Jump to ratings and reviews
Rate this book

Pernah Tenggelam

Rate this book
Gue hijrah bukan karena dikatain anak alay
Gue hijrah bukan karena diledekin pengikut dajjal
Gue hijrah bukan disebut pecinta plastik

Gue hijrah karena suatu hari gue mulai menemukan diri gue berdiri di sebuah persimpangan jalan antara Islam dan Hallyu

Ada banyak hal yang Islam larang namun Hallyu lakukan
Sebaliknya, ada yang Islam perintahkan namun Hallyu abaikan

Identitas gue mulai dipertanyakan. Apakah gue lebih memilih sejarah menulis gue sebagai seorang muslim... atau K-Wavers?


PS:
Buku ini ditulis dengan segenap rasa cinta, untuk saudara-saudara seaqidah Islamiyyah. Tidak ada sedikitpun niat di hati untuk menghakimi apalagi menyakiti. Buku ini disusun dari apa yang sebenarnya terjadi, dari apa yang gue alami, meski memang kebanyakan orang tidak menyadari.

228 pages, Paperback

Published September 1, 2019

99 people are currently reading
1117 people want to read

About the author

Fuadh Naim

1 book24 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
295 (70%)
4 stars
81 (19%)
3 stars
21 (5%)
2 stars
12 (2%)
1 star
9 (2%)
Displaying 1 - 30 of 56 reviews
Profile Image for Aritsa.
22 reviews
September 20, 2020
Keren, sih. Pernah Tenggelam kemungkinan besar bukan seperti yang orang-orang kira awalnya. Saya kira sebelum mencari tahu tentang bagaimana sosok Fuadh Naim, buku ini ditulis oleh orang yang awam tentang per-Korea-an dan berdasarkan perspektif orang luar. Ternyata dugaan tersebut salah, banget. Saya sampe ternganga pas baca daftar drakor dan fandom yang dulu pernah dinikmati dan diikuti beliau. Enggak main-main, kalau dibilang Sarjana Hallyu mah tepat. Kalau ada kuliah jurusan Hallyu, mungkin beliau jadi mahasiswa berprestasi di bidangnya!

Enggak ada unsur menghakimi sama sekali. Jujur, Guys, kalau kalian baca buku ini dalam keadaan sebel dan bertujuan mencari celah dimana kalian kemudian bisa merundung penulis di Twitter, kalian bisa ditantang balik. Kenapa? Karena isinya kebaikan semua! Yang dibegoin diri Bang Fuadh sendiri, yang disalahin dan diomelin juga masa lampau beliau sendiri. Kalau kalian yang tersinggung justru mengherankan jadinya. Yang ada mungkin malah berkali-kali tertunduk malu sambil menoyor kepala, seperti saya.

Yang lebih penting, penulis bukan hanya mengetuk kesadaran kita, namun juga memberikan tips dan trik-trik agar bisa keluar dari kondisi kita sebelumya. Dengan catatan, bukan sekedar dibaca, tapi juga dijalankan.

Dari segi visual, sih, oke banget. Sangat memanjakan mata dengan ilustrasi yang lucu. Sampulnya juga indah dipandang. Teksturnya juga enak diraba hehe. Kesimpulannya, salah satu buku favorit saya di tahun 2020 ini!
Profile Image for Alfath F. R..
235 reviews4 followers
July 5, 2020
Rating 3+ , pembulatan ke atas

Buku ini berisi curcolan seorang fanboy Korsel. Korsel? Bukannya fanboy Kpop? Em, karena dia ngefans banget dengan segala hal yg ke-Korea Selatan-an, nggak sekadar kpop dan kdrama, tapi juga hasil produk teknologinya...maka saya menyebutnya sebagai fanboy Korsel.

Rupanya, penulis merasa semakin hari kecintaannya itu membuat tidak nyaman. Lebih-lebih dia menyadari bahwa banyak hal yg dilakukan 'warga' Korsel tidak sesuai dengan tuntunan yg ia peluk selama ini. Misal adanya skinship, bromance, dan paham ketauhidan yg berbeda pada produk-produk Korsel (kpop, kdrama).

Secara keseluruhan isi buku ini menarik walaupun tidak mengagetkan. Jujur, saya sudah kaget tentang kebiasaan warga Korsel sejak teman-teman saya pernah tinggal di sana, seperti lazimnya menikmati miras saat weekend, mayoritas warga menganut atheis, dan kenyataan bahwa tekanan hidup memang ada sejak warga Korsel berstatus sebagai pelajar. Info baru yg saya dapat dari buku ini adalah adanya beasiswa besar-besaran di bidang kebudayaan (musik, seni, dan sejenisnya). Sebuah info yang bisa saya kaitkan dengan begitu 'bagus'-nya drama dan film mereka dibanding sinetron Indonesia. haha ups.

Kekurangan buku ini yg agak mengganggu hanya satu, sebagian besar font berukuran mini.
Profile Image for nina.
148 reviews8 followers
October 6, 2019
Sumpah nih buku sangat memberi pengaruh besar dalam kehidupan gw, gw yg dulu ngehype kpop, sekarang sudah agak mereda, gw yg dulu suka ngabisin waktu buat kpop, sekarang udah jarang. Alhamdulillah ada orang yg mau nulis tentang perjalanan dia buat hijrah, tapi jg tidak membenci apa yang telah dilakukannya.

Banyak quotes yg gw suka dari buku ini. Ada juga bagian yg ceritain tentang kok bisa sih korea itu sangat booming seperti saat ini.

Gw jadi bisa melihat yang mana fana yang mana untuk akhirat. Yang mana yg harus diperjuangkan dan yg mana harus ditinggalkan.
Profile Image for Adinda Putri.
75 reviews
July 20, 2020
Selesai membaca buku ini langsung teringat quote ini

"Just because someone stumbles and loses their way, doesn't mean they're lost forever."
- Charles Xavier, X-Men: Days of Future Past (2014)

Oke, jadi aku sudah lama tahu yang namanya Fuadh Naim sekaligus buku gubahan dia ini, tapi semenjak aku nonton video-videonya di channel youtube-nya, akhirnya rasa penasaranku kuat banget dan alhasil terbeli juga nih buku. Hasilnya? *BANG!* I'm shocked.

Pertama-tama, aku bukan pecinta Korea tingkat akut, suka sih iya bambang tapi lebih tepatnya aku kayak lubang hitam, apa-apa aku lahap dari hal-hal tentang Inggris, Korea, Jepang, Prancis, Italia (ngalor ngidul pokoknya) TAPI inggris still number one for me sejak zaman bahola. Pertama nonton yang namanya drakor itu sejak kelas 7 SMP, judulnya My Girl(2005), terus dilanjut Green Rose (2005), My Girlfriend Is Gumiho (2010), Hwarang (2016), Goblin (2016), Age of Youth (2016), dan yang terakhir ku tonton, Descendants of the Sun (2016). Band K-Pop yang ku suka paling cuma BTS, GFriend, Blackpink udah itu doang. Intinya suka Korea tapi biasa-biasa aja deh hehehe. Cuma aku kagum sama keseriusan dan semangat mereka dalam berkarya dan membangun industri budaya mereka hingga sampai dikenal hingga penjuru dunia. Salut pake banget pokonyee...

Tapi ku tekankan sekali lagi, aku bukan "penggemar berat" Korea.

Jadi di buku ini pun dijelaskan bagaimana awal mula terbentuknya Hallyu dari nol hingga membubung tinggi ̶s̶a̶m̶p̶a̶i̶ ̶l̶a̶n̶g̶i̶t̶ ̶k̶e̶t̶u̶j̶u̶h̶ hingga sekarang. Kemudian penulis pun curhat dari zaman dia itu masih fanboy Korea tingkat hardcore, lucunya misal kayak dia waktu lihat ada yang pake produk Korea, entah kenal atau nggak, langsung disamperin terus dijabat tangannya dan bilang "Terimakasih sudah menggunakan produk Korea." (gitu deh bikin ngakak wkwk) dan tentang bagaimana akhirnya dia menemukan beberapa kejanggalan dalam industri hiburan negeri oppa eonni tersebut. Sebagai penggemar western culture, aku pun juga ikut merasakan hal yang sama dari kubu western sendiri yang memang pada dasarnya alirannya liberal. Membaca buku ini buat aku ngakak, senyum-senyum gajelas, tapi konklusinya menampar dan seakan dihujam ribuan belati dari berbagai penjuru (udah ngga usah lebay neng, dasar aku).

Dan aku salut sama cara penyampaiannya bang Fuadh yang alay, kocak, gokil, fun dan mengetahui kalau dia itu udah hijrah tapi dalam tulisannya itu nggak menggurui dan menjudge seakan kayak sama temen sendiri, yang buat aku nyaman banget bacanya. Karena jujur pertama tahu dia di medsos aku pesimis banget waktu itu dan pikirku, "Halah mantan fanboy akut gitu udah main bacot aja sok nyidir, males ah". And this book, his videos, proved me wrong all this time.

This book has answered all my questions of "kenapa fanboy akut bin alay kek dia bisa bertransformasi jadi orang seperti sekarang yang ku lihat di youtube?"

Well, seperti yang sudah disampaikannya di buku ini, "apakah hatiku menjadi terlalu keras dan sempit karena teralihkan dari sesuatu yang seharusnya ku prioritaskan sebagaimana ia adalah identitasku yang sesungguhnya?"

This book really opened up my mind and -the most important thing- my heart. Berubah itu nggak mudah, ku akui itu. Tetapi setiap usaha kita untuk berubah, sekecil apapun itu, Allah pun mengetahui dan menghargainya. Dan selayaknya petualangan, pasti akan ada tantangan menghadang, menguji kita untuk menjadi lebih baik lagi. Iman naik turun? That's okay. Just... try your best. Kesukaan terhadap entah itu film, k-pop, k-drama, boleh-boleh aja tapi jadikan pembelajaran. Dan juga jangan membenci, tapi jadikan semangat dan perjuangan para Idol K-Pop sebagai inspirasi dan motivasi kita - untuk berubah. It's all up to us. But remember, jangan gampang menghakimi orang ya yorobun tercintaah.

"Semua orang yang kita temui masing-masing berperang terhadap hal yang kita pun tak tahu. Tetaplah bersikap baik. Selalu."
-Noora, SKAM (2017)
Profile Image for Kartini NRG.
77 reviews
August 26, 2022
Hal-hal “ringan” yang saya sukai dari buku ini: covernya cantik, langsung memikat, paduan warnanya pas | isinya full color, penuh ilustrasi minim tulisan | kualitas kertas cover dan isinya oke punya. Secara fisik, buku ini sangat enjoyable.

Awal membaca buku ini, jujur saja, saya merasa dihakimi. Masih berdalih pula, “ah saya nggak separah itu, kok.” Tapi bagian tengah sampai akhir sukses membuat egoku runtuh tak bersisa.

Bukan soal parah nggak parahnya, tapi faktanya adalah, Kpop, Kdrama, dan segala perintilannya itu memang benar telah merenggut waktu dan tenagaku yang berharga untuk dihabiskan nongkrongin mereka.

Korsel mungkin hanya menganggap itu bisnis, biar mereka terus maju dan makin kaya raya. Tapi saya sebagai muslim, yang sadar dan yakin bahwa dunia ini fana dan maut bisa menjemput kapan saja, bukankah sangat disayangkan kalau sebagian besar waktu saya habiskan untuk mendukung bisnis mereka, yang bahkan nyaris dari segala sisi sangat melenceng dari agama?

Sebenarnya bukan cuma Korsel. “Hiburan” dari belahan dunia mana pun cenderung seperti ini. Syukur-syukur kalau ngasih efek positif, mengajarkan tentang keikhlasan atau qana’ah, misalnya. Tapi kalau malah membuat kita emosian, galau, berfokus pada dunia saja, selalu ingin lebih dan jadi jarang bersyukur, dan kita sampai ketagihan pada “hiburan” sejenis itu, maka “hiburan” itu patut dipertanyakan; perlu dipertahankan atau mending ditinggalkan.

Yang membuat saya merinding, ketika diingatkan bahwa segala hal yang dititipkan, termasuk raga ini dan juga waktu yang saya habiskan di dunia, nanti akan diminta kesaksian dan pertanggungjawabannya di akhirat.

Malu sama Rasulullah SAW yang meski telah dijamin masuk surga masih sangat gencar beribadah, untuk menjadi teladan bagi umatnya. Bukankah Rasulullah SAW akan sedih kalau tahu umatnya ada yang malah mengidolakan orang tak beragama? Menghabiskan waktu untuk memuja mereka alih-alih mengingat Allah dan Rasul-Nya? Lebih senang saat ngepoin outfit dan kebiasaan mereka daripada mempelajari soal Islam?

Jadi, bukan masalah fanatik atau nggaknya, musik itu haram atau nggak, tapi kalau saya punya cukup energi untuk mengagumi seseorang sebegitu intensnya, bukankah sebaiknya energi itu saya gunakan untuk mengagumi Rasulullah SAW? Perbanyak waktu mengirimkan salawat, kepoin kehidupannya, dan ikutin segala sunnahnya.

Kim Taehyung memang tampan, Park Jimin juga baik banget, lirik lagu yang ditulis RM juga bagus dan relate sama kegalauan saya. Tapi percayalah, Rasulullah SAW jauh lebih tampan daripada Taehyung, akhlaknya jauh lebih mulia daripada Jimin, dan ayat-ayat Allah sungguh jauh lebih indah dan dapat mengerti keadaanmu daripada lirik lagu RM. Apalagi sudah dijamin kebenarannya dan dapat menjadi tuntunan dalam hidup, terus kenapa malah nyari sumber penyemangat dan panduan di tempat lain, padahal kita punya Al-Qur’an dan As-Sunnah?

Ada beberapa pertanyaan yang muncul saat membaca buku ini, seperti, bagaimana sebenarnya konsep toleransi dalam beragama? Juga konsep berpikiran terbuka dan saling menghargai? Juga bagaimana Islam sebenarnya memandang profesi aktor, seniman, dan kisah-kisah karangan? Hal-hal yang masih butuh belajar lagi biar lebih paham. Duh saya ke mana aja umur segini baru mikirin soal impian saya yang bisa jadi selama ini sudah keliru :’)

Di buku ini juga ada terjemahan ayat Al-Qur’an dan hadits yang bukan cuma memvalidasi argumen penulis tapi sukses menyadarkanku bahwa “perang” ini nyata.

Jadi teringat hal paling mendasar yang pernah kakakku ingatkan adalah tentang “menjaga pandangan”. Dan justru, dosa itulah yang pertama dan sering kali K-wave suguhkan sebagai bahan “hiburan”.

Selain membantu membuka mata lebar-lebar soal fenomena K-wave, di bagian akhir juga ada rekomendasi bacaan dan tontonan untuk menambah ilmu agama. Paket komplet!


Rating: 5.0/5.0
Profile Image for Rainilamsari.
181 reviews20 followers
February 17, 2021
tandas sekali libas!

maasya Allah, kagum super sama skenario-Nya hari ini. sedang dalam koondisi sangat membutuhkan, lalu kami dipertemukan. halah ~

tapi bener, belakangan lagi.. begitu dah, sama itu, lah.. habis nonton salah satu drama paling sukses bikin nggak bisa dan nggak mau move on, hahah. yaa Allah, tolonk!

eh, ini cara-Nya nolong, deh ~

bukunya seru, pertama karena berilustrasi, penuh warna, dan terasa dekat karena si penulis gayanga cerita dan curhat tentang apa yang pernah dialaminya: tenggelam. dalam? Hallyu. apaantuh? nah, itu PR, ya, silakan cari sendiri di...bukunya, tentu saja.

ini beneran seru, ya, sometimes ngakak sih, bener-bener semabuk itu penulis sama Korea. alla about it. asli, em, lebay dan alay banget, sih, wkwk. rasanya seperti ditampol dengan sayang. karena diingatkan dengan cara yang baik :") maasya Allah, tabarakallah

tapi nggak membuat diri memungkiri, kalau Korea ini keren banget, sih. perkembangan dari semenjak mereka merdeka mengagumkan. bukan lari biasa, sprint. bagaimana mereka mengampanyekan untuk bangga sama produk lokal itu yang keren banget, sih. padahal negeri sendiri juga punya program serupa, tapi kalau diminta berkaca sepertinya ya, gimana.. praktek, di mana-mana emang lebih sulit dari melisankannya, apalagi membayangkannya. seru emang mengandai-andai, hehe. tapi, ya, marilah kita tetap berikhtiar :)

meskipun, katakanlah, si penulis ini mengajak kita yang tengah berlayar, berenang, atau mungkin pelan-pelan menuju karang dan tenggelam di kedalaman gelombang Korea; beliau nggak maksa. seperti yang saya ketik tadi, beliau hanya menyampaikan cerita yang pernah ditorehnya, curhat masa lalunya, sembari sharing apa yang kemudian terjadi sama dirinya. apa hal-hal yang membuatnya resah, gelisah, dan menjadi pertimbangan untuk mengambil keputusan.

saya banyak setujunya, meskipun, tetep masih ada denialnya, hehe. memang nggak langsung berefek segitu dahsyatnya. "Alquran yang jadi pedoman hidup aja nggak akan bisa menolong kita kalau tanpa hidayah dan kehendak-Nya. apalagi buku yang berilustrasi full color yang ditulis manusia biasa?" itu kata penulisnya. tapi setidaknya, itulah sedikit langkah pembuka yang bisa kita usahakan. setidaknya, niat itu sudah kita tanamkan, kesadaran itu sudah kita pelan-pelan tumbuhkan.

dan, ya, sebetulnya insight dari buku ini bisa kita terapkan secara luas, untuk hal lain juga yang dirasa memabukkan dan menenggelamkan kita dari kesadaran beribadah dan ber-Islam dengan baik dan benar..

dannnn, yak. saya pun masih punya segudang PR untuk menuju ke sana. dan dipertemukan dengan buku ini, membuat saya bahagia, haha. GR saya, semoga Allah memang masih ingin saya berada di jalan yang lurus dan leres. jadilah dihadirkan dia di pagi saya dan tandas begitu saja dengan lezatnya. alhamdulillahirabbil alaamiin ~~~

lah, ini jadi lebih ke curhat juga, yak. wkwk
intinya tapi udah saya sampaikan, yaa, tentang buku ini: seru! worth it.
semangat bebenah, kengkawan!
Profile Image for mirna sm.
42 reviews7 followers
July 6, 2020
Gw ga suka Kpop dan masih tetep milih Britpop (ketahuan banget umurnya). So I cannot tell how this book affects Kpopers out there . But I like watching Korean drama which is another way to numb yourself.

Buku ini bisa jadi salah satu alarm untuk tahu kapan kita harus stop and live our own life. Most of those dramas we've watched are actually the real thieves, whereas a few of them can be very inspiring for us, but not many.
Most of them just stole our time that we forget how to live our own life, at least for me. We forget the fact that we should be the lead actor/actress of our life too.

Then I got awakened by how they start to ingrain something about life.
Karena Korean Drama membuat standard bahagia itu ada pada dunia. Dan buku ini bisa benar-benar tepat menggambarkannya.

Drama-drama Korea umumnya membuat pola pola cerita seperti si miskin dapat pacar kaya. Bahagia. Si gendut jadi kurus. Bahagia. Si jelek jadi cantik. Bahagia... dst.

Padahal kenyatannya, bisa jadi si miskin bahagia tanpa harus jadi kaya, si gendut bahagia dengan dirinya tanpa harus jadi kurus dulu atau si jelek merasa bahagia tanpa harus merubah diri jadi cantik.

Dan dari buku ini gw bener merasa 'melek' gimana Korea beneran niat untuk taking over the world dan gimana orang-orang bisa tenggelam which most of them are not realized this is more addictive than having alcohol and drugs or indomie goreng telur .

Selamat membaca :).
Profile Image for mfi_littleworld.
158 reviews
March 7, 2022
Pernah Tenggelam

Aku kenal Korea, awalnya tau drama dulu karena ditayangin di tv lalu tahun 2009 tau kpop -apalagi SUJU&SNSD pokoknya gen 2. Bela²in beli kaset, ke warnet buat download video yg kualitasnya 3gp, beli majalah gaul terus gambarnya ditempel didinding kamar, sampai pas waktu kuliah nonton konser, beli perintilan kpop sama pergi ke restoran Korea.
.
Baca buku ini kayak kena tamparan di muka banget karena aku udah tau apa yang aku lakuin itu tidak sejalan dengan Islam -agamaku dan parahnya lagi aku punya banyak alasan untuk ngeyel dan tetap melakukan apa yang aku lakukan.
Apalagi penulisnya suka sama group² yg aku suka juga kayak Suju, dan sepertinya kami ada ditimeline yang hampir sama ketika mengenal kpop, kdrama dan all about korea.
Setelah baca buku ini aku enggak langsung ngebuang koleksi kpop aku, atau langsung ngehapus apapun yang berbau korea di laptop atau ponsel atau tidak menonton dan menikmati lagi yang berbau korea.
Itu akan sulit.
.
Buku ini tidak menggurui atau bilang kalau apapun yang berbau Korea itu haram. Tapi lewat tulisan, penjelasan dan ilustrasi gambarnya sedikit demi sedikit menyadarkan pembaca -kalau emang sadar, kalau antara Islam dan hallyu gak bakal bisa ada di satu jalan. Itu menurutku yah. Bisa aja efek setelah baca buku ini berbeda untuk setiap pembacanya.
Profile Image for Raufa 'Adila.
3 reviews
November 24, 2021
Sepertinya, setiap manusia pernah tenggelam.
Meskipun samudera yang menenggelamkannya berbeda-beda.

Buku ini menyuguhkan sesuatu yang segar untuk dakwah kepada anak muda terutama para pencinta Korea. Menyadarkan, mengenalkan dan mengajarkan tanpa menggurui. Bang Fuadh Naim atau biasanya dipanggil Sajangnim, membuatku sebagai pembaca merasa nyaman untuk masuk ke dalam cerita-cerita perjalanan hijrahnya dengan suguhan wawasan baru. Jangan berekspektasi bakalan bahas enak-enaknya doang mengagumi sosok oppa-oppa ya guys. Justru bikin kita mikir kalau sekarang kita lagi 'berjuang' untuk lebih mencintai Allah, menuruti maunya Allah, itu rame-rame, gak sendirian.

Pesan-pesan kebaikan terselip di antara gaya bahasa yang 'gue banget' dan full ilustrasi kece, nice to read this book!
Profile Image for Bella Shahwah.
9 reviews
April 28, 2023
Asli aku suka banget buku ini😆dari visualnya dan cara materi yang disampaikan bener-bener enak banget dibaca, apalagi gimana cara Bang Fuadh membahasnya, kek aku bisa ikut denger suara khasnya dan energi yang meledak-ledak dari beliau, hehe🤩 Beliau satu ini orangnya memang dijamin asik bet😂kalau belum pernah ketemu, coba baca karyanya yang satu ini✨

Intinya, banyak banget pelajaran yang bisa kita ambil, buku ini mengingatkan kembali agar kita tidak lalai dengan kewajiban kita sebagai umat muslim dan jangan coba2 menormalisasi apa yang diharamkan Islam.

Sangat recommended🤗
Profile Image for Nawang Dyah P.
2 reviews1 follower
December 31, 2020
The discussion in this book is very light and easy to understand. The visuals are funny and not too much written, making me read this book with enthusiasm and fast. There are some facts that are presented and make me quite amazed. The way the writer deliver message from Holy Qur'an in this book is very easy to understand and related in our life. The book showing us how Korean wave spread the world, and what happened in this country (it's really different with a life in K-Drama) and how they make a Kpop, it's quietly amazing and sometimes make me shock. The thing that amazed me the most is the definition of "Idol" in Oxford dictionary. "An idol is a statue or other object that is worshipped by people who believe that it is a god."
1 review1 follower
April 12, 2022
Its very interesting book. Especially for k-waver moslem, who love korean wave (kpop, k-drama, k-food, k-culture, etc). Its use casual language so when read this book, its feel like reading a diary ^^ many funny expression n of course a lot of facts 'bout korean wave. Oh, its also has many cute illustration and colorful. So its really suitable for those who are lazy to read, like me :D

From this book we can learn how to put and manage our love in the right place. How we do as a moslem and how we place our love for k-wave. Especially when we have to choose something between islam and k-wave, because not everything can go side by side.
Profile Image for Gina.
55 reviews1 follower
November 27, 2021
punya versi cetakan pertama dan terbarunya.
Karena gua baca ini ketika gua jadi kpopers, makanya sangat sangat tertusuk sekali kata2nya. Tapi hebat ustadz fuadh ini, kata2 nya menusuk tapi ga ada sama sekali cacian ataupun makian buat kpopers di setiap kata buku ini. Menasihati dengan halus, tidak memaksa dan kasar. Karena balik lagi, ustadz bilang ini tentang sharing, tapi sebuah nasihat dibungkus dengan sharing.
Profile Image for Doddy Rakhmat.
Author 4 books4 followers
February 28, 2021
Jika kamu seorang k lovers dan muslim, buku ini begitu santun menasehati dan mengetuk hati kalian untuk keluar dari fanatisme perkoreaan. Setelah selesai membaca buku ini rasanya kamu lega dan terselamatkan. Selama ini ternyata tenggelam dalam ajaran yang jauh dari akidah. Buku ini menjadi awal yang baik bagi k-lovers muslim jika kalian ingin kembali ke ajaran islam.
Profile Image for Naila Nufus.
14 reviews
January 1, 2026
“Karena tak mungkin menghapus kenangan masa lalu, maka
fokuslah membangun kepribadian baru”Pernah Tenggelam

Buku ini berisi pengalaman penulis semasa ia menjadi seorang Korean Lovers hingga tiba masanya ia berada di persimpangan jalan. Sebuah arah yang berbeda antara kesibukan akan urusan gemerlap dunia dan urusan kehidupan akhirat yang dipandu dalam agama Islam.

Sebagai orang yang pernah berada di jalan yang sama, aku rasa buku ini relate banget dan bisa menyadarkan akan hal-hal yang ternyata selama ini telah aku abaikan. Bukan berarti setelah baca ini bisa langsung berubah 180°, tapi setidaknya aku yakin minimal ada rasa ‘kesentil’ lah waktu baca buku ini. Oh iya, animasinya lucu-lucu banget loh! Refreshing dan gak bikin bosen.

Aku rekomendasiin buku ini untuk teman-teman semua. Entah yang K-popers, mantan K-popers, atau kaum awam K-pop yang minat untuk baca. Sekian aja karena ini mini review hehe, semoga bermanfaat yaa!
Profile Image for Najm Sehzade.
1 review
November 6, 2022
Sebelum menilai buruk orang yang menyukai segala hal tentang Korea, cobain menggali alasan mengapa negara ini sampai dibucinin sama banyak orang dari berbagai latar. Kalau sudah ketemu, pasti akan memahami sudut pandang mereka-mereka. Kemudian, terusin dengan nyocokin sama tujuan hidup sebagai Muslim. Di buku ini dibahas juga kok hal ini. Sehingga ketika udah ngeh sama alasan mengagumi korea, setelah itu mau apa, kita bisa menjawabnya. Apakah kecintaan tersebut sejalan dengan seluruh hal yang menghiasi perjalanan hidup kita sebagai Muslim (mendukung) atau gimana, di sini dibantu banget buat ngejawabnya. Sehabis ketemu jawabannya, terus mau apa? Nah, ini part paling seru juga dalam buku ini. Wes pokoknya beruntung banget bisa namatin sekali duduk. Karena seringan itu emang bacaan ini.
Profile Image for devira.
10 reviews
August 14, 2021
Buku ini bagus banget mulai dari cover, isi dan animasinya.

Eh jika belum tau, ini buku isinya ada animasinya ya, animasinya lucu gitu, pokoknya jadi ga bosen baca deh. Untuk cover ini sesuai banget ya sama judul dan isinya. Untuk isi buku, ini tentang hijrah gitu dari k-wavers dan isinya itu pokoknya the best banget, di jabarkan secara rinci.

Aku rekomendasiin buat kamu, baca buku ini, soalnya seru banget jadi ketagihan gitu, dan bisa merubah pemikiran kamu antara Islam dan K-wavers, ah aku juga baca ulang ulang deh, saking serunya buku ini.

Jangan lupa baca yaaaa!!!
4 reviews
April 6, 2025
buku ini bener-bener membuka mata sy untuk tdk terlalu "fanatik" terhadap idol kpop. tampilan bukunya sgt menarik dgn beragam ilustrasi yg membuat sy merasa nyaman. kata demi katanya jg tdk terlalu menghakimi bagi seseorang yg masih berproses untuk hidup lebih baik. sy sekarang masih mengamati dunia kpop sebagai hiburan, tdk terlalu berlebihan sebagaimana dlu yg 24/7 fangirlingan. buku ini benar-benar membantu sy untuk kembali berenang ke permukaan dan mengerti batas-batas dlm mengidolakan seseorang.
Profile Image for Lulu Khodijah.
440 reviews10 followers
August 1, 2020
Buat yg pernah dengerin dakwahnya, konten buku ini ngga beda jauh sih. Blak-blakan. Seru. Pake logika aja. Eh ditambah ilustrasinya lucu2. Ngga menggurui sama sekali. Tinggal kitanya aja nih mau nerima apa yg dipaparkan atau justru menolak mentah2 alias denial.

Sbg penonton drakor aku pun mengiyakan fakta2 yg dijembrengkan disini. Barakallah. Semoga aku bisa mempraktekkan isi bukunya, ga cuma baca aja :)
8 reviews
March 14, 2022
Saya yakin, setiap kpopers muslim pasti sebenarnya meng-iya-kan apa apa yang dijelaskan. Tidak apa2 jika memang sulit, jalanlah meski perlahan menuju kebenaran.
Saya pada akhirnya bersyukur, dulu ketika ngefans banget deng kpop masih belum punya uang buat nonton konser, beli merchandise, dll. Sekarang setelah sudah dewasa sudah merasa itu adalah jalan yg tepat. Kita hanya memperkaya orang2 kafir yg gak ada impact apa2 buat kita.
Profile Image for Retno.
59 reviews2 followers
October 31, 2022
POV penceritaan dari sudut pandang orang yang pernah tenggelam dalam dunia kekorea-koreaan, ada bagian yang bikin kok bisaa dan di bagian-bagian terakhir dibuat berpikir (makanya bacanya agak pelan-pelan) sebagai muslim. Jadi bisa ngertiin sih mereka yang terkena demam korea itu POV nya seperti apa, dan untuk yang sedang demam korea, buku ini membuka another point of view untuk bikin lebih logis aja.. supaya alih-alih tenggelam tapi menyelam (saja)
Profile Image for Marya Cahya Dewanti .
6 reviews
January 13, 2023
Bagi kpopers muslim, buku ini relatable bgt bgt. It's like a slap in the face! Sempet maju mundur dari dunia fanatisme perkpop-an. Lalu, terbitlah buku ini. Berasa dapet hidayah kaya "yup, this is the time".
2 reviews
July 7, 2020
Keren banget~ ngga hanya covernya doang yg bagus, ilustrasi dlm nya juga~ selain itu isinya bikin kita sadar ( minimal tau diri ) jalan mana yg kita ambil selama ini
Profile Image for n-za.
142 reviews15 followers
July 17, 2020
Kesindir banget😭 sejak beli buku ini aku mulai bertekad mulai dari ngurangin hal² yg tdk berfaedah dan mulai mencari hal² bermanfaat sampai saat ini walaupun sulit sih
Profile Image for Aina Vahrina.
6 reviews2 followers
August 2, 2020
Meskipun ngga suka tentang drakor dsb, tapi buku ini bagus untuk menjadi pengingat ketika kita terlalu mengidolakan makhluk. Barakallahu fik
Displaying 1 - 30 of 56 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.