Siapkan pakaian si gadis, tiga helai rambutnya, dupa, bunga kenanga juga kamboja, dan... peti mati. Lalu datangi lokasi yang diyakini jadi tempat arwah gadis-gadis berkumpul. Niscaya roh yang tersesat akan menemukan jalan pulang ke jasadnya.
Satu-satunya cara membangunkan Nayla dari koma adalah dengan menggelar ritual untuk memanggil rohnya. Tak sembarang orang bisa melakukannya, risikonya juga tidak main-main. Nayla bisa saja mati!
Namun tepat pada tengah malam, gerbang dunia roh pun dibuka selebar-lebarnya, meski tahu bahwa imbalannya adalah darah dan nyawa.....
“Percayalah, tidak ada apa pun yang bisa menghalangi kekuatan welas asih yang tumbuh dari diri kita.”
“Di dunia ini ada hal yang memang ditakdirkan untuk menjadi milik kita. Dan ada pula sebaliknya. Sekeras apa pun kamu berusaha, bila jodoh tidak menggariskan takdirnya, kita tidak akan pernah memilikinya.
Kau harus belajar ikhlas. Jangan memaksakan diri. Jangan menyiksa diri. Dia seharusnya pergi, bukan dikurung di antara ada dan tiada. Benang takdir sudah dibentangkan. Bebaskan dirimu. Juga dirinya.
Merelakan itu intinya. Bila kau ikhlas, semesta akan bekerja dan mendukung.”