Though Ayumu is steadily losing confidence, the Blade Children are gearing up to act against Kanon's threat. Claiming the newspaper room as their temporary headquarters (much to Hiyono's dismay), Rio, Kousuke, and Ryouko organize their offensive with an array of modified anesthetic weaponry to take down their former friend. But when Eyes makes an unexpected recovery, Kanon is pressured to make his move, putting Ayumu and the entire school in danger. How will Ayumu's logic and reasoning fare against Kanon's brute violence?
Perkembangan cerita semakin menarik. Artwork Mizutani sensei memang kurang nendang utk adegan aksi namun arsiran beliau sangat rapih dan baik. Sementara Shirodaira sensei seperti seolah membuat posisi anak2 Blade Children kehilangan taring. Dengan bergerombol Rio-Ryoko-Asazuka menyergap Kanon memperlihatkan mereka bertiga memang masih "remaja" LOL Melihat akses Hiyono menguak latar Kanon patut mendapat creit sendiri. Mungkinkah Shirodaira sensei mau mengembangkan plot k sana?
Di volume ini nih aku semakin mempertanyakan siapa si Hiyono Yuizaki. Dia bisa dengan mudah mendekati Kanon yang jelas-jelas bahaya, mengancam secara lembut di depan umum dan bisa dengan mudah menghindari serangan mendadak dari Kanon dengan menembakan dua peluru ke tanah. Di sini ada humornya selain misterinya yang semakin memusingkan tapi sudah mulai terurai... :)
Ah, and now I get to the reason I started reading the manga: there really is life after the anime ended. Hopefully this time around I'll actually get answers.