Jump to ratings and reviews
Rate this book

Merleau-Ponty Dan Kebertubuhan Manusia

Rate this book
Semakin dominannya kehadiran dunia digital dan virtual belakangan ini mempercepat berkurangnya penggunaan tubuh manusia. Komunikasi dengan orang lain kini tak lagi menuntut kehadiran fisik seseorang, tetapi bisa diwakilkan kepada pesan singkat melalui telepon pintar. Kerja-kerja jurnalistik juga bisa diselesaikan tanpa turun ke lapangan karena data dan angka tersedia di laman dunia maya. Bahkan, inteligensi buatan (Artificial Intelligence) pun telah banyak menggantikan pekerjaan-pekerjaan manusia yang rutin dan terstruktur.
Apakah dunia semacam ini berpengaruh pada kemanusiaan kita? Apakah manusia tetap manusiawi ataukah sebaliknya?

Tubuh sering dipandang kalah penting dibandingkan dengan kesadaran. Sejak Rene Descartes, kesadaran dianggap sebagai landasan keberadaan serta pengetahuan manusia, sedangkan tubuh hanyalah objek belaka. Tetapi, Husserl, dan para fenomenologis lain, memberikan pendapat sebaliknya: dengan menghindari kategori subjek-objek dan masuk ke dalam kehidupan konkret, kita akan dapat mengalami fenomena yang lebih murni dan asli, terlepas dari pengandaian dan prasangka kita. Buku ini mengurai secara ringkas pandangan Merleau-Ponty tentang fenomenologi dan makna kebertubuhan manusia. Mengembangkan gagasan Husserl, Merleau-Ponty menyoroti pentingnya tubuh sebagai jangkar kita dalam dunia dan makna keberadaan manusia sebagai pengada bertubuh. Di satu sisi, melalui pengalaman bertubuh, manusia menjalin relasi dengan dunia dan membentuk persepsi mengenai dunia tersebut. Di sisi lain, orang lain pun mengenal kita pertama-tama melalui kehadiran tubuh kita. Memahami keberadaan tubuh dan dunia yang dihuninya membantu kita menentukan arah perkembangan kita sebagai manusia.

177 pages, Paperback

Published February 24, 2020

Loading...
Loading...

About the author

Thomas Hidya Tjaya

7 books7 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (21%)
4 stars
14 (60%)
3 stars
4 (17%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
7 reviews1 follower
August 21, 2023
Lewat pendekatan fenomenologis Merleau-Ponty berhasil memecahkan sebuah batu solipsistik yang telah lama dinyatakan bertuah dalam kebudayaan filsafat Barat pasca Descartes (1596-1650) (istilah ini kupinjam dari seorang filsuf Amerika, Daniel Dennett 'breaking the spell'). Diktum Cogito Ergo Sum yang mengatasnamakan akal budi di atas segala sesuatu dibantah dengan bentuk 'ketubuhan' sebagai penanda eksistensi paling koheren dengan realitas. Aku sulit berbicara banyak-banyak, tapi di sini ada garis bawah penting jika bentuk hidup manusia selalu mengandalkan bentuk materil (body), bukan sekadar immateril (mind) yang banyak diyakini dalam dunia pengetahuan—terutama filsafat. Dunia dengan wujud fisik, harus dicapai juga dalam keadaan fisik untuk menjalin suatu harmoni dalam interaksi... kita tidak mungkin hanya mengandaikan gagasan, dunia terbentuk karena kita sentuh—bukan sekadar karena kita proyeksikan dalam kepala.

Topik tersebut juga menemukan suatu relevansi dengan aktualitas sosial kita saat ini, yakni munculnya sistem kecerdasan buatan (AI). Aku sudah tidak sanggup menjelaskan panjang-panjang, tapi bagaimanapun (dipandang dari perspektif fenomenologi ala Merleau-Ponty) sesuatu yang nir-tubuh hanya akan menciptakan kekosongan realitas, karena tubuh merupakan 'jangkar' manusia di bumi.

Buku ini mengulas dengan terperinci, saya jadi berkenalan dengan salah satu filsuf Prancis yang masih sangat asing ini. Terima kasih, Pak Thomas!
Profile Image for Happy Dwi Wardhana.
252 reviews45 followers
July 21, 2020
Saat pandemi COVID-19 sekarang ini banyak kegiatan keseharian kita beralih secara virtual. Teknologi seakan-akan banyak menggantikan peran tubuh kita. Lebih jauh lagi, dengan teknologi yang berkembang pesat, kita melihat tubuh kita sebagai "halangan yang harus diatasi". Lantas, benarkah ke depannya teknologi mampu menggantikan fungsi tubuh manusia seluruhnya? Apa yang membuat manusia tetap berbeda meskipun kemampuan kognisi teknologi menyaingi bahkan mengungguli manusia?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang mendasari penulisan buku ini. Adalah Merleau-Ponty, seorang filsuf Perancis, yang berargumen bahwa tubuh adalah jangkar manusia di dunia. Pemikirannya mengenai kebertubuhan manusia dijelaskan dengan runut mulai bagaimana tubuh bersentuhan dengan dunia hingga tercipta 'pengetahuan' hingga bagaimana relasi tubuh dengan tubuh lainnya. Ia mengkritik tesis Rene Descrates yang mengunggulkan kesadaran daripada fisik tubuh itu sendiri. Padahal, manusia dikenal sebagai manusia karena ia pengada bertubuh, dan dengan tubuh itulah ia mengada di dunia.

Yang menarik bagi saya adalah argumen Merleau-Ponty bahwa "Saya adalah tubuh saya". Ini berkebalikan dengan filsafat timur, khususnya meditasi, yang pernah saya pelajari bahwa "aku bukanlah tubuhku" (CMIIW).

Kritik atas buku ini adalah minimnya contoh kasus pada tiap-tiap teori. Hal ini agak membingungkan saya untuk bisa mengaplikasikan dalam fenomena sehari-hari.
Profile Image for melancholinary.
486 reviews45 followers
July 6, 2020
A humanist introduction to Merleau-Ponty's Phenomenology of Perception. Nicely written. However, lack of references on digital technology (especially its negative effect that argued by the writer) makes the epilogue is a bit preachy—slightly a repetition of mainstream assumption regarding modern technology, a reductive and simple version of Heideggerian tendency on Gestell if you will. Many arguments, which presented in the epilog, ignore the extensive research and theory on virtual space that media theorists (from McLuhan to Kittler to even cyberpunk writer) have performed since post-cybernetic. It seems slightly off.
6 reviews
April 26, 2023
Pretty good book if you're looking for Merleau-Ponty related books
Profile Image for Lala.
9 reviews
March 13, 2022
Read this because i need to learn about phenomenology. And this book also help me with one of my college task.
Displaying 1 - 5 of 5 reviews