Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jurnal Risa: Teror Liburan Sekolah

Rate this book
Teruntuk saudara-saudaraku di Jurnal Risa;
Saat ini akhirnya datang, kesempatan untuk menceritakan kisah kita bersama. Hal ini harus kulakukan karena aku memang tak sanggup bila sendirian, menghadapi segalanya seolah aku ini sang pemberani.

Tanpa kalian, Jurnal Risa hanya akan jadi sebuah nama dan tak mungkin bisa berdiri sekuat ini. Dalam buku ini, aku ingin mengajak kita semua bernostalgia, tentang hal-hal gila yang pernah terjadi di masa kecil kita dahulu.

Teruntuk para pembaca kesayanganku;
Ini adalah cerita kami kecil, di musim libur sekolah yang menyenangkan. Ketika aku, A Angga, Nicko, Kakang, dan Riri untuk kali pertama berterus terang dan bertualang dengan ‘kemampuan’ kami.

Tidak pernah sedikit pun terpikir, ini adalah sebuah awal yang perlahan membentuk karakter kami. Sekumpulan penakut yang mau tak mau menjadi berani karena tak bisa menutup mata dan telinga dari teror mereka.

Risa Saraswati—

186 pages, Paperback

First published February 1, 2020

69 people are currently reading
500 people want to read

About the author

Risa Saraswati

25 books1,863 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
62 (49%)
4 stars
36 (28%)
3 stars
22 (17%)
2 stars
2 (1%)
1 star
4 (3%)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews124 followers
April 20, 2020
Nama Risa Saraswati memang sudah tidak usah diragukan lagi sebagai penulis cerita horor. Apalagi kini namanya kian tenar dengan kehadiran Jurnal Risa di media sosial. Tim yang terdiri dari Risa dan saudara-saudaranya tersebut kerap kali mendatangi tempat-tempat angker untuk mencari aktivitas supranatural di sana. Jujur saya sendiri kurang begitu mengikuti Risa Saraswati. Malahan saya belum pernah menonton Jurnal Risa sekalipun. Ini menjadi pengalaman pertama bagi saya untuk menikmati Jurnal Risa dalam bentuk tulisan. Dari segi sampul buku, Jurnal Risa: Teror Liburan Sekolah terlihat eye-catching. Kelima tokohnya ditampilkan dengan apik dalam sampul bukunya. Dengan mimik ketakutan di antara pohon bambu menunjukkan latar tempat angker yang mereka kunjungi. Penempatan judul dan nama penulis pun terlihat presisi dan pas dengan warna yang berkilau. Perpaduan sampul buku yang menjual, memikat, dan menarik.

Bagi saya novel ini lebih cocok ditujukan untuk pembaca kanak-kanak dan remaja. Tema horor yang dibahas tidak terlalu ekstrim dan cenderung ringan. Bagaimana Risa dan saudara-saudaranya yang sedang berlibur di rumah kakeknya harus menerima teror dari sesosok makhluk astral. Petualangan khas remaja yang seru dan menyenangkan berhasil diperlihatkan di sini. Misteri dan nuansa horornya terbilang pas dan tidak berlebihan. Walaupun novel ini tergolong ringan, tapi pembaca dewasa pun masih bisa menikmatinya. Saya sendiri suka dengan penyajiannya yang tidak terlalu maksa dan malah bikin penasaran. Risa berhasil membangun minat pembaca dengan cara yang apa adanya agar terus mengikuti kisahnya. Misteri yang diungkap tak begitu bikin merinding, khususnya bagi pembaca dewasa, tapi memiliki kesan horor yang pas. Jalinan setiap ceritanya dapat menghipnotis kita untuk ikut berpetualang bersama Risa dan saudara-saudaranya. Bacaan yang menurut saya pas dibaca dalam sekali duduk. Ilustrasi yang ada pun semakin menambah kesan horor dalam ceritanya.

Tokoh utama dalam buku ini adalah Risa, namun ada empat tokoh pendukung yang tak kalah menarik untuk diikuti. Keempat tokoh pendukung itu adalah Angga, Riri, Kakang, dan Iko. Tokoh Risa memiliki kemampuan untuk melihat makhluk astral. Akibat kemampuannya ini Risa kerap kali dianggap aneh oleh teman-temannya. Risa merasa malu dan takut jika harus membicarakan kemampuannya itu. Maka tak heran jika Risa berusaha untuk menyembunyikan kemampuannya tersebut. Kemudian ada tokoh Angga yang merupakan sepupu Risa yang seumuran. Angga memiliki sifat yang lebih dewasa dan mengayomi sepupu-sepupunya. Selanjutnya ada Riri yang adalah adik kandung Risa. Riri yang masih kecil memiliki sifat yang manja dan penakut. Tak jarang Riri sering sekali mengungkit kemampuan Risa yang membuat kedua orangtuanya khawatirkan. Lalu ada tokoh Kakang atau Abimanyu yang usil dan jahil. Akibat dari rasa usilnya, Kakang sampai nekat untuk mencari tahu akan keberadaan makhluk astral. Terakhir ada Iko yang sebelas dua belas dengan Kakang. Hanya saja Iko ini lebih polos dan naif jika dibandingkan dengan Kakang. Semua tokoh yang hadir memiliki karakter yang cukup kuat. Peran setiap tokohnya memiliki porsi yang pas dan sesuai. Interaksi dan chemistry antar tiap tokoh juga terasa hidup dan apa adanya.

Jurnal Risa: Teror Liburan Sekolah memiliki alur cerita yang cepat dan mengalir. Saking cepatnya Risa langsung menyuguhkan permasalahan yang akan dihadapi oleh tokoh Risa dan sepupu-sepupunya. Alur ceritanya yang cepat memudahkan kita untuk melahap buku ini dalam sekali duduk. Sudut pandang orang pertama melalui tokoh Risa dipilih sebagai narator cerita. Lewat tokoh Risa pembaca akan diajak untuk menyelami isi hati dan pikiran Risa yang sebenarnya tersiksa akan kemampuannya melihat makhluk astral. Gaya bahasa dan bercerita penulis sangat sederhana dan mudah dipahami. Saya suka dengan beberapa dialek sunda yang ikut ditempatkan dalam setiap dialog antar tokohnya. Latar tempatnya kebanyakan adalah di rumah Kakek dan lingkungannya, seperti kamar, dapur, sekolah, hingga kuburan. Latar tempat yang dipergunakan tergolong efektif untuk petualangan Risa Cs.

Permasalahan yang muncul dalam jalan ceritanya adalah saat Risa dan sepupu-sepupunya mulai memanggil Peter cs di sebuah sekolah yang sepi. Di sana mereka bukannya memanggil Peter cs, tapi malah memanggil berbagai roh jahat lainnya. Ada satu makhluk astral yang ternyata mengikuti mereka hingga mengakibatkan teror. Risa dan sepupu-sepupunya pun dibuat ketakutan dan penasaran dengan asal-usul serta apa tujuan makhluk astral tersebut mengganggu mereka. Sebuah konflik cerita yang tergolong ringan dan tidak berbelit-belit. Konflik yang disuguhkan memang terasa sangat pas untuk dinikmati oleh remaja dan kanak-kanak. Tak ada gejolak yang menyertainya, namun hanya sekadar konflik horor yang mudah untuk diikuti. Penyelesaian konfliknya terlihat terburu-buru. Walaupun alasan yang menyertainya terbilang cukup kuat dan masuk akal, tapi entah kenapa masih terasa kurang bagi saya. Mungkin penulis bisa sedikit lebih panjang dalam membangun konfliknya dengan background yang lebih kuat.

Menjadi pengalaman yang seru ketika untuk pertama kalinya bisa menikmati tulisan seorang Risa Saraswati. Sebagai penulis yang memiliki kemampuan supranatural, Risa berhasil meracik cerita horor yang menarik dan bikin penasaran. Gaya penulisannya yang sederhana dan mengalir menjadi senjata utama dalam memikat pembacanya. Selain itu di bukunya kali ini Risa seperti ingin membuka sebuah cerita tentang cikal bakal tim Jurnal Risa yang memang sudah tenar di media sosial. Perkenalan yang menyenangkan untuk tahu siapa-siapa saja orang-orang yang ada di balik tim Jurnal Risa. Setiap tokoh memiliki karakter yang saling melengkapi satu sama lain. Rasa simpati saya berhasil muncul melihat kegelisahan Risa akan kemampuannya. Bagaimana anak-anak indigo memang kerap kali dianggap aneh dan berhalusinasi. Namun, saya pribadi percaya dengan kemampuan spesial seperti ini karena adik saya sendiri memilikinya. Satu poin plus lain dari buku ini adalah adanya ilustrasi yang menggambarkan beberapa kejadian dalam jalan ceritanya. Kekurangan yang sedikit mengganggu saya adalah penyelesaian konflik yang terburu-buru dengan alasan yang masih kurang kuat. Secara keseluruhan Jurnal Risa: Teror Liburan Sekolah merupakan kisah petualangan horor remaja yang asyik dan terasa pas untuk dibaca dalam sekali duduk.
Profile Image for Sisie Muhammad.
2 reviews
April 23, 2020
Yang suka nonton Jurnal Risa di Youtube siapa nih?? Aku Februari kemarin sempet maraton buat nonton Jurnal Risa karena akhirnya penasaran juga sama cerita awal keluarga ini yang bisa berinteraksi dengan makluk tak kasat mata, terutama kakang dan Nicko haha.
Di buku Jurnal Risa ini kita akan menemukan jawabannya. Cerita mereka bermula disini ketika mereka; Teh Risa, A Angga, Kakang, Nicko, dan Riri berkumpul di rumah kakek untuk melewati libur sekolah.
Yup ini cerita Teh Risa dan Tim Jurnal Risa ketika masih sekolah.
Bagi yang suka banget nonton Jurnal Risa, dan penasaran sama awal kisah mereka, nonton di Youtube aja kurang seru sih kalau gak baca buku ini.
Disini semua tergambar secara jelas gimana Tim Jurnal Risa ketemu sama Mat Modol yg biasa masuk ke tubuh Nicko. Dan banyak cerita lainnya yang bikin kalian makin kenal sama anggota Tim Jurnal Risa.
Buku ini ceritanya gak sehoror buku Teh Risa yang lain, karena ada sentuhan komedinya sebagai mana kalian nonton Jurnal Risa, ada saja bagian yang bikin kita ketawa ditengah rasa horor itu sendiri.
Profile Image for Dyah.
1,110 reviews65 followers
July 7, 2021
Ini kisah saat Risa usia SMP. Kala itu dia tinggal bersama kakek neneknya di Bandung, sementara ayah, ibu, dan adiknya Riri tinggal di Karawang. Risa telah gagal berupaya bunuh diri demi bisa bermain selamanya dengan Peter cs. Karena itulah keluarganya memutuskan untuk menjauhkan Risa dari sobat-sobat gaibnya.
.
Dalam Teror Liburan Sekolah, beberapa saudara Risa datang ke rumah kakek untuk berlibur. Ada A Angga, Kakang, Iko, dan Riri. Namanya juga anak-anak, malah aneh kalau ngga bandel dan cari masalah.
Berawal dari keisengan untuk manggil Peter cs, mereka malah diteror oleh satu sosok kunti dengan lidah panjang menjulur. Karena takut dimarahin kakek, mereka berusaha sendiri ngusir si kunti. Tapi tentu saja tidak semudah itu.
.
Sebelum Teror Liburan Sekolah, Risa dan saudara-saudaranya tidak saling tahu bahwa masing-masing dari mereka memiliki sensitifitas akan dunia gaib. Setelah saling tahu, mereka jadi saling mendukung. Hingga saat ini kebersamaan dan kekompakan mereka dapat kita saksikan dalam Youtube Jurnal Risa.
.
Kisah Teror Liburan Sekolah tidak sekadar menyajikan keseraman, tapi juga kental dengan nuansa kekeluargaan. Kisahnya seru dan cocok dibaca oleh para remaja. Di dalam buku ada beberapa ilustrasi hitam putih yang mendukung cerita. Aku kurang suka sih gaya ilustrasinya, tapi ya lumayan lah.
.
Satu hal menyebalkan dari buku ini adalah saltiknya. Aku kesal, kok kayaknya buku-bukunya Bukune tuh berteman akrab dengan saltik sih? Maaf aku sebut merek, habisnya dari dulu kayak ngga ada perubahan dan kemajuan soal ini. Masalah saltik terkesan sepele, tapi bisa sangat mengganggu kenyamanan membaca. Aku selalu ragu beli Bukune tuh gara-gara ini. Sayang banget. Padahal penerbit ini banyak ngeluarin genre horor favoritku.
.
Sepertinya akan ada buku Jurnal Risa berikutnya. Muluk ngga sih kalau aku berharap kualitas bukunya nanti lebih baik daripada ini?
Profile Image for Rihazizah.
63 reviews2 followers
September 30, 2024
Mayaan. Aku habiskan dalam sekali duduk.
Karena bukunya juga tipis jadi tempo ceritanya juga cepat.
Mengisahkan pengalaman Risa Saraswati di masa SMP, saat sedang menginap di rumah Kakek bersama sepupu-sepupunya yg lain: Angga, Kakang, Nicko, dan Riri (adiknya Risa).
Cerita seram berawal dari rencana mereka utk memanggil Peter Cs, teman hantunya Risa. Jadi sepupu2nya Risa ini pengen kenalan sama Peter Cs, maka di sebuah sekolah kosong, mereka memanggil Peter Cs. Alih-alih Peter Cs yg datang, malah mereka diikuti oleh sosok hantu perempuan yg menjulurkan lidah keluar sampai ke tenggorokan.
Kakek mereka tuh jagoan dalam pengusiran hantu, tapi mereka terlalu takut utk jujur ke kakek, takut dimarahi dan akhirnya mengambil langkah ceroboh: menyelesaikan semuanya sendiri dg kembali ke sekolah kosong itu tengah malam utk memanggil hantu perempuan itu dan memintanya pergi. Tapi tentu tdk semudah itu!

Meski tokohnya anak-anak dan remaja, cerita ini cukup mencekam kok klo dibaca orang dewasa. Apalagi ditambah dg ilustrasi hantu-hantu seramnya.

Hanya saja, aku kurang cocok dg gaya bercerita Risa Saraswati, belum pernah melihat podcastnya juga. Banyaknya saltik juga bikin pengalaman bacaku juga kurang menyenangkan. Tapi sbg penikmat cerita horor, Jurnal Risa ini cukup seru dibaca.
Profile Image for Chandrawati Wulandari.
1 review2 followers
November 8, 2020
Bacaan ringan di tengah kebosanan work from home di masa pandemi. Cukup untuk membangkitkan kembali kebiasaan membacaku yang sudah cukup lama kutinggalkan karena kesibukan lain. Buku teh Risa edisi jurnal risa pertama ini kuselesaikan dalam waktu 2 hari, itu pun menyambi pekerjaan kantorku. Sekarang aku sedang membaca buku teh Risa edisi jurnal Risa yang kedua, yaitu Mamat Ujang. Can't wait! 😊
Profile Image for Alika Gustris.
6 reviews
January 1, 2022
Versi lain dari cerita personel Jurnal Risa dimasa sekolah. Disaat mereka berenam masih beradaptasi dengan kemampuan yang mereka punya.
Dari sini bisa kita lihat bagaimana personalia mereka terbentuk. Aa Angga yang bijaksana, Teh Risa yang berani dan menjadi penengah, Riri yang takut-takut, Niko dan Abimanyu bandel ala anak-anak remaja seumuran mereka.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for hoyyikozi.
99 reviews
November 5, 2023
i’m a fan of jurnal risa since i was in elementary school (now i’m in high school). bisa tau cerita masa kecil teh risa dan sepupu-sepupu nya melalui buku ini bener-bener seru. SESERU ITU. 🥹 dan aku selalu suka sama gaya penulisan teh risa, juara banget. flow ceritanyaa waa mulus sekalii, bercerita bercerita bercerita ♡ terus ada ilustrasi di beberapa halaman, kerenn!
Profile Image for Irma Nurhayati.
138 reviews4 followers
July 5, 2020
Khas nya tulisan teh risa. Buku ini seperti diary teh risa yang di sampaikan dalam bentuk novel. Ilustrasi di buku ini menambah rasa seram buku ini.
Profile Image for Oktavia Suci.
10 reviews1 follower
August 23, 2021
Serem banget euy, apalagi dikasih ilustrasi sama risa,
Ga kebayang aselinya gimana,
Terutama sosok tante wangi,
Orang yang kita kenal jadi seperti itu, prihatin sekaligus sedih.
Profile Image for Aiza Karsosemo.
8 reviews
Read
May 22, 2025
Buku Risa yang satu ini cukup menegangkan, namun tidak seperti Danur atau buku Danur Universe lainnya. Buku ini dikemas dengan apik, menceritakan tentang masa kecil Risa dan saudara-saudaranya. Sehingga pembaca juga dapat mengetahui masa lalu Risa.

Suspense-nya tidak terlalu menegangkan karena pemerannya sendiri adalah anak kecil, namun untuk unsur-unsur mistis masih tetap terasa. Apalagi saat mencapai klimaks di mana Nicko didatangi oleh Tante Wangi.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 12 of 12 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.