Riva mencoba menata kembali kehidupannya yang sempat berantakan karena kehadiran Elsa. Dia kembali kuliah, bahkan mulai mengerjakan tugas akhir. Tapi kembali serentetan peristiwa aneh terjadi. Dimulai dari putusnya kontak antara Riva dan Arga yang magang di Jerman secara tiba-tiba, tewasnya kedua orangtua Riva, dan puncaknya saat dia dikejar-kejar orang yang akan membunuhnya.
Untung ada yang menyelamatkan Riva. Dan bersama penolongnya, Riva mencari tahu kenapa dia akan dibunuh. Apa ini berhubungan dengan tewasnya kedua orangtua Riva? Atau berhubungan dengan Rachel, yang setelah enam bulan menghilang masih juga menimbulkan spekulasi di antara para agen rahasia yang mengejarnya.
Riva nggak tahu bahwa dia sedang berhadapan dengan salah satu organisasi kejahatan paling tua di seluruh dunia yang sangat menginginkan kematian dirinya! Dan dia harus menghadapi itu semua tanpa bantuan orang-orang yang sangat disayanginya!
Namaku unik, terdiri atas: Luna, dan Torashyngu. Tentunya itu bukan nama asliku. nama asliku adalah (hee..hee..hee.. masih rahasia. tebak sendiri yaa...) Dalam bahasa Spanyol, Luna berarti "bulan". Sedang Torashyngu,walau kayak nama Jepang, aq produk lokal loh. Aq pilih nama Torashyngu gw doyan banget segala hal berbau Jepang, dari mulai masakan Jepang, musik, hingga dorama. Penyanyi favoritku Ayumi Hamasaki, BoA, dan sedikit Laruku. Sedang film Jepang kesukaanku : YOMIGAERI (bagi penggemar J-movie wajib nonton nih film. Ceritanya bagus banget! Touching dan romantis!), sedang dorama banyak yang aq suka, tapi paling terkesan waktu nonton LOVE GENERATION-nya Takuya Kimura dan Takako Matsu. Ceritanya berupa cerita cinta sederhana, tapi bagus banget. Beberapa ceritaku bahkan terinspirasi dari J-Movie dan dorama yang pernah aq tonton, walau aq gak bakal jiplak abis-abisan, gak kayak sinetron kita yang doyan banget ngejiplak punya orang (Udah gitu gak mau ngaku lagi...)
saya baca buku pertamanya beberapa tahun yang lalu dan dalam ingatan saya buku pertamanya bagus dan seru. tapi ketika saya membaca buku kedua dan ketiganya saya sangat kecewa. Ceritanya kayak kebanyakan novel remaja biasanya. Terlalu berbelit-belit dan terlalu banyak hal yang gak logis dan maksa.
Dialognya gak mengalir, deskripsinya kurang. Semua deskrpisi, deskripsi tempat, deskripsi perasaan tokoh. Yang paling bikin saya geleng-geleng kepala adalah ketika orang tua Riva meninggal, penjelasan tentang kesedihan dia cuma digambarkan dalam satu atau dua kalimat. Kemudian dalam sekejap dia bisa tiba-tiba merasa agak-agak suka sama Kenji. Saya gak berharap ini novel akan jadi novel yang sedih-sedih sih, tapi kurang pas aja. Saya pikir novel ini akan jadi novel sci-fic, tapi ternyata tidak.
Tapi yang saya suka cara penulis memakai sudut pandang. Sudut pandang orang ketiga serba tahunya, membuat kita menebak-nebak -ini lagi nyeritain siapa ya-.
GILAAA selama baca cuma bisa bilang "hah" sama "anjir" saking banyaknya plot twist sama kejutan2, banyak tokoh yang namanya susah dihafal, jadi bacanya kudu teliti banget. dan yang epic adalah duel lotus ft.riva vs geisha
This is the second time I read this book, which makes me remember my junior high school days. From the first time I read the Mawar Merah and D'Angel series, I knew I had fallen in love with this author who uses a unique name.
This book tells the story of Rachel Watson, who is actually a hitman by the name of Mawar Merah. The reason she became an assassin was to avenge the death of her senator father. To cover her identity, Rachel disguised herself as a student named Elsa, who attended Prastiti University with a closed personality, where she met Riva, who gave color to her teenage life.
I like Luna's writing because she always manages to develop each book's character development. The funny thing is that although each series has different differences in the Luna universe, most protagonists have similarities, such as naming themselves when talking to others. In addition, each character has a mystery behind them that makes us sometimes remember that everyone, with all their cruelty and annoyance, still has goodness in them.
From the synopsis, this book focuses on Riva, an ordinary girl who will later become a friend of Elsa, aka Rachel. Although for the size of thrillers and action adults, this book needs to be more detailed. But because it is teen-lit. I try to make myself, as a 17-year-old girl, able to like every detail so that it is really imagined in my brain. Usually, I can make the sequence of images into a movie, but this time, I see it still as an imaginative novel, which is another level of experience of reading. Especially if you remember, I read this book for the first time at 15.
This book has plot holes that shouldn't be ruled out. I wondered how Elsa came to know The Sun and how long she was taught (well, maybe it will be revealed in the next book). The FBI, CIA, and SS scenes are never shown. They only tend to focus on Interpol but don't show any form of investigation that ends up in a plot twist. Plus, the kidnapping scene of Uncle Ian being the president of the United States doesn't make sense with so many SS on guard, especially since there's a scene where the president says, there's nothing here. Well, his wife must have heard that, right, and the SS are about to spring into action. However, since this is teenlit, many things must be simplified to not be boring, and I can still enjoy it.
Kali ini, karakter utama yang diangkat dalam Metamorfosis adalah Riva. Bagaimana dengan Rachel, apa dia muncul di serial ini? Sayangnya tidak, karakter Rachel hanya menampakan dirinya sedikit. Sebagian cerita ini adalah milik Riva, tentunya. Sisi lain dari kehidupan Riva, yang diketahui oleh organisasi berbahaya di Jepang.
Aku tidak kasih detil seperti biasa. Ibunda Rachel pun sudah sadar, hanya saja beliau disembunyikan disuatu tempat dengan alasan tertentu. Ya, alasannya cukup ribet karena berkaitan dengan kematian suaminya (baca: seri Mawar Merah Mosaik) dan menghilangnya Rachel tentunya. Ternyata dibalik alasan tersebut, masih ada alasan sesungguhnya. Di seri ini, Rachel tidak terlalu muncul banyak melainkan Ibundanya yang muncul untuk menemukan anak semata wayangnya.
Lanjut, pada kehidupan Riva yang sangat tidak tertebak. Tidak disangka Riva memiliki garis keturunan Jepang yang menarik perhatian organisasi kejahatan yang ditakuti pada masanya. Riva harus merelakan waktu kuliahnya terbuang untuk menyelamatkan diri sendiri. Di serial ini, Saka pun ikut bergabung untuk menemukan saudara sepupunya. Banyak pencarian info yang dilakukan Saka mengenai organisasi kejahatan tersebut.
Gaya penulisannya masih menggunakan sudut pandang narasi. Aku sendiri sangat penasaran bagaimana kalau cerita ini dibuat dengan POV karakter masing-masing, pasti akan lebih menegangkan dan lebih seru.
Aku puas membaca novel ini. Semua yang aku baca di seri Mosaik pun tersambung disini. Karakter yang paling aku suka, adalah karakter Ibunda Rachel yaitu Mrs. Waston. Bagaimana tidak, wanita paruh baya tersebut dengan ahliannya dalam mengorek informasi—ya iyalah, Mrs Waston dulunya seorang wartawan—dengan mudahnya mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Sayangnya. cerita ini endingnya menggantung, masih banyak teka-teki yang belum terpecahkan dan munculnya karakter baru yaitu Matahari yang mungkin akan dilanjutkan di seri berikutnya. Aku sangat penasaran dengan serial berikutnya.
Apa kalian penasaran? Kalian langsung aja baca serial Mawar Merah Metamorfosis
KOMPLEKS ! . Dibandingkan buku pertamanya, kali ini pembaca akan diajak 'menghafal' banyak nama di awal. Selain munculnya tokoh-tokoh baru, pun beraneka ragam adegan berkelindan satu sama lain. Sehingga pada beberapa bab di awal, mau tidak mau kita perlu fokus memahami jika tak ingin kehilangan arah, meski ini novel teenlit, ku acungi Luna cukup fasih memaju mundurkan alur menjadi 𝑝𝑎𝑔𝑒 𝑡𝑢𝑟𝑛𝑒𝑟 bagi pembacanya 🤗👏🏻 . Seperti halnya judulnya, 𝑀𝑒𝑡𝑎𝑚𝑜𝑟𝑓𝑜𝑠𝑖𝑠, penulis mengejutkan pembaca dengan perubahan yang tak di duga pada seorang tokohnya. Riva, sahabat atau Elsa di novel pertama, justru lebih banyak berperan disini. Bahkan Rachel, sang tokoh utama, hampir tidak pernah muncul, meski berkali-kali disebut namanya oleh semua tokoh yang berada dalam cerita. . Senangnya -- kali ini, setting tempat dan suasana yang digunakan oleh Luna adalah Jepang. Bagaimana adegan 𝑎𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 yang ditampilkan, tak kalah sadisnya ketika dibumbui dengan mitos dan budaya Jepang sendiri. Tak terkecuali mengenai sejarah Yakuza, Oni dan organisasi kejahatan tertua lainnya di Jepang, dibahas bebas disini. . Aku pun dibuat dibuat menganga dengan kemampuan seorang Geisha yang spektakuler 😍 juga kelihaian organisasi Oni dalam membuat senjata-senjata untuk membunuh. Aaah ~ ini teenlit seperti bukan teenlit deh. . Dan endingnya .. nggak puas 😁 Alias, Luna berhasil menggiring pembaca untuk melanjutkan buku ketiga dengan segera, atau diam dengan segala penasaran yang mendera. . Makanya ngga heran, kalau semua bukunya berhasil diterbitkan berseri-seri, salah satu khas Luna adalah epilognya yaaaang asfdgkhl, keseeeeeel, aseliii bikin penasaran paraaaaahh ‼️ . Kamu udah pernah baca seri-nya yang mana aja? 🤗
Di metamorfosis, alasan Rachel/Elsa muncul ternyata gak se'simpel' mencari keluarga ibunya dan menuntut balas dendam atas tragedi awal titik balik kehidupannya, asal-usul Riva yang ternyata keturunan jauh Kelompok Oni jadi salah satunya, sayangnya belum dibeberkan juga detailnya di buku ini. Dan kita masih dibayangi misteri bagaimana Rachel bisa selamat dari ledakan kapal Stella. Kali ini Riva harus mengalami tragedi yang juga memulai 'metamorfosis' hidupnya, seperti Rachel. Di akhir cerita pun ada petunjuk kalau gadis yang membunuh seorang pembunuh bayaran lain itu Riva. Seruu! Tapi, selama baca serial mawar merah ini ada satu hal yang mengusikku, sisipan timeline yang menceritakan detail singkat cerita ini agak membingungkan (or its just me that dont understand, ehe).
This entire review has been hidden because of spoilers.
Awalnya Riva bisa ngelanjutin kuliah, bahkan lagi proses ngejalanin KP (magang) di sebuah stasius TV swasta di Jakarta. Tapi setelah itu, terjadilah sederetan kejadian traumatis yg Riva alamin, mulai dari ortunya meninggal, lost-contact sama Arga pacarnya sampe dikejar2 pembunuh bayaran! Menghilangnya Elsa bikin Riva harus survive ngehadapin kondisi nyeremin ini.
Konfliknya bener2 pelik, bikin gereget:( Alurnya seru seperti biasa!
sempat berhenti baca selama 3 hari karena bingung dengan konsep konfliknya (aku yang salah karna bacanya ga niat) rencananya tidak baca sampai tamat tapi langsung ingat sama prinsip "sekali baca buku harus tamat" jadi ya aku tamatin walaupun ga baca semua narasi. menuju ending aku baru jatuh cinta. ada kemungkinan bakal lanjut buku ke-tiga nya karena masih banyak benang merah yang belum terhubung.
Plot twistnya sangat-sangat kereenn... >< aksi-aksinya menegangkan, seakan aku ngeliat sendiri adegannya. Dan di buku ini agak beda dari buku sebelumnya. Di buku ini lebih banyak istilah" beladiri dan kebudayaan Jepang. Walaupun latar tempatnya selalu berganti secara acak, tapi aku bisa sedikit menemukan titik terangnya.
Di buku kedua ini, mulai bermunculan tokoh-tokoh baru. Masih sama seperti buku yang pertama, buku ini layak buat diikuti. Actionnya menarik, namun di buat bingung sama teka-teki Riva yang tiba-tiba jadi target pembunuhan.
Kalau mau ditilik detail sih ada juga kurang2nya, tapi secara keseluruhan entertaining, dgn pace cepat dan pola adegan yang mirip-mirip James Patterson.
Baca buku ini waktu SMP dan menurut aku ini buku ringan yang mastepiece banget. Suka banget sama mawar merah dan gak sabar sama setiap peegerakan si mm
akhirnya kelar juga baca serial mawar merahnya, meski nanti bakalan re-read yg seri pertama karna waktu itu pas baca pake versi e-book dan rasanya ga afdol klo ga baca versi fisik hihihi
well, this is the review, penilainnya sih standar aja--> bagus :) pas baca buku serial mawar merah selalu ngebayangin andai di film kan, pasti keren dah, MM Metamorfosis masih menceritakan ttg Rachel meski lebih bnyk ttg Riva, sang pewaris kelompok Ony sama Lotus, org yg di utus Rachel buat ngejagain Riva, adegan berantemnya keren, apalagi pas Riva sama lotus berantem ngadepin Geisha, bujug itu si Geisha hebat bingit ilmunya, sampe di tembakin ama Riva pas di asap aja ga kena, meski akhirnya kalah di tangan Kenji, dan langsung ngerasa wew Kenji ilmunya tinggi beud,, bagus lah intinya, yaa sambil ngebayangin jadi film dah, dan itu pasti keren banget, cuma ngerasa agak sedikit ga sreg krn koq ngerasa klo serial mawar merah ini mirip ama serial D'Angel yaa hm....
well keren ajalah buat serial yg ini, dan pokoknya waiting banget andai buku ini di filmkan ^_^
Sebetulnya asik bacanya, lumayan seru.. tapi terlalu banyak intrik plus hal-hal yang bertele-tele, jadi terksesan perkembangan ceritanya maksa dan ga alami. Unlike the first book, buku pertamanya rasanya mantep, alur ceritanya oke, dan lebih berasa rapi. Kalo buku yang ini alur ceritanya seolah ga diselesaikan dengan baik, karena aku sendiri jadi punya banyak pertanyaan tentang ceritanya dan agak berasa maksain supaya ceritanya bisa eksis dan lanjut ke buku berikutnya.
Terlalu banyak fakta yang muncul, gitu istilahnya. Jadi berasa kaya sinetron gituuu. lol. Tapi tetep bisa dinikmati sih, apalagi hal-hal yang berbau action-nya.. gue banget lah ;P walaupun banyak yang agak kurang masuk akal tapi kan that's what books are made for.. to be filled with impossibility! kekekekee..
Kalau yang Mozaik saya kasih lima kuntum mawar, tapi untuk Metamorfosis saya cuma bisa kasih tiga kuntum mawar merah.
Banyak tokoh baru yang bermunculan. Bukan kebetulan, karena tokoh itu juga memegang peranan yang cukup besar. Tetapi karena belum pernah disinggung di novel pertama seri mawar merah ini, semuanya terlihat seakan akan kebetulan. Dan saya kurang suka itu.
Ide cerita di novel kedua ini sangat kental dengan unsur jepang. Ninja dan segala macam sekawanannya. Juga titik fokusnya yang semula ada di Elsa, sekarang berpindah ke Riva.
Ah iya, saya juga menemukan beberapa kejanggalan yang muncul di novel kedua dan belum terjawab bahkan setelah menamatkan novelnya. Siapa tau jawabannya di seri terakhirnya. Baiklah, saya akan melanjutkan membaca! :))
Err, hampir lupa kapan membaca dan menikmatinya. Tapi yang pasti, karena sudah terlanjur membaca buku pertamanya yang beda dari buku-buku teenlit kebanyakkan yang menje-menje gimana, gitu, aku tertarik kembali dengan buku ini. Luna memang selalu nampol kalau bikin cerita fantasi yang berbasis dengan kehidupan para remaja jaman sekarang, kelihatan real, walau di beberapa sisi memang kelihatan banget ngga mungkinnya, tapi memang itu yang namanya cerita bukan? Tidak perlu dilihat sisi realnya, lihat saja kesenangan memmbacanya. Tidak perlu diambil pusing, nikmati saja alur dan masukki dunianya. XD
waaaah kak luna kok dibikin trilogi lagi sih heheh
padahal uda pnasaran banget ama klanjutannya nih tpi suka banget ama judul ke tiga cz ada Matahari-nya heheh
yaah si rachel alias elsa alias mawar merah alias double M (bnyak amat sih - - ) emang ga bnyak mncul disini tp critanya ttep aja asik dan tentu aja mndebarkan , abis action mulu sih
gw suka banget baca seri ini ama sbelumnya abisnya indonesia kaya udah maju gitu (no offense guys)dan lagi jadi tau dah soal2 FBI CIA KGB interpol Secret Service dan segala macemnya
ga sabar baca serial selanjutnya smangat ya kak Luna :)
Kalau aku baca buku ini pas SMA, mungkin aku gak bakalan ragu kasih 5 bintang. Rada kecewa sih dengan gaya penulisannya yang kebanyakan deskripsi dan banyak plot hole saking cepatnya pindah dari satu scene ke scene lainnya. Padahal seingatku Mawar Merah: Mozaik itu keren banget. Untung pinjam di iJak dan kayaknya mikir-mikir lagi deh mau beli novel ini padahal ini salah satu wishlist aku sejak jaman SMA.
4 stars to this novel haha. karyanya kak Luna ini selalu bikin deg2an dan amazing. mawar merah metamorfosis ini berhasil ngebuat aku ingin bisa beladiri seperti riva dan rachel hehe. disini ternyata bukan hanya cowok yang jadi superhero tapi seorang cewek pun juga bisa haha. ahh pokoknya begitulah kesanku untuk novel ini.
Masih sama, melanjutkan seri novel pertama dengan membawa unsur action. Justru level action di novel ini lebih terlihat dibanding novel sebelumnya. Serasa nonton film laga. Sayangnya, ada beberapa bagian yang terlalu bertele-tele atau terlalu lama.
Masih seru untuk dibaca dan masih tetap penasaran untuk lanjut ke novel seri terakhir.
Seri kedua Mawar Merah : Mosaik \m/ lanjutan kisah rachel dkk, di novel kedua ini agak sedikit berat ceritanya dan terkadang maksa . walaupun engingeng tetap aja seru untuk dibaca apa lagi di ending dan seri ketiga bakalan ada pembunuh bayaran baru yg dijuluki matahari, ya meski ketebak sih itu pasti Riva .
Nggak bisa berkata-kata terlalu banyak sih untuk Mawar Merag Metamorfosis ini. Saat saya sedang membaca buku ini, mungkin saya agak ikut terbawa suasana. Walaupun just a lil bit. Terkadang saya mikir bahwa kok ini buku agak membosankan, yah? Tapi overall, it is not bad kok. Banyak pengetahuan juga buat yang belum tahu.
Anyway, saya suka nama Universitas Pratista yang disematkan Luna di buku ini.
Idenya sih nggak buruk (walaupun saya harus terus menerus menahan diri untuk nggak membandingkannya dengan Young Gun Carnaval), tapi seperti biasa, pengarangnya sepertinya kurang paham akan tata cara kaiwa Jepang.
bukunya keren. fantasinya menarik. jadi berasa pengen latihan beladiri juga haha kak luna kalau ngarang tentang fantasi-fantasi keren. ditunggu buku-buku selanjutnya yg mirip-mirip sama ini novel ya kak hehe. 10 thumbs for mawar merah series :D