Jump to ratings and reviews
Rate this book

Do

Rate this book
Masalah adalah anugerah.
Masalah adalah peluang.
Masalah membuat kita kreatif.
Masalah membuat kita belajar.
Mencari jalan keluar itu mengasyikkan.
Proses mencari solusi itu menyenangkan.
Menemukan solusi itu membahagiakan.
Kreatif itu panggilan jiwa untuk memberi makna.

Unknown Binding

7 people are currently reading
70 people want to read

About the author

Handoko Hendroyono

6 books9 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (10%)
4 stars
36 (42%)
3 stars
26 (30%)
2 stars
11 (13%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 16 of 16 reviews
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,043 reviews1,968 followers
August 20, 2022
Terlambat. Mungkin itu kata yang paling bisa menggambarkan bagaimana aku menyadari kalau tulisan Handoko Hendroyono ternyata punya pesan yang menarik dan disampaikan dengan menyenangkan. Membaca Do meskipun tanpa membaca buku sebelumnya ternyata tidak membuat aku bingung, Malahan, aku ingin membeli Brand Gardener (sayangnya sudah tidak banyak di toko buku) dan mengenali apa yang dimaksud oleh Handoko dalam setiap tulisannya.

resensi lengkapnya

Dengan harga yang tidak terlalu mahal dan jumlah halaman di bawah 200 halaman, buku ini bisa dilahap dengan cepat. Tetapi pesan di dalamnya memiliki makna yang lebih dari itu.
Profile Image for Alwi Kosasih.
10 reviews5 followers
February 13, 2016
Kasarnya, buku ini sangat unik dari segi layout dan penampilan isi. Namun sayangnya, secara konten saya rasa terlalu terburu-buru dan terbilang "racun" bagi orang-orang yang ingin memulai usaha.

Mari kita bahas.

Secara isi, bukan sekadar tampilannya yang "nyeni banget", buku ini menyarankan pembacanya untuk melakukan branding dengan menggali ide seunik mungkin, menambahkan kisah di balik kemunculannya demi menimbulkan efek simpati pembeli. Itu bagus. Tapi di lain pihak, buku ini terkesan gegabah dengan tidak menegaskan soal kualitas. Itu bisa berdampak buruk pada banyak hal, bukan sekadar ide-ide panganan unik yang timbul-lenyap, penggunaan material ala-kadarnya yang kadang tidak memikirkan soal kesehatan jangka panjang, sampai ke masalah pencurian ide (karena kualitasnya biasa saja, mudah sekali ditiru).

Jadi, menurut saya, buku ini SAMA SEKALI BUKAN untuk pemula yang ingin memulai bisnis, tetapi sekadar untuk suplemen branding usaha yang sudah berjalan dan mengutamakan mutu produknya.

Selesai.

Sebagai perenungan, sebagian produk lokal yang terkesan jadul dan kuno masih bertahan sampai sekarang karena kualitasnya, bukan karena hype atau branding yang bagus. Martha Tilaar dan Mustika Ratu pun menjadi luar biasa karena branding, tapi tidak memfokuskan diri pada branding sedari awal, tapi mutunya. Maicih menang branding dan proses distribusi yang unik, tapi kalah seketika saat hype sudah hilang, dan mati total ketika masuk swalayan (karena rasanya biasa saja dan harga branding-nya kelewat mahal). Ice Cream in Pot awalnya menarik dan unik, namun mudah sekali ditiru, walau pengusaha aslinya mementingkan mutu kesehatan sesuai food-grade dari pot plastik yang digunakan, penirunya menggunakan pot tanaman sebagai gantinya, itu fatal untuk kesehatan.
113 reviews
January 25, 2020
Buku yang ringan namun berbobot itu jarang. Ini adalah salah satu nya.

Kalau sudah baca buku Do & Fish Eye, sebetulnya pesannya mirip-mirip. Namun tetapi worth buat baca semua nya karena ilustrasinya beda-beda dan ‘magic’ dari buku seperti ini adalah bukan saja pengetahuan yang di tularkan, namun juga ‘api’ yang di percikkan ketika membacanya.

Sangat merekomendasi buku-buku Mr. Handoko.
Profile Image for Paulus Phoek.
Author 1 book
July 19, 2015
Formatnya keren. Isinya bagus tapi sistematika gak jelas.
Proses kreatif memang tidak sistematis atau metodologis.
Tapi dalam menjelaskannya agar bisa dipahami orang lain; harus ada alur sistematikanya.
Profile Image for Arie Rahayu.
83 reviews2 followers
June 15, 2014
Secara isi agak biasa sih, tapi formatnya keren. Apalagi buku Indonesia, kayaknya ini buku awal yang pake format sketsa.
Profile Image for Sita Evita.
112 reviews10 followers
May 17, 2021
Sayangnya aku baca buku ini setelah Artisan Brand, jadi agak kaget kalau buku ini lebih banyak ilustrasi dan sangat terkesan kosong.

Tapi setelah dipikirkan lagi, ya emang ini tentang dilakukan saja apa yang ingin dilakukan dalam membangun brand.
Profile Image for Fitria Wardani.
118 reviews3 followers
January 26, 2019
buku yang bisa dibaca singkat sekali duduk dan cukup artsy serta banyak nambah reference
Profile Image for Farhan Yuzevan.
7 reviews
March 18, 2019
Sebenernya udah lama selesai bacanya. Sekitar dua tahun lalu lah. Buku yang syahdu tentang branding. Dengan tulisan tangan yang gak bikin pegel bacanya.
Profile Image for Riana.
5 reviews
August 20, 2022
Ini adalah buku kedua Handoko Hendroyono yang kubaca. Masih dengan ciri khasnya: ilustrasi menarik dan nyeleneh, tulisan tangan, dan cover nyentrik.
10 reviews
September 16, 2022
Tentang marketing, brand, story/creativeteller, memacu untuk membuat sesuatu yang khas-lokal-dan bervalue-makna untuk masyarakat, sesuatu yang lama-mengena-dan banyak lagi
Profile Image for Reiza.
192 reviews7 followers
September 19, 2016
Oke,cukup lama juga saya menyelesaikan buku ini.

Sebenarnya saya memulai membaca buku ini pada bulan Agustus tanggal 21 yang lalu, dan itu hanya sekedar membaca. Saya sudah sampai pada bagian tengah buku ini. Tetapi ketika saya berbincang dengan seorang teman yang sering menuliskan kembali (ditulis tangan) intisari ataupun insight yang ia dapatkan dari buku tersebut, saya jadi tertarik untuk mencobanya sendiri, dan akhirnya saya memutuskan untuk membaca ulang buku ini dan menuliskan intisari yang saya dapatkan, bab per bab.

Baik, mari kita mulai.

Kesan pertama saya terhadap buku ini adalah, gaya penyampaiannya yang unik. Apabila buku lain biasanya membahas mengenai suatu hal secara terperinci, rapi, paragraf per paragraf, buku ini tidak. Buku ini membahas mengenai suatu ide besar mengenai branding dengan cara-cara menyampaikannya melalui sketsa-sketsa dan coretan-coretan sang penulis. Sebagaimana layaknya seseorang yang sedang melakukan tahapan kreatif dalam berbrainstorming Singkatnya, buku ini seperti kodok. Meloncat-loncat kesana kemari. Hal ini punya sisi positif dan negatifnya.

Positifnya, menurut saya, karena buku ini secara garis besar berbicara mengenai ide, konten, kreativitas, dan otentisitas dari sebuah brand, maka gaya penceritaan buku ini yang melompat-lompat cenderung untuk membuat kita berpikir secara kreatif. Karena...ya memang seperti itulah ide itu. Iya kan? Melompat-lompat menunggu untuk ditangkap. Seperti itulah buku ini. Penuh dengan ide-ide yang melompat-lompat.

Nah, negatifnya, buku ini jadi terkesan terburu-buru dalam menyampaikan suatu gagasan. Terburu-buru dan ambisius. Terlalu banyak hal-hal positif yang penulis ingin sampaikan dari suatu gagasan besar mengenai branding, tetapi kesan positif tersebut kurang dapat disampaikan secara mendalam, alias hanya ala kadarnya saja, yang penting pembaca merasa terinspirasi. Karenanya, saya setuju dengan komentar salah seorang reviewer Goodreads yang meresensi buku ini yang mengatakan bahwa buku ini lebih cocok digunakan oleh seseorang yang sudah memiliki brand dan berkeinginan untuk mengembangkan brandnya lebih jauh lagi.

Terlepas dari itu, buku ini buku yang bagus untuk mengawali proses brainstorming dalam membangun brand (dan menyemangati diri sendiri) agar lebih baik lagi.

Itu tadi kesan dan komentar saya terhadap buku ini. Intisari bukunya? Wah banyak! Saya akan coba bedah satu per satu intisari yang saya dapat disini
Profile Image for Riebka Damanik.
11 reviews11 followers
May 27, 2015
Hanya dalam 3 hari (sebenarnya bisa sehari), buku ini selesai dibaca. Singkat, padat, jelas dan terhibur dengan ilustrasinya. Handoko Hendroyono mampu menjelaskan dari sisi kekreatifan dalam menjalankan ataupun mengeksekusi produk hingga jadi brand yang dikenal. Bisa dibilang, ini adalah hasil analisis dari pengamatan mas Handoko yang akhirnya di-share ke pembaca tanpa perlu bertele-tele. Jadi kayak lagi baca otaknya mas Handoko. Cocok banget buat kita yang suka males baca. Soalnya setiap ilustrasinya sukses bikin pengen balik ke halaman selanjutnya ;)
Profile Image for Natya Nauri.
53 reviews2 followers
February 7, 2015
This is a book you can finish in 10 minutes! (Hehehe...) as it consists of images and quotes. Nothing special about the content... pretty boring...
Profile Image for Dayen.
10 reviews2 followers
September 17, 2015
Karena buku yang bagus penuh dengan ide kreativitas, ngga perlu banyak basa basi, ngga perlu banyak kata-kata.
Displaying 1 - 16 of 16 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.