★ 2,5
Vol. 1 Hal. 109
Kalimat "baiklah, ketua OSIS yang mukul bola pertama kali". Timeline enggak pasti, jadi bingung siapa kosis di sini. Di volume selanjutnya, ternyata kosisnya bukan mereka. Tapi, Hidenori yang pertama kali pukul bola, jadi dia kosis pas ini?
Kalau di anime, terjemahannya "bagaimana jika harus memukul ketua OSIS kita sekali?". Lebih masuk akal karena kalimat sebelumnya tentang penentuan hukuman.
Ulasan untuk volume 1-7 (tamat). Animenya adalah salah satu genre komedi terbaik yang enggak cepat membosankan. Hampir semua tokoh seperti bisa jadi karakter utama. Faktor utama kelucuan animenya, yakni dari cara pengisi suara mengucapkan dialog dan membuat tokohnya terasa hidup.
Maka, rasanya ada yang kurang pas aku cuma baca dan enggak bisa dengar audionya. Candaannya lebih susah dimengerti, jadi terkesan garing.
Namun, ide-ide permainan absurd di sini masih bisa membuatku tersenyum-senyum dan tertawa kecil. Aku sendiri lumayan bisa "mendengar" para tokoh karena cukup sering menonton animenya.
Ada juga hal-hal yang sebenarnya dari pertanyaan dan kejadian di lingkungan sekitar yang disampaikan dengan sindiran. Berhubung eksekusinya terasa enggak sopan, jadi kurang cocok untukku. Untung di ceritanya ada konsekuensinya, sih.
Untuk ending-nya, mungkin penulis ingin menunjukkan kalau kisah anak-anak sekolah ini belum berakhir dan masih banyak kejadian kocak lainnya. Namun, aku merasa kurang puas karena kayak digantungkan. Aku sendiri lebih suka ending animenya karena ada gambaran masa depan tokoh-tokohnya—meskipun cuma mimpi, sih.
Mengoleksi komik ini cocok untuk orang-orang yang merasa spesial dengan animenya dan ingin baca cerita tambahan. Namun, ada juga cerita yang cuma ada di animenya. Beberapa kelompok dengan interaksi kocak di sini, yaitu:
1. Trio Karakter Utama -> dua cowok berotak random nan klop yang jago improvisasi (yang satu hobi overthinking demi kebaikan orang lain) + satu cowok lebih normal, tapi penurut dan akhirnya sering terbawa suasana.
2. Para Cowok dan Gadis Sastra -> adu puitis buat "bantu" si penulis novel romansa yang ceroboh dan canggung.
3. Tiga Cewek Gorila dan Si Pawang -> dua cewek misandris + satu cewek monster bermuka manis yang berusaha tobat, tapi masih saja seram + cowok korban yang sering bisa membalas perbuatan mereka.
4. Motoharu dan Kakak -> kisah saudaraan paling "wholesome".
5. Trio Bodyguards dan Kosis Cewek -> awalnya mereka melakukan kesalahan ke satu sama lain, tapi lama-lama jadi melindungi dan dilindungi.
6. Mitsuo dan Kawan-kawannya -> sering dijadikan korban dan kasihan banget.