Generasi Menulis adalah upaya untuk menularkan semangat literasi kepada generasi muda. Karena kualitas sebuah bangsa tidak pernah lepas dari bangkitnya literasi. Kita miris saat mendapatkan data minat membaca buku di Indonesia masih sangat rendah. Apalagi minat menulisnya. Dengan semangat menulis, harapannya mendongkrak semangat membaca dari generasi muda.
Dalam buku ini, penulis menjawab berbagai kesulitan yang umumnya dialami oleh seseorang saat hendak menulis. ~ Bagaimana langkah awal menjadi penulis? ~ Bagaimana mengatasi kebuntuan ide? ~ Bagaimana cara mengembangkan kerangka tulisan? ~ Bagaimana agar konsisten menulis sampai buku selesai? ~ Bagaimana nulis buku yang menggugah? ~ Bagaimana caranya agar lolos penerbit nasional? ~ Bagaimana cara produktif nulis di tengah kesibukan lain yang padat? ~ Bagaimana agar buku bestseller?
Serta beberapa pertanyaan yang menjadi kegelisahan dari setiap orang, sehingga enggan untuk menorehkan karya.
Buku ini ditujukan untuk orang - orang yang ingin mengekpresikan gagasan, ide-ide, maupun perasaannya melalui tulisan yang dapat memberi pengaruh positif pada orang banyak.
Semua dapat menulis, dan apapun bisa ditulis. Mas Ahmad Rifai tidak seperti mendikte tentang bagaimana cara menulis melainkan seperti diajak duduk, ngobrol, diskusi, ngelucu, ceramah tentang keterampilan menulis. Bahasanya ringan dan mudah dipahami apalagi untuk saya yang masih newbie di dunia tulis-menulis. Ilmunya padet banget, gimana enggak semua trik, pengalaman berhasil dan gagalnya selama lebih dari 10 tahun menuliskan buku - buku yang best seller seperti sekarang semuanya diceritakan di buku ini.
Dalam buku ini juga kita membongkar tulisan lain untuk memahami teknik penulisan sampai makna yang dimaksud dari tulisan tersebut. Buku yang dipelajari itu dari buku best seller juga karya Ippho Santosa yang berjudul 7 Keajaiban Rezeki. Mulai dari gaya bahasa, pemilihan diksi untuk menyampaikan gagasan, bentuk kalimat dan retorikanya, tujuan tiap kalimat sampai maksud dari istilah - istilah buatan yang ada di buku tersebut semuanya dibahas tuntas. Keterampilan menulis juga dikembangkan dari segi maksud dan tujuannya. Artinya, di buku ini mas Ahmad enggak cuma menjelaskan teknik menulis saja tetapi mengasah niat kita tentang menulis dan apa impact yang ingin kita hasilkan dari tulisan tersebut. Karena dalam menghasilkan karya tulis, tujuan dan niat kita akan menjadi semangat kita untuk menyelesaikannya.
Terakhir, pertama saya lihat judulnya saya gak ada ketertarikan untuk menulis baik itu artikel, apalagi buku. Tetapi, bagi orang seperti saya yang terlalu pasif dalam berpendapat, menyampaikan gagasannya baik dalam bentuk tulisan dan ucapan. Buku ini sangat memberi insight tentang bagaimana kita dapat menjembatani gagasan, ide-ide, dan perasaan tersebut dengan baik dan bermakna positif terhadap orang banyak.
Buku pertama yang tertangkap mata saat sedang menyapu pandang di toko buku minggu lalu. “Kok judulnya bikin sadar kalo aku sudah waktunya bangkit dari rasa malas menulis akhir-akhir ini sih?” Setelah liat harganya, ngecek dompet, mengira-ngira apakah bisa makan rames sampai akhir bulan, akhirnya kuputuskan ke kasir. Bismillah manfaat, bisikku saat menyerahkan uang ke mbak kasir.
Dari Generasi Menulis aku belajar banget tentang Labrak Aja Dulu. Ketika ada yang pengen ditulis, ya tulis aja dulu, rapihinnya belakangan. Kayaknya sederhana, tapi karena penyampaiannya ringan tapi padat makna, bikin semua tipsnya cespleng banget dihati. Serius.
Dengan berakhirnya petualangan baca buku ini artinya dimulai sudah tanggungjawabku untuk mengamalkan isinya. Yok mangat.
“Menulislah, maka kau akan abadi.” Pramoedya Ananta Toer
Buku ke-5 (kalo ga salah) yang kubaca daru series generasi ini. Hampir sama sih kaya buku-buku sebelumnya, mulai dari gaya bahasa, penyampaian dan informasi-informasi yang ditulis. Bedanya buku ini lebih menekankan gimana tips dan trik untuk dunia kepenulisa. Mulai dari pengambilan ide, gimana buku bisa terbit, dibaca banyan orang, best seller dan laku di pasaran. Pas baca ini rasanya jadi semangat banget buat jadi penulis. Apalagi penulis menekankan bahwa yang utama dari menulis itu adalah ibadah. Bukan sekadar mau terkenal, biar apa yang ditulis itu bermanfaat.
Sebuah buku motivasional untuk kita para calon penulis. Banyak tips2 bagus, teknis dan motivasi diri, untuk membantu kita menjadi penulis yang konsisten.