Jump to ratings and reviews
Rate this book

Laskar Pelangi: The Phenomenon

Rate this book
Kisah Ikal dan kawan-kawannya yang diceritakan dengan apik oleh Andrea Hirata dalam tetralogi Laskar Pelangi menginspirasi jutaan orang.
- Sekian orang yang mengabdikan diri pada profesi tertentu tanpa pamrih mendadak mendapat energi baru.
- Sejumlah pemuda yang selalu resah tiba-tiba mendapat kekuatan batin baru untuk bangkit dari mental cengeng.
- Kalangan marginal, mendapat suntikan kepercayaan diri baru yang menyalak-nyalak.
- Orangtua jadi punya cara menuruti anak-anaknya.
- Pasangan muda jadi punya bahasa untuk mengungkapkan cinta.
- Gubernur, bupati, walikota, jadi punya inovasi baru untuk memompa stamina warga yang lesu.

Situasi inilah yang disebut fenomena Laskar Pelangi. Tetralogi karya Andrea Hirata ini telah mengalami multi level marketing spirit. Semangat pantang menyerah telah bergulir efektif dari mulut ke mulut. Dan, buku ini akan memotret efek berantai ledakan inspirasi itu. Dengan harapan, kehadiran buku ini bisa menjadi mata rantai baru dari jejaring semangat yang telah ditebar tetralogi Laskar Pelangi.

263 pages, Paperback

First published January 1, 2008

4 people are currently reading
34 people want to read

About the author

Asrori S. Karni

2 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (13%)
4 stars
18 (20%)
3 stars
47 (52%)
2 stars
11 (12%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Profile Image for htanzil.
379 reviews150 followers
April 25, 2009
Laskar Pelangi memang fenomenal. Kisah memoar Ikal dan kawan-kawannya mengejar mimpi ternyata diapresiasi dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Selain fenomenal dari segi penjualannya yang telah mendekati angka 1 juta esklempar, ternyata tetralogi ini tak hanya manjadi buku yang menghibur secara sastrawi namun juga mampu menginspirasi jutaan pembacanya.

Sejauh mana tetralogi laskar pelangi menginspirasi pembacanya? Jawabannya dapat kita peroleh di buku Laskar Pelangi : The Phenomenon yang ditulis oleh Asrori S. Karni, jurnalis peraih Mochtar Lubis Award 2008. Naluri jurnalistiknya yang terasah dan ketekunannya dalam menyelisik pengaruh buku Laksar pelangi terhadap pembacanya membuat Asrori berkesimpulan bahwa ledakan inspirasi tetralogi laskar pelangi telah menghasilkan multi level marketing spririt. Spirit pantang menyerah yang bergulir dari mulut kemulut. Karenanya menurut penturan Asrori, buku ini memotret efek berantai dari ledakan isnpirasi itu

Di buku ini, Asrori secata menarik menampilkan kisah-kisah nyata di berbagai bidang dan di berbagai daerah tentang spirit baru yang tumbuh karena efek fenomena Laskar Pelangi. Di lembar pertama buku ini, Asrori mengisahkan ketika sembilan mobil yang ditumpangi para pengusaha Tionghoa Jakarta yang berasal Belitong melaju beriringan memasuki Desa Gantung, Belitong Timur, tempat dulu Ikal dan kawan-kawan bersekolah. Mereka terpanggil untuk menengok kampung halaman mereka setelah membaca Laskar Pelangi sekaligus membawa bingkisan senilai Rp. 20 juta untuk diserahkan pada Lintang

Lalu ada kisah Maisaroh, seorang guru honorer di SDN I Pamijahan Cirebon. Ketika melihat tayangan laskar pelangi di Metro TV ia langsung tergerak untuk mencari novelnya. Ia mengirim email ke website Kick Andy minta dikirimi buku itu. Namun karena tak ada jawaban ia pun membelinya. Karena tak cukup uang ia menjual kebayanya untuk memperoleh novel itu.

Setelah memperoleh bukunya Maisaroh segera membaca habis bukunya. Dan sejak itu bukunya tak pernah menetap lagi dirumahnya, dipinjam bergantian antar teman. Maisaroh juga menyerap ilmu dan semangat Bu Muslimah dalam mendidik anak-anak laskar pelangi, maka jadilah Maisaroh seperti Bu Mus yang dekat dengan anak-anak didiknya dan menjadi guru favorit karena gaya mengajarnya yang menarik dan membangkitkan semangat.

Lalu ada pula seorang wanita yang menjadikan tanda tangan Andrea Hirata sebagai mahar pernikahannya. Seorang gadis di Pontianak juga terkena imbas daya tarik sosok ibu Muslimah dan daya juang Lintang menembus belantara Belitong untuk bersekolah. Dengan alasan untuk riset skripsinya ia seorang diri menembus pedalaman Belitong untuk menemui Bu Muslimah. Perjalanannya sendiri penuh warna dan tantangan sehingga perlu satu bab tersendiri untuk mengisahkan perjalanan gadis Pontianak ini.

Novel Laskar pelangi juga mampu menggerakkan Bupati Sumbawa, Jamaluddin Malik untuk berusaha mendatangkan Andrea Hirata untuk membakar semangat dan merangsang kreativitas ratusan siswa SMP- SMU di daerahnya. Untuk itu melalui dana APBD dan sumbangan dari para orang tua murid, pemda setempat rela mengeluarkan uang 50 juta untuk honor Andrea diluar biaya akomodasi dan transprotasi. Dan ini mungkin rekor honor tertinggi bagi pembicara sastra di Indonesia.

Selain kisah-kisah unik dan mengharukan dari para pembaca laskar pelangi yang terinspirasi oleh novel tersebut, buku ini juga mencatat bagaimana proses kreatif Andrea Hirata dalam membuat laskar pelangi.

Ternyata sebelum menulis novelnya Andrea beberapa kali datang ke Belitong untuk riset novelnya sekaligus menyegarkan memori masa kecilnya. Bahkan menurut penuturan Kucai (Husaini Rasyid), ketika di Belitong Andrea beberapa kali melakukan aksi ‘gila’ seperti pergi ke kuburan untuk merasakan ketakutan akan hantu, pergi ke desa Gantung dengan motor yang hanya diisi bensin setengahnya, dll. Hal itu dilakukannya untuk lebih menjiwai isi tulisannya kelak. Karenanya tak heran laskar pelangi menjadi demikian deskriptif dan hidup dimata pembacanya.

Masih banyak hal menarik lainnya dibahas dalam buku ini, misalnya kisah bagaimana awalnya naskah laskar pelangi tidak dipedulikan bahkan hampir dibuang oleh penerbitnya ke tong sampah, lalu kiat Andrea untuk membuat tulisan yang memikat, soal honor, royatli, dan lain-lain.

Yang menarik, buku ini juga membahas mengenai tema pendidikan yang juga merupakan tema utama dari novel Laskar Pelangi. Asrori membahas bahwa apa yang dilakukan Bu Muslimah di tahun 70-an adalah apa yang kini dinamakan sebagai konsep pendidikan inklusi dan multiple intelegence. Hal yang mengagetkan karena konsep ini baru dideklarasikan sebagai komitmen internasional pada tahun 1990-an. Di Indonesia sendiri konsep ini baru dirancang di tahun 2000-an tapi Bu Muslimah telah menerapkannya dalam bentuk yang alami, original, dan sederhana sejak tahun 1970-an.

Buku yang dikemas dengan menarik dan atraktif serta dilengkapi dengan foto-foto yang berkaitan dengan novel laskar pelangi termasuk foto-foto saat syuting film laskar pelangi ini memang buku yang menarik dan memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi.

Asrori tampaknya piawai dalam menemukan dan menggali informasi mengenai korban-korban yang terkena sindrom laskar pelangi dan menyajikannnya dalam tulisan jurnalistik yang enak dibaca, informatif, memberi inspirasi, dan mampu melibatkan emosi pembacanya sehingga pembacanya betah melahap buku ini hingga tuntas dalam sekali baca. Sayangnya Asrori agak berpanjang-panjang di bab “Melayu Pemalas: Mitos atau Realitas”, dimana penulis secara panjang lebar membahas ceramah Muhtar Lubis mengenai karakteristik manusia Indonesia. Bagi saya bagian ini terasa terlalu melebar dari tema utama buku ini dan merupakan bagian yang paling membosankan di buku ini.

Akhir kata kehadiran buku ini turut memperkaya khazanah perbukuan kita. Jika dicermati tampaknya di tanah air masih jarang buku yang membahas isi dari sebuah buku. Memang buku ini bukan buku yang mengulas laskar pelangi secara sastrawi, namun setidaknya buku ini semakin mengukuhkan kekuatan dari sebuah buku, bagaimana sebuah buku dapat menginspirasi pembacanya dalam banyak hal. Dan juga seperti yang diharapkan penulisnya, semoga buku ini dapat menggerakkan simpul-simpul inspirasi baru dan menjadi mata rantai baru dari jejaring semangat yang telah ditebar oleh tetralogi Laskar Pelangi.

Hernadi Tanzil
Book Blogger & Book Reveiwer
Profile Image for Juliattae.
65 reviews17 followers
July 18, 2017
Saya haus dan rindu segala hal tentang Andrea Hirata, setelah selesai membaca buku ini rindunya justru makin parah.
Buku ini mengulas banyak hal selama Laskar Pelangi menjadi novel yg fenomenal, dimulai dari hal yg membuat Andrea terinspirasi menulis karya pertamanya. Ada banyak hal baru yg akhirnya saya ketahui tentang Andrea, salah satunya adalah beliau belum pernah menulis sastra sebelum Laskar Pelangi yg justru langsung menjadi best seller. Untuk buku yg tebalnya 262 halaman ini sayangnya tidak sesuai ekspektasi, karena awalnya saya kira buku ini semuanya tentang Laskar Pelangi dan Andrea Hirata tapi malah ada beberapa hal yg menurut saya tidak sesuai, yg mungkin maksud penulis sendiri adalah mengaitkan hal-hal yg terjadi di Indonesia dengan buku Laskar Pelangi.
Profile Image for Haryadi Yansyah.
Author 14 books64 followers
June 6, 2009

Buku ini ‘diniatkan’ untuk ngebahas hal-hal yang belum terkuak dari kesuksesan tetralogi Laskar Pelangi. Misalnya saja, kenapa buku ini bisa sebegitu menyihirnya. Apa rahasianya? Apakah pure karena bukunya buaaaguuusss buaangget, atau ada faktor-faktor lain dibalik itu?

Secara tersirat, penulis buku ini, mengungkapkan Laskar Pelangi bisa sedemikian suksesnya karena ditayangin di acara Kick Andy . Buku ini sendiri sebetulnya kurang begitu dilirik ketika pertama kali terbit. Baru setelah kisah-kisah mengharukan ’dijual’ dalam acara Kick Andy, boominglah Laskar Pelangi.

Rada membosankan menurutku. Sebagai buku yang (seharusnya) mengupas segala sesuatu mengenai Laskar Pelangi, banyak hal-hal yang dibahas keluar dari konteks awalnya. Memang sih, masih membahas mengenai pendidikan, ini-itu. Tapi, menurutku nih ya... tulisan-tulisan semacam itu salah tempat kalau dimasukkan di buku ini. Orang membeli buku ini bukan karena pingin baca hal-hal seperti itu. Terlebih dibahas dengan porsi lumayan banyak. Jadi seperti kumpulan esai. Tulisan-tulisannyapun (kayanya) bisa dibaca gratis di internet.

Tapi, semua informasi mengenai Laskar Pelangi masih menarik untuk disimak. Misalnya saja, mengapa honor bersih Andrea bisa sampe 50 jeti sekali ngomong (dengan durasi satu setengah jam). Lucunya, ketika Telkom (tempat Andrea bekerja) mengundangnya bicara, Andrea masih mengenakan tarif ’langit’ itu. Kenapa? Baca sendiri ya, biar esensi buku ini gak terlalu abis aku bocorin. Hihi.

Dibeberapa bagian buku, terselip ruang kosong berisi untaian penting. Tapi sayangnya, itu terjadi secara berulang-ulang. Foto yang ditampilkan juga rada nggak nyambung. Mana kebanyakan sama pula. :(

Bagian paling seru adalah ketika ada penggemar yang berburu tanda tangan Andrea untuk mahar pernikahan. Ada juga cerita Rita, muslimah asal Pontianak yang nekat nyebrangin lautan agar bisa menginjakkan kaki di Belitong. Dia bahkan selama dua minggu menginap di rumah Bu Muslimah. Tidur sekamar dengan Bu Muslimah. Kereeeeen! Salut sama keberaniannya (bayangin, sendirian dan dengan budget terbatas. Ckckck)

Mundur maju untuk memberi skor buku ini. Kalo baca cerita-cerita yang seru pingin kasih 4 bintang. Tapi kalo dipres, cerita-cerita yang bisa aku nikmati tidak lebih dari 30% dari jumlah halaman buku ini. Jadilah 3 bintang saja. Hihi.
Profile Image for hana fitriani.
139 reviews3 followers
June 29, 2022
Inspirasi Kunci :
Berterima kasih pada guru adalah bagian ungkapan syukur pada Tuhan, atas anugerah ilmu. Bila pandai bersyukur, Tuhan akan menambah rezeki. Perlakuan diskriminatif, bila disikapi secara positif, dapat menjadi pemacu tekad untuk maju dan unggul. Jangan takut bermimpi. Lagi pula, mimpi itu gratis. Bermimpilah setinggi langit. Dengan mimpi tinggi. Anda tak pernah pesimis melangkah. Untuk menghasilkan karya bermutu, diperlukan persiapan total dan riset optimal.

Menulis idealnya adalah suara hati, bukan sekadar obsesi berburu royalti. Tulisan bermutu adalah yang mampu menggerakkan simpul otak dan membuka banyak aspek pemaknaan. Memperluas bacaan adalah kunci sukses menyusun buku bergizi tinggi.

Cinta ilmu dan pendidikan bisa mengalahkan materi dan status formal. Properti paling dicintai pun bisa dijual untuk berburu wawasan baru. Pengabdian sepenuh hati, meski dijalani dengan keprihatinan, tak akan sia-sia, dan mendatangkan kebahagiaan tak disangka-sangka di kemudian hari.

Cinta kasih membuat Bu Muslimah menjadi Howard Gardner sekian puluh tahun sebelum Gardner menelorkan teorinya: multiple intelligences. Setiap anak punya dimensi kecerdasannya sendiri-sendiri. Semua jenis kecerdasan harus dirangsang agar berkembang alamiah. Sesuai kapasitas otak, bakat, emosi, dan mental anak. Tak ada anak bodoh dan nakal. Kenakalan murid tidak dilihat secara buruk. Itu hanyalah ekspresi anak mengajari gurunya, "Bila mau membuat saya pintar, beginilah caranya."

Sastra mampu menstimulasi benih asmara dan kemauan kuat mencapai target. Karya Andrea bukan hanya mengesankan bagi calon pasangan, tapi juga dirasa aman dan berguna bagi calon anak-anak mereka kelak.

Nyali yang kuat bisa merealisasikan berbagai obsesi. Dengan kepercayaan diri, Anda bisa melakukan apa yang orang lain sangsikan. Aksi petualangan bukan monopoli laki-laki. Di tiap tempat baru, kita bisa menemukan sahabat sebaik keluarga sendiri, asal kita bisa tahu diri dan pandai membawa diri.

"Saya selalu terobsesi sama pendidikan. Bagaimana merantau ke Jawa untuk sekolah. Bagaimana naik perahu ke sana. Tantangan itu tiap hari menggairahkan saya." - Andrea Hirata
Profile Image for Meinar.
48 reviews4 followers
November 6, 2008
Awalnya saya kira buku ini hanya sekedar kumpulan cerita-cerita di balik pembuatan LP dan wawancara dengan Andrea Hirata. Ternyata setelah saya baca, lebih dari itu. Buku ini bukan hanya memotret fenomena yang timbul dari meledaknya LP, tetapi juga memuat analisis dan tulisan yang menarik tentang kondisi pendidikan di Indonesia. Plusnya lagi, buku ini juga banyak membagi pengalaman orang-orang yang menularkan motivasi bagi pembacanya.
63 reviews4 followers
December 9, 2013
Efek luar biasa dari sebuah karya sastra luar biasa sang penulis, Andrea Hirata. Koleksi cerita-cerita yang amat menarik yang diinspirasi Novel fenomenal laskar pelangi. Orang boleh saja berdebat apapun tentang novel ini, yang terpenting bagi saya adalah bagaimana suatu karya tersebut bisa menginspirasi orang-orang dan membawa manfaat padanya.
Profile Image for Rahmadiyanti.
Author 15 books176 followers
November 26, 2008
Mengulik fenomena-fenomena yang melingkupi hebohnya buku Laskar Pelangi. Dari haru-biru para pembacanya hingga ulasan mengenai honor Andrea sebagai pembicara yang mencapai 50 juta! Menarik, meski kurang dalem di beberapa bagian.
Profile Image for Froooozy.
16 reviews1 follower
January 8, 2009
buku yang cukup bagus, menceritakan tentang buku laskar pelangi yang fenomenal.
Profile Image for Rinie.
10 reviews
January 22, 2009
di dalam buku ini saya senang membaca uraian penulis yg berhubungan dengan pendidikan dan pendidik..
Profile Image for `Aqilah.
3 reviews1 follower
Read
July 13, 2010
The strength of Bu Muslimah and Pak Harfan,and also how much Andrea appreciate his teachers.
Profile Image for Khryt Mohamad.
5 reviews
Read
August 17, 2013
Karya ini jujur memaksa hati untuk mencintai pendidikan. Dan, paksaan itu adalah paksaan yang akan kau terima secara sukarela.
Profile Image for F. F. Laily.
34 reviews10 followers
December 24, 2017
Buku yang sangat layak dibaca untuk para pengagum kisah "Laskar Pelangi" dan kisah dibalik penulisannya. Dalam buku ini, kita dapat berkenalan lebih dekat dengan ibu guru Muslimah, seorang Cut Nyak Dien bagi Andrea Hirata. Tidak sekedar berkenalan, kita dapat pula menyelami pikiran bu Mus yang baginya mengajar tidak dilihat dari seberapa genius gurunya, melainkan dari seberapa ikhlas dia mendidik murid-muridnya. Satu kata yang mudah diucapkan namun belum tentu dimiliki semua orang.

Ada kutipan menarik dari buku ini yang sangat menyentuh hati saya ketika ibu Mus diwawancarai tentang pandangannya mengajar siswa berkebutuhan khusus seperti tokoh Harun dalam buku "Laskar Pelangi". Ibu Mus berkata, "Setiap anak harus mengenyam pendidikan."
.
Bagi ibu Mus, tidak ada anak yang nakal, tidak ada anak yang bodoh dalam arti negatif. Mereka hanya anak-anak yang memilki kecerdasan yang berbeda-beda atau dalam istilah teori pendidikan disebut "Multiple Intelligence" yang dikembangkan oleh Thomas Armstrong dan Howard Gardner.
.
Menurut Gardner, setiap kita memiliki satu atau lebih dari delapan macam kecerdasan yang ada menurut teorinya, yaitu kecerdasan Linguistik, Matematis-Logis, Spasial, Fisikal-Kinestetik, Musikal, Interpersonal, Intrapersonal, dan Naturalis.

Dilanjutkan oleh Armstrong bahwa, "Anak yang kalau kita mengajar dia ngomong terus, berarti anak yang kecerdasan verbal-linguistiknya tinggi. Anak yang kalau kita mengajar lari-lari terus, juga bukan anak nakal, tapi anak yang kecerdasan fisikal-kinestetiknya tinggi. Anak yang kalau kita mengajar dia tidak mendengarkan, melamun terus, itu kecerdasan interpersonalnya tinggi."
.
Dan ibu guru Muslimah sudah menerapkan teori tersebut puluhan tahun di Belitong sebelum Howard Gardner mengembangkannya di Amerika.


P.S: Buku ini diterbitkan tahun 2008 dan saya baru membacanya diakhir 2017 meski sudah ada di rak buku sejak 2012. Semoga tidak ada kata terlambat untuk belajar. Terima kasih Andrea Hirata telah mengenalkan saya pada ibu guru Muslimah, serta Asrori S. Karni karena membuatnya lebih dekat.
Displaying 1 - 13 of 13 reviews