Jump to ratings and reviews
Rate this book

Buku Anti Malas dan Suka Menunda

Rate this book
Pernahkah kamu merasa sudah berjuang keras tetapi masih dianggap malas? Ada yang menghakimi kamu malas karena mendapat nilai jelek, padahal kamu sudah berlajar mati-matian. Ada yang menghakimi kamu malas karena target kerja tidak tercapai, padahal kamu sudah berhari-hari lembur untuk menyelesaikannya. Atau, kamu memang lebih suka rebahan? Nah, sebenarnya apakah kamu memang benar malas, atau ada hal lain yang membuatmu terlihat malas? Coba cari tahu melalui buku ini dan temukan solusinya. Karena sesungguhnya, ada kemalasan yang disebabkan oleh masalah emosi, sehingga perlu dicari tahu akar permasalahannya untuk membasmi rasa malas tersebut.

250 pages, Paperback

Published February 24, 2020

45 people are currently reading
196 people want to read

About the author

Choi Myung Gi

1 book1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
32 (40%)
4 stars
26 (32%)
3 stars
17 (21%)
2 stars
4 (5%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 20 of 20 reviews
Profile Image for grace.
163 reviews6 followers
April 4, 2022
⭐: 5/5

ini buku self improvement yang bagus banget! bahasanya enggak berat, cocok buat anak remaja sepertiku. pembahasannya juga enggak belibet, jadi bisa langsung masuk ke otak. ada satu poin plus yang bikin aku suka banget sama buku ini. si penulis sering ngasih contoh kejadian yang berkaitan dengan pembahasan. jadi bukan cuma "ngomong" doang, tapi juga ada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Profile Image for Descartesius.
58 reviews1 follower
December 31, 2023
Buku berjudul Antimalas dan Suka Menunda ini ditulis sama si paling ahli guys, psikiater dari Korea Selatan, namanya Choi Myung-Gi (Jadi kalian nggak usah khawatir-khawatir lagi deh sama keakuratan buku ini). Isinya berbobot dan bobotnya berisi, ahayy. Penjelasan mudah dipahami walau pas aku ngantuk aku sering banget nge-lag. Seperti biasa, aku selalu take a note poin-poin yang harus digarisbawahi. Banyak kata-kata bagus dan buku ini nggak cuma fokus ke kemalasan diri sendiri aja tapi juga interaksi dengan sekitar.

Buku ini sangat-sangat realistis, nggak pake kalimat-kalimat motivatif kayak "kamu pasti bisa, akhir yang cerah sedang menunggumu" yang mana sering bikin aku dan pembaca lain terlena, tapi lebih kepada tips-tips dan tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasi kemalasan yang mendarah daging, disertai dengan penjelasan dasar dan alasan-alasan tertentu yang biasanya mendominasi suatu sifat malas. Buku ini juga ternyata membahas hal-hal berbau psikologi, karena memang seperti yang telah dijelaskan penulis sebelumnya bahwa kemalasan selalu erat banget kaitannya sama kepribadian kita, baik bawaan mau pun ciptaan.

Terdapat kesimpulan/insight di akhir setiap bab, yang amat memudahkan pembaca (yang mana sangat aku sukai, karena kebanyakan buku self-improvement masih belum punya kesimpulan kayak gini).
Beberapa pembahasan atau data udah pernah aku baca dari buku self-improvement lain, jadinya membaca buku ini serasa lagi review apa yang aku udah baca sebelumnya.
Aku rasa kelemahan dari buku ini adalah konsep dari tips-tipsnya yang terlalu umum, kurang ada contoh dalam kehidupan sehari-hari, jadi agak rumit untuk diaplikasikan. Tapi bacanya seru karena tiap bab aku jadi refleksi diri.

Buku ini bisa dibilang sangat membantu pembacanya dalam menghilangkan rasa malas, asalkan pembacanya juga punya kesadaran dari internal untuk berubah. Karena untuk merubah diri sendiri, juga harus dimulai dari sesuatu yang ada dalam diri sendiri.
Profile Image for Tsunn.
235 reviews5 followers
April 22, 2024
Jujur gua dengan sangat percaya diri bisa bilanh kalau buku ini adalah best buy gua sejauh ini. Buku ini bisa jadi panduan untuk lebih memahami kemalasan kita, jangan-jangan sebenarnya kita bukan malas tapi cuma ngerasa cemas memikirkan hasil yang nanti enggak sesuai sama espektasi kita? Hal ini yang akhirnya malah bikin kita ragu dan menunda-nunda kita buat melakukan sesuatu.

Di sini kita diajak mengenali diri kita lebih jauh tentang penyebab-penyebab kenapa kita enggan banget melakukan sesuatu. Setelah baca buku ini, gua percaya kalau kemalasan bisa kita atasi kalau kita bisa mengenal diri kita lebih jauh lagi.
Profile Image for Nanadhoi.
438 reviews45 followers
October 7, 2023
Rating sebenar : 4.4/5.0 ⭐️

Saya suka dengan huraian penulis dalam menjelaskan mengapa seseorang itu bersikap malas dan bagaimana atau apakah langkah-langkah yang boleh diambil untuk mengatasi sikap malas. Contoh-contoh situasi juga mudah ditangkap dan relatable. Cuma saya menghadapi sedikit masalah apabila sampai di bahagian pertengahan buku, mungkin saat itu bab-bab atau huraian di tengah buku agak sedikit membosankan pada saya atau tidak begitu relatable bagi saya. Namun bab-bab akhir berjaya menarik minat saya semula untuk menghabiskan bacaan.
Profile Image for Nina Majasari.
136 reviews1 follower
September 16, 2024
Baca buku ini dengan harapan saya lebih rajin dalam segala hal. Awalnya saya pikir buku ini ngasih tips supaya tidak menunda-nunda.

Ternyata lebih bagus dari itu. Buku ini mengajarkan kita untuk menggali lebih dalam penyebab dan akarnya mengapa ada saatnya kita malas.

Malas itu macem-macem. Nggak hanya malas mengerjakan sesuatu, jenis malas yang lain seperti malas bertemu orang, malas ngomong, bahkan yang paling ekstrem, udah malas hidup.

Ciri pasti orang malas adalah rata-rata memiliki kamar yang berantakan, mereka tidak berbenah dan suka menumpuk barang seenaknya.

Seperti timbunan barang, ketika muncul masalah, mereka membiarkan masalah itu berlarut-larut sampai menumpuk dan jadi benang kusut.

Yang mengejutkan dan sepertinya bener banget adalah kalimat yang menyatakan bahwa kebanyakan seorang ibu menciptakan anaknya menjadi pemalas

Yup, tepat sekali. Ibu yang gemar menyuruh anaknya mengerjakan rumah tangga setiap saat akan menciptakan anak yang pemalas, bukan anak rajin.

Hah? Kok bisa?

Jadi gini, saat disuruh si anak sengaja menundanya karena tahu bahwa ibunya pasti akan menyuruh mengerjakan hal lain bila ia berhasil menyelesaikan tepat waktu apa yang diperintahkan ibunya itu.

Dari sudut pandang sang ibu, ia jengkel karena mengira anaknya pemalas. Namun dari sudut pandang si anak, hal tersebut adalah reaksi yang wajar dan logis.

Kebiasaan anak menunda saat disuruh akan jadi kebiasaan saat dewasa dan bekerja. Ketika diberi tugas, mereka tidak segera mengerjakan, namun sengaja menunda-nunda, karena yaa dalam benak mereka, ntar kalau udah kelar pasti dikasih kerjaan lagi.

Bener apa benerr?

Trus apalagi ya? Oh ya, kadang yang bikin malas itu karena merasa sulit mengerjakannya dan pengen udahan.

Kalau punya target berat badan turun 5 kg, lalu setelah diet dan olahraga ternyata udah turun 3 kg, pasti makin semangat.

Tapi kalau setelah diet dan olahraga cuma turun 1 kg, untuk ngelanjutin pasti jadi males dan nggak semangat lagi.

Inti akar dari segala bentuk kemalasan sebetulnya cuma satu, karena kehilangan tujuan.

Pada hakikatnya bila sebuah tujuan menghilang, akan muncul tujuan berikutnya. Nah, kalau belum nemu tujuan baru, ya udah pasti malas dong. Jadi kalau merasa malas, cari akar masalahnya ke dalam diri.

Bintang 5/5



Profile Image for Fanandi Ratriansyah.
48 reviews3 followers
December 29, 2020
Sebagai buku self-improvement yang ditujukan untuk generasi muda, buku ini dibawakan dengan bahasa ringan dan tidak berbelit-belit.

Buku ini berusaha menunjukkan akar kemalasan yang kita miliki. Kemalasan tidak tiba-tiba muncul begitu saja, pasti ada penyebabnya baik internal maupun eksternal.

Seperti yang sudah Penulis duga ketika membeli buku ini, pembahasan yang ada di dalamnya bisa dianggap enteng-enteng saja. Bahkan Penulis sempat berhenti beberapa saat karena merasa bosan dengan buku ini.

Apakah Penulis menjadi tidak malas setelah membaca buku ini? Tentu tidak, rasa malas dan kebiasaan buruk suka menunda masih Penulis miliki hingga sekarang.

Walaupun begitu, setidaknya Penulis jadi mengetahui beberapa penyebab kemalasan. Jika rasa malas muncul, Penulis akan berusaha mengatasinya dengan beberapa tips yang ada di buku ini.

Membaca buku ini, yang terpenting adalah praktiknya. Semua buku self-improvement akan menjadi percuma jika tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Selengkapnya: https://whathefan.com/buku/setelah-me...
Profile Image for Khonsa Kholila.
37 reviews
February 26, 2023
Awalnya aku baca buku ini karna gemes banget sama orang-orang di sekitar aku yang pada suka nunda kerjaan, aku pengen tau apa sih yang bikin mereka jadi suka nunda dan males.

Dann, di buku ini dijabarin dong beberapa penyebab kenapa orang bisa jadi suka nunda, salah satunya adalah tidak bisa membuat prioritas. Lewat buku ini aku akhirnya paham dan tau gimana cara-cara mengurangi menunda dan malas.

Aku suka banget baca buku ini, meskipun kalo diliat dari progress baca nya memang keliatan agak lama, soalnya aku baca-baca ulang bukunya supaya bener-bener memahami isinya.

Bahasa terjemahannya ringan dan mudah dipahami tapi ada juga bagian-bagian yang mungkin agak kurang kita pahami konteks situasinya, soalnya penulis nya dari Korea Selatan, selain itu lainnya bisa dipahami dengan gampang kok.
2 reviews
August 27, 2025
Buku ini menjarkan saya bahwa, kemalasan muncul dari banyak faktor, dari psikologi, kesehatan, dan yang lainnya. ada banyak hal yang sangat relate dengan kehidupan saya di buku ini. seperti masalah penundaan pekerjaan dari atasan, akibat perasaan yang kurang cocok, sehingga muncul rasa malas.

Faktor malas yang dibahas cukup banyak, dan pemilihan bahasannya mudah dimengerti. tingkah laku, serta bagaimana cara bergaul juga sangat mempengaruhi. Ada hal - hal kecil yang dibahas di buku ini, seperti orang lain yang akan menjudge bahwa orang diam itu pemalas, tetapi dibuku ini dijabarkan bagaimana hal tersebut terjadi sehingga munculnya sifat kontradiksi, yang orang lain sebut malas.
Profile Image for Suci Noorjannah Novianti.
174 reviews3 followers
October 27, 2022
Ringan tapi isinya berbobot banget, cocok rasanya untukku yang memiliki berbagai macam kegiatan namun seringkali merasa mager untuk menyelesaikannya. Dari buku ini aku jadi lebih bisa mengklasifikasikan rasa malasku, penyebabnya, risiko, serta cara memitigasinya. I think, after finished this book, I can organized my laziness better and properly than before, I wish, hehehe. Buku ini juga sebagai salah satu buku pembuka jalan untukku supaya bisa lebih banyak lagi membaca buku nonfiksi, khususnya untuk pengembangan diri.
18 reviews1 follower
May 25, 2024
Penjelasan yang menarik di buku ini mengenai rasa malas dan kebiasaan menunda serta bagaimana cara untuk menemukan solusi agar mengembalikan perasaan positif, mengatur kendali emosi diri dengan baik, menghilangkan ketidakefisienan, menjadi optimis. Semakin banyak perasaan positif yang dikembangkan membuat rasa malas akan hilang dengan sendirinya.Terdapat motivasi2 yang dipaparkan untuk bergerak melawan rasa malas dan menunda pekerjaan seperti contohnya dengan membatasi diri bermain sosmed, menyelesaikan apa yang sudah dimulai, serta perasaan dan mindset yang perlu diperbaiki.
Bahasa ringan dan mudah dimengerti juga jadi salah satu hal yang menarik dalam buku ini.
Profile Image for Tegar Nawawy.
5 reviews
March 10, 2021
Sebelum baca buku saya biasanya mencari tau ttg penulisnya. Susah menemukan ttg penulis buku ini Choi Myung Gi. Anw bukunya ditulis dengan bahasa yg ringan dan mudah dimengerti serta ada ilustrasi2 ringan sehingga ga bosan. Di bagian-bagian awal buku terasa wow sangat informatif dari sisi psikologis ttg kemalasan tapi makin jauh kebelakang informasi yg didapat terasa berulang dan normatif, tapi ttp menyenangkan bacanya.
Profile Image for Fathya.
9 reviews20 followers
November 23, 2021
Buku non-fiksi self-help buat mengatasi kemalasan dan suka menunda. Intinya buku ini mau bilang di balik orang malas ternyata ada berbagai kemungkinan, jadi jangan dicela dulu. Termasuk kemungkinan memang sakit dan butuh bantuan profesional.

(+) menarik, mencerahkan, mudah dimengerti orang awam, penulisnya kredibel, ada ilustrasinya jadi tidak begitu membosankan, masih ringan

(-) Ada bagian-bagian yang menurut saya kurang jelas (atau mungkin saya aja yang kurang cerdas)
Profile Image for Robby Wijaya.
1 review
June 12, 2023
Pusing banget bacanya, bahasa terjemahannya kaku dan sulit dipahami. Saya berasa seperti orang bodoh padahal tulisan yang saya baca adalah bahasa Indonesia, tapi sulit sekali mencerna sebagian besar isi dari buku ini.

Membaca menyelesaikan buku ini pun adalah satu tantangan yang tidak mudah. Tolonglah yang mengecek translasinya, dibaca dulu, bisa paham gak terjemahannya ini, kalau bisa paham baru boleh naik cetak, jangan kayak begini.
Profile Image for Amanda Led.
23 reviews
May 24, 2024
4,3 rounded to 5
Isinya cukup mudah dicerna dan sederhana, walau sepertinya sudah kurang cocok untuk pembaca usia 40+ 😅 tapi untuk remaja bisa jadi lebih seru dan memberi motivasi, serta pastinya remaja yg baca sampai tamat sama sekali bukan pemalas😊
Profile Image for irey.
10 reviews
June 3, 2021
it's different sama buku antimalas yang gue biasa baca lainnya-tentunya karena authornya juga psychology. tapi sebenernya yang paling penting itu dari diri lo sendiri!
4 reviews
May 30, 2022
Bahasanya mudah dipahami, relate dengan kehidupan yang tengah dijalani.
Masih berkutat hingga saat ini dengan diary revolusinya.
52 reviews1 follower
July 8, 2022
Bagus!! Makasih banyak" kpd penulis!
Displaying 1 - 20 of 20 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.