma saya nggak suka dengan beberapa intrisik di novel ini seperti perkembangan hubungan antar tokoh yang stagnan dan perkembangan karakter yang hampir nihil. Konflik di novel inipun bisa dikatakan hampir tidak ada. Jadi isinya seperti kosong. Seperti baca diary kisah sehari-hari. Dan itu amat sangat disayangkan jika dibandingkan dengan jumlah halamanya.

Jalan ceritanya itu flat banget. Sungguh, saya sampai bosan bacanya. Pengin DNF tapi nggak tega karena gaya tulisnya itu. Tapi saya cukup sebel sih dengan satu hal. Jadi novel ini diceritakan berdasarkan sudut pandang orang pertama kan. Padhal pov.nya sudah si tokoh utama. Tapi masih ajaa si tokoh ini ngomong didalam hati dengan embel-embel self inner. Berasa sinetron jadinya wkwk.

Selain itu dinovel ini ada ketidak konsistentan atau ketidak sinambungan di beberapa part.

Pertama tentang karakter Sisil. Sisil ini kan digambarkan blesteran ya. Orang bule. Tapiii masa sih Sisil yang notabene anak bule itu "medok" banget bahasa indonesianya. Hmm.. Mungkin dari bayi dia cuma diajarkan bahasa indonesia doang kali ya. Malah yang anehnya lagi, dibandingkan Sisil, Nara lebih sering pake bahasa inggris. Engga kebalik tuh?

Kedua tentang karakter Nana. Jadi diawal Nana diceritakan sebagai seorang cowok yang sukanya dikamar main HP dan nonton Youtube. Tapi dipertengahan cerita Nana justru diceritakan jadi cowok yang suka pergi-pergi, main dan biasa diluar rumah. Jadi yang bener yang mana?

Jujurly nggak ada karakter yang saya suka disini. Walaupun nggak bisa dikatakan nggak suka juga ya. Ya so-so ajalah tokoh-tokohnya nggak begitu bikin greget. Tapi saya sempet sebel juga kok dengan Dirga dan cara bicaranya. Sempat emosi dan ikutan nyebut wkwk.

Hal yang membuat saya memberi rating agak tinggian karena tahapan dalam ceritanya kalinya. Walupun saya nggak ngerti-ngerti amat gimana kuliah FKG tapi saya jadi tahu perjuangan mereka dalam meraih gelar dokter tuh ribetnya minta ampun.

Nah nilai plus di novel ini tuh ada di tahapan ceritanya. Selain pemakain diksi yang bagus saya juga belajar beberapa istilah ilmiah yang nggak pernah tau sebelumnya. Saya bahkan sampai cek-cek google loh! Nambah ilmu banget! Dan istimewanya lagi, cara berceritanya itu engga memusingkan. Saya yang orang awampun mampu mencerna kegiatan-kegiatan dilaborat dengan baik.

And jujurly untuk kesekian kalinya. Serius ini jujurly yg terakhir wkwk. Saya nggak suka covernya (maaf) tipografi DOSBIMnya menggangu, ala-ala FTV hehe.

Oh iya btw saya googling di internet dan baru tahu kalau ternyata Dosbim ini AU dari salah satu member NTC bertama Doyong.
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
January 5, 2021
"Kita nggak akan bisa menilai kalau kita melihat terlalu dekat. Justru orang-orang yang mengamati dari jauh yang paling tahu apa yang sebenarnya terjadi. Emangnya lo pikir, kenapa saran-saran itu kebanyakan datang dari orang lain? Karena sebagai pelaku utama, lapangan pandang kita terlalu sempit. Kita nggak akan bisa melihat secara keseluruhan, pun menyadari hal-hal tersirat yang berusaha disampaikan."

Aku cukup suka dan menikmati novel ini. Karena di dalamnya cukup banyak mengandung prinsip-prinsip hidup yang bagus. Istilah-istilah kedokteran maupun farmasi yang cukup banyak. Jadi nambah pengetahuan juga. Gaya menulisnya juga aku suka, terlepas dari lumayan banyak pengulangan kata dalam satu paragraf yg cukup sering aku temui. Di bab awal emang cukup ngebosenin, tapi dari tengah menuju ending malah bikin greget. Dan aku cukup puas dengan endingnya.
Profile Image for theresia cleopatra.
166 reviews2 followers
March 13, 2024
jujur, aku suka sama ceritanya! tapi terlalu detail dan panjang (?) atau karena aku lagi sibuk ya jadinya ngerasa lumayan tebal bukunya 🤔😭 tapi suka sihhh, suka cerita pertemanannya, suka cerita romantisnya juga 🥰 aku paling suka interaksi antara nara dan nana (sodaranya) 🤣 lucu gitu 🤭 trus si dirga emang ngeselin sih aslik 😂 dan random banget, kayak… ngomongnya ga to the point gitu deh 🤔 overall, love it 🤍
Profile Image for peachberryss.
58 reviews
October 22, 2021
Bagus bangetttttt… Nemuin di gramedia digital, gak tau ini novel apa, tapi covernya menarik, berakhirlah baca. Bacanya cuma 2 hari saking serunya. Cerita tentang Nara, mahasiswa kedokteran gigi dan Dirga, dosen farmasi. Karna latar belakang tentang mahasiswa, jurusan kesehatan, penelitian, kampus, dll jadi relate banget sama aku. Kisahnya gak kecepetan dan gak kelambatan, ngalir aja, dan enjoy banget bacanya. Tipe-tipe buku yang gak terasa tiba-tiba udah dihalaman 100. Kisah romancenya juga gak yang romance banget, gak ada skinship atau terlalu nunjukin perasaan. Nilai plusnya ada menyinggung tentang agama, toleransi, persahabatan, dan perjuangan. Seseru itu deh! Cuma rasanya bisa deh ini cerita dilanjut ke buku ke-2, hehe…
1 review
September 18, 2021
Bismillah
Semoga Dosbim berpindah tangan di aku.

Halo kak Lily!!! Kenalin aku pembaca Dosbim yang udah namatin Dosbim lebih dari 20 kali((karena diulang-ulang mulu)). Dulu pertama kali nemu Dosbim gasengaja,kemudian aku baca dan WOW bagus banget!!! Menurutku Kak Lily hebat bisa bikin karakter tokoh-tokoh di Dosbim.Karakter masing-masing tokoh yang relate sama kehidupan nyata malah makin nonjolin tokohnya yang bisa dimengerti 'Oh sisil tuh gini' 'Eh bener juga ya'. Aku juga suka pemilihan tokoh Dosbim dari Kak Lily dimana tokoh utama biasanya digambarkan anak cewek,tunggal kaya raya,tajir melintir,anak aktif kegiatan,anak hits,dandanannya kece,semua itu dilibas habis dengan adanya tokoh 'Nara' yang point utamanya adalah NARA CEWEK BERJILBAB!! Tokoh kaya gini jarang banget ditemuin dicerita lain terkait NCT. Aku gak habis pikir,karena di cerita-cerita lain yang kubaca ngga pernah ada karakter utama yang dibikin introvert dan sesederhana Nara ini. Aku di cerita ini pure jatuh cinya sama karakternya Nara. Kak Lily tau gak alasannya apa? Karena Kak Lily berhasil ngebuat karakter Nara itu 'hidup',waktu aku baca Dosbim aku berasa jadi Nara. Waktu pertama kali aku selesai baca Dosbim aku sempet speechles,cerita ini ngga terhitung cerita yang terlalu fokus ke arah percintaan,ini beda banget dari cerita yang lain. Aku ngga nemuin sikap ataupun perlakuan Dirga yang bener-bener bisa bikin yakin buat tahu Dirga naksir Nara,tapi semua tersirat rapi dan baru keliatan di akhir. Dan setelah dibaca berkali-kali baru ngeh kisah cinta Dirga dan Nara itu ternyata seru juga ya hihi. Cerita ini mudah diterima karena pembawaan dari Kak Lily yang hebat. Dosbim itu salah satu buku terbaik yang pernah kubaca. Ceritanya yang menggabungkan tentang percintaan,persahabatan,kehidupan pribadi,sikap dan perilaku,komunikasi semua ada dan disampaikan dengan apik disini.Aku suka penggambaran persahabatan Sisil-Nara,Nara-Dahlia,atau ketiganya. Mereka saling melengkapi. Nara yang introvert dilengkapi Sisil dan Dahlia yang ekstrovert. Sisil yang gampang kesulut emosi dan Nara yang menjabarkan masalahnya. Dan Dahlia itu yang paling mengerti Nara. Mereka bertiga tergambarkan saling terhubung.Baca Dosbim ini ibarat menyelam sambil minum air loh Kak Lily,aku sambil belajar banyak dari karakter Dirga yang realistis,tegas,sopan,berwibawa,dan pakai logika. Aku belajar banyak dari sikap dan tutur kata yang diucapkan Dirga. Bahkan,aku inget yang teori micin loh kak hehe. Aku juga belajar cara menyelesaikan masalah dari kalimatnya Dirga yang lain juga. Tokoh Dirga itu.....apa ya sulit ditebak tapi pengen terus digali karakteristiknya. Terakhir,aku ngga tau dikehidupan nyata ada sosok seperti Dirga ini atau tidak,kalau ada,aku mau bertemu salah satunya. Kalau ngga ada,aku mau bukunya Dirga aja deh kak.Novel ini juga mengajarkan kalau pendidikan menuntut ilmu itu penting banget. Buktinya,Dirga lanjutin sekolahnya diluar negeri dan Nara yang namatin kuliahnya itu memotivasiku buat belajar lebih giat lagi.
Salam Hangat
Dari aku yang udah ngidam novel Dosbim yang belum keturutan.

HUHU KAK MAAFFF AKU TELAT,BARU PUNYA DATAAAA
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
May 12, 2020
Nara dan kedua temannya mengikuti ajang PKM (Program Kreativitas Mahasiswa, bukan Pekan Kreativitas Mahasiswa seperti tertulis di novel ini), sebuah program yang ditujukan untuk mahasiswa dan didanai oleh Kemenristekdikti. Nara mengambil program Penelitian. Setelah mendapatkan kabar bahwa proposal yang mereka ajukan didanai, mereka memulai untuk persiapan penelitian. Atas arahan dosen pembimbing, mereka diminta bertemu dengan seoran dosen di Fakultas Farmasi. Kebetulan Dahlia, salah satu anggota tim Nara, adalah mahasiswa Farmasi. Sementara Nara dan Sisil, anggota tim lainnya adalah mahasiswa Kedokteran Gigi.

Nama dosen itu adalah Dirga Angkasa, yang lebih suka dipanggil Kak Dirga oleh mahasiswanya. Kesan pertama Nara bertemu dengan Kak Dirga tidak menyenangkan. Kak Dirga orangnya ketus, dan ucapannya sering nyelekit. Nara merasa tidak nyaman, tapi mau nggak mau harus sering berurusan dengan beliau demi kelancaran penelitiannya.

Benang merah utama dalam novel ini adalah mengenai Nara yang harus berurusan dengan seorang dosen muda yang suka bermain dengan kata-kata. Membuat orang yang mendengarnya harus berpikir untuk memahami ucapannya, termasuk Nara. Tapi menurut saya (dari sisi pandang seorang dosen), karakter Dirga agak berlebihan sih. Kebayang bagaimana Nara yang diminta membuat draft pengajuan paten atas penelitian yang belum juga dimulai, yang kemudian setelah Nara begadang semalam suntuk menyelesaikannya, disuruh ganti tanpa diberitahu dimana letak kesalahannya. Yang namanya dosen pembimbing itu, apalagi untuk mahasiswa S1, nggak bisa sepenuhnya melepaskan bimbingannya tanpa arahan. Ini draft pengajuan paten lho... Dosen aja masih ada yang ngejar-ngejar workshop buat bikin kayak gitu. Kecuali di kampusnya Nara, semua mahasiswa S1 sudah dapat ilmunya, entahlah.

Kemudian karakter Nara sendiri sebagai mahasiswa juga sering mengeluarkan kalimat dan perilaku yang bisa saja dianggap nggak sopan oleh dosen. Misalnya, saat Nara main hape di laboratorium, sementara Sisil rekan kerjanya sibuk mengerjakan penelitian. Dengan alasan Nara nggak tahu apa yang mau dikerjakan, Nara memilih main hape. Beberapa kalimat Nara pada Dirga juga seperti bercakap-cakap dengan sesama mahasiswa saja. Padahal Dirga itu dosennya, meski usia Dirga juga nggak terpaut jauh dari Nara.

Terlepas dari itu, perjalanan penelitian Nara dan tim-nya yang menjadi timeline dalam novel ini lumayan menarik. Interaksi antara Nara dan Dirga (terlepas bahwa mereka adalah mahasiswa dan dosen) juga menghibur. Meski inner self-nya Nara yang kadang lebay sih. Pilihan ending-nya juga cukup aman dan membuat pembaca menebak-nebak maksudnya apa (yah kayak omongannya Dirga yang sering pakai permainan kata juga).
Profile Image for Gabrielle.
156 reviews12 followers
April 8, 2020
Nara di inner self-nya bawel banget sumpah, awal-awalnya agak keganggu sih, tapi lama-lama lucu juga, apalagi kalau dia udah ketemu Kak Dirga. Sampai nyebut lebih dari beberapa kali dia biar tenang ngehadapin dosbim yang nyebelin itu 😂

Kalau butuh yang ringan-ringan, tapi sekaligus bahas suka-dukanya mahasiswa yang lagi PKM lumayan detil, novel ini cocok banget buat dibaca 😆
Profile Image for Majingga Wijaya.
152 reviews19 followers
June 25, 2020
Bacaan ringan buat yg suka novel ringan... tapi kadang bikin maksa baca dengan banyaknya penjabaran atau penjelasan yang malah membuat novel ini sedikit membosankan... nggak terlalu banyak surprised event yg disajikan...
Profile Image for Leli.
6 reviews
May 25, 2021
Baca novel "Dosbim" ini sebenarnya tidak sengaja.
Muncul di rekomendasi baca pas lagi milih milih novel di Gramedia digital.
Karena sepertinya tema kehidupan kampus, saya memutuskan baca deh.
Pertama, don't judge a book by it's cover, itu kurang berlaku buat saya, khusus buku loh ya.
Cover buat saya termasuk bagian yang esensial untuk sebuah buku, dan buku dosbim ini benar-benar menurunkan ketertarikan saya membaca sekitar 50% di awal.
Kemudian, judul. Judul singkat, jelas makna. Tapi sangat mengingatkan judul judul di cerita wattpad yang mainstream, jadinya pun masih maju mundur pas mau baca.
Ya mungkin memang berawal dari wattpad ya.
Tapi setelah tekad bulat membaca.
well, serius saya jatuh cinta sama novel ini.
Kenapa?
Mungkin ini adalah salah satu tema novel berbumbu cinta yang selama ini saya cari.
Kenapa lagi?
1. Minim adegan romantis ataupun skinship, malah ga ada
2. Cerita persahabatan, pertemanan, real life toleransi tanpa bumbu bumbu yang memaksa
3. Dakwah yang tidak memaksa, memberikan penjelasan detail dan tidak berlebih pada ayat-ayat tertentu
4. Penjelasan istilah-istilah untuk bidang kesehatan, kimia, kedokteran gigi ataupun kedokteran yang mungkin pembaca lain tidak begitu memahami.
5. Alurnya tidak lambat, ataupun tidak cepat, pas jadi tidak terkesan memaksa.
6. Bahasa dan diksi diksi yang dipakai, cerdas dan humornya dapet banget.

Mungkin dari beberapa daftar di atas masih ada tambahan, nantilah, bisa diedit kan? XD
"Cowok ganteng itu memikat, cowok pintar itu memikat" pas banget jadi perwakilan novel Dosbim.
Karakter favorit?
Tentu saja Nara! haha bukan Dirga ya.
Nara yang punya kontrol diri, Nara yang tekun walau bukan orang yang paling cerdas.
Yang paling bikin respek sama karakter Nara, ketika dia sudah merasa gundah, tidak tahu harus berbuat apa saat menyadari memiliki perasaan pada Dirga, dan Dirga pun memiliki perasaan sama, Nara mem-block semua kontak Dirga. Dia tetap pada tujuannya, dan menyerahkan semua pada Tuhan. Itu beneran contoh nyata yang terbaik.
Tapi Dirga juga menarik karakternya, pinter dan cara ngomongnya walau bikin mikir yang diajak ngomong, kalau di real life ada orang yang memiliki karakter seperti dia, pasti bakal banyak fans juga haha.

Banyak yang membuat jatuh cinta pada novel ini, tapi juga ada hal yang menjadi kekurangan, atau bisa dibilang kurang nyaman pas baca.

Sering munculnya dialog dalam hati, mengingatkan ke sinetron khas negara kita yang dialognya seringkali dilakukan dalam hati.
Panggilan ke seorang pengajar di area instansi pendidikan dengan title "Kak" sedikit membuat tidak nyaman, mungkin jika sudah berada di area luar instansi akan lebih nyaman. Hanya pendapat saya.
Sekian, review yang cukup panjang. Full review di blog ya :)

Well, terimakasih Liliana Hikari telah menulis sebuah novel yang bikin baper tapi sekaligus mengedukasi dengan informasi kerohanian dan medis.



Profile Image for Bunga Mawar.
1,356 reviews43 followers
August 9, 2020
Saya kasih 3.5 bintang! Cuma seandainya saya masih mahasiswa S1, bisa saja bintangnya naik jadi 4 atau 4.5 :)

Kayaknya ini bakal jadi curhat panjang, karena saya sungguh terhibur setelah sebelum ini baca buku-buku psikopat belakangan.

Saya membaca buku ini sepagian, dengan didahului asumsi bahwa kisah ini bakal seperti cerita wattpad pada umumnya. Ada mahasiswi yang merasa diri biasa aja, kemudian bertemu mas dosbim, alias dosen muda pinter ganteng kayak model oppa Korea. Nggak bisa menghindar karena urusannya adalah bimbingan karya ilmiah untuk penelitian yang mendapat pendanaan kampus. Dibikin sebal, capek, pusing, tertekan, emosional, segala deg-degan, tercampur semua.

Berakhir bahagia? Baca sendirilah. Kalau mau tahu, contekan dari saya: standar. Malah ada sekitar empat bab sebelum bab 10 yang saya longkap bacanya karena bosen dan ketebak banget.

Tapi ada yang nggak standar. Penceritaan tentang urusan laboratorium kimia dan langkah dalam penelitian yang dilakukan tim mahasiswa ini digambarkan cukup detail. Bikin saya yang asisten lab IPA saat SMA tapi kemudian masuk fakultas humaniora ini jadi minder sendiri karena nggak ngerti, hehee.

Ada catatan saya sebagai orang yang alhamdulilah bisa menjadi mahasiswa lagi pada dasawarsa ini. Saya cukup familiar dengan urusan penelitian dengan dana hibah kampus karena saya sempat ikutan juga. Jadi lebih paham betapa mahasiswa zaman sekarang ada banyak yang bisa segitu berdedikasinya mengejar penelitian ilmiah ini itu. Beda banget dengan zaman saya S1 pada awal dasawarsa sebelumnya. Info ttg penelitian ilmiah sangat sedikit, dan terbatas pada dosen atau asdos yang dekat dengan kajur atau dekan. Apalagi yang berupa lomba atau hibah dana.

Senangnya lagi baca novel ini, walau sudah jelas bakal jadi cerita romans kampus zaman now, tapi nggak ada skinship sama sekali. Begitupun, buku ini nggak jatuh jadi buku dakwah islami. Walau tokoh utama Nara adalah muslimah berjilbab, nggak ada tuh ceramah ustad, curhat dengan murobbi, atau celana cingkrang disebutkan.

Tetap ada yang bikin saya cukup pusing saat membaca. Tak lain karena dialog antara narator kita dan inner-self-nya terlalu sering muncul hingga tahap mengganggu. Juga saya sebenarnya menunggu dibuka sedikit saja latar belakang mas dosbim, yang bisa istiqomah banget menjaga Nara. Cerita tambahan setelah epilog tidak memuaskan sama sekali.

"Assalamu'alaikum, jodoh."
"Wa alaikum salam."
Profile Image for Ika Merdekawati.
77 reviews3 followers
May 3, 2020
"Kita nggak akan bisa menilai kalau kita melihat dari dekat. Justru orang-orang yang melihat dari jauh yang paling tahu apa yang sebenarnya terjadi."

Mendengar tentang "Dosbim" pasti dipikiran mahasiswa identik dengan orangnya galak, jutek, suka PHP, ngilang kayak jelangkung :D Iya, kan? Siapa nih yang punya pengalaman di anggurin sama dosbimnya semasa skripsian atau sekarang lagi merasakan indahnya bimbingan?

Membaca buku yang isinya tentang kehidupan perkuliahan itu memang seasik itu loh, beneran, apalagi yang sudah jadi alumni atau bahkan yang sedang mengalami lika-liku perkuliahan. Mulai dari rasa deg-degan ketemu dosen, bimbingan atau revisi. Tapi bagaimana jika ternyata dosbim kamu menyimpan rasa yang lebih? :D Hmmmm.... Menggemaskan sekali... :p

Sikap Dirga di dalam cerita ini sama persis dengan karakter dosen kebanyakan, tapi tidak semua ya. Jutek, kadang bercanda, kadang juga main coret, pokoknya gitu deh. Mana ketemu sama mahasiswa yang kepribadian yang susah untuk dekat sama orang baru. Tapi dosen yang jomblo ketemu mahasiswa muda memang sering jadi topik gosip terhangat. Apa lagi kalo dosennya cakep? Haha...

Dari buku ini saya jadi dapat satu kenyataan, ternyata cewek terlalu pintar kadang rada-rada telmi juga ya. Suka nggak peka dengan orang sekitar. :D Selain itu, ada tambahan ilmu juga dalam dunia farmasi. Meskipun begitu, istilah-istilah baru yang dalam cerita pun yang mungkin tidak di ketahui oleh pembaca di luar sekolah kesehatan, setiap kata sudah dilengkapi penjelasannya. Jadi yang buta-buta soal ilmu kesehatan, apalagi dunia farmasi dan FKG, pasti gampang paham kok.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
July 2, 2020
Dosbim merupakan novel pertama Liliana yang kubaca. Novel yang mengisahkan suka duka Nara dan timnya yang sedang berjuang dalam penelitiannya. Masalahnya, penelitiannya kali ini akan dibimbing oleh Dirga, seorang dosen muda dari Fakultas Farmasi yang terkenal cukup perfeksionis dan "galak".

Membaca Dosbim ini membuatku kembali bernostalgia dengan zaman-zaman masih kuliah dulu, saat harus sibuk menyelesaikan penelitian skripsiku. Awal penentuan dosbim aku sempat down, karena mendapatkan dosbim yang terkenal killer dan perfeksionis, ternyata tak kenal maka tak sayang, alhamdulilah ternyata lancar-lancar saja.

Nah, baca kisah Nara dan tim penelitiannya ini bikin senyum-senyum sendiri. Apalagi kalau baca interaksi Nara dan Dirga 😍 Dirga ini omongannya pedas dan sering sarkas, tapi semua omongannya itu selalu buat kebaikan. Pantas saja banyak mahasiswa yang mengidolakannya.

Sayangnya, Nara ini entah kurang peka atau sering menyangkal ya, jadi bikin gregetan banget 😂 aku juga kurang nyaman dengan Nara yang suka mengatakan kalau dia itu introvert, yang terjadi berulang-ulang, aku rasa tak perlu diulang pun pembaca sudah paham.

Baca Dosbim ini yang jelas nambah pengetahuan banget soal dunia farmasi deh, penelitian dan uji sampel di lab 😍 banyak hal-hal baru yang bisa membuat wawasan kita bertambah.

Selain itu, aku suka dengan persahabatan Nara dan Sisil yang berbeda agama. Mereka saling menghargai dan menyayangi dalam perbedaan 😍 .

Secara keseluruhan, walau novel ini cukup tebal sekitar 400an halaman, aku sama sekali tidak bosan, karena page turner dan gaya berceritanya enak diikuti
1 review
September 1, 2021
IM EXCITED KARNA KA LILIANA NGADAIN GIVEAWAY😭😲😱❤️❤️

Aku udah agak sedikit lupa tentang alurnya tpi ada beberapa moment yang aku inget jugaa. Jujur ajaa aku buka wattpad tuh kalo lagi suntuk dan butuh sesuatu yang menghibur atau buat naikkin mood juga salah satunya dengan baca cerita ini, aku juga baca cerita kakak yang lain tapi udah lama banget deh kayanya hahahaha sekarang aku sibuk sama study aku jadi jarang banget buka wattpad. Cerita ini tuh entah kenapa sampe banget ke hati (jiakkhhh) maksudnya tuh kaya apa yang kakak tulis sampe aja ke si pembaca, inget bangettt favorite part itu pas tiba tiba dirga chat pokoknya ayok pulang bareng gitu dahhhh, trus juga jalan cerita romance nya tuh ga lebay kaya ga dilebih lebihin dan sewajarnya kaya di real life, dan juga aku dapet banyak ilmu baru tentang penelitian atau keluh kesah anak kuliahan yang lift nya tiba tiba rusak HAHAHAHA, dannn kakak juga masuk salah satu list author favorite akuuuuuuuu, sebenernya pas kakak buka PO tuh aku kepikiran buat ikutan cuman aku takut nantinya aku butuh uang tabungan buat keperluan mendadak, aku juga cuma punya tiga buku itu juga beli ditempat buku bekas, pengen banget punya buku ini tuh KARNA AKU SUKA BANGET COWOK KAYA KAK DIRGA GRGR VISUALISASI NYA DOYOUNG (aku terdoyoung doyoung)😭😭😭😭❤️❤️❤️❤️❤️ DAN AKU BENERAN PENGEN TAU VERSI BUKU NYA TUH GIMANAAAA HEHEHEHEH SEMOGA DAPET PLEASE AKU BENERAN BAKAL JAGA BAIK BAIK BUKUNYA SOALNYA AKU TIAP HARI BERES BERES KAMARKU JADI BUKUNYA GABAKAL BERDERBU 👍🏻👍🏻 thankyouu kakkk udah adain giveaway ILYYYYYYYYY❤️
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
September 13, 2021
gara2 ada giveaway gue jadi baca lagi untuk kedua kalinya dan menyadari ada sedikit perubahan yg dilakuin sama author kalo diinget2 dari draft pertama terutama di tata bahasa atau diksinya (cmiiw). tapi terlepas dari versi pertama atau versi yg sekarang, geregetannya masih sama sih. humornya astagaa. ga mau bohong lagi soalnya work ini dulu yg bikin gue jadi suka sama doyoung. diinget2 lagi agak aneh juga sih ternyata segede itu efek sebuah fanfiction ke diri sendiri.
kalo baca judul mungkin bakal langsung mikir kalo cerita ini paling ya kayak novel2 wattpad lainnya. jujur kukira setelah naik cetak bakal diubah. karena gimanapun ya judul begini tuh judul yg ‘wattpad banget’ sebenernya. tp serius deh pas udah baca ceritanya pasti bakal mikir2 ulang buat ga melanjutkan baca wkwkw soalnya seseru itu sih.
gue dari dulu suka sama tulisannya kak liliana, gue juga udah baca yang the grumpy duluan. sayangnya belum sempet baca yang lain. bahkan menurut gue tulisan kak liliana ini termasuk yang paling rapi kalau untuk ukuran fanfiction yang pakai bahasa ga baku. orang yang ga tau kayaknya pas baca ga bakal sadar kalo ini sebenernya berangkat dari fanfiction. karena serapi ituu.
ceritanya ga melulu masalah romantisme dirga-nara (malah kayaknya romantismenya selalu disampaikan secara tersirat). gue senengnya soalnya porsi tentang penelitiannya yang lumayan banyak. gue sama sekali ga pernah masuk ipa, tapi baca cerita ini gue ga bingung sumpah. soalnya author sedetail itu jelasinnya.
gue ga sabar work2 yang lain juga diterbitin kayak work ini. semangat terus kak liliana!!!
Profile Image for Rizka Surfa Ardiana.
49 reviews2 followers
April 27, 2020
Novel ini bercerita tentang Nara--seorang mahasiswi yang dipertemukan dengan Kak Dirga--salah satu dosen farmasi di kampusnya, karena Proposal Penelitian PKM.

Jujur, aku baru baca satu novel ini aja yang ngangkat tentang PKM, dan ini menarik banget!

Dari awal membaca halamannya aku sukses dibikin ketawa sama interaksi-interaksinya, makin kesini apalagi. Kak Dirga ini emang ya, disamping pinter dia kritis sama perfeksionis banget wkwk
Nara aja selalu kalah argumen sama dia 😆

Penggambaran dunia farmasi yang sangat detail benar-benar menambah wawasan aku. Apalagi disediain footnote, yang awalnya kupikir bakalan ngeribetin harus buka-buka google dulu, tapi ternyata udah dikasih penjelasannya.

Eh tapi, beberapa istilah masih ada yg aku ga ngerti sih meskipun udah dijelasin, karena aku memang ngga ngerti sama sekali dengan dunia farmasi 🙈

Lalu, yang jadi perhatianku juga perbedaan keyakinan disini yang membuat persahabatan Nara-Sisil-Dahlia bikin ngiri. Mereka saling support banget, saling memaklumi juga, istilahnya apa yah aku lupa, pokonya itu deh 😆
Persahabatan mereka ini bener-bener 👍

Terakhir, Kak Dirga sama Nara ini makin kesini kok gemesin sih. Aku suka sama mereka berdua, dan setelah penantian panjang akhirnya.... endingnya sesuai ekspektasi huhu

Aku salut banget sama sosok Kak Dirga disini. Ngga nyesel baca novel ini karena banyak hal yang bisa aku ambil sebagai pelajaran, disamping ngehibur banget 🧡

Rekomended!

Rated 4,2/5⭐
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for endang cippy.
275 reviews26 followers
December 5, 2020
Terkadang harapan bisa melambungkan mimpi.
Harapan pun bisa menghancurkan mimpi.

Nara dipertemukan dengan dosen Dirga sebagai dosen pembimbingnya atas rekomendasi dari dosen Tirta.

Pertemuan awal Nara dengan Dirga yang membuat Nara seperti kebakaran hutan.

Dirga yang sulit bercanda, kaku dan terlalu resmi. Diam-diam memperhatikan Nara.

Berbaik-baiklah dengan emosimu sendiri. 🤭
Karena semesta suka berkonspirasi untuk menyatukan keduanya. Hahaha

Aku tidak pernah merasakan bangku kuliahan. jadi tidak tahu rasanya dikejar-kejar bikin paper yang sudah mau tenggat waktu bla bla bla

Di novel ini tuh, aku baru tahu kalau bikin paper tugas atau semacamnya bisa bikin stress.
Padahal kalau di dunia kerja, masalah tenggat waktu suatu karya adalah masalah hidup mati sebuah dapur dan keluarga.

Awalnya, agak bosen juga sih dengan time line bolak balik rumah dan kampus dalam novel ini. Ehhh, lama-lama bisa menikmatinya. Jadi, berandai2 ingin mencicipi bangku kuliahan dan melihat hal-hal baru di dunia kampus.

Tapi kalau ingat umur, selarasnya otak, dunia kerja dan rumah. Rasanya energi sudah habis duluan sebelum masuk dunia kampus yang njelimettt.
Karena tujuan utama manusia masuk dunia pendidikan adalah menciptakan lapangan kerja, inovasi dan berguna untuk umat.

Nilai: 3,5/5

Baca di Gramedia Digital
Profile Image for Sanggita Luqyana.
45 reviews
July 1, 2021
Kalau dilihat dari premisnya, Dosbim ini cukup sering kita temui di cerita-cerita Wattpad lain. Yang bikin dia beda adalah the research! Atau mungkin karena penulis udah menguasai perihal dokter-dokteran ya? Karena di narasi, penulis bisa mendeskripsikan secara detail tentang istilah-istilah yang nggak awam bagi aku. Penelitian-penelitiannya juga. Secara nggak langsung, aku jadi nambah pengetahuan😁

Meskipun romansa Kak Dirga dan Nara yang jadi sorotan di dalam buku ini, aku malah sadar kalau ternyata mereka jarang gemes-gemesan. Secara tersirat aja gitu, dan juga Kak Dirga nggak begitu jelas intensinya apa godain Nara dan ngajak debat mulu. Kalau aku jadi Nara, mana sempet naksir beliau. Keburu kesel.

Daripada gemes, aku lebih ngerasain greget ke mereka. Secara, interaksi mereka ambigu banget. Kayak pengennya cepet-cepet bilang aja deh tuh Kak Dirganya, "Nar, aku suka kamu." Tapi yaaaa gitu. Butuh perjalanan panjang buat sampai ke tahap itu. Itupun Kak Dirga nggak bener-bener bilang terang-terangan.

Narasi yang terlalu panjang dan beberapa dari mereka nggak nyambung sama inti cerita, sedikit banyak bikin aku pribadi ngantuk. Bukan cuma perihal istilah penelitian, tapi juga temen-temennya Nara. Kadang mereka dijelaskan terlalu terperinci padahal nggak penting-penting amat.

Ada beberapa hal yang bikin aku kurang betah baca Dosbim:
1. Dialog pingpong
2. Dialog nggak terasa natural, termasuk ucapan Nara yang sering dipotong dan keadaan bengong beliau yang sering banget ditumpahkan ke narasi
3. Kurasa banyak telling-nya daripada showing

Kalau kamu suka baca yg slowburn dan banyak narasi deskriptif mungkin cocok. Atau kamu suka cowok tsundere? Cocok banget. Soalnya Kak Dirga tuh ... ugh tsundere akut.

Dari aku 3⭐
1 review
September 2, 2021
halo kak liliana, selamat pagi, sebelumnya mau ngucapin terimakasih dulu buat kak liliana yg udah bikin cerita keren dan mengena menurut aku. mungkin buat sebagian orang terlihat terlalu melebih lebihkan, tp jujur dari aku kalau cerita kak liliana itu keren karena relate dikehidupan, cerita kak liliana itu berasa bisa 'ngasih' gambaran, "besok aku mau ngapain nih kalau ada kejadian kek gini?" karena dicerita kak liliana gak cuma memberikan rasa "senang" tp juga bisa buat intropeksi gimana kalau misal kita besok ketemu sama orang beraneka ragam, gimana cara mengahadapi tekanan, belajar mengenai arti menunggu tp juga bertanggung jawab atas janji yg dibuat. Dari cerita kak liliana juga beneran ngasih gambaran kehidupaj kuliah, karena aku mulai baca cerita kak liliana waktu SMA, dari kak liliana juga aku tau apa itu PKM, penelitian, labolatorium dan laporan yang ternyata diperkuliahan ini harus sangat familier. Terimakasih kak liliana, sudah memberi kebahagiaan lewat tulisan tangan yang indah, best regards from me
Profile Image for Anggipptr.
42 reviews2 followers
August 19, 2020
3,5 bintang untuk novel ini.
Aku cukup suka sama karakter Dirga yang emang novelebel banget.. cool, cuek, pinter dan diem-diem perhatian.
Walau over all cerita kayak gini udah bertebaran dibelahan buku manapun tapi aku masih tetep enjoy bacanya. Sayangnya mungkin penulis membuat sedikit ‘pembelokan karakter’ disini karena jujur pas awal baca aku kira Nara itu yah kayak anak kuliah pada umunya gtu, yg lagi masa happy-happynya buat menikmati masa muda, eh tp pertengahan cerita dia tiba2 punya perinsip “nggak mau pacaran”. Yahh sedikit syok sih pas dibagian itu karena dr awal baca nggak ada singgungaj soal sifatnya ini. Terus lama kelamaan prinsip ini seolah dijadikan “materi” but konflik hub mereka. Yah walaupun aku bacanya fine2 aja tp rasanya pembahasan itu seolah dibuat terlalu terburu-buru. Akan lebih bagus aja kalau seandainya sejak awal “pembentukan karakter” udah dipoles dikit biar seimbang sama “materi” konfilnya itu.

Profile Image for Kursi Seimbang.
175 reviews22 followers
September 30, 2021
Tentunya, aku tertarik baca ini karena face claim-nya di Wattpad itu salah satu idolaku. Cukup menghibur, romansanya juga subtle. Aku sangat mengapresiasi detil yang disajikan pengarang di buku ini. Kelihatan banget kalau risetnya mendalam. Gak mungkin orang awam bisa nulis hal-hal seputar penelitian sedetil itu kalau enggak riset.

Kurang lebih 400 halaman, baca buku ini gak kerasa soalnya bahasa yang digunakan ringan banget. Ada beberapa hal yang kurang berkenan di aku seperti bagaimana tokoh utama yang selalu menekankan bahwa dia adalah seorang introver. Aku bukannya gak suka, cuma kurang nyaman aja jadinya.

Untuk hiburan, buku ini emang cocok. Soalnya gak bikin capek, lepas penat juga ngelihat romansa orang mulus banget. Kece~
1 review
September 1, 2021
Asliiiiii aku udah baca book ini di WP dari 2019 dan udah gonta-ganti akun 3× selalu nyari book ini buat dibaca ulang. Ceritanya tuh bener bener keren, tulisannya mendetail dan aku salut sih sama autornya, beliau keren bangeeeetttt. Autornya tuh nyeritain pake sudut pandang orang pertama yang bener bener ngefeel ngebuat kita sebagai pembaca tuh bisa ngerasain jadi pemainnya. Terus untuk pembaca yang awam akan dunia lab autornya kasih penjelasan beserta fotonya biar kita bisa ngerti dan itu wow bangetttt sih. Ceritanya seru asliiiii, dan yaaah thanks kak Liliana Hikari sudah bekerja keras sampai saat ini, we are proud of you!
Profile Image for Amira.
96 reviews
November 18, 2022
akhirnyaaaa setelah sekian lama… novel indo that I gave 5 stars 🌟

Awalnya takut gitu baca ini,, takut menye menye yang mana I really hate that kind of story. But turns out,, weh kok baguussss 😩🫶🏻

I really live Nara’s characters. She’s string, fierce, and then lil bit shy, smart, aghhh I adore her soooo much!!

Trus Kak Dirga?!??!! oh my daayysssss I loove him so bad!!!! asli yaa tsundere banget gilaaak! the way he treated Nara,,, the way he tried to hide his feelings 🥹 how can I can’t love him~~~~

Sumpah ya ihhhhh sukaa bangett aslii,, trus endingnya jugaa bener bener pas,, gak berlebihan, trus juga problem yang mereka punya tuh dikemas dengan baik gituuu,, pokoknya sukaaa bgt
Profile Image for Desti  NL.
31 reviews
August 1, 2021
Jujur tokoh utama perempuannya kadang nyebelin haha. Cuman aku jatuh cinta bagaimana penulis menampilkan perkembangan hubungan romansa antara kedua tokoh utama, nggak berlebihan sampai melewati batas 'sosial' dan pas aja gitu takarannya.

Aku seneng ga ada skinship atau hal picisan yang kayaknya ga sesuai etika berhubung si cowoknya dosen disini, takarannya ya pas aja. Tapi gemesnya tetep dapet, dan entah kenapa aku seneng sama cara kedua tokoh utama ini menangani perasaan mereka masing-masing.
1 review
September 3, 2021
aku baca cerita ini asli seru banget, terus bisa tau dikit-dikit gimana dunia perkuliahan yaa :') ni cerita juga ga flat gitu.. asli asik banget, baca cerita ini di sekolah juga sambil senyum-senyum sendiri kadang juga rada kesel sih di suatu scene hehehe maap yaa kak liliana. pas itu aku selalu nungguin banget cerita ini, sering aku buat status di sw hahaha.. ini salah satu cerita favorit aku :( pas liat kakak open PO waktu itu aku seneng, tapi inget duitnya udh kepake buat keperluan sekolah huhuhu🤧
semangat buat kak liliana untuk menghasilkan karya-karya yang lainnya ✊🏻
Profile Image for Khairun Nisa.
34 reviews
September 8, 2022
👧 " saya kira bergelut di dunia kesehatan bikin Kak Dirga punya pola makan yang sehat juga. Ternyata sama saja, suka makan micin micinan juga"

👨🏻‍🔬 "Kenyataannya, justru orang orang kesehatan yang kurang peduli sama kesehatan sendiri, kan? Contoh kecil, bilang sama orang untuk istirahat yang cukup, rajin olahraga, makan yang teratur. Tapi sendirinya begadang sampai pagi, makan mie instan, dan cuma tidur seharian di hari libur. Iya, nggak?"


Suka banget ama alurnya,,, gregetan sih ama ka dirga yang sering banget ngelempar kode,,,
1 review
September 2, 2021
Tau cerita ini karena dulu aku baca cerita lain punya kak lili terus kepo sama akunnya. Ceritanya ringan aku suka, gemes banget kalo liat interaksi Dirga sama Nara. Aku juga berhasil racunin temen aku sama cerita inii ahahaha, kita ngikutin updatean ceritnya pas chapternya masih dikit. Suka banget sama cerita ceritanya kak lili apalagi dosbim ini. Penasaran banget sama kelanjutan chapternyaa. Wish me luck ya kak
Wp : @/dygfthinks
1 review
September 2, 2021
Hai kak aku dari @rovskycalm. Aku udah baca buku dosbim di wattpad dan sayangnya yg episode terakhir nya udah cmn finish aja huhuhuu pdhl mau tau endingnya doy-nara gimana:))). Aku yg awalnya kepengen masuk farmasi pun jadi tau aktivitas² anak farmasi gimana, terus juga gimana susah payahnya berjuang buat ikut lomba ilmiah gitu. Karena pundi² duit udah kesetor utk almet, dan keperluan kuliah jadinya harus puasa beli buku dulu :(. Dengan GA ini semoga aku dapet deh bukunya
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 30 of 45 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.