Setelah dinyatakan tak bersalah atas serangan Necrus yang nyaris membumihanguskan Dominia, Lucca akhirnya kembali dari Falthemnar untuk bersama dengan Elya. Mereka mulai menikmati kebersamaan, ketika sekelompok Elvar yang dipimpin oleh Kyre datang untuk Lucca. Kyre menuduh Lucca atas kejahatan yang terjadi di masa lalu, saat dia masih menjadi Sylvar.
Pada saat bersamaan, seorang wanita Elvar datang mengajak Lucca menapak tilas masa lalunya demi melacak Erzel, pria yang pertama kali menciptakan Necrus Raksasa. Keadaan menjadi semakin gawat ketika simpatisan Recion--mendiang ibu angkat Lucca--muncul dan menculik Elya dalam upaya putus asa mereka untuk menemukan Erzel.
Ketika sepertinya tak ada seorang pun di sekitar mereka yang bisa dipercaya, Elya sekali lagi harus berpacu dengan waktu untuk mengembalikan ingatan Lucca demi menemukan Erzel dan menghentikan terciptanya pasukan Necrus untuk selamanya. Hanya saja kali ini, dia mungkin tak bisa lagi memercayai Lucca....
Writing is her passion since elementary school. She’ve been writing short comics/ stories and sending them to tabloid/ magazine since high-school.
Her first book Past Promise was published by Elex Media Komputindo. It was the first comic made by young female artist that was published in Indonesia at that time.
Saya kebetulan termasuk orang yang suka dengan serial Ther Melian ini. Saya sudah baca semua novel, antologi, hingga spin-offnya (kecuali yang web comic) dan rata-rata saya memberikan 4 atau 5 bintang untuk setiap bukunya. Makanya pas saya melihat ada pengumuman pre-order untuk novel terbaru TM, langsung deh saya ikutan. Buku dan hadiah pouch-nya sampai di pertengahan September 2019 dan saya langsung mulai baca.
Di bagian awal novel ini, saya sempat kebingungan karena cara berceritanya tidak memiliki pengenalan, seolah-olah pembaca seharusnya sudah akrab dengan para tokoh dan apa saja yang sudah terjadi. Saya akhirnya berhenti sebentar untuk mengubek-ubek seluruh ulasan TM saya dan akhirnya sadar kalau novel ini adalah sekuel dari Recollection. Ya, amplop. Yang Recollection itu saya bacanya di 2016 dan sudah banyak lupa sama ceritanya XD. Untung banget saya bisa kembali ingat sedikit-sedikit ceritanya setelah membaca ulasan buku itu.
Saya entah kenapa susah untuk nyambung dengan novel ini. Awalnya saya pikir karena saya tidak begitu ingat dengan buku sebelumnya, sehingga saya merasa canggung dengan kisahnya si Lucca dan Elya. Hanya saja saat saya berusaha melihat buku ini secara tersendiri, saya tetap saja susah untuk suka.
Bagian awal cerita ini menggunakan POV Lucca dan Elya secara bergantian dan ini menurut saya tidak efektif. Kenapa? Karena keduanya tidak secara bergantian memajukan cerita. Mungkin penulisnya mau membangun teka-teki misi Lucca dengan pergantian sudut pandang ini, tapi cerita dari sisi Lucca dan Elya akhirnya terasa berjalan sebagai 2 cerita yang berbeda dan tidak saling berkaitan. Akibatnya saya justru merasa terhambat membaca novel ini. Hal ini membuat saya sempat beberapa bulan tidak menyentuh buku ini dan baru bisa selesai membacanya pada Januari 2020.
Plotnya sendiri tidak terlalu cocok dengan saya. Biasanya TM punya campuran yang tepat antara aksi-fantasi dengan percintaan, tapi di sini semuanya terasa kurang porsinya. Yang lebih banyak malah adegan pindah dari satu tempat ke tempat yang lain.
Secara keseluruhan, saya kurang cocok dengan novel Ther Melian yang satu ini. Ceritanya terasa nanggung dengan tempo yang lambat. Saya masih terus menantikan serial satu ini dan semoga akan ada novel lainnya yang terbit.
Petualangan Elya dan Lucca kembali. Rupanya tindakan heroik Lucca menyelamatkan Dominia tidak mengubah pandangan beberapa orang. Ada monster-monster yang tidak rela terkubur dan penjahat yang terus mendendam. Di lain pihak, ada orang-orang yang mengejar Lucca, baik meminta pertolongan maupun menangkapnya untuk diadili. Yang mana pun, Lucca harus berpisah dari Elya sekali lagi. Namun mungkin kali ini mereka berdua tidak akan berakhir bahagia.
Sebagai penikmat installmen sebelumnya, saya cukup bersemangat saat melihat rupanya Recollection punya sekuel. Saya berharap ini akan jadi seri Ther Melian yang terbaru. Tapi rupanya saya salah.
Ini sekuel yang tidak dibutuhkan untuk Lucca dan Elya. Berpuluh-puluh informasi dijejalkan ke saya dalam bentuk info-dumping yang memakan sampai 4 lembar narasi tanpa dialog. Informasi dunia, strategi, pertarungan, dan latar belakang tokoh, semuanya dijelaskan dalam narasi dengan spasi yang lebih rapat dari seri sebelumnya. Jadi percayalah, Kak Shienny, ketika saya bilang, mata saya capek bacanya.
Secara keseluruhan, seri ini menjadi fan-service yang lumayan. Kesenangan saya baca seri ini sebenarnya cuma 2.5 bintang, tapi karena ada momen-momen manis antara Lucca dan Elya yang setidaknya cukup menghibur, membuat saya memberikan +0.5 untuk cerita ini.
Ini adalah buku ke-6 yang saya baca dari seri Ther Melian, dan buku ke 2 dari kisah si anak hilang dengan gadis vier elf di dominica, kota kecil untuk kaum elf yang terbuang, meski sebenarnya ini kota yang damai dan diam2 menjadi impian banyak orang.
"Kesempatan kedua" adalah kesan yang lekat sekali pada cerita ini, yang menjadikan reminiscene cukup spesial untuk saya pribadi.
Saya sangat menikmati alur ceritanya, saya cukup kagum juga dengan gaya kepenulisan yang cukup detil dalam penggambaran setting maupun perasaan serta sudut pandang karakter.
Tapi saya merasa, penyesalan dan keinginan untuk penebusan Erzel terkesan terburu-buru, ada sesuatu yang off, kayak sesuatu yang mungkin sebenarnya penting dan bisa jadi salah satu klimaks, tapi dilewatkan begitu saja.
Endingnya juga terkesan terburu-buru, memang dijelaskan kalau masing-nasing pihak menerima, tapi rasanya seperti membaca narasi di akhir, sehingga feel yang terbangun dari awal hilang,
Meski begitu, saya menikmati cerita ini. Saya harap ada kelanjutan untuk cerita Lucca dan Elya setelah ini.
Saya benar-benar suka dengan bagaimana penulis bisa menyampaikan kesempatan kedua di Reminiscene,
Terima kasih atas karya yang menakjubkan ini, semangat \^_^/
This entire review has been hidden because of spoilers.
Novel ini adalah kisah lanjutan dari Ther Melian Recollection. Event-nya berlangsung hanya beberapa minggu sejak Leidz Recion menyerang Dominia dengan menggunakan pasukan Necrus. Kali ini mereka harus melacak Lourd Erzel, Vestal yang memiliki kemampuan menjahit tubuh dan membuat Necrus untuk dikendalikan Necromagus.
Sama seperti pendahulunya, kisah ini pun disajikan dengan sangat memikat. Berulang kali aku jengkel dengan kakunya hukum bangsa Elvar yang seolah tidak mengenal adanya kesempatan kedua, juga para Shazin yang menempatkan misi di atas segala-galanya. Kayak robot aja bangsa Elvar ini.
Namun, ternyata seperti biasa solusinya pun sangat melegakan. Di akhir aku bertanya-tanya apakah kisah Elya dan Lucca dalam membasmi komplotan Leidz Recion ini bakal ada lanjutannya. Berharap banget para tokoh di Recollection dan Reminiscence ini muncul lagi di Ther Melian generasi baru. Terutama Lucca, Elya, Viria, dan Kyre.
This book is like a fresh coconut in the summer. Meskipun masih satu dimensi dengan series Ther Melian yang lain, tapi menurutku buku ini masih enjoyable dan bisa dibaca stand alone tanpa harus mengikuti buku-buku sebelumnya (Well, I still must encourage you to READ THE SERIES FIRST). Semua aspek tertuang sangat apik di sini. Mulai dari fantasinya, dramanya, aksinya, dan juga romansanya. Alurnya juga pas, tidak terburu-buru maupun terlalu lambat (since series sebelumnya terlalu slow burn untuk aku). Di sini juga karakter-karakternya sangat humanis, semua abu-abu alias tidak ada yang benar-benar jahat. Its like everyone have their own reasons to do their sins, I love it. Thank you for making this masterpiece ^________^