Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ambivert

Rate this book
“Kita tidak akan bertanya apa-apa. Kita sudah menduga jawabannya. Namun, rasa ingin tahu itu tak pernah usai. Ego dan gengsi menolak Tanya, yang punya jawabannya selalu prasangka.”

Buku ini menceritakan tentang kehidupan seorang perempuan menghadapi masa Quarter Life Crisis (QLC). QLC akan dialami di awal umur dua puluhan hingga pertengahan tiga puluhan. Seperti tokoh aku dalam buku ini yang harus melewati banyak dilema dalam hidupnya. Mulai dari bagaimana pola asuh orang tuanya, persahabatan, penghianatan, dan asmara. Berbagai dilema tersebut memaksanya untuk mengenakan berbagai persona. Topeng-topeng yang terbentuk tanpa sengaja. Topeng-topeng yang ingin dilepaskannya tanpa tersisa untuk menemukan jati diri yang sebenarnya.

116 pages, Paperback

Published April 1, 2020

13 people are currently reading
129 people want to read

About the author

Arshy Mentari

3 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
14 (18%)
4 stars
26 (33%)
3 stars
31 (40%)
2 stars
6 (7%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 18 of 18 reviews
Profile Image for Tika Nia.
226 reviews4 followers
August 11, 2025
Bagiku membaca Ambivert seperti membaca buku harian seseorang yang baru kukenal. Aku berusaha memahaminya, tapi jujur hingga halaman terakhir aku merasa banyak hal yang belum bisa kupahami 🤷🏻‍♀️

Ambivert terdiri dari tiga bagian utama: (1) Ia dan Mereka yang Berbisik, (2) Mengenai Kita, dan (3) Menjadi Diri Sendiri. Pada bagian pertama aku masih bisa menangkap tentang konflik yang dialami tokoh utamanya. Dia adalah anak tengah penyendiri, mandiri, dan berusaha menjadi teman yang baik. Tapi kenyataannya, dia banyak menerima penolakan dari orang lain 😔

⚠️ SPOILER⚠️ baca review buku lainnya di IG ku @tika_nia

Di bagian kedua banyak yang membuatku bertanya-tanya. Tokoh "aku" menceritakan hubungan asmaranya. Tetapi aku masih tak paham! Di h.67 dia menjadi kekasih bagi lebih dari 1 hati, h.68 dia patah hati karena melepas 2 kekasihnya, h.69 dia merasa dikhianati (diduakan), di halaman² selanjutnya dia merasa sakit hati, galau, dll 🙄  Sebenarnya dia maunya apa? Dia mendua tapi juga nggak mau diduakan? Dia yang mengakhiri tapi dia juga merasa patah hati? 💔

Bagian terakhir berjudul Menjadi Diri Sendiri, tetapi menurutku lebih banyak membahas tentang hubungan dengan orang lain. Seperti pada sub.bab Jatuh Cinta, Tentang Rokok, Komitmen, Konektivitas, Hierarki, hingga Renungan Ketiga tentang Kita.

🎭🎭🎭
Satu lagi yang tidak kupahami yaitu genre buku ini. Di cover belakang tertulis Fiksi tetapi tokohnya tidak jelas siapa saja (selain tokoh aku), alur ceritanya juga buram, konfliknya menyebar, penulisan judul di setiap sub.bab justru mengingatkanku pada format buku non fiksi (Muslimah yang Diperdebatkan karya Kalis Mardiasih) 🙏🏻
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Dilla An.
7 reviews
February 19, 2023
Pertama kali baca judul buku ini aku tertarik banget karena topiknya aku suka. Tapi pas aku baca kok ga sesuai harapan, aku cari pembahasan tentang ambivert ga ada, yang aku temuin malah tulisan acak dari penulis. Ini salah aku juga sih yang langsung main beli tanpa baca sinopsis dan review. Tapi aku mutusin untuk tetep lanjut baca.

Buku ini berisi curahan keresahan dari sudut pandang tokoh aku, seorang perempuan yang sedang mengalami Quarter Life Crisis (QLC). Keresahan tersebut berupa pola asuh orang tua, persahabatan, penghianatan, dan percintaan. Curahan tersebut diitulis dengan bentuk 3 siklus (bab), yang dipisah menjadi cerita-cerita singkat sesuai temanya, dan disisipi puisi, juga quotes dibeberapa bagian.

Dalam beberapa tulisannya aku sangat relate dengan apa yang dialami tokoh aku, mungkin karena kami sesama perempuan usia 20an dan dalam keadaan yang sama. Selain itu, yang aku baru pahami di sini bahwa ambivert bukan hanya campuran kepribadian saja, tetapi bagaimana pintarnya kita menempatkan diri sesuai posisi dan keadaan, bahkan jika harus memakai topeng untuk menutup emosi sebenarnya agar terlihat baik-baik saja.
Profile Image for Amalina Ilma.
2 reviews
June 19, 2020
Buku yang menarik. Ada part-part di mana kita serasa membaca diri kita sendiri. Buku ini mengungkap kegelisahan-kegelisahan yang kadang kita sepelekan padahal itu penting juga dipikirkan. Dengan sajian yang berbeda dalam bukunya, Arshy Mentari berhasil memukau di buku perdananya ini.
Profile Image for Amaliya Khamdanah.
25 reviews
December 29, 2023
AMBIVERT, merupakan karya Arshy Mentari yang terbit di Buku Mojok pada tahun 2020 dengan tebal 116 halaman.

Buku bergenre fiksi yang penuh cerita dari tokoh tak bernama, tetapi menyebutnya dengan 'aku'. Ketika membaca buku ini, rasanya seperti mendengar penulis bercerita, entah pengalamannya atau kisah yang dikutip dari pengalaman orang lain. Hal tersebut tentu saja menambah point of view. Menarik. Iya, walaupun terkadang, dibeberapa bagian aku sebagai pembaca kurang sesuai dengan cerita yang disampaikan. Apakah itu? Penasaran, ya. Haha.

Ada tiga bagian dalam buku berkover biru ini, yaitu, ia dan mereka yang berisik; mengenai kita; dan, menjadi diri sendiri. Per bagian ada sub bab lagi, tulisan-tulisan juga tidak panjang, dan beberapa ada yang puitis. Oh iya, setiap bagian terdapat ilustrasi, seperti di slide keempat.

Membaca Ambivert seperti mendengarkan obrolan penulis, dari diri sendiri, keluarga, pertemanan, sampai pasangan. Diri dan keluarga memang sangat erat, seperti yang disebut tokoh 'aku' dalam menjalani hari-harinya sebagai anak tengah. Iya, agak disayangkan, ternyata keresahan yang dirasakan anak tengah juga dirasakan anak sulung dan bungsu. Haha. Apakah ini berkaitan dengan sudut pandang lagi? Bisa juga. Iya, aku mengambil kesimpulan untuk pandangan ini, apapun bagianmu dalam keluarga, kamu hebat dan keren dengan peranmu, senang dan sedih. Lalu, tentang teman yang malesi banget, ternyata banyak juga yang begini-begitu, atau jangan-jangan peran tersebut juga ada pada diri? Heuheu.

Menjelang penutup, kita seolah dibawa menuju cerita sedikit serius. Hal tersebut berkaitan dengan kepercayaan yang diyakini, sekaligus pesan yang mengatakan, "Jangan lupa untuk tetap menyayangi dirimu, Teman." Tentu saja.

Aku akan mengutip beberapa kalimat yang ada di tulisan 'Masa Lalu' yang semoga cukup sebagai pengingat. "Aku mulai menyadari esensi diri. Kenangan buruk bisa mengabur oleh senyum sapa yang hangat." Dan, "Semua baik-baik saja. Kamu berharga karena kamu menghargai dirimu sendiri."
Profile Image for Syarifah Rahmah.
100 reviews5 followers
January 21, 2022
📄Buku ini berisi kumpulan cerita atau kejadian yang dialami oleh tokoh "aku", seorang perempuan yang sedang mengalami proses pendewasaan dan pencarian jati diri.

📰Buat yang ingin baca buku ini karena judulnya ambivert dan berharap akan dapat informasi tentang apa itu ambivert. Kalian mungkin gak akan menemukannya di dalam buku ini. Karena isinya lebih banyak bercerita tentang pikiran dan perasaan tokoh "aku" saat berada di lingkungan keluarga, persahabatan, pertemanan, kuliah, dan percintaan.

📰Kalau memahami tentang ambivert, seseorang yang bisa menjadi introvert dan ekstrovert. Di buku ini ada hal tersirat yang menyinggung tentang hal itu, yaitu tokoh "aku" merasa bahwa kejadian yang ia alami membuatnya harus menggunakan berbagai topeng. Untuk memahaminya harus baca dulu buku ini.

📰 Tokoh "aku" sepertinya mengalami quarter life crisis. Apalagi di saat usianya menginjak 25 tahun. Karena ia merasa cemas dengan banyak hal, seperti tentang karier dan pernikahan. Relate banget, sih.

📝Dari gaya penulisannya, menurutku puitis gitu dan aku suka. Soalnya saat baca tulisan di buku ini kayak ada iramanya. Keren. Penulis bisa menyampaikan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh tokoh "aku" dengan baik.

🗒️Banyak quotes menarik di buku ini.
"Kau ini butuh istirahat. Rehat dari keinginan yang tidak ada habisnya. Rehat sejenak dari harapan yang selalu salah." (Halaman 11)

"Aku selalu senang jika kau senang. Namun, jika kau bersenang-senang tanpa aku, aku tidak yakin apakah aku senang atau tidak." (Halaman 84)
Profile Image for Rizki Hadi.
5 reviews
Read
December 27, 2022
Buku dibagi menjadi tiga bab besar yang kemudian diranting dengan sub-bab kecil. Di bab pertama ‘Ia dan Mereka yang Berisik’ kita sebagai pembaca akan dibawa oleh sang penulis kepada permasalahan dan keresahan awam yang banyak dihadapi anak muda. Mulai dari permasalahan tentang perkuliahan, materi, dan cinta.

Selalu ada yang tidak lengkap dalam hidup.

Membaca bab pertama ini kita serasa dekat sekali dengan penulis, Arshy Mentari. Apalagi Mbak Arshy mengemasnya dengan padat dan ringkas. Omelan-omelan yang selama ini mengendap di kepala dan susah dikeluarkan, terpampang jelas. Kita seolah membaca isi pikiran kita sendiri.

Menjadi orang tidak enakan itu sulit. Mau ditawarin oleh teman perihal barang dagangannya, tidak bisa menolak. Beli saja padahal tidak butuh-butuh amat dan dompet yang tipis. Punya banyak teman tapi kalau keluar sering sendiri, tidak berani mengajak teman karena takut mengganggu waktunya. Hal-hal yang sebenarnya sederhana dan sering dilakukan oleh orang tidak enakan.

Baca review selengkapnya di https://berandarebah.blogspot.com/202...
Profile Image for Puspithadew.
9 reviews
February 17, 2021
Buku ini cukup menarik. Menggambarkan kegalauan yg datang dari banyak sisi, tidak hanya urusan asmara saja. Terkadang jadi perempuan itu memang terkesan ribet karena memikirkan hal-hal yang terlalu banyak dan jadi baper. Tapi kalau dipikirkan dengan bijak dan tenang, hal yang sepele itu adalah hal yg urgent dan memang penting untuk dipikirkan untuk kesehatan mental. Sejauh ini, buku ini memberikan kesan bahwa menyadari kegalauan dalam diri sendiri itu penting, untuk pembelajaran dan pendewasaan diri tentunya.
Profile Image for Fian.
46 reviews
February 2, 2022
Meskipun buku ini hanya setebal 100an halaman, namun isinya melebihi dari yang saya pikirkan. Kita seakan membaca diary dari seseorang yang sedang mengalami ke-galau-an dalam hidupnya. Terkadang pada salah satu bab buku ini seperti membaca diri saya sendiri yang sedang dilema tentang masa depan dan segala seluk beluknya.

Buku ini cocok untuk dibaca bagi kalian yang sedang khawatir tentang masa depan. Pesan yang disampaikan penulis juga sampai kepada pembaca (meskipun dibutuhkan konsentrasi lebih). Buku ini juga cocok dibaca sebelum tidur dan resapilah setiap kata-kata indahnya.
Profile Image for Randomeid.
4 reviews
September 16, 2020
buku ini menggambarkan keadaanku sekarang. pertanyaan2 yang sering gw pikirin hampir semua ada dibuku ini. gw sadar sebagai manusia gw masih kurang berempati kesesama manusia dan masih selalu sembunyi dibalik kebaikan orang dan gw selalu menganggap itu baik saja. walaupun ada beberapa yang masih ku coba cernah bahasanya tetapi terima kasih sudah hadir menjadi jawaban tiap pertanyaan yg selalu muncul sebelum tidur ataupun insomnia menghampiri.
Profile Image for Dessy Irene.
31 reviews1 follower
October 15, 2020
Penggambaran masa-masa quarter life crisis. Mulai dari diri sendiri, pertemanan, relasi, dan hal lainnya yan terkait dengan masa quarter life crisis. Aku pas banget bacanya disaat fase tersebut. Isi buku ini bukan cerita yang memiliki alur. Ini lebih ke kata-kata realita yang menyadarkan, dan membuat kita seperti menghela napas, lega. Kata-katanya easy to read banget, jadi cocok dibaca-baca sebelum tidur dan cari posisi nyamanmu utk bacaaa.
Profile Image for Rizky Arya.
126 reviews2 followers
July 28, 2021
Buku ini cocok dibaca oleh siapapun kamu yang sedang dalam masa Quarter Life Crisis (QLS) yang penuh dengan ketidakpastian, cemas, sedih dan galau terhadap banyak masalah hidup mulai dari keluarga, pertemanan, asmara bahkan masa depan.

"Sesuatu yang selalu berusaha kau kenang, justru sumber segala beban." -Arshy Mentari

Next : https://kepinganarya.blogspot.com/202...
Profile Image for Diny Aprilisyanda.
12 reviews
December 30, 2022
Buku ini banyak mewakili diri saya dalam bentuk tulisan. Saya banyak belajar mengenali dan menyayangi diri saya sendiri lewat buku ini. Buku yang mengajarkan saya bahwa untuk meminta seseorang memahami diri kita, maka kita harus memahami diri kita sendiri terlebih dahulu.
Profile Image for asami.
36 reviews1 follower
July 15, 2020
Buku tipis tapi ngena banget. Debut pertama Arsy Mentari sekeren ini.. Kayak baca diary tapi relate dan pesannya tetep nyampe ke pembaca.
Profile Image for Nur Aini.
9 reviews
May 12, 2023
Salah satu buku yang bisa mewakili isi pikiran saya dan perasaan saya. Bahasa yang tidak rumit dan mudah dimengerti membuat pembaca dengan mudah tergugah dengan pesan yang disampaikan
Profile Image for ilminafiaa.
95 reviews19 followers
April 1, 2021
Menurutku ga nyambung sama judul nya. Tapi isinya bagus sih. Seperti baca diary penulis Yang lagi galau
Profile Image for Monika.
44 reviews5 followers
February 27, 2022
Buku-buku dari buku mojok nih bagus bagus semua ya. Demen deh. Haha. Oke seperti biasa, reviewnya akan aku bagi poin2 :

#1 (Cover) : Covernya menurut aku pribadi ini menarik dan lucu. Dan terlihat aesthetic sih. Lalu menurutku jg ini cukup menggambarkan isi buku. All about women and inside her.

#2 (Karakter/Tokoh & Plot): Jadi awalnya kupikir buku ini akan bener2 seperti novel yg nunjukin kegiatan awal tokoh lalu baru ke konflik dan solusi. Tapi ternyata ini lebih ke breakdown setiap sisi dari perempuan yang mengalami banyak dilema, banyak sekali pemikiran seorang perempuan yang mungkin bagi beberapa org (termasuk aku) as a woman juga merasa relate dengan apa yang ditulis penulis di sini. Tokohnya pun tidak diberi nama namun hanya menggunakan kata aku.

#3 (Quotes) : wah kalimat2 di Ambivert ini yang bisa sampe aku bilang 'bener banget nih' itu banyak. Haha. Dan setelah membaca sampai akhir quotes paling oke menurutku adalah ini:

"Semua baik-baik saja. Kamu berharga karena kamu menghargai dirimu sendiri. Dunia hanya sedang lelah. Mereka melampiaskan kemarahan, meludahimu, mencelamu, karena mereka lelah dengan diri mereka sendiri."

Jadi menurut aku, Ambivert ini termasuk teman healing sih. Bisa banget dibaca saat santai dan waktu singkat.

Sampai jumpa lagi!
29 reviews1 follower
June 12, 2021
Membaca ini memang tidak bisa sekali duduk seharusnya. Dibaca ketika sedang lelah, butuh tempat berkeluh, butuh ruang untuk dimengerti.
Profile Image for Rifki.
9 reviews
March 18, 2022
Suka banget sama kosa-kota yang penulis gunakan, mungkin karena saya lumayan suka sastra kali yaa
Displaying 1 - 18 of 18 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.