Meski hanya anak seorang cleaning service, Raya Angkasa punya cita-cita setinggi langit: kuliah di Kedokteran UI. Untuk itu, ia harus lihai membagi waktu sebagai guru privat bagi murid-murid tajir di sekolahnya demi menambah uang tabungan. Sejauh ini sih nggak ada masalah.
Namun, masa remaja Raya mendadak rumit ketika harus mengajar kakak-beradik dari keluarga Mahashakti. Dirga Romano Mahashakti, si biang kerok yang menyebalkan dan Dika Romino Mahashakti yang sakit-sakitan membuatnya kelimpungan. Bukan hanya kontrak mengajar yang ketat, ia juga terpaksa terlibat dalam masalah keluarga kedua cowok itu.
Seolah urusan pelajaran sekolah belum cukup membebani, pertaruhan, perasaan, dan cinta terpendam membelit ketiganya dengan benang kusut yang sulit diurai. Sanggupkah Dirga terus mengalah demi adiknya? Tegakah Raya menolak Dika saat harapan dan masa depan cowok itu disandarkan di bahunya?
“Cause you’re a sky, cause you’re a sky full of stars…”
Nara Lahmusi A Sky Full of Stars Gramedia Pustaka Utama 244 halaman 7.2
Anwar's sophomore effort under his Nara Lahmusi moniker is an emotive young adult book with strong characters despite its simple premise. It may not be something groundbreaking, but Lahmusi's sincere motive is fleshed out on each of his sentences.
Ada beberapa typo (bukan typo ala Edo). Ide ceritanya sebenarnya bagus, dua bersaudara yang menyukai gadis yang sama. Hanya saja ada beberapa detail kecil yg mengganggu. Misalnya saat Raya mau menyiapkan sarapan hanya dengan bahan sayur bayam. Tapi kemudian ada lauk tempe dan tahu. Atau saat kontrak yang diberikan oleh pak Guna dibaca oleh Raya. Raya terkejut dengan honor tinggi untuk mengajar dua kali seminggu, sementara di halaman berikutnya dituliskan Raya akan mengajar tiga kali seminggu. Overall... 2 bintang untuk langit penuh bintang
Jika mendengar judul dari novel ini mengingatkan saya pada salah satu lagu Coldplay dengan judul yang sama, A Sky Full of Stars. Dan ternyata memang di dalam ceritanya memang sedikit bersentuhan dengan band asal Inggris ini. Ini merupakan kedua kalinya bagi saya membaca karya Nara Lahmusi. Di buku keduanya ini saya bisa melihat bagaimana kisah tiga remaja yang saling membantu dalam mewujudkan mimpi masing-masing. Elemen-elemen seperti keluarga, cinta, dan mimpi dapat dengan mudah kita temukan. Sampul buku A Sky Full of Stars terlihat sederhana dan memukau. Siluet gedung dan tiga orang remaja yang sedang memandang langit penuh bintang merefleksikan cita-cita dan mimpi. Ornamen garis bergelombang pada sampulnya semakin menambah estetika saat melihatnya. Namun sayangnya, entah kenapa sampul bukunya ini menurut saya hampir mirip dengan We All Looked Up versi terjemahan yang sama-sama diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Atau mungkin ilustrator sampulnya sama?
Kisah tiga remaja yang menghadapi masalah mereka dalam menggapai mimpi, khususnya tokoh Raya. Di sini kita akan melihat bagaimana perjuangan Raya dalam mengejar cita-cita menjadi seorang dokter. Raya bahkan sudah merencanakan mimpinya tersebut sejak SMP, agar memuluskan jalannya untuk kuliah jurusan kedokteran di Universitas Indonesia. Akibat otak Raya yang encer, dia pun mengambil pekerjaan sebagai guru privat. Mulailah dia bertemu dengan Dika dan Dirga yang secara tidak langsung berhubungan dengan kenangan di masa lalunya. Cerita kehidupan remaja yang dikemas tergolong ringan, menyenangkan, dan mendidik. Terdapat banyak sekali ilmu yang bisa dipetik, khususnya untuk remaja. Contohnya seperti bahaya merokok, rajin belajar, dan semangat dalam menggapai mimpi kita. Ceritanya yang mengalir dengan setiap bab yang singkat menambah rasa menyenangkan saat membacanya. Saya suka dengan cara penulis dalam mengemas kisah Raya ini yang dibuat seringan mungkin dengan bobot pesan positif yang mumpuni.
Ada tiga tokoh penting dalam A Sky Full of Stars, yaitu Raya, Dika, dan Dirga. Tokoh Raya adalah seorang gadis yang harus bekerja keras untuk menggapai cita-citanya, mengingat kondisi keluarganya yang sederhana. Raya memiliki karakter yang keras kepala, mandiri, dan pekerja keras. Agar bisa kuliah jurusan kedokteran di Universitas Indonesia, Raya rela menjadi guru privat untuk Dika dan Dirga. Tokoh Dika merupakan salah satu anak dari keluarga Mahashakti yang kaya raya. Dika merupakan sosok yang tenang, kutu buku, dan selalu menjadi penengah bagi kakak dan ayahnya jika bertengkar. Saat melihat Raya untuk pertama kali, Dika yakin jika dia merupakan sosok yang pas untuk menjadi guru privatnya. Terakhir ada tokoh Dirga yang merupakan kakak dari Dika. Berkebalikan dengan Dika, Dirga merupakan sosok yang bandel, berandal, dan sombongnya minta ampun. Tidak heran jika Raya selalu sukses dibuat kesal dan marah oleh Dirga. Latar belakang untuk ketiga tokoh utamanya sudah cukup tergambarkan dengan baik. Saya bisa merasakan perbedaan karakter mereka yang terlihat dengan jelas. Maka tidak sulit bagi saya untuk ikut merasakan setiap emosi ketiga tokohnya, baik itu saat sedang kesal, senang, hingga sedih. Tidak hanya itu, tokoh-tokoh pendamping yang diselipkan memiliki peranan yang bisa mencairkan suasana, seperti tokoh Rila yang periang, hingga Faizal dan Edo yang konyolnya minta ampun. Perkembangan tokohnya terlihat dengan baik di setiap bagian cerita. Bagaimana mereka bisa membentuk sebuah chemistry yang bisa dirasakan oleh pembaca.
Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga lewat ketiga tokoh utamanya, yaitu Raya, Dika, dan Dirga. Beberapa tokoh pendampingnya pun mendapatkan sedikit sudut pandang dalam ceritanya. Alur ceritanya berjalan cepat dan mengalir. Saya jamin tidak perlu waktu yang lama untuk melahap buku ini. Gaya bahasa dan bercerita penulis terbilang ringan, sederhana, dan mengalir. Hanya saja menurut saya untuk kata "saja" bisa diganti dengan "aja" jika dipakai di dialog antar tokohnya. Karena entah kenapa penggunaan kata "saja" dalam dialog ini terdengar aneh dan kagok jika melihat bahasa nonformal yang digunakan para tokohnya. Latar tempat yang dipakai adalah tempat-tempat yang pas dan sesuai untuk novel remaja, seperti sekolah, rumah, rumah sakit, toko buku, dan kafe.
Munculnya konflik di dalam ceritanya mungkin tidak akan begitu kentara terasa. Di sini penulis hanya ingin memperlihatkan bagaimana usaha Raya dalam menggapai cita-citanya dan permasalahan keluarga yang dialami Dika dan Dirga yang saling terhubung melalui status Raya sebagai guru privat mereka. Perjanjian yang dilakukan Raya dengan Dirga dan papanya juga termasuk sebuah konflik yang sebenarnya seru, meskipun ada sedikit hal yang menurut saya masih janggal. Terakhir konflik asmara di antar mereka juga tak luput jadi bumbu pemanis cerita remaja pada umumnya. Saya suka saat penulis hanya memasukkan konflik yang ringan dan tidak menggebu-gebu. Konflik seperti ini akan lebih mudah diterima oleh pembaca, khususnya remaja. Walaupun di akhir cerita penyelesaian konfliknya terlihat terburu-buru, tapi saya bisa memakluminya.
A Sky Full of Stars memiliki semua unsur cerita remaja. Mulai dari kegiatan sekolah, permasalahan keluarga, hingga kisah cinta darah muda. Semuanya dipadukan menjadi satu kesatuan yang membentuk sebuah kisah remaja yang menyenangkan. Pesan-pesan positif yang coba diselipkan penulis terbilang baik dan tidak menggurui. Contohnya seperti bahaya merokok yang menurut saya pas dimasukkan agar remaja bisa lebih sadar dan awas tentang permasalahan ini. Pembagian bab yang ringkas dan singkat menjadi nilai tambah, karena akan memicu pembaca untuk terus membuka lembar halaman. Mimpi dan kerja keras yang ditunjukkan Raya pun cocok untuk dibaca oleh remaja. Di mana tidak ada kata mudah dan perlu kerja keras untuk menggapai sebuah mimpi. Kekurangan dari novel ini mungkin terletak pada penggunaan kata "saja" dalam percakapan yang seharusnya bisa diganti menjadi "aja" agar terlihat lebih natural dan tidak kaku. Lalu penyelesaian permasalahan di akhir cerita menurut saya masih terlalu terburu-buru dan terkesan instan. Selebihnya A Sky Full of Stars merupakan novel remaja yang memberikan pesan positif, namun tidak menggurui akan pentingnya menggapai mimpi lewat usaha dan kerja keras.
Awal tahu judulnya, saya berpikir mengapa persis judul lagu Coldplay? Oh, ternyata memang di dalamnya mengandung unsur Coldplay. :D
Novel #ASFoF ini terbagi dalam prolog, isi, dan epilog. Menceritakan kisah Raya Angkasa yang hidup dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, yang menjadi guru les privat Dika dan Dirga—kakak beradik anak konglomerat. Sekilas ide ceritanya tampak klise. Tetapi tunggu dulu.
Menurut saya plotnya rapi, dari kerangka yang sistematis membentuk kesatuan novel yang utuh. Dialognya cair, karakter tokoh-tokohnya hidup. Kebetulan karakter Raya mirip sekali dengan saya, sehingga selama membaca, diri saya seakan terproyeksikan. Haha. Misalnya pada halaman 50: “Ray, gue masih bingung apa hubungan penari balet yang berputar dengan fisika?” tanya Dika frustrasi. “Hubungan mereka kakak-adek,” celetuk Dirga asal. Mata besar Raya lantas menatap tajam Dirga, “Siapa yang nyuruh lo ngomong? Ngomong, BAYAR!” :D
Secara keseluruhan, novel ini sangat menghibur. Sebelum mulai membaca, saya mencoba memposisikan diri saya sebagai anak SMA. Ini tips yang ampuh lho, sehingga meskipun usia pembaca jauh lebih tua dari target market, pembaca tetap bisa menikmatinya. :D
Twist kecilnya bikin saya manggut-manggut. Twist besarnya bikin pusing. Jadi Dika atau Dirga sih, yang dicari Raya selama ini? Dika dan Dirga, nama lengkapnya mirip, tampang juga mirip. Tetapi sifat keduanya berkebalikan. Dirga adalah sosok siswa kelas XII yang angkuh, hobi merokok, malas belajar, tipe bad boy, tetapi menarik (bad boy memang selalu menarik. Hehe :D). Dika siswa baik-baik, tidak terlalu pintar, hobi membaca buku. Dika, dengan penyakitnya, semacam attention seeker, ya meskipun berhati lembut. Kondisi fisik Dika yang lemah, mengingatkan saya pada novel Mi Amor, karya penulis yang sama (waktu itu menggunakan nama pena Sayfullan) dengan tokoh anak kembar, yang satu sehat, yang satu sakit-sakitan. Untungnya Dika terus berjuang. ☹
Penulis menyampaikan pesan moral dengan sangat baik. #ASFoS bukan sekadar kisah percintaan remaja saja, tetapi ada sejumlah nilai-nilai penting yang disisipkan penulis.
"Ray, kebenaran itu layak diterima kalau memang benar. Walau datang dari mulut bocah, penjahat, pendosa, atau dari GUE sekalipun." (hlm. 175)
Sebelum membaca epilog, saya hampir kecewa setengah kesal. Yah, yah, kok gini sih? Saya sengaja mengambil jeda untuk membaca epilog. Siapa tahu bakal ada twist lagi, kan? 😊
Ah, kekecewaan saya terbayar dengan manis. 😊
P. S.: Baru sadar, Dirga mengingatkan saya pada seseorang, tokoh fiktif juga sih. Siapakah itu? Dia adalah Will di novel Five Feet Apart. Jadi pecinta novel atau film Five Feet Apart, boleh lah, baca ini juga. 😊
Novel remaja dengan premis simpel, jalan cerita yang oke, dan pesan moral yang penting untuk remaja (dan juga dewasa). Tentang perjuangan meraih mimpi, tentang kesadaran terhadap bahaya rokok, tentang berdamai dengan keadaan.
Saya rasa akan lebih menarik jika konfliknya—terutama bagian Dirga dan Dika—dibuat lebih emosional. Satu lagi, hal-hal kecil yang tidak konsisten juga membuat agak terganggu.
Namun, secara keseluruhan, ceritanya oke, sedikit bikin baper dan bersimpati dengan Dirga (dan sedikit Dika). 😅
Woeelahh gue udah siap2 mau ngetik "ga relaaaaaa" di gr tapi anjr epilognya bikin lega meskipun agak gmn ya berubah haluan tiba2 gt zzz. Sejujurnya gue agak skimming2 sih baca novel ini karena sbg yg udh bkan anak sekolahan lagi, scene ttg nilai moralnya gue skip2 haha. Gue cuma penasaran sama kisah cintanya raya😂😂😂 di awal2 agak keong sama kelakuan bapak guna yang kayak "saya aslinya dua org". Aneh bgt bapak satu ini. Tapi gue mulai ketar-ketir pas konflik cinta pertama ini muncul qkskskqkka gereget bangettt. Overall novelnya cukup menghibur meskipun kadang ada yang bikin gue keong/tepok jidat, terutama pas di epilog sih ada yg bikin gue heran tp kl nulis di sni tar spoiler. 3.5🌟 deh buat raya dkk yuhuu~
Premisnya agak klise sih, cewek anak cleaning service jatuh cinta sama cowok tajir yang diajarinnya saat les privat.
Tapi eksekusinya keren. Ceritanya ngalir, jokes anak2 SMA nya dapet, pelajaran2 sekolahnya juga bukan sekedar tempelan. Jenis bacaan menghibur yang bisa beres dibaca dg cepat karena menarik dan ringan.
Well, bukunya sebenarnya bagus. Tetapi pas baca gw merasa aneh gitu sama gaya bahasanya. Di dalam buku ini menggunakan gue-lo tapi dicampur kata baku bahasa Indonesia. Jatuhnya aneh. Bikin gk nyaman. Pergantian plot nya gk terlalu mulus ya. Loncat-loncat bikin bingung. Tetapi kalau butuh buku yg ringan untuk dibaca bisa lah baca buku ini. Overall bagus. Memang tipikal buku yg bisa lo tebak endingnya dan tipikal teen-lit. Cukup memuaskan.
❝Kata Bung Karno, gantungkan cita-citamu setinggi langit. Bermimpilah setinggi langit. Kalau engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.❞ ―A Sky Full of Stars, Nara Lahmusi
A Sky Full of Stars nyeritain tentang Raya yang punya cita-cita jadi dokter. Namun, perjalanannya nggak semudah yang dibayangkan. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, dia harus nyambi jadi guru les privat biar dapet uang tambahan. Masalahnya, yang diajar adalah kakak-beradik Dirga & Dika.
Hal pertama yang saya sukai dari ASFoS adalahnya kovernya! Sumpah, cakep banget. 🤩 jadi terasa aja gitu 'langit malam'nya (plus taburan bintang-bintang). Dan judulnya suka bikin saya salfok kepengin nyanyi, wkwk.
Gaya penulisan di buku ini cenderung mudah dicerna. Babnya juga pendek-pendek, makanya saya cepet kelarin ASFoS.
Untuk penokohannya, saya paling suka Rila (adeknya Raya)! Raya emang digambarkan tegas dan keras kepala, tapi kadang suka agak nyebelin gitu(?). Keluarga Mahasakti juga kadang menyebalkan. Apalagi Dirga dan sifat congkaknya. 😂 Tapi karakter dia ini menunjukkan perkembangan kok.
Namun di beberapa bagian, pemakaian bahasa di dialognya ini agak terlalu kaku. Misalnya penggunaan kata 'saja'. Menurut saya, bakal lebih nyaman dibaca dan didengar kalo diubah jadi 'aja' (ini dalam konteks dialog ya). Terlebih dengan penggunaan gue-lo yang saya anggap murni bahasa nonformal. Lain halnya kalo dari awal bahasa dialognya emang semiformal atau justru formal. Tapi ini menurut saya lho, yaa. Bisa aja menurut kalian beda.
Oh ya, dan ada satu peristiwa yang menurut saya terasa agak dipaksakan. Tapiii lagi-lagi ini menurut saya, hehe.
Secara keseluruhan, A Sky Full of Stars adalah novel remaja yang oke. Buku ini nggak cuma ngomongin cinta, tapi juga cita-cita. :)
“Ga, kata Bapak, semua orang diciptakan Tuhan sebagai bintang. Tiap orang punya sinarnya sendiri, dan gue yakin lo juga bisa bersinar tanpa gue. Semua diawali dengan impian. Lo harus punya impian, Ga.”—hal.179 . . Yang membuat aku tertarik ASFOS aka A Sky Full Of Stars terletak pada sinopsis dan tentunya pada cover yang memanjakan mata, walaupun terlihat sederhana tapi dari cover tersebutlah membuat kita mengenal sosok Raya, Dirga dan Dika yang penuh impian untuk menggapai cita-cita, cinta serta kehidupan dengan keluarganya. . . Merupakan novel teenlit yang isinya banyak pengetahuan untuk kita dalam menjalani kehidupan seperti khasnya para remaja. Disini kita akan mengetahui bagaimana menggapai cita-cita yang semula tidaklah mudah, butuh proses ketika menuju kesana, ada semangat untuk melawan penyakit yang diderita, tekad untuk menjadi orang yang lebih baik, mendapatkan kepercayaan serta hal-hal yang akan dikorbankan. . . Untuk tokoh aku paling suka dengan Dirga. Kenapa? Ya walaupun diawal dia adalah sosok yang sombong, menyebalkan dan juga jahil. Tapi dia mampu berusaha untuk sedikit—demi sedikit berubah menjadi lebih baik. Kelebihan yang dia miliki yaitu menggambar juga menjadi pendorongnya untuk belajar. . . Tokoh pendukung lainnya seperti Rila yang unik, adanya ke-typo(an) ala Edo dan kekonyolan Faizal yang mencairkan suasana. Serta teman-teman Dika yaitu Dodi dan Rangga yang selalu mendukung, menyemangati Dika. . . Gaya penulisan dan alur mudah dipahami. Menggunakan sudut pandang orang ketiga yang dimana kita bisa memahami dan juga merasakan gambaran dari para tokoh. . . Untuk kamu para pembaca, jika bertanya “A Sky Full Of Stars” ada sangkut-pautnya dengan lagunya Coldplay baca langsung gih novel ini, maka akan langsung terjawab semuanya hehe😂😂 . . ✨✨✨✨✨✨✨ Full review https://www.instagram.com/p/B3gVmEfAJ...
Sebagai penikmat lagu-lagu Coldplay, aku sangat menikmati novel ini yang di dalamnya bertaburan lirik lagu-lagu Coldplay; dari Yellow sampai A Sky full of Stars sendiri. Coba aja lagu Champion of the World rilis sebelum novel ini ditulis, bisa jadi Kak Nara bakal memasukannya untuk menyemangati Dika atau Dirga yang menghadapi masalahnya sendiri.
Banyak hal yang tak terduga yang aku dapati saat membaca buku ini, gaya berceritanya lebih luwes dibanding novel Kak Nara sebelumnya. Karakterisasinya juga lumayan lebih membumi dan lucu aja sih interaksi setiap tokohnya. Cuma perkara penyakit Dika aja yang kurang keeksplor, enggak sampai membuat novel ini tampak turun kualitasnya sih, enggak sama sekali. Suka juga sama banyak pesan yang coba disampaikan, bukan melulu soal cinta. Ada perjuangan meraih mimpi, membuktikan bisa mengalahkan diri sendiri, cinta keluarga, dan yang paling penting stop ngerokok! Aku sering kasihan sama terganggu kalo lagi hangout ada yabg ngerokok sembarang, sekarang lagi trenr vape ya. Sayang banget bukan cuma remaja cowok, tapi cewek-cewek hemmm... kayak enggak ada barang lain gitu yang bisa dinikmati. Pokoknya novel ini lumayan 👍👍👍
Buku ini kovernya cakep bangettttt! Ya, itu adalah salah satu alasanku tertarik sama buku ini. Hehe.
ASFoS menceritakan mengenai Raya yang punya mimpi setinggi langit, tapi sayangnya keadaan ekonomi nggak mendukung. Sementara itu ada Dirga yang tajir, tapi ogah-ogahan untuk sekolah. Mereka benar-benar bertolak belakang. Kedekatan mereka dimulai pada saat Raya menjadi guru les untuk Dika—adik Dirga. Dan parah serunya lagi, ada cinta segitiga di sini.
3.5 untuk kisah Raya Angkasa. Dibanding Things About Him saya lebih suka yang ini sih. Lebih rapi, bikin bertanya-tanya, dan ternyata banyak kejutan yang penulis buat. Saya cuma menyayangkan konflik Dirga sama Dika yang terlalu cepat diselesaikan. Tapi secara keseluruhan saya suka.
Sebagai buku teenlit, lumayan solid sih walaupun bagian awalnya bikin ogah lanjut. Pas masuk ke konflik udah bisa dibungkus dengan rapi walaupun ide ceritanya 'kodian' dan gampang ketebak.
Perjuangan Raya buat masuk SMA favorit terbayar sudah. Berkat kerja keras dan kegigihannya, sekarang dia dapat beasiswa di SMA Harapan Bunda! Nggak hanya itu, dia juga punya kesempatan buat jadi guru les privat keluarga Mahashakti. Kalo berhasil, Raya nggak perlu jadi guru di 2 bimbel sekaligus. So, tenaga dan waktunya nggak bakal terlalu terkuras lagi.
Ternyata Raya pun berhasil mendapatkan pekerjaan itu! Yaa, jadi guru les privat Dika Mahashakti! Raya tentu senang bukan main ☺️ Dan ada kemungkinan Dika adalah cinta pertamanya! Seseorang yang pernah memberinya sebuah buku dengan paraf di halaman pertama. Benarkah itu Dika?
Namun bukan hidup jika tak ada tantangannya! Baru saja merasa senang, sekarang Raya mendapatkan tantangan lagi. Dia ditawari menjadi guru les untuk Dirga Mahashakti juga! Dirga sangat berbeda dengan Dika. Dirga adalah berandalan di sekolahnya. Sering bolos, hobi ngerokok, nilai di bawah KKM dan selalu cari masalah dengan guru! Mampukah Raya membimbing Dika? Tantangannya tidak hanya menaikkan nilai raport Dirga, tapi juga membantu Dirga lulus UN, masuk ITB dan berhenti merokok! Bukannya itu berat banget?!
⭐⭐⭐ baca review buku lainnya di IG ku @tika_nia
Novel ini jadi karya ke-3 dari penulis yang ku baca sekaligus yang paling ringan! Tokoh remaja SMA dengan konflik khas remaja. Romansa berpadu dengan perjuangan mewujudkan impian.
Dari setiap karakternya pembaca akan mendapat pelajaran berharga! Seperti belajar gigih, pantang menyerah dan konsisten memperjuangkan mimpi dari Raya. Belajar tegar, menerima kekurangan diri dan semangat menghadapi rasa sakit dari Dika. Belajar menjadi pribadi yang lebih baik dalam setiap kesempatan dari Dirga. Dan belajar menjadi ceria dan membawa keceriaan bagi orang-orang di sekitar dari Rila ☺️✨
Novel ini disajikan dengan gaya bahasa yang ringan. Tapi menurutku, ada beberapa part dialog yang agak kaku. Selain itu ada bagian yang kurang konsisten (misal Raya mengajar 2x dalam seminggu, di halaman lainnya ditulis 3x seminggu). Tapi secara keseluruhan aku suka novel ini, menghibur dan banyak pesan moralnya! 😃
Raya bertemu dengan cinta pertamanya lewat kejadian memalukan di toko buku. Seharusnya dia membenci cowok yang sudah membuat dirinya malu, namun justru kejutan muncul, dan status cowok itu berubah dari musuh menjadi cinta pertama.
Kisah cinta yang agak rumit antara 3 manusia, 4 sih sebenernya, hanya saja Rila lebih banyak jadi side character.
Hm, sebenarnya ekspektasi dari prolog sudah cukup tinggi, tapi lambat laun malah rasa excitednya turun. Padahal buku ini nggak lebih dari 250 halaman (isi cerita), tapi butuh waktu hampir 3 hari untuk menyelesaikannya. Fyuh, pertama karena menemukan kejanggalan pada karakter Raya. Entah kenapa aku berekspetasi dia bakal jadi cewek strong dan cool, tapi ternyata yah... cukup tahu.
Kedua, lambat laun aku bosan. Mulai halaman 150 ke atas langsung kubaca cepat karena buru-buru ingin tahu endingnya akan seperti apa (yah, sempat mengintip, tapi eksekusinya agak nanggung). Ketiga, aku kehilangan feel antar tokoh di cerita ini. Maaf, tapi benar-benar nggak bisa merasakan apa pun! Aku justru agak kecewa dengan Dika yang malah terkesan egois. Keempat, bahasa campuran baku dan non baku di satu dialog terkesan aneh, banget. Mending narasi baku, dialog enggak, mungkin lebih ramah di mata.
Anyway, aku cuma bisa kasih 2.5 bintang. Karena ada beberapa pelajaran yang bisa diambil (termasuk soal kegigihan Raya dan inisiatif yang digagas Dirga) dan kejutan fakta di bagian akhir acara kelulusan itu menambah rating dan mungkin satu-satunya hal yang bisa kuterima. Good job buat penulisnya!
“Ga, kata Bapak, semua orang diciptakan Tuhan sebagai bintang. Tiap orang punya sinarnya sendiri, dan gue yakin lo juga bisa bersinar tanpa gue. Semua diawali dengan impian. Lo harus punya impian, Ga.”—hal.179
Dari covernya bikin penasaran, aku malah mikir kalau novel ini tentang grub band --haha gara-gara ingat judul lagu nih pasti. Pas baca blurbnya, ehh aku ternyata salah besar.
Novel ini sarat pengetahuan bagaimana menjalani kehidupan remaja. Dimulai tentang bagaimana menggapai cita-cita yang semula tidak mudah, butuh proses menuju kesana. Ada semangat untuk berjuang melawan penyakit yang diderita, tekad untuk menjadi lebih baik, hingga mendapat kepercayaan serta hal-hal yang butuh pengorbanan. Seru dan ramai, khas remaja. Romance-nya pas, konfliknya nggak terlalu rumit tapi ngena gitu. Semuanya akan ditemukan dalam kisah Raya, Dirga dan Dika ini.
Untuk penokohannya aku paling suka Dirga. Memang awalnya sombong, nakal dan jahil. Tapi sedikit demi sedikit berubah menjadi lebih baik. Bakat menggambarnya juga kerenn banget, haduhh haduhh.
Tokoh pendukung lainnya seperti Rila yang unik, kekonyolan Faizal, hingga ke-typo(an) ala Edo yang bikin ngakak juga aku menarik.
Alur dan gaya penulisannya mudah dipahami. Menggunakan sudut pandang orang ketiga, jadi kita bisa memahami perasaan dari para tokoh.
Overall, buku ini kurekomendasikan buat temen-teman yang butuh bacaan ringan, tentang perjuangan meraih cita-cita, motivasi dengan romance ala SMA yang bikin senyum-senyum sendiri haha.
"Ga, kata Bapak, semua orang diciptakan Tuhan sebagai bintang. Tiap orang punya sinarnya sendiri, dan gue yakin lo juga bisa bersinar tanpa gue. Semua diawali dengan impian. Lo harus punya impian, Ga.”—hal.179
Bercerita tentang Raya yang berusaha keras mencapai cita-citanya berkuliah di Kedokteran UI. Dimulai ketika Raya mendaftar sebagai guru privat Dika adik dari Dirga. Raya tanpa sengaja masuk kedalam kehidupan kakak beradik ini ditambah lagi dengan bumbu-bumbu cinta khas remaja.
Ceritanya menarik, simple, konfliknya ga belibet, tokoh-tokoh punya ciri khas masing masing yang buat suasananya hidup contohnya typo nya Edo yang selalu bikin ngakak wkwk
Tokohnya yang aku suka Dirga karena bobroknya itu wkwk selain itu karakternya berkembang sepanjang cerita.
Pelajaran yang dapat diambil dari novel ini mulai dari perjalanan mencapai mimpi yang tidaklah mudah, serta mau berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Cerita tentang 2 pemuda kakak beradik yang suka sama satu pemudi yang statusnya guru les privat mereka.
Awalnya skeptis karena ceritanya takut ngga sesuai ekspektasiku tapi ternyata lumayan deh. Ceritanya sebenernya simpel, soal kisah cinta anak SMA, masalah orang tua-anak, anak yang ditinggal ibunya, dan kisah cinta yang akhirnya berakhir manis.
Kurangnya dari cerita ini mungkin karena untuk pendalaman konflik antara ayah Dirga dan Dika, yang menurutku terasa "cepet-cepet" dan terkesan ngga mendalam. Sisanya porsinya cukup pas. Dan thanks to raya, makasih menyadarkan kalau mimpi itu emang harus dicapai sekuat tenaga. Kan enak ya sekalian dapet pacar ganteng yang bucin banget sama kamu sebagai bonus, ya🤣
Sewaktu baca blurbnya, jujur berasa tema umum yang ada di FTV atau drama-drama, jadi memang nggak terlalu menaruh ekspetasi tinggi. Selama baca cenderung flat, nggak ada emosi yang aku rasakan, entah itu ketawa, terharu, atau baper, kayak biasa aja gitu. Ada beberapa plot hole juga, kayak di awal disebutin Dirga kelas MIA-8 tapi pas menjelang pemutaran film ditulisnya MIA-10, terus setelah Dirga nginep itu, Raya kayaknya nggak pernah ngajar Dika lagi. Oh, sama adegan ayahnya Dirga-Dika nyuruh Raya nginep tu aneh banget jujur menurutku....
This entire review has been hidden because of spoilers.
'Cause you're a sky, 'cause you're a sky full of stars I'm gonna give you my heart 'Cause you're a sky, 'cause you're a sky full of stars 'Cause you light up the path I don't care, go on and tear me apart I don't care if you do ooh ooh 'Cause in a sky, 'cause in a sky full of stars I think I saw you 'Cause you're a sky, you're a sky full of stars Such a heavenly view You're such a heavenly view
Buku kedua Nara Lahmusi yang aku baca setelah Things About Him. Di awal-awal aku cukup terhibur sama alurnya. Pengenalan tokohnya juga lumayan, tapi menurutku kayak kurang nge-feel huhu.
Aku bingung banget Raya itu sebenarnya mau bagaimana..
Menurutku buku ini bagus dari Dirga yang berjuang meyakinkan bapaknya kalo dia bisa, Dika yang terus bertahan karena penyakitnya, Raya yang ingin membuat keluarganya bahagia terutama ibu nya. Kalo segi percintaan nya agak greget sih ya, tapi masih bisa di bilang bagus karna ini menggambarkan kayak remaja labil mungkin(?)