Sayang banget sampul bukunya nggak muncul padahal warnanya nyenengin :( agak kaget juga nggak banyak yang kasih ulasan buku ini di sini karena menurutku buku ini bagus. Berat harus diakui, tulisan di sini lebih mateng ketimbang di "Untold". Tidak bermaksud menyinggung pihak2 tertentu apalagi penulis, ya. Ini hanya pendapat pribadi. Aku suka sama karakter Arfel dan Elle. Mereka punya gaya sendiri dan yang paling aku suka sebenarnya cara penulis menuturkan ceritanya nggak tergesa-gesa atau didesak sama jumlah halaman /ehehehe/.
Seneng bisa diajak jalan-jalan ke München. Penggambaran beberapa lokasinya terasa banget, walaupun pembaca nggak lagi ada di situ. Oh iya, lupa info, trope buku ini enemy to lovers. Arfel nggak sengaja mau nabrak neneknya Elle dan karena geram Arfel nggak terlalu merasa bersalah (waktu kejadian), Elle nampar dia. Long story short, keduanya dipertemukan kembali lewat kecelakaan yang dialami Elle.
Aku bilang suka karakter Arfel, kan? Bagian yang kusuka adalah cintanya ke "seseorang" dan berjuang di bidang olahraga (spesifiknya sepak bola) karena janjinya ke orang itu. Yap, ada kurangnya, lebih ke aneh aja sebenernya. Di awal sempat disinggung kalau Arfel orangnya emosian dan sering dapat kartu kuning, tapi nggak ada pembahasan soal itu lebih lanjut. Alibinya mungkun habis ketemu Elle (?) Entahlah, tetap aneh menurutku karena sepanjang cerita Arfel tuh malah kalem dan baik orangnya. Terus bagian dia marah ke Elle waktu di Tranchtenvogl itu agak ... nggak masuk akal. Kenapa dia marah ke Elle sebegitunya padahal nggak ada status jelas di antara mereka. Satu lagi yang aku bingungin, mereka ini jadian tanpa bilang satu sama lain, kah? Kayak otomatis gitu? Apa aku kelewatan halaman? Karena setahuku tiba2 aja Arfel dan Elle sebut diri mereka kekasih?
Yah, intinya aku suka sama buku ini. Bahasanya enak banget dan nggak belibet. Mantapsss! 3.8 ⭐
buku ini sebenernya biasa aja. nggak ada yang anti mainstream dari buku ini. tapii cara penulis berceritalah yang membuatku membaca buku ini sampai habis.
bercerita tentang elle, mahasiswi dari indonesia yang mengambil jurusan hukum di salah satu universitas di jerman. elle tinggal bersama kakek dan neneknya.
arfello adalah pemain sepak bola andal. ia terkenal sering gonta ganti pacar. yang ia ketahui juga, pasti para pacarnya itu menginginkan sesuatu darinya.
pertemuan pertama arfel dan elle tidaklah menyenangkan, arfel tak sengaja menabrak nenek elle yang sedang menyebrang jalan. kebetulan saat itu arfel sedang buru buru untuk menghadiri pertandingan.
yaa cerita selanjutnya bisa ditebak. trope dari buku ini adalah enemy to lovers. ada saja kebetulan kebetulan yang membuat elle dan arfel bertemu. tentu aja ada konflik juga dalam hubungan percintaan mereka (yang menurutku penyelesaiannya terlalu cepat/kurang digali)
aku tertarik baca buku ini karena bernuansa jerman (tmi: aku pernah belajar bahasa jerman pas kuliah HAHA wkt itu kynya setara A2) jadii yaa seru aja gitu, pas misal aku ngerti OH ini artinya ini, tanpa perlu lihat footnote
aku juga suka banget gimana penulis sangat deskriptif dalam menggambarkan latar tempat. sempat juga aku cari cari di google, gimana sih sebenernya penampakan tempat yang disebutkan dan ternyata indah banget 🌻
Setelah mengalami reading slump sejak awal bulan juni, membaca beberapa jenis buku yang berakhir mandeg ditengah jalan. Buku ini jadi pembuka mood baikku membaca. Selesai dalam sekali duduk, selama tiga jam saja. Bercerita tentang Elle, mahasiswa baru asal indonesia yang kuliah di Munchen dengan Arfen sang pemain sepak bola di liga Munchen. Seperti kisah-kisah romance umumnya. Dengan konflik yang menyertainya.
Ceritanya cukup manis, bagian yang kusuka adalah detail-detail tempat di Jerman yang membuatku ikut merasakan berada disana. Cuma dari awal memang alurnya yang maju dan mudah ditebak membuatku ingin buru-buru selesai. Tapi secara umum ceritanya manis kok.
Jujur!! Blurb nya ga membantu banget. Terlalu simple menurutku😞aga ragu juga buat baca. Tp udah kepincut cover dan emang lagi pingin nyari buku2 yg jarang kutemui, jd langsung gas aja baca😙
Bukunya ringan buat dibaca & ga perlu mikir keras. Emang sih aku kurang bisa attached sama karakter2nya, storylinenya pun cliche, juga ada bagian2 yg terasa awkward tapi bentuk narasi yg ditulis author tuh enak jd bisa enjoy bacanya.