Jump to ratings and reviews
Rate this book

Debu dalam Angin

Rate this book
Siapa yang biasa mencuri sesuatu dari seorang manusia yang teramat miskin. Siapa yang bisa membunuh seseorang yang sesungguhnya tidak pernah hidup?

Dengan penglihatannya yang mengabur dalam sekarat, Salvador tua mengais sisa-sisa kenangannya bersama Tirbiani kecil; Salvador berutang sebuah pengakuan kepada anaknya. Pada saat bersamaan, para remaja buruh yang merawat Salvador justru terus membuka kembali ingatan mereka tentang pedihnya kehidupan kehilangan keluarga ketika berusaha mencari tahu keberadaan Tirbiani.

Buku ini berkisah tentang kehidupan para buruh; kelembutan hati orang-orang terpinggirkan dan pencerahan seorang lelaki tua yang belajar dari kealpaannya sendiri, juga dari keagungan isyarat alam yang tenang dan melambung,

"Debu dalam Angin adalah gubahan asli seorang penulis Indonesia, sehingga menarik untuk menghayati pengalaman Indonesia di generasi baru. Apakah pembaca sedang berada di Indonesia? Dimensi Indonesia macam apakah yang terungkap dalam novel ini? Latar imajiner nover bergenre realisme ini tetap membawakan tema klasik; pergulatan manusia, dalam kondisi apa pun, agar hidupnya bermakna.

Cara berceritanya yang tidak mencari efek sensasi, peka terhadap kerincian, menggambarkan kehidupan pinggiran secara elegan. Mengena bagi yang selektif memilih bacaan."

-Seno Gumira Ajidarma-

131 pages, Paperback

First published April 1, 2020

Loading...
Loading...

About the author

Pratiwi Juliani

5 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (11%)
4 stars
49 (55%)
3 stars
25 (28%)
2 stars
3 (3%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 25 of 25 reviews
Profile Image for ichan  .
41 reviews
March 16, 2022
"Semoga semua anak di dunia bernasib beruntung pada akhirnya, tak peduli dari orangtua seburuk apa mereka dilahirkan"

Kayaknya aku baru pertama kali baca buku dengan gaya bercerita seperti ini. Tokoh utamanya enggak diceritain secara detail, tapi kehidupan sehari-hari Salvador bersama yang lain di Delta dan di kamar sewaannya buat aku terharu, sisi-sisi kemanusiaan itu yang ditunjukan secara detail. Pada akhirnya pembaca bisa menyimpulkan sendiri sih bagaimana hubungan Salvador sama Tirbiani. Oh iya aku ngerasa dari halaman 1-77 aku enggak tahu cerita ini mau dibawa kemana, bahkan kadang bosen. Terus awalnya kupikir akan ada orang-orang jahat di tempat kerja, tapi ternyata enggak.

Pengalaman menarik baca novela ini
Profile Image for Freyja.
278 reviews11 followers
October 22, 2022
Novel yang lumayan pendek jadi bisa habis dibaca sekali duduk. Bener-bener nggak kerasa karena narasinya sangat mengalir dan enak dibaca. Konfliknya emang nggak yang tegang dan mendebarkan, lebih fokus menceritakan keseharian tokohnya, yang menurutku sudah ciri khas dari penulis dan bisa ditemui juga di cerpen-cerpennya. Cuman di sini penokohannya bisa lebih mendalam sehingga kita jadi lebih mudah bersimpati ke mereka, aku bener-bener dibikin mewek bacanya :") Salah satu detail favoritku adalah gimana tokoh para buruh dialognya selalu dalam bahasa non-baku/semi-baku, sedangkan tokoh seperti Tirbiani yang secara status sosial ekonomi lebih tinggi dialognya pakai bahasa baku.
Profile Image for hllreka.
123 reviews8 followers
July 9, 2020
Cerita yang menenangkan. Walaupun sebenernya pengin banget menelisik lebih jauh tentang hubungan tirbiani dan salvador.
Profile Image for marsya.
8 reviews8 followers
November 12, 2023
“la menerima nasibnya, sekaligus tidak keberatan menyanyikan cerita hidupnya sebagaimana burung yang telah patah sayap, agar burung-burung yang lain tidak perlu sepertinya; hindari jerat itu, burung-burung muda! Terbanglah setinggi mungkin agar para panah tak dapat mengenaimu! Atau nyanyian yang lebih jujur dari itu, bahwa orang lain dan dunia seisinya ini, juga Tuhan bagi yang memiliki agama, tidaklah memiliki andil dalam kekejaman.“

Semoga selalu diberikan kesehatan dan kemudahan untuk orang-orang seperti Salvador di dunia ini ♡
Profile Image for Merry.
25 reviews1 follower
July 3, 2024
Ini novel tipis sekali cuma 120an halaman. Halaman 1-70 masi bingung ini mau dibawa kemanasi ceritanya. Bahasanya juga rada kaku, sampe awalnya curiga ini novel terjemahan kah, dan ngecek nama penulisnya ternyata indo kok (maklum belinya di pameran dan asal ambil aja)

Dari awal diceritain tentang kehidupan buruh, salvador si tokoh utama, bapak tua yang menanti sang anak dateng. Awalnya ngira salvador tuh berkhayal ya tentang anaknya, sampe akhirnya si anak beneran ngunjungin dia. Ceritanya cuma fokus ke kehidupan sehari-hari salvador, penyesalannya dan nasehat dia ke rekan2 kerjanya yang masi muda (secara dia yg paling tua disitu)

Overall gue so-so lah sama buku ini, okelah buat bacaan di jalan, dan dengan harga obral di pameran buku, rasa-rasanya ini buku terlalu murah dihargain segitu.
Profile Image for jea.
21 reviews
April 29, 2024
4,3/5 ⭐️

Menurutku ide ceritanya keren banget, berlatarkan delta tempat menyelesaikan proyek pembangunan. Tentang kehidupan seorang buruh kasar tua bernama Salvador beserta rekan-rekan buruhnya—yang tentunya bukan sekadar rekan kerja.

Menggunakan sudut pandang orang ketiga yang fokus menguraikan keadaan Salvador yang sering kali terbayang-bayang akan ingatan tentang Tirbiani, putranya. Dari awal bener-bener ga kebyang sih, ke mana perginya Tirbiani, dan aku kira Tirbiani tuh setega itu menelantarkan ayahnya 😭 Ternyata oh ternyata...

Liat Salvador tuh, ya, udah renta banget, tapi tetap maksain diri buat kerja terus 😭 Bahkan ketika sakitpun, dia tetep kerja terus, heran. Bawaannya jadi sedih mulu baca penggambaran Salvador di sini. Makin ga kuat nahan tangis karena Peter, John, Tobi, Robin, dan si Pemain Harmonika yang bener-bener peduli banget sama si Pak Tua ini.

Jujur kecewa banget karena ternyata ga ada bagian yang nyeritain kenapa Salvador bisa tinggal sebatang kara di Kota Kolagga. Kenapa Tirbiani bisa ikut mamanya ke Kota Kubik? Apa kesalahan Salvador sampai membuat ia merasa begitu bersalah? Aku ga tau ini karena otakku yang ga nyampe apa gimana 😭

Overall ini keren banget! Aku suka, suka, suka! Definitely would recommend this to my friends! Semoga lebih banyak orang yang tahu tentang keberadaan buku ini dan ikutan baca 🙏🏻
Profile Image for Indah Purwanti.
124 reviews2 followers
February 7, 2022
Debu dalam Angin, novel pertama yang saya baca di tahun 2022, mengisahkan kehidupan seorang buruh bangunan tua yang rajin sekaligus misterius. Disebut misterius karena bapak ini menyimpan kehidupan masa lalunya yang tidak dijelaskan secara detail oleh penulis. Yang jelas, bapak tua ini memiliki seorang anak, namun ia memilih untuk menikmati hari-harinya dengan bekerja keras bersama teman-teman buruhnya yang lebih muda.

Buku ini memberikan gambaran yang bijak, karakter pada masing-masing tokoh juga tergambar sebagai orang-orang yang baik, walaupun mereka hanya seorang buruh bangunan dan hidup pas-pasan. Suasana dalam buku ini terbangun dengan damai dan tenang tanpa konflik yang rumit. Buku ini sangat cocok dibaca oleh semua kalangan, karena buku ini menampilkan hanya kebaikan daripada keburukan manusia =)
Profile Image for Zalfa.
22 reviews
December 29, 2023
Barangkali di dunia ini tidak ada kehidupan yang lebih baik atau lebih buruk. Barangkali yang ada hanya perkara semangat siapa yang lebih membara.


Menceritakan keseharian seorang buruh, Salvador, si pak tua dgn rekan2 muda nya di tempat kerja. Menarik sekali, baru pertama kali baca novel model gini. Tdk terlalu menceritakan kehidupan masa lalu nya Salvador, tdk diceritakan kesalahan apa yg Salvador buat di masa lalunya, pembaca hanya diajak untuk tau keseluruhan masa lalu Salvador, tdk diceritakan lebih jauh. Ceritanya lebih fokus pada kehidupan sehari2 Salvador si pak tua, bersama rekan2 nya yg masih muda.
Salvador yg sudah tua dgn penyesalan2 masa mudanya selalu menasihati rekan2 muda di tempat kerja, banyak sekali quotes2 yg bisa kita dapatkan di buku ini. Saya suka dengan cara penulis mendeskripsikan sangat detail dengan kalimat2 yang indah.
Profile Image for Yusrizal Yusuf.
19 reviews
September 21, 2025
"Kelak, semua yang telah menua akan belajar dari hidupnya sendiri..." (halaman 128)

Ringkas namun membekas, membaca perjalanan dan kerinduan Salvador pada Tirbiani, anaknya. Hidup yang keras tak pernah mengurangi semangat di hari tuanya sebagai buruh di delta. Di antara hari yang melelahkan dan meremukkan tubuhnya, saat tiba jam istirahat, selain berbagi nasihat, Salvador kerap mengenang sang anak dalam percakapannya dengan para pekerja.
Debu dalam Angin karya Pratiwi Juliani mengalir lirih, menyingkap betapa rapuh sekaligus tegarnya cinta seorang ayah. Dengan bahasa yang sederhana, kisah ini meninggalkan rasa getir dan haru di dada. Sebuah pengingat tentang pengorbanan, kerinduan, dan penyesalan yang menanti pemaafan.
Profile Image for Victor Tutupary.
24 reviews1 follower
April 25, 2021
Novela sederhana tentang Salvador tua, si kuli proyek yg kesepian. Ditulis dengan detail yang mampu membangkitkan emosi namun tidak berlebih-lebihan dalam berkata-kata, batasan tema, maupun dalam mendramatisir peristiwa. Realisme dalam novel ini mampu menghadirkan suasana yang hangat, sedih, dan lucu di antara para tokoh, mengingatkan saya pada tokoh-tokoh di dalam novel John Steinbeck. Hampir saja saya kasih bintang lima untuk novel ini, jika saja peristiwa Tribiani mengunjungi Salvador tidak ada.
Profile Image for Nan.
33 reviews
November 24, 2023
Buku yang selesai terbaca dalam sekali duduk. Sepanjang baca ini aku selalu teringat ayah. Ayahku yang hebat, dan baik, dan hangat.

Cerita dibuku ini simple, dengan setting tempat dan waktu yang juga tidak banyak. Berkutat dengan keseharian dan kehidupan Salvador. Tapi terasa hangat. So heartwarming.

Orang tua yang belajar dari kesalahan masa lalunya, lalu berharap dan berdoa agar anak muda disekitarnya tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

"Semoga semua anak di dunia bernasib beruntung pada akhirnya, tak peduli dari orangtua sebutuk apa mereka dilahirkan."

Semoga
Semoga
Semoga
Profile Image for Biru.
104 reviews
March 25, 2022
Buku ini adalah buku yang menghangatkan dan menenangkan melalui dialog-dialog sederhananya. Detail yang cukup membuat buku ini meskipun sederhana, tidak terasa membosankan. Selama membaca buku ini, aku bertemu dengan rasa kemanusiaan, kepedulian, dan cinta seorang ayah kepada anaknya. Sebenarnya aku masih ingin tahu secara mendalam tentang Salvador dan Tirbiani, tetapi tanpa itu buku ini sudah cukup menarik hati.
Profile Image for Ghina.
36 reviews
June 12, 2025
Aku baca buku ini karena dapet rekomendasi dari X waktu itu. Baca nya juga lewat iPusnas.

Diksi yang dipakai oleh penulis bagus banger, latar belakang di cerita terkesan bukan di Indonesia.

Awalnya aku kira Peter yang jadi karakter utama, tapi ternyata Salvador. Selama baca, aku takut banget karakter Salvador ini 'pergi' karena gak tau kenapa aku sayang aja sama karakter nya, hahaha.
Profile Image for Aarif.
81 reviews
December 16, 2025
keputusan untuk memberikan jarak antara tokoh utamanya dengan pembaca, lewat keputusannya yang janggal dan masa lalunya yang misterius, justru menuntun pada pola narasi yang lebih menghormati kewaskitaan pembaca. momen-momen kecil tanpa sub-teks lebih lanjut, memberikan efek emosional yang merasuki hati dengan lembut dan kegetiran situasi sosial disampaikan apa adanya.
Profile Image for shaniya..
21 reviews1 follower
January 26, 2021
"—semoga semua anak di dunia bernasib beruntung pada akhirnya, tak peduli dari orangtua seburuk apa mereka dilahirkan."

cerita sederhana namun pembawaannya santai, lambat dan hangat. aku suka detail penggambaran latar dan suasananya, bikin mudah untuk dibayangin.
Profile Image for Janita Kinsi.
13 reviews
July 14, 2021
Entah mengapa membaca Debu dalam Angin terasa seperti membaca karya John Steinbeck. Ada kemiripan gaya bercerita. Cerita sederhana yang terasa seperti percakapan sehari-hari namun memberikan arti dalam
146 reviews
September 22, 2020
Rasanya ga pernah terpikirkan bahwa kehidupan sosial kaum buruh seperti Salvador bakal se-heart warming itu. Meakipun memang ga dibikin dramatis tapi 'seadanya' bikin tulisannya bagus.
7 reviews
March 26, 2024
Buku yang memiliki makna makna tersirat, sayang sangat singkat dalam membacanya. Saya pikir, akan sangat baik lagi jika masih berlanjut
Profile Image for Amalia.
6 reviews
June 29, 2026
Mengambil sudut pandang laki2 tua yang telah kehilangan masa kejayaannya, sangat insightful.
Profile Image for leylaa.
3 reviews
July 20, 2023
pembawaan cerita disini tenang dan santai, berisi pemikiran antara anak muda dan orangtua dalam menjalani hidup.
Profile Image for Nawala Patra.
74 reviews8 followers
October 15, 2023
"Tidak ada yang bisa menghalangi apa yang telah terbakar menjadi abu. Tidak ada, Nak, tidak ada. Tapi ia adalah sesuatu sebelum menghilang," Ayahku berkata padaku.

Berkisah tentang Salvador, seorang kuli proyek tua yang sendirian dan kesepian. Salah satu hidden gem di iPusnas dan termasuk salah satu novela kesukaan saya. Latar belakang tokohnya memang tidak dijabarkan dengan jelas, namun keseharian Salvador dengan orang-orang baik di sekitarnya sangat menyentuh hati. Sangat apa adanya.

Saya bahagia karena Salvador dikelilingi oleh orang-orang baik; Mulai dari Peter yang memberikan makanan yang meski dia sendiri cukup kesusahan secara finansial, John yang menawari traktiran, Tobi yang memberi Salvador penghargaan dalam bentuk vodka (yang sulit untuk mereka beli), Robin yang perhatian meski tsundere, bahkan pemain harmonika pun memperhatikan hal kecil untuk Salvador.

"Barangkali jika terlahir atau seumur hidup tak memiliki apapun yang berharga, hidupmu akan aman. Apa yang ditakutkan manusia jika tak memiliki apapun? Kehilangan? Kematian? Siapa yang bisa mencuri sesuatu dari manusia miskin atau membunuh orang yang sebenarnya tak hidup?" (Debu dalam Angin, Halaman 78)

"Untuk apa memikirkan yang sudah pasti? Bukankah ketidakpastian sumber segala pergerakan di dunia ini? Beberapa manusia memilih berhenti pada titik yang pasti. Perhentian lama akan menghadirkan kediaman. Tak ada yang bisa dikagumi dari diam, kecuali kediaman itu sendiri." (Debu dalam Angin, Halaman 127)

Tanpa mendramatisir cerita, penulisannya cukup membuat emosional meski penulis tidak berlebihan dalam kata-kata. Batasan temanya pun ditakar secara pas. Realisme dalam buku ini menghadirkan suasana yang hangat dan sedih. Selain itu, konfliknya tidak tegang sama sekali untuk kondisi Ayah-anak yang saling merindukan.

Diksinya yang sederhana terbalut dengan narasi yang mengalir ringan. Alih-alih latar belakang, penulis lebih fokus pada detail penokohan dan terkesan humanis sehingga membuat saya bersimpati. Saya penasaran dengan kelanjutan Salvador-Tirbiani, tapi hanya dengan seperti ini pun novela ini sudah cukup bagus. Saya sangat puas dengan endingnya meski sangat sederhana.

"Ia memilih untuk tidak mengucapkannya. Kelak, semua yang telah menua akan belajar dari hidupnya sendiri. Ia tidak perlu mengucapkannya." (Debu dalam Angin, Halaman 128)
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
324 reviews7 followers
September 22, 2024
Debu dalam Angin merupakan novel karya Pratiwi Juliani yang bercerita tentang Salvador, seorang pria lanjut usia yang memulai hidup baru sebagai pekerja konstruksi di sebuah proyek pemerintah. Meskipun kondisinya lemah, perjalanan Salvador adalah tentang penebusan dan perbaikan diri, mencerminkan tema bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Novel ini mempunyai tema tentang perjuangan manusia dan pencarian makna hidup, terlepas dari keadaan yang dihadapi. Novel ini menekankan bahwa perbaikan diri dan penebusan selalu mungkin, tidak peduli berapa pun usia seseorang atau kesalahan yang telah dilakukan di masa lalu. Cerita ini juga menyoroti nilai-nilai sosial seperti dedikasi, saling membantu, keluarga, loyalitas, empati, dan kerjasama.
Profile Image for 888.
20 reviews
March 21, 2024
Aku suka, dan selalu suka ketika hal yang menyangkut tentang kehidupan sosial. Apalagi lingkungkan yang memang jarang kita temui. Buku ini sederhana, tapi setiap ceritanya bikin kita merasa. Semua manusia patut di manusiakan, mau berapapun usianya.

Hal yang jarang kita temui di tengah sibuknya kota, yaitu saling tolong menolong dan mengasihi satu sama lain. Kisah para buruh yang bikin aku ngerasa, indah ya ternyata meskipun hidup sesederhana itu. Meskipun kita gak punya tempat tinggal dan tidur yang nyaman, tapi ketika banyak orang yang berbuat baik sama kita. Itu bukan lagi hal yang harus dipusingkan.

Keteguhan hati seorang Ayah dan kasih sayangnya juga, bikin aku merasa. How lucky I am to have you as a dad. Meskipun ada kisah harunya, tapi overall kisahnya sangat bikin tenang. Karena kebaikan yang kita beri ke orang lain, akan sama dengan semua kebaikan yang kita terima.
Displaying 1 - 25 of 25 reviews