Tuhan, kita sering kali berebut peran. Tidak. Bukan kita, tapi aku. Aku sibuk mengatur hidup, harusnya begini dan begitu. Setelah ini harusnya itu. Ironisnya, saat keserakahanku menjadikan Tuhan ikut campur pada rencana kehidupan, saat itu pula aku tak berlaku sebagai hamba yang baik. Sedangkan Kau, yang perannya sering kali aku recoki, kemahaan-Mu sama sekali tak terganggu. Dengan atau tanpa keangkuhanku yang ingin turut campur, Kau tetap Tuhan yang Mahabaik. Memberikan kehidupan dan mengasuhnya. Allah, ajari aku agar jadi hamba yang baik. Dan cukuplah Kau saja yang menjadi Tuhan. Tak usahlah diri hina ini ikut mengatur urusan-urusan yang sudah ada Pengaturnya.
dari buku ini aku mendapat konsep yang sangat menampar. "orang bilang usaha tidak akan mengkhianati hasil. memang benar. dua hal yang tidak berkaitan tidak akan bisa saling memengaruhi. usaha adalah bagian kita sebagai hamba, sedangkan hasil adalah hak penuh Allah tanpa ada sangkut pautnya dengan kita,"
Lakukan segalanya untuk kebaikan diri sendiri. Agar menjadi pribadi yang lebih baik. Memaafkan pun sebab kita inginkan ketenangan hati, daripada memelihara luka.