Jump to ratings and reviews
Rate this book

Vòng Đu Quay Đêm

Rate this book
Cuốn tiểu thuyết gây sốc lấy đề tài “gia đình” đến từ Minato Kanae – tác giả của kiệt tác “Thú tội”.

Khu dân cư cao cấp Hibarigaoka rúng động bởi vụ án mạng xảy ra trong một gia đình hạnh phúc như tranh vẽ. Cha là nạn nhân, mẹ là nghi phạm, ba đứa trẻ nhà Takahashi đột ngột đối diện với một tương lai tàn khốc mà chúng chưa từng tưởng tượng ra. Trong quá trình bóc tách từng lớp bóng tối hòng tìm ra sự thật, chúng nhận ra những uẩn khúc của vụ án dần được phơi bày từ câu chuyện của chính những người sống ở nhà đối diện.

348 pages, Paperback

First published June 2, 2010

44 people are currently reading
1440 people want to read

About the author

Kanae Minato 湊 かなえ

49 books1,731 followers
Kanae MINATO (湊 かなえ, born 1973) is a Japanese writer of crime fiction and thriller.

She started writing in her thirties. Her first novel Confessions (告白, Kokuhaku) became a bestseller and won the Japanese Booksellers Award. The movie Confession directed by Tetsuya Nakashima was nominated to 2011 Academy Award.

She has been described in Japan as "the queen of iyamisu"(eww mystery), a subgenre of mystery fiction which deals with grisly episodes and the dark side of human nature.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
165 (15%)
4 stars
444 (40%)
3 stars
387 (35%)
2 stars
76 (6%)
1 star
14 (1%)
Displaying 1 - 30 of 274 reviews
Profile Image for Utha.
824 reviews400 followers
September 6, 2021
Novel Minato Kanae yang aku suka adalah Confession, tapi pas baca Penance rasanya langsung ambyar. Tapi... Ferris Wheel at Night jadi bacaan tepat yang bisa mengembalikan kepuasanku atas karya beliau.

Cerita ini bersumber dari perumahan elite bernama Bukit Hibari. Meskipun elite, anehnya, dan terasa agak nggak masuk akal, teriakan atau jeritan orang bisa kedengeran ke tetangga gitu. Jadi malah nggak terasa elitenya nggak sih? Haha. Soalnya aku tinggal di permukiman menengah, dengan gang yang pendek dan tetangga yang rumahnya rapat. Memang sih, aku bisa dengar suara berisik dari kamar alias yang ada di jalan, tapi dari luar sih nggak bisa dengar apa pun dari kamarku. Well... kembali ke topik, ternyata Bukti Hibari ini dulunya memang tanah biasa-biasa aja, apalagi letaknya terlalu tinggi, yang bikin orang harus menanjak kalau mau ke perumahan tersebut.

Dalam novel ini, bakal ketemu deh sama Keluarga Endo, Keluarga Satoko, dan sumber seluruh ketegangan yaitu Keluarga Takahashi. Keluarga Satoko diwakili oleh Satoko-san alias Emak Glitter yang punya pochette kampungan yang selalu dibawa ke mana-mana. Keluarga Endo, penghuni terakhir di perumahan tersebut yang punya anak perempuan bernama Ayaka yang rasanya kepingin aku sumpal mulutnya pakai lakban! Tantrumnya itu lho, nggak tahan! Keluarga Takahashi, yang mana seorang istri membunuh suaminya dan jadi akar keributan di Bukit Hibari.

Meski bukan tipe thriller kompleks, novel ini enak juga dibaca. Pasti dibikin geregetan sama pola pikir para ibu di sini, dan tentunya sama Ayaka TBH. Selain itu, ada sisipan soal ekspektasi antara orang tua dan anak yang rasanya harus dibaca sama para calon orang tua.

Akhir ceritanya kurang memuaskan sih ya, tapi memang yang seru jalinan ceritanya. Dan terjemahannya tuh enaaaak banget di luar saltik yang ada. Aku udah baca terjemahan Jepang yang nyaman di penerbit lain, tapi keautentikan Jepang rasanya cuma di Penerbit Haru.

3,7
Profile Image for Ainay.
418 reviews78 followers
October 9, 2021
Awalnya aku berpikir, "Oh ini ngecewain banget, beda sama 2 buku Minato Kanae yang lain!" Terutama karena kemunculan karakter yang super menyebalkan menjelang halaman 200. Selain itu, karena sampai halaman segituan aku masih mikir, "Halah perkara tetangga kepo dan julid."

Tapi, setelah baca makin jauh dan kupikir-pikir, jadinya aku mantap yakin bahwa memang inilah yang selalu ditawarkan Minato Kanae. Formula menulisnya masih sama, diawali dengan adanya kasus pembunuhan kemudian barulah diikuti dengan konsekuensi yang dihadapi oleh pihak-pihak yang terlibat.

Kalau Confessions setelah pembunuhan arah cerita lebih ke pembalasan dendam seorang ibu dan Penance lebih ke trauma pasca kejadian, Ferris Wheel at Night ini menyoroti implikasi kasus pembunuhan tersebut terhadap orang-orang di sekitar korban dan tersangka. Dalam buku ini kasusnya lebih unik karena korban adalah ayah, sedangkan tersangka adalah ibu. Dari sini muncul pertanyaan penting, anak-anak mereka bakal disebut anak korban pembunuhan atau anak pembunuh?

Masyarakat terdiri dari manusia, dan manusia itu kejam. Tentu saja orang-orang lebih memilih label "anak pembunuh" dan memperlakukan mereka seolah-olah merekalah pembunuhnya. Padahal mereka tidak memiliki kaitan selain hubungan keluarga dengan tersangka. Status mereka sebagai anak korban pembunuhan terkikis oleh kebencian orang-orang yang lebih mudah menghakimi daripada bersimpati.

Kenapa di awal aku mikir kalau buku ini cuma seputar tetangga kepo dan julid? Karena itulah intinya. Para tetangga inilah yang sejak awal memiliki prasangka dan gemar menilai apa yang tampak di luar, seringkali secara tidak sadar membandingkan kondisi keluarganya dengan keluarga depan rumah. Padahal setiap keluarga memiliki problematika sendiri.

Keluarga Endo dengan seorang ibu yang terobsesi memiliki rumah di kawasan elite padahal statusnya "di bawah"; anak yang kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan ekspektasi-ekspektasi yang menyertainya terutama karena ia "naik kelas" sehingga ia mudah marah dan tantrum; dan ayah yang kelewat pusing menghadapi keributan di dalam rumah.

Keluarga Takahashi yang tampak baik-baik saja karena kekayaan dan anak-anak yang rajin, sopan, dan berprestasi, ternyata juga memiliki masalah pelik yang lagi-lagi diakibatkan oleh ekspektasi karena tinggal di tempat "tinggi". Ujungnya ternjadi pembunuhan sang ayah oleh sang ibu.

Kedua keluarga sangat bertolak belakang, tetapi kisah mereka berkaitan karena disadari atau tidak, mereka membandingkan dan menghakimi satu sama lain. Persis seperti realita dalam masyarakat bertetangga. Seringkali orang tua menyatakan sesuatu dengan sambil lalu, tapi anak-anak yang memanggul beban ekspektasi menjadi sensitif dan menganggapnya sebagai serangan personal (bukan curhat). Akhirnya lahirlah anak-anak yang "nakal/membangkang" karena merasa dituntut melakukan ini-itu di luar kemampuannya.

Buku ini berhasil mengorek semuanya. Termasuk bagaimana kesenjangan sosial membuat orang yang berada di tengah-tengah kesenjangan tersebut merasa kesulitan berpijak dan mencari penyangga. Penyangganya apa? Tentu saja ekspektasi yang dibebankan lewat anak. Merasa bahwa mereka hanya bisa berdiri dengan seimbang ketika anak mereka berada di tempat yang sama dengan orang-orang Bukit. Penyakit tanah miring, kalau kata Endo Ayaka.

Yah, sekian dulu fafifu wasweswos kali ini. Kalau ada yang baca sampai akhir, selamat! Semoga tidak pusing atau malah kena penyakit tanah miring.
Profile Image for raafi.
928 reviews449 followers
November 28, 2022
"Cara menyelesaikan masalah yang datang dari luar itu mudah. Tutup saja jendelanya." (hlm. 25)


Karya ketiga pengarang yang saya baca ini sungguhlah "menyenangkan". Awalnya saya berpikir novel ini cukup lambat alurnya. Namun, ternyata saya butuh waktu lebih lama untuk baca "Confessions" ketimbang novel ini yang saya habiskan dalam sehari saja. Itu bisa jadi bukti bahwa saya lebih menikmati karya ini, bukan?

Sayangnya, entah kenapa saya merasa masih ada yang kurang dari novel ini ketimbang "Confessions" dan "Penance". Pertama, mungkin karena di dua karya tersebut mengandung aksi yang eksplisit dengan alur cerita yang cukup straightforward. Kedua, mungkin juga karena novel ini lebih melelahkan (alias meng-hadeh-kan).

"Ferris Wheel at Night" berkutat pada tiga rumah tangga yang bertetangga di sebuah kawasan permukiman bernama Bukit Hibari. Permukiman tersebut konon terkenal elite dan cukup damai, apalagi bagi rumah tangga pertama yang sudah tinggal di sana 30 tahun. Namun, kesialan datang. Salah satu rumah tangga memiliki anak yang suka tantrum dan berteriak sampai terdengar oleh rumah sekitarnya. Yang lebih mengenaskan, rumah tangga yang lain terlibat dalam sebuah kasus pembunuhan; sang suami mati terbunuh oleh sang istri.

Buku ini sempat saya baca pada awal 2022 lalu. Saya menaruhnya kembali karena tidak tahan dengan tokoh bernama Ayaka yang merupakan anak perempuan salah satu rumah tangga itu. Ia begitu kasar dan semena-mena terhadap orangtuanya. Kehadirannya begitu tampil ekstra sehingga bahkan mengganggu plot utama yang adalah pembunuhan suami oleh istri.

Akhirnya, saya bertekad untuk coba baca lagi karya ini. Untunglah saya bertahan sampai halaman 200-an yang mana menjadi momentum saya dibuat penasaran oleh muara kisah pertetanggaan ini, sehingga saya merasa harus segera menyelesaikannya. Dan memang, buku ini seperti terbelah antara 200 halaman pertama dan 200 halaman sisanya (jumlah halaman ada sekitar 400-an).

Bagai ada tebing tinggi yang membelah, 200 halaman pertama (batasnya sampai akhir Bab 4 Keluarga Takahashi / Kojima Satoko II) berkutat pada pengulangan kasus pembunuhan dari berbagai sudut pandang. Saya sebutkan di atas bahwa ada 3 rumah tangga, dan setiap rumah tangga terdapat anggota keluarga yang juga "bercerita" di paruh awal novel. Di satu sisi, ini bagus karena masing-masing membuka tabir dari sudut pandangnya. Di sisi lain, muncul rasa bosan karena alur waktu yang stagnan dan berkutat di momen kekagetan kasus pembunuhan itu saja.

Mulai Bab 5 Keluarga Endo, muncul titik terang; kejelasan dari kasus pembunuhan itu dan nasib dari setiap tokohnya. Alurnya pun lebih cepat dengan tambahan aksi hampir-mematikan dari salah satu rumah tangga. Tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan paruh kedua novel ini.

"Mama kenapa? Bakal marah, terus membunuhku? Kalau berbuat begitu, hidupmu nanti tamat, lho. Sudah dibuktikan sama tante rumah depan. Mama gobloknya nggak sampai segitu juga, kali. (hlm. 234)


Yang paling ter-hadeh adalah Ayaka itu. Dia sudah SMP dan akan ikut ujian masuk SMA tapi kelakuan tantrumnya luar biasa heboh. Amukannya tuh destruktif banget; semua barang dilempar dan dirusak—bahkan poster idol langka yang mahal hasil lelang saja sampai disobek-sobek. Mulutnya pun pantas dijejali tanah (haha!) karena tidak sopan dan amat nyelekit. Bicara pada ibunya tanpa tata krama dan dipanggil "kau". Tapi dia juga tanpa tedeng aling-aling sehingga semua yang ia keluarkan dari mulutnya terasa benar. Saya yakin tokoh Ayaka ini dibuat tidak lovable oleh pengarang secara sengaja. Ayaka berjaya bikin pembaca (saya) "kena mental".

Selain Ayaka yang entah saya benci atau saya sukai, tokoh-tokoh lainnya dalam buku ini juga memberikan kesan abu-abu. Apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka tidak lakukan; apa yang mereka pikirkan dan yang tidak; apa yang mereka sembunyikan—semua itu ruwet dan tidak bisa dinilai benar-salah dari satu sisi. Ini termasuk ayahnya Ayaka yang hadeh juga. Yah, ini semua menandakan bahwa manusia memang kompleks.

Ini juga yang bikin saya salut dengan pengarang. Bisa-bisanya bikin karakter semenyebalkan Ayaka dan pembaca tetap tahan dengan hal-hal menyebalkan tersebut?! Plot, alur, dan kematangan karakter para tokohnyalah jawabannya. Saya bertahan sampai akhir karena diriung rasa penasaran sekaligus rasa kasihan pada rumah rangga yang dilingkupi kasus pembunuhan itu.

Isu bertetangga menurut saya juga berhasil dikemukakan dengan baik. Terlepas dari apa yang ingin dikritisi pengarang dalam buku ini, media memperlihatkan orang-orang Jepang sebagai individualis (yang entah berkaitan erat dengan hidup bertetangganya atau tidak). Saya melihat hidup bertetangga di Indonesia tidak seburuk yang terjadi di Jepang. Dari semua huru-hara pertetanggaan di Bukit Hibari ini, saya jadi ingat satu petuah entah dari siapa, "Berbuat baiklah pada tetangga karena dia adalah saudara paling dekat." Walaupun, praktiknya memang tidak mudah.

Selain itu, sepertinya ada isu penting lain yang disoroti buku ini: harapan orangtua terhadap anak dan betapa itu berimplikasi erat pada masa lalu si orangtua. Betapa orangtua coba menaikkan level hidupnya dan bertahan di sana. Dan betapa jika tidak kuat, mereka akan mengalami penyakit tanah miring dan itu juga menurun pada anak-anaknya. Saya bertanya-tanya kalau tidak ada isu tersebut, apakah kehidupan di Bukit Hibari akan baik-baik saja dan tetap damai?

"Orang biasa, yang memaksakan diri untuk tinggal di tempat yang tidak biasa, akan merasa tanah yang dia pijak semakin miring. kalau dia tidak menjejak sekuat tenaga, suatu saat nanti dia akan terguling jatuh. Tetapi, semakin dia menyadari hal itu, kemiringan tanahnya jadi semakin hebat. ..." (hlm. 404)


Lantas, apa hubugannya semua itu dengan bianglala malam hari? Nah, ini waktunya kamu mencari tahu sendiri.

Akhir kata, buku ini cukup bikin saya "kena mental".
Profile Image for Sơn Lương.
209 reviews116 followers
July 28, 2020
Vòng đu quay đêm là câu chuyện về 3 gia đình hàng xóm trong khu dân cư cao cấp, với gần 10 nhân vật mà mỗi người sẽ được tác giả khắc họa chân dung và cá tính đầy đủ, quá khứ của họ ra sao, mong mỏi cả đời của họ như thế nào, áp lực mà họ phải chịu và thứ khiến họ không hài lòng với thực tại là gì.

Bà mẹ nhà Endo dù được sống trong ngôi nhà mơ ước nhưng khổ tâm vì chồng hời hợt, đứa con ngỗ ngược vì thi trượt trường nữ sinh danh giá. Nhà Takahashi - nơi án mạng xảy ra - cha thành đạt, con cái đứa học giỏi, đứa cừ thể thao, nhưng như vậy là hạnh phúc? Nhà còn lại, Kojima, chỉ có một mình bà Satoko vì 2 con ở xa, lại băn khoăn về những người hàng xóm của mình.

Yếu tố trinh thám thật ra bằng 0, án mạng chỉ là cái gốc để từ đó tác giả bàn những chuyện khác, mà một trong số đó là chuyện muôn thuở: mỗi gia đình đều có 2 phiên bản - 1 là thứ người ngoài nhìn vào trong thấy, và 2 là những sóng gió, bất đồng mà chỉ trong nhà biết và không bao giờ muốn lọt ra khỏi cửa, đến tai hàng xóm hay con mắt của người đời. ▫️
Thay vì kể quá trình điều tra phá án, tác phẩm đi sâu vào phân tích tâm lý xã hội, những phức tạp, nghịch lý mà ta không hề thấy xa lạ: không được như kỳ vọng thì đúng là buồn thật đấy, nhưng có được thứ mình từng mơ ước chưa chắc đã hay. Sinh ra trong gia đình danh giá, toàn người tài giỏi, là phúc hay hoạ? Và chúng ta có bao giờ có ý nghĩ giết chết người trong gia đình cho đỡ phiền phức?

Con người chúng ta sinh ra không phải là để đối mặt với biến cố. Đùng một cái, bố chết, mẹ và em trai đều là nghi phạm, dù sự thật có là thế nào thì cũng quá tàn nhẫn, gia đình, mà trong mắt người ngoài là vô cùng hoàn hảo, bỗng chốc tan tác. Vòng đu quay đêm là một quyển nặng về tâm lý. Tác giả Minato Kanae dù không còn dùng lối trần thuật ngôi thứ nhất như các tác phẩm trước đó, song vẫn giữ phong cách kể đi kể lại một câu chuyện với nhiều góc nhìn khác nhau. Người đọc được cung cấp toàn bộ dữ kiện, gồm cả toàn bộ suy nghĩ, độc thoại nội tâm của các nhân vật, để chính họ có thể thử suy xét vấn đề.

Đây là tác phẩm thứ 4 của Minato Kanae mình đọc, và là cuốn mình ít thích nhất. Đứng đầu sẽ là Chuộc tội, sau đó là Thú tội và Tất cả vì N. Bạn sẽ nhớ giọng văn trần thuật, yếu tố lạnh lùng và tàn nhẫn như trong các quyển trước, nhưng sẽ thấy phân tích tâm lý rất quen thuộc. Vòng đu quay đêm, lên thật cao để có thể thấy cả biển lẫn núi, không phải chọn cái này bỏ cái kia. Mong ước giản dị đó hoá ra không dễ có.
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,040 reviews1,963 followers
September 19, 2021
Gimana ya rasanya tinggal di perumahan elit?

Kasus Pembunuhan Dokter Elit di Bukit Hibari. Begitulah judul berita yang ditulis besar-besar di media massa. Bukannya tentang "siapa yang membunuh" melainkan lebih kepada "mengapa sampai membunuh?"

Membaca Ferris Wheel at Night (Yakokanransha, dalam bahasa Jepang) setelah maraton membaca fiksi yg merekam hidup perempuan & ditulis oleh perempuan (mulai dari Lebih Senyap dari Bisikan, Perempuan yang Menangis pada Bulan Hitam, dan Resepsi) membawa pemahaman yang berbeda. Beberapa ulasan mengatakan kalau novel ini menyerupai drama Sky Castle. Bagiku, Yakokanransha mirip Little Fires Everywhere-nya Celeste Ng. Sebuah novel yg membuat pembacanya "bingung" harus membela tokoh yang mana. Sebab, masing-masing punya alasan kuat untuk bertahan dengan cara mereka. Lagipula, bukankah memang dalam hidup tidak ada hal yang mutlak hitam - putih?

Keluarga Endo, Takahashi, & Kojima bersitegang memegang nilai yang dijadikan sebagai motivasi untuk tetap tinggal di Bukit Hibari. Ada yang ingin memperbaiki nasib, ada yang memang mendapat kesempatan di sana, ada yang dengan sadar ingin memisahkan diri dari penduduk yang dianggap berbeda kelas dengannya.

Kasus terbunuhnya dokter elit itu adalah pemantik. Bak efek domino, keanggunan yang selama ini dipoles sedemikian rupa harus terkelupas satu per satu.

Seperti yang disampaikan oleh Minato Kanae-sensei ketika peluncuran novel ini pd 11 September 2021 lalu, pembaca merasa tidak nyaman dengan deskripsi tokoh bisa jadi karena mengamini kecenderungan untuk seperti itu

Aku pribadi suka dengan cara Minato Kanae-sensei ketika merangkai cerita. Emosiku diajak berselancar dalam ketidaknyamanan terus-menerus melalui kondisi mental & emosi manusia yang tidak bisa didefinisikan menggunakan satu label saja. Penulis sengaja menekankan pada tiap tokoh ibu dalam novel ini. Aku mengartikannya sebagai caranya menunjukkan bahwa hidup perempuan itu pelik. Apalagi kalau sudah menikah, punya anak, & berumah tangga. Tanggung jawabnya sudah bukan lagi sekadar satu-dua hal. Ada sebuah "ekosistem" yang harus dijaga keseimbangannya. Berjibaku dengan anggota keluarganya sendiri serta (ekspektasi) masyarakat.

Alih-alih fokus pada kasus pembunuhannya, aku malah terpikat dengan uraian kehidupan para ibu yang hidup di Bukit Hibari.
Profile Image for Sulhan Habibi.
806 reviews62 followers
January 24, 2022
Syukurlah endingnya bisa bernafas lega karena awal sampai menjelang akhir banyak yang bikin emosi 😂😂

-- edit ulasan --

Aku membaca CONFESSION karya Minato Kanae sudah cukup lama, tetapi “kegilaan” isi buku tersebut masih teringat. PENANCE belum baca (jadi pengen euy). FERRIS WHEEL AT NIGHT menjadi karya kedua penulis ini yang aku baca. Sama gilanya dengan Confessions. Namun, FWAN lebih dekat, lebih terasa realistis, dan menimbulkan sensasi “tidak nyaman” bagiku. Perasaan yang membuatku berpikir tindakan yang aku ambil jika berada di posisi masing-masing tokoh di buku ini.

Dengan kisah tentang pembunuhan seorang kepala keluarga oleh sang istri di perumahan elit, anak-anak mereka menjadi anak pembunuh atau anak korban pembunuhan, juga peran tetangga mereka, membuat buku ini menarik banget untuk dibaca.

Diceritakan dengan pusat 3 keluarga, yaitu:

- Keluarga Endo dengan istri penyabar, anak perempuan yang suka tantrum dan kasar, serta suami yang suka melarikan diri dari masalah.
- Keluarga Takahashi dengan ayah sebagai korban, ibu sebagai pelaku, dan 3 anak yang harus menghadapi semuanya.
- Satoko Kojima yang selalu ingin tahu kehidupan tetangganya dan penghuni lama Bukit Hibari.

Tentang para tokoh dengan sifat dan cara mereka menghadapi kasus ini (dan hidup mereka sendiri) aku sering banget kesal sama mereka. Bahkan tokoh sampingan pun kesa. Peralahan aku pun nggak nyaman akan tindakan mereka karena ada “benarnya” dan ada alasan masing2 mereka begitu.
Buku ini pada akhirnya memang bukan menekankan ke segi ‘thriller’-nya tentang pembunuhan, tetapi lebih kepada “mengapa terjadi”, apa dampaknya, dan bagaimana orang-orang yang bersinggungan menghadapi kejadian ini yang pada akhirnya mengusik aku sebagai pembaca.
Alasan pembunuhan tersirat sih dan bisa menimbulkan kesan ‘gitu doing?’. Namun, seperti kutipan buku “To Kill A Mockingbird” – kita tidak akan bisa memahami seseorang sampai kita melihat dari sudut pandangnya, masuk ke dalam kehidupannya dan berjalan di dalamnya.

Aku suka membaca buku tipe seperti ini (walaupun menimbulkan sensasi nggak nyaman bagi hati) karena dari cerita seperti ini kita bisa belajar banyak tentang kehidupan, tentang perasaan manusia, tentang sisi gelap manusia (yang jarang diungkit oleh buku pengembangan diri), dan bagaimana pada akhirnya kita merefleksikan diri dan menempatkan diri sendiri sebagai manusia, sebagai anak, orang tua, tetangga, sahabat, pasangan hidup, pengajar, atau sebagai orang asing yang kebetulan bersinggungan hidup dengan orang lain.
Sebuah buku yang powerfull.

Beberapa hal yang bisa kita pelajari dari buku ini:

- Manusia itu tidak suka dibanding-bandingkan.
- Lari dalam masalah (dan berharap semua akan baik-baik saja tanpa usaha) itu emang nyaman tapi pengecut banget.
- Manusia dapat gelap mata dalam waktu singkat.
- Ego adalah sesuatu yang harus dipenuhi.
- Berada di bawah tekanan itu menyakitkan. Sabar itu ada batasnya.
- Komunikasi adalah hal yang sangat penting.
- Ingin tahu dan ikut campur itu alamiah bagi manusia.
- Manusia cenderung mencari (rasa) aman buat dirinya sendiri.
- Kesepian sering menghantui dan membuat kita mencari cara mengusir rasa sepi itu.
- Ah, masih banyak lagi deh.

Aaargh.. Jadi kepengen banget baca PENANCE deh.
Profile Image for Liliyana Halim.
310 reviews239 followers
September 21, 2021
Selesaiiiii! 🤩🤩🤩 baca novel ini bisa jadi suka, tidak suka atau biasa aja tergantung menilainya darimana. Kalau aku tentu saja suka. Selain page turner, pembukanya juga lumayan bikin gregetan sekaligus penasaran. Novel ini seperti pengingat buatku pribadi. Aku merasa sedih melihat Kojima Satoko meskipun beliau ini agak nyebelin, dan perbuatannya itu tidak benar tapi aku salut karena beliau berani jujur dan beliau masih ada sisi baiknyalah menurutku.
Profile Image for Vui Lên.
Author 1 book2,788 followers
June 6, 2020
3.25

Lần đầu tác phẩm của Kanae Minato, có chút xíu xiu kì vọng vì nghe bà con khen quyển Thú Tội.

50% đầu đọc khá ức chế vì cách viết, dùng từ, phần dịch cũng khó đọc hơn hẳn các cuốn khác của Nhã Nam. Đọc trinh thám xã hội mà mình cứ phải lật đi lật lại để nào là tìm tên nhân vật, nào là tác giả đang nói nam hay nữ đây ta. May mắn là đọc trong ngày nghỉ nên mình cũng hoàn thành được.

Nội dung sách được, câu chuyện về áp lực gia đình, hiểu nhầm, không giao tiếp được với nhau, đẳng cấp xã hội. Ngắn gọn nhất là toàn bộ nhân vật đều không hề thực hành EQ nè. Ai cũng quá giỏi hoặc là đè nén cảm xúc hoặc là để cảm xúc bùng nổ mà không hề biết chấp nhận và chăm sóc cảm xúc bản thân hằng ngày.

Thông điệp vừa đủ, đọc cũng được nhưng không xuất sắc. Cũng được.
Profile Image for nananatte.
431 reviews139 followers
July 16, 2019
สนุกมากกกกกกกก หยุดอ่านไม่ได้เลยค่ะ มินะโตะ คะนะเอะ ร้ายกาจสุดๆ เขียนดีมากกกก อ่านจบต้องลุกขึ้นปรบมือสแตนดิ้งโอเวชั่นให้เลย โอย.... ร้ายอ่ะ

เรื่องราวของบ้าน 3 หลัง ณ พื้นที่ที่ค่าดินแพงลิบลิ่วสุดใจ

-บ้านเอ็นโด มีแม่ที่นิ่งสนิทกับลูกสาวม.ต้นอารมณ์ร้าย

-บ้านทาคาฮาชิ ที่เป็นเหมือนภาพในอุดมคติของครอบครัว ตัวบ้านงดงามสไตล์ยุโรป สามีเป็นนายแพทย์ ภรรยาคนงาม ลูกสามคนเรียนเก่งหมดเลยและเรียนอยู่ในร.ร.เอกชนมีชื่อ

-บ้านโคจิมะ มีตัวละครเกี่ยวข้องกับเรื่องนี้แค่ตัวเดียว คือ ซาโตโกะ คุณป้าผู้อยากรู้ทุกอย่าง มนุษย์ผู้รับไม่ได้กับคนที่ไม่ใช่ชนชั้นสูง

... เล่มนี้ไม่ได้เป็นฆาตกรรมสืบสวนซับซ้อน แต่เป็นแนวดราม่าจิตวิทยา ถ้าจะจัดหมวด ก็น่าจะมีคำพิพากษาของคุณชาติ กอบจิตติ กับ จดหมายจากฆาตกร ของ ฮิงาชิโนะ เคโงะ วางไว้ข้างๆ กัน

เรื่องสังคมถิ่นที่อยู่นี่ระดับความน่ากลัวพอๆ กับไอ้ฟักและมวลหมู่ชาวบ้านเลยค่ะ เจอแบบนี้เข้าไปสติยังอยู่ครบได้ก็เก่งมากๆ เลยนะ ไม่ได้โหดเพราะนองเลือดหรือใช้คำหยาบ แต่โหดเพราะมันคือสังคมประเภทเดียวกับสมาคมผู้ปกครองและมาตรการกีดกันทางสังคม ความบิดเบี้ยวในเรื่อง มันเป็นเพราะคนบิดเบี้ยว หรือสังคมบิดเบี้ยวกันแน่นะ?

ในเรื่องไม่ได้มีชนชั้นอยู่จริง แต่เพราะสังคมของคนกลุ่มนี้อยู่บนเนินที่ดินราคาสูง เลยอดมองคนที่อยู่ต่ำกว่าตัวเองเป็นพวกชนชั้นล่างไม่ได้

ใครว่าสนุกสู้คำสารภาพไม่ได้ เราไม่เห็นด้วยนะคะ เล่มนี้สนุกและเขียนดีมากๆ งานละเอียดสุดยอด คุณมินะโตะขุดก้นบึ้งด้านมืดของมนุษย์ออกมานำเสนอได้นิ่งเย็นตามเคย ถ้าคนอื่นเขียนเราคงรำคาญเสียงโวยวายลูกสาวบ้านเอ็นโดจนเลิกอ่านแน่ๆ แต่นี่คือคุณมินะโตะเล่าได้เยือกเย็นชนิดตรึงคนอ่านอยู่กับที่เลยค่ะ

Wow factor เรื่องนี้คือประเด็นละเอียดอ่อนของครอบครัวเดี่ยว ไม่เหมือนคำสารภาพ แต่ว้าวไม่แพ้กันเลยค่ะ

อ่านจบก็ต้องลุกขึ้นยืนปรบมือจริงๆ
มินะโตะ คะนะเอะ ล้ำลึกมากค่ะ
Profile Image for Shanifiction.
221 reviews70 followers
September 6, 2021
Kalian pernah gak sih dibandingkan sama anak tetangga? Ngerasa hidup tetangga lebih baik? Punya tetangga yang suka kepo? Di buku ini isu yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita dalam bertetangga.

Ferris Wheel at Night sebuah novel yang mengisahkan kasus pembunuhan yang terjadi pada sebuah keluarga di perumahan elite.

Dengan ayah sebagai korban dan ibu sebagai pembunuh, bagaimana pandangan terhadap anak-anaknya? Terlebih lagi, bagaimana para tetangga menyikapi kasus pembunuhan di perumahan elite yang mereka huni?

______

Kasus pembunuhan dalam novel ini diceritakan dengan beberapa sudut pandang dari tokoh-tokoh yang merupakan tetangga dari keluarga tempat kasus terjadi. Dari sinilah kita bisa melihat bagaimana setiap keluarga menyikapi kasus ini.

Tak hanya itu, dengan digunakannya beberapa sudut pandang ini kita pun diperlihatkan bagaimana setiap keluarga punya masalahnya masing-masing dan bagaimana sebenarnya kehidupan mereka nggak selalu seperti yang kita lihat dari luar.

Aku ngerasa buku ini cukup tebal ya, biasanya kan J-lit tebalnya sekitar 300 halaman, tapi walaupun lebih dari 400 halaman, aku ngerasa enjoy banget bacanya, malah beberapa kali aku harus berhenti karena ngerasa apa yahh.. gila banget deh buku ini tuh terlalu realistis, mencerminkan banget kehidupan bertetangga.

Tokoh-tokohnya pun jangan ditanya, beneran realistis dengan berbagai masalah hidupnya. Walaupun ditunjukkan sisi kelamnya para tokoh, tapi tetap bisa membuat pembaca bersimpati dengan ketidaksempurnaannya itu. Bahkan beberapa mungkin bakal ngerasa senasib dengan tokoh dalam buku ini.

Dan endingnya itu! Gilaaaaaa... shock sih aku endingnya kaya gitu. Serius deh kalian mesti baca, apa lagi fansnya Minato Kanae. Yang belum pernah baca karya beliau juga aku sarankan buat baca novel ini dan rasakan sensasi dibuat terusik karena saking ngenanya sama kehidupan sehari-hari.
Profile Image for Khansaa.
171 reviews214 followers
September 12, 2021
2.5 stars rounded up

I was expecting for a mystery thriller, but it’s more like a neighborhood drama with toxic characters that made me sigh a lot 😞
Profile Image for QHuong(BookSpy).
1,123 reviews855 followers
June 10, 2020
2,75 sao

Trước tiên mình cần nói là cuốn này không hay như các cuốn khác đã dịch của Minato Kanae. Mình cũng phải nói luôn đây không phải là một cuốn truyện trinh thám, mà thực chất là một câu chuyện khai thác tâm lý nhân vật với tiền đề là một vụ án mạng. Có lẽ nó cũng tương đối giống truyện Little Fires Everywhere dù mình chưa đọc cuốn này (hahaa).

Điểm mình không thích ở truyện là cách hành văn của tác giả. Một câu chuyện như vậy mà tác giả viết quá là dài dòng, tiết tấu truyện quá chậm, không một lúc nào nhanh khiến mình cũng không thể cảm thấy hồi hộp nổi. Đây quả là một sự đáng tiếc, vì mình kì vọng khá nhiều vào tác phẩm của tác giả. Lối viết ở các cuốn trước rất nhanh, nhịp độ được điều chỉnh phù hợp với tình tiết truyện, trong khi ở cuốn này, lối viết lan man, gần như là cố ý kéo dài truyện chỉ để níu kéo người đọc, nhưng không hề khớp với mạch truyện. Những lúc cần truyện nhanh hơn nhưng tốc độ vẫn giữ ở mức chậm chạp đó làm mình vô cùng sốt ruột.

Điểm thứ hai mình không thích lắm là kết thúc truyện bị hẫng. Nó rất hợp lý, mình thấy ổn với cái kết, nó cũng không phải bị cụt, nhưng mình cảm thấy là sau khi đã đọc 1 cuốn truyện lan man như vậy thì mình muốn kết thúc theo một cách nào đó làm xứng đáng thời gian và công sức mình đã đọc nó. Dù kết thúc không có điểm gì đáng chê nhưng mình vẫn không thấy hài lòng lắm, cảm giác là nó không cân bằng với toàn bộ quá trình sự việc diễn ra. Có thể là do kết thúc kiểu này mang hơi hướng quá an toàn, không có gì phải suy nghĩ nhiều.

Chuyển sang điểm tích cực hơn là cốt truyện và nhân vật. Như thường lệ, mình đánh giá rất cao khả năng phân tích tâm lý nhân vật của tác giả. Nhân vật nào cũng rất có chiều sâu, và mặc dầu mình không có cảm tình với một số nhân vật - có lẽ duy nhất mình thích mỗi bà hàng xóm Satoko thôi - nhưng không hề khiến mình khó chịu không muốn đọc tiếp. Mình muốn tìm hiểu nhân vật này, chuyện gì đang xảy ra trong đầu họ. Cái hay ho là tác giả không chỉ khai thác vào tâm lý của những đứa trẻ trong gia đình Takahashi xảy ra án mạng, mà còn kể chuyện thông qua gia đình hàng xóm là nhà Endo, cũng có một gia cảnh giữa mẹ con và vợ chồng rất phức tạp. Họ cũng có những diễn biến tâm lý đa lớp và thông qua đó tác giả kể được suy nghĩ nhân vật và những mối quan hệ tréo ngoe giữa các gia đình. Quan trọng là cuốn sách này chú trọng nhiều vào nhân vật hơn cốt truyện, nên tình tiết vụ án sẽ không được nói chi tiết mà chúng ta chỉ biết gián tiếp qua lời kể của các nhân vật. Không có những điểm mốc quan trọng nào ngoài những điểm cao trào để tác giả thể hiện sự bùng nổ của những cảm xúc đã bị kìm nén quá chặt.

Về thông điệp, tác giả vẫn tiếp tục với chủ đề giáo dục, nhưng mình cảm thấy cái giáo dục đó nó chỉ là một phần rất nhỏ thôi. Quan trọng nhất vẫn là đề tài gia đình thuần túy mà tác giả muốn đề cập tới, cụ thể hơn cả là những mối quan hệ trong gia đình: vợ chồng, bố mẹ - con cái, anh chị em. Ba gia đình trong truyện đều có những vấn đề của họ giữa người với người, nhưng đa phần các mâu thuẫn xảy ra là do họ không biết cách giao tiếp với nhau, không biết cách tâm sự để làm tiats ra những uẩn ức trong lòng. Thay vì vậy, họ chọn một là im lặng, hai là tuân lời mà không màng đến nhu cầu bản thân, ba là thể hiện ra bên ngoài những uẩn ức giấu kín đó bằng cảm xúc tiêu cực. Nếu chỉ đơn giản là ngồi với nhau và nói chuyện một cách chân thành, có lẽ những bi kịch như vậy đã không xảy ra.
Profile Image for Chompoo Choti.
279 reviews29 followers
March 1, 2018
เกิดอะไรขึ้นเมื่อมีเหตุฆ่ากันตายในแหล่งที่เนินอิมาริงะโอกะพื้นที่ที่ได้ชื่อว่าเป็นคนมีเงินที่มาอยู่รวมตัวกัน และบ้านหลังที่เกิดเหตุฆาตกรรมก็เกิดเหตุในครอบครัวที่เพียบพร้อม ลูกสามคนก็จัดว่าเรียนเก่งหน้าตาดีเข้าขั้นทุกน แต่ว่าทำไมเกิดอะไรขึ้นเมื่อเหตุฆาตกรรมในบ้านกลับเกิดด้วยฝีมือของคนเป็นภริยาของเหยื่อเองซึ่งที่แปลกใจเพราะว่าตัวเธอเองทุกคนรู้ดีคือที่เห็นเธอเป็นคนดี น่ารัก อ่อนโยนและเชื่อฟังสามีหรือเหยื่อของคดี อะไรเป็นเหตุผล อะไรทำให้ผลักดันเธอต้องลงมือ

คดีฆาตกรรมบนเนินอิมาริงะโอกะ ( อ่านตั้งแต่ต้นจนจบอิฉันยังอ่านชื่อเนินนี้ไม่ถูกสักครั้งค่ะยาวและยากจะจำจริงเลย) นี้เป็นผลงานล่าสุดของมินะโตะ คานะเอะ ซึ่งก่อนหน้าได้อ่านงานของเธอมาแล้วสองเรื่องและก็พอจับทางได้ถูกว่าแนวทางการเขียนของเธอเป็นยังไงและเรื่องนี้ก็เช่นเดิมค่ะเป็นแบบเดิมๆ คือการบอกเล่าเรื่องราวของตัวละครในแง่มุมของใครของมัน ซึ่งในเรื่องนี้ก็น่าจะเรียกว่าแบ่งเป็นสามกลุ่ม ( คน ) ที่บอกเล่าในมุมของตัวเอง คือ บ้านของเหยื่อ, เพื่อนบ้านครอบครัวซึ่งอยู่ตรงข้าม และ แม่บ้านอีก 1 คนที่เกี่ยวเนื่องสนใจทุกอย่างของย่านที่อยู่อาศัย ซึ่งบ้านแต่ละหลังหรือแต่ละครอบครัวก็มีเอกลักษณ์ของแต่ละคนแปลกแยกกันไปเรียกว่ามีความเป็นแตกต่างในแง่มุมการเล่าเรื่องของแต่ละฝั่งก็เลยทำให้เราเหมือนได้ปะติดปะต่อภาพของแต่ละบ้านแต่ละคนออกมาอย่างง่ายดั่งปอกเปลือกถั่ว

สำหรับเราแล้วเรื่องนี้มันอาจจะไม่พีคมากนะคะเพราะว่าในส่วนของคดีฆาตกรรมมันไม่ได้เน้นในเรื่องของการสืบสวนอะไรนักแต่จะไปเน้นในเรื่องของเรื่องราวในส่วนของแต่ละคนเสียมากกว่าซึ่งจะว่าไปแล้วสำหรับบางคนอาจจะเบื่อนะเพราะมันเล่าเรื่องแบบเนิบๆ เรื่องเดียวกันแต่เป็นมุมของแต่ละคนแต่สำหรับตัวเองแล้วกลับเป็นเสน่ห์ในงานเขียนของมินะโตะเค้าล่ะเพราะยิ่งเน้นการเล่าเรื่องแบบนี้แล้วเรายิ่งเห็นชัด #ในความคิดตัวละครแต่ละตัว อ่านไปแล้วเราอาจจะอยากเอื้อมมือไปตบหรือว่าไปหยิกตัวละครในฐานะที่นิสัยสุดโต่งมาก แต่พอมันมาเล่าเรื่องแบบมินะโตะมันก็ทำให้เราเห็นว่าเค้าเอาส่วนลึกส่วนดำมืดของแต่ละคนมาขยายอธิบายเสียจนเราเข้าใจว่าอ้อที่เป็นมาอย่างนี้เพราะอะไรมันเลยทำให้เราเข้าใจมากขึ้น ( แต่ก็ยังไม่เห็นใจและคิดว่ามันถูกต้องนะ ) เราเลยชอบส่วนนี้มากเพราะมันเคลียร์ๆ ใสๆ กันไปเลย

อ่านเรื่องนี้แล้วเรายังคงให้คะแนนความชอบในพล็อตงานเค้านะ ส่วนตัวหนังสือสำนวนเขียนและแปลเราไม่มีปัญหาอ่านได้สบายค่ะแถมจำไม่ยากด้วยเพราะเค้าอธิบายเอาไว้ดีแต่ที่ยากจะจำคือเรื่องเดียวคือ “ชือเนิน” นี่ล่ะค่ะ 555 แนะนำว่าอ่านได้เรื่อยๆ ค่ะ ไม่พีคไม่เพอร์แต่ก็ยังคงรักษาระดับได้ดีในแนวทางงานเขียนของนักเขียนเค้าล่ะค่ะ
Profile Image for yoursavagegoodboy Toàn.
161 reviews11 followers
September 15, 2022
"Thú Tội" đã giúp cái tên Minato Kanae trở nên nổi tiếng một cách bất ngờ, cuốn sách đầu tay của cô đã định hình được cả những cuốn sách sau này của cô, đó là sẽ có một cốt truyện lắt léo cùng một twist đầy bất ngờ và những vấn đề nhức nhối mang tính thời đại.

Tuy nhiên, càng đọc nhiều những cuốn sách sau này của Minato Kanae thì người đọc lại càng tự hỏi, liệu rằng, "Thú Tội" có phải một sự ăn may của chính Minato Kanae.

"Chuộc Tội" thì có phần kết quá đỗi khó hiểu và cả cuốn sách đều được kết cấu từ những cấu trúc mang tên, sự trùng hợp và sự lỡ làng. Còn "Vòng Đu Quay Đêm" có một vấn đề mang tính phức tạp hơn.

Người xem chưa thể hoặc rất khó khăn để thông cảm với bất kỳ nhân vật nào, Minato Kanae dường như chỉ mô tả tâm lý ở thời điểm hiện tại và nói rất sơ sài về quá khứ của nhân vật - thứ được xem là động cơ chính của nhân vật ở hiện tại, nó làm cho bất kỳ hành động nhân vật làm ra đều trở nên khó hiểu và mang tính tự phát cao. Hay thậm chí những hành động mang tính then chốt thay đổi cả câu chuyện, thì nhân vật cũng chưa thấy mình có động cơ gì quá lớn đủ để thúc đẩy nó thành hành động.

Nhiều nhân vật cố tình có và vô tình cũng có, được kể về rất ít và hé lộ rất về câu chuyện của họ. Đương nhiên, có lẽ, chính Minato Kanae muốn người đọc có thể suy diễn nhiều hơn nhưng nó lại làm người đọc trở nên khó hiểu về chính những gì đang diễn ra.

Dẫu vậy, "Vòng Đu Quay Đêm" vẫn có một thông điệp rất hay, nếu có cách truyền tải gọn gàng hơn thì chắc chắn điểm sáng này sẽ nhận được nhiều lời khen hơn. Hình ảnh "vòng đu quay khổng lồ" cũng được ẩn dụ khá ổn.

Tựu chung, đây là một cuốn sách rất ổn nhưng nếu so với một tác giả - người đã viết ra "Thú Tội" thì có lẽ vẫn chưa đủ để thỏa mãn người đọc.
Profile Image for Prima Agustina.
114 reviews6 followers
February 23, 2023
Pengen baca buku misteri thriller dengan mindblowing plot twist? Ga usah baca buku ini.

Kayanya kebanyakan orang baca ini karena penulisnya membuat buku lain yang vibes misterinya cukup kuat. Tapi, disini ceritanya lebih banyak drama soal tetangga dan kehidupan. Memang ada pembunuhan disini. Malahan si pembunuhan inilah yang menyatukan semua cerita di buku ini. Di akhir cerita diungkap alasan pembunuhan, tp itu pun alasannya kalah dramatis sama kejadian-kejadian yang muncul selama proses dari awal sampai akhirnya alasan pembunuhannya ketahuan.

Apa ini membosankan? Sama sekali ngga. Page turner banget malahan. Bacanya harus fokus karena timelinenya pendek tp alur ceritanya maju mundur. Yang pasti buku ini lumayan menguras emosi karena karakternya 'hadeuh' banget. Tapi buku ini memorable dan baca buku ini jadi pengalaman seru karena biasanya buku kaya gini not my cup of tea.

Salah satu dialog yang paling berkesan buatku waktu seorang ibu berpikir soal pembunuh. Aku lupa persisnya gimana, tapi kurang lebih begini, "Semua orang bisa jadi pembunuh. Hanya karena tidak pernah membunuh, bukan berarti orang itu lebih baik dari pembunuh. Karena sering kali yang membedakan terjadinya pembunuhan atau tidak adalah adanya orang lain yang mencegah pembunuhan itu terjadi."
Profile Image for Nam Tran.
312 reviews38 followers
April 30, 2023
Điều thú vị ở cuốn sách này là việc không có lấy một nhân vật nào là đáng yêu cả, ai cũng xấu tính ai cũng đáng ghét và hành xử khùng điên hết, nhưng khi đọc thì mình không những không khó chịu mà còn hiểu được vì sao họ lại làm như thế. Minato Kanae mô tả tâm lý nhân vật rất hay, sâu sắc và thuyết phục. Một cuốn ngắn mà nhiều nhân vật như thế nhưng ai cũng được xây dựng chân dung rất rõ ràng. Chỉ tiếc là tâm lý của nhân vật quan trọng nhất là hung thủ lại không đc khai thác sâu và mình vẫn chưa thể hiểu được.
Cái kết của truyện mình thấy rất ổn, Minato Kanae dù xây dựng nên những đứa trẻ tuy đáng ghét nhưng cô vẫn rất thương và dành một sự nhân văn cho chúng.
Profile Image for Nining Sriningsih.
361 reviews38 followers
September 16, 2021
ehmm..
jujur kali ini q nggak begitu menikmati kisahnya..
antara bingung, bosan, dan terlalu banyak tokoh..
=(

biz POV nya terlalu banyak, kan q jadi bingung..
teruz q kira bakalan di jelasin di akhir alasan'y membunuh pelaku utamanya, nggak ada juga..
jadi kayak ada yg mengganjal gituuuuu pas di akhir, kurang puas aja sama novel ini..
>,<
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 19 books460 followers
November 11, 2025
Perumahan elit Bukit Hibari geger. Seorang kepala keluarga terbunuh, dan pelakunya adalah istrinya sendiri. Kedua anak mereka sedang tidak ada di rumah waktu peristiwa itu terjadi, jadi nggak ada yang tahu apa yang terjadi malam itu selain pelaku. Masalahnya, tetangga-tetangga mereka menganggap keluarga itu sempurna, terlebih, tetangga-tetangga mereka juga punya permasalahan sendiri-sendiri.

Dibandingkan thriller, menurutku ini lebih masuk ke drama keluarga yang menyesakkan sekaligus emosional. Kalau novel Jepang biasanya "minim emosi" (menurutku), kali ini emosiku lumayan teraduk, terutama hubungan Ayaka dan Mayu. Sosok Ayaka digambarkan sebagai remaja menyebalkan yang suka tantrum, nggak sopan, kurang ajar, beeh pokoknya ngeselin banget. Jadi, di sini aku mengerti perasaan Mayu, dan perasaanku diwakilkan dengan baik oleh tetangga tukang ikut campur mereka, Satoko Kojima.

Setiap orang punya pikiran-pikiran negatif. Semua orang punya sisi pengecut. Semua orang punya kepentingan. Semua orang punya "maksud lain" di balik tindakannya. Semua orang menyimpan harapan dan kesedihan. Dan setiap orang bertarung dengan masalah mereka sendiri. Kalau kutarik kesimpulan, mungkin itulah yang ingin disampaikan oleh novel ini.

Ini adalah perkenalan pertamaku dengan karya Mikato Kanae, yang merupakan ratu iyamishu. Tadinya mau coba langsung confession agak jiper karena katanya itu mind blowiny banget. Yah, mungkin setelah ini aku akan coba karya-karya lain dari penulis.
Profile Image for Lelita P..
630 reviews59 followers
September 17, 2021
Waktu pertama baca premisnya, saya mikir, "Ini ... kayak SKY Castle ?!"
Tapi selama dan usai membaca ... well, ternyata nggak mirip hahaha.

***

1) Pas pertama-tama mulai baca, rasanya nggak kayak lagi baca novelnya Minato-sensei. Soalnya ... ini bukan cerita thriller yang mencekam kayak novel-novel beliau sebelumya. Tapi waktu dipikir lagi ... bukannya spesialisasi Minato-sensei adalah menggali sisi kelam psikologis manusia? Kalau disadari seperti itu, barulah, rasanya novel ini memang Minato-sensei banget dan hanya beliaulah yang bisa mengeksekusinya. Secara umum juga tetep seru sih, unputdownable banget karena ceritanya mengalir, walaupun kasusnya nggak terlalu bikin penasaran (karena fokus utamanya bukan kasus pembunuhannya, melainkan efek pembunuhan itu terhadap orang-orang di sekitar). Terjemahannya juga smooth sekali, bikin makin enak bacanya.

2) Baca novel ini mesti SUPERDUPEREKSTRASABARBANGET karena karakter-karakternya ngzlin abis. :)))) Di sisi lain, saya saluuut karena Minato-sensei bisa menangkap dan menggambarkan karakter-karakter tersebut dengan sangat baik di dalam sebuah cerita fiksi (karena pasti ada aja karakter kayak gitu betulan di dunia nyata). Terutama Ayaka ya, gile sih minta ditampol bener tuh bocah, manggil "omae omae" ke bapak ibunya. :))) . Saya juga nggak suka sama Akari, dih posesif dan egois bener tuh cewek. Pokoknya semua karakter di buku ini kerasa banget abu-abunya, sangat flawed secara mental, tapi masing-masing mengenakan topeng agar tetap bisa berfungsi di masyarakat. Bisa dibilang, cerita ini menampilkan refleksi gelap dari kondisi masyarakat di realitas ... sampai ngeri rasanya karena dipaksa membaca sesuatu yang mau nggak mau bikin berkaca seperti itu.

3) Seperti yang sudah saya tulis di poin 1) di atas, novel ini berfokus pada kehidupan orang-orang di sekitar kasus pembunuhan. Saya rasa premis yang dimaksudkan adalah bagaimana anak-anak keluarga Takahashi itu menghadapi stigma masyarakat terhadap situasi torn mereka sebagai "anak dari pelaku pembunuhan sekaligus korban pembunuhan". Tapi jujur, kalau memang itu premis utamanya, ceritanya kurang masuk. Jadi saya rasa, sebetulnya novel ini memiliki ... premis berlapis, yang pada akhirnya bercabang menjadi cerita tentang kehidupan orang-orang di perumahan elite, tentang ketidakpedulian manusia, tentang penghakiman, tentang insecurity, tentang hati yang iri dengki, tentang lingkungan tetangga yang dari luar kelihatan sopan tapi di baliknya ternyata toksik, tentang reaksi masyarakat terhadap suatu berita malang, tentang kemunafikan manusia yang bisa menjadi sangat simpatik tapi sebetulnya itu cuma pelarian dari masalah-masalah mereka sendiri. Intinya sih, novel ini betul-betul mengeksplorasi berbagai sisi gelap dalam diri manusia (dan society, secara luas).
Tapi ... karena yang mau disampaikan itu banyak, ceritanya jadi kayak nanggung gitu menurut saya. Agak terasa ... kurang utuh. Konflik-konfliknya memang selesai, tapi kebenaran tentang pembunuhannya nggak diungkapkan secara gamblang. Apa mungkin memang Minato-sensei sengaja membuatnya seperti itu, ya, untuk menekankan bahwa ... motif dan kejadian sesungguhnya dari suatu pembunuhan itu bisa saja sampai akhir nggak terbongkar karena sudah telanjur tertutupi oleh stigma dan tebakan sotoy masyarakat, yang kemudian dikipasi oleh media?
(Saya pernah baca/nonton entah apa saya lupa, katanya kebenaran yang diterima oleh khalayak itu ya berita yang dipublikasikan oleh media, tak peduli kejadian sesungguhnya seperti apa. Mungkin itulah yang ingin Minato-sensei tunjukkan di sini.)

4) Jujur, baca novel ini bikin saya sensi berat karena saya berada di posisi yang sama kayak Mayu: mengidam-idamkan untuk punya rumah sendiri. Waktu membaca bagian-bagian cerita dia tentang itu, rasanya saya relaaate banget. Saya tahu rasanya pengin punya rumah milik sendiri, atas nama sendiri. Kecil gapapa, yang penting punya sendiri ... dan bisa tinggal di sana selamanya, menetap, sepenuhnya memiliki rasa "ada tempat pulang", dan nggak harus pindah-pindah kontrakan apartemen tiap berapa waktu sekali ....

5) Judulnya agak kurang nyambung sama isi ceritanya, tapi di sisi lain, saya nggak bisa memikirkan judul lain yang lebih bagus, sih.

6) Trivia nggak penting: Saya ... juga sensi setiap membaca nama Endo Keisuke, karena bikin teringat sama Baji-san yang saya tangisi selama tiga minggu belakangan. T_T

7) Trivia nggak penting #2: Berhubung saya lagi banyak nonton dan baca sport animanga belakangan ini, saya jadi bisa mengerti dilema yang dirasakan Ayaka soal kesenjangan antara tim inti dan tim cadangan, juga perasaan Shinji yang sangat menanti-nanti pertandingan terakhirnya untuk penyisihan prefektur sebelum terpaksa pensiun karena udah kelas tiga. Cuma ... karena vibe sport animanga itu nyenengin, inspiring, dan bikin semangat, rasanya nggak mungkin menyamakan klub basket Ayaka dan Shinji itu dengan yang di sport animanga. Kayak dua dunia yang berbeda. :))))

***

Overall, a good read. Buku yang tepat untuk mengembalikan semangat membaca saya karena fast-paced dan bahasanya superenak dibaca. Asal jangan berekspektasi ketinggian aja--sekali lagi, ini bukan novel misteri thriller yang bikin tegang jumpalitan, melainkan novel dark psychology yang mengupas sisi-sisi gelap masyarakat.
Profile Image for Sherry Heather.
199 reviews3 followers
September 17, 2021
Another great book by Minato Kanae sensei! Buku ini rasanya berbeda dari buku-buku Minato Kanae sebelumnya. Ferris Wheel at Night lebih menggambarkan sifat-sifat buruk dan pikiran-pikiran jahat manusia. Aku senang dengan banyaknya hal sehari-hari yang realistis yang dimasukkan dalam novel ini. Contohnya tentang gosip tetangga dan penyakit tanah miring yang dibahas dalam novel ini. Karakternya juga sangat beragam dan kerealistisannya membuatku merinding. Satu hal yang kurang aku sukai, aku rasa closure dalam buku ini kurang jelas. Tapi, seperti tipikal novel Jepang biasanya, novel ini meninggalkan ruang untuk kita berimajinasi, menduga-duga sendiri apa yang sebenarnya terjadi.

Full review di sini: https://youtu.be/KZ4iyPqYt5I
Profile Image for Yoyovochka.
310 reviews7 followers
September 6, 2023
Buku ketiga Minato Kanae yang saya baca. Seperti biasa, penulis ini menyinggung soal sifat manusia yang meski menjijikkan, toh memang benar ada dalam kehidupan keseharian: orang-orang yang berusaha menaikkan status mereka supaya lebih dipandang, masalah orang tua dan anak yang nggak mungkin selesai dan malah membengkak makin parah tanpa adanya komunikasi, plus orang yang suka ikut campur dan suka mengurusi hidup orang lain. Contoh warga nyinyir juga dibahas di sini. Paket komplit. Akhirnya bikin saya melongo, tetapi bukankah keadilan itu terkadang sifatnya cair? Mungkin inilah yang disinggung Minato Kanae. Saya nggak tega sama bapaknya justru.
Profile Image for Meiliana Kan.
242 reviews52 followers
October 26, 2021
Ferris Wheel at Night ini bercerita tentang kehidupan bertetangga di Bukit Hibari, salah satu perumahan elite yang letaknya di atas bukit. Yang membuatku tertarik untuk membaca buku ini (selain penulisnya Minato Kanae tentu aja) adalah karena premis ceritanya yang menarik.

Cerita dibuka dari keluarga Endo yang terdiri dari sang ibu, Mayu; sang ayah, Keisuke; dan anak perempuannya, Ayaka. Dibandingkan dengan keluarga-keluarga lain yang muncul, keluarga Endo bisa dibilang sebagai keluarga yang paling memprihatinkan. Mereka adalah keluarga yang belum lama pindah ke perumahan elite itu. Rumahnya paling kecil dan paling sering terdengar keributan karena Ayaka sering tantrum. Kalau terdengar terjadi kasus pembunuhan di perumahan elite itu, ku rasa banyak orang tidak akan heran kalau kasus itu terjadi di rumah keluarga Endo. Sayangnya, kasus naas tersebut terjadi di seberang rumah kecil itu. Rumah yang didiami oleh keluarga Takahashi yang justru tampak baik-baik aja.

Hmm kalau kalian mengira akan disuguhi penyelidikan kasusnya dari sudut pandang polisi, maka kalian salah besar. Kita malah akan ikut membedah kasusnya dari sudut pandang tetangga. Iya, tetangga. Akan ada spekulasi-spekulasi tak berdasar dan kebencian yang juga tak berdasar yang ditujukan kepada keluarga Takahashi.

Sebelumnya aku pernah baca bukunya Minato Kanae yang berjudul Penance dan jika kubandingkan Ferris Wheel at Night dengan Penance, Ferris Wheel ini terkesan ringan. Ceritanya tidak sekompleks di Penance, tokoh-tokohnya pun gak se"sakit" Penance. Tapi, setelah ku pikir lagi justru itulah yang bikin cerita dalam buku ini terasa dekat. Kehidupan bertetangga jelas adalah kehidupan yang bersinggungan dengan sebagian besar dari kita. Dan selain itu, topik keluarga yang diangkat pun bikin aku mikir. Keluarga yang bahagia itu sebenarnya yang gimana, sih?

Tapi ya, walau menurutku topiknya menarik dan bisa relate dengan kita tapi aku merasa eksekusinya kurang. Tokoh-tokohnya pun menyebalkan sekali tapi lama-lama rasa sebalku berkurang dan berganti dengan kebingungan. 😂😂

Kalau kalian mau membaca pembahasan lengkap tentang buku ini yang disertai dengan kebingunganku, silahkan mampir ke sini, ya.. :D
Profile Image for Runz Sama.
113 reviews12 followers
September 26, 2017
'คดีฆาตกรรมบนเนินฮิบาริงะโอกะ'

|
จัดไปกับเล่มใหม่ล่าสุดของน้า มินะโตะ คะนะเอะ ซึ่งคงเป็นหนังสือเล่มเดียวที่จบของเดือนนี้..(ถ้าไม่อีบุ๊คอีก6เรื่อง..)

เรื่องนี้ก็คงความเป็น มินะโตะซังได้ดี ที่เล่นเรื่องดาร์กของมนุษย์ และก็ความเป็นโดมิโน่ของทุกตัวละคร คือการกระทำและผลของการกระทำมันส่งต่อถึงกันหมดเลย..ซึ่งก็เมคเซ้น(มั้ง) สำหรับบ้าน3หลังในระแวกติดกัน...

เสน่ห์ อีกอย่างที่มีในทุกเรื่องของมินะโตะซัง คือการเล่าเรื่องแบบพาร์ทๆของใครของมัน(เรื่องนี้แบ่งเป็นบ้านๆและช่วงเวลา) แนวๆไดอารี่ และสำคัญสุดคือเรื่องครอบครัว อันนี้แก่นของผลงานน้าเค้าล่ะ

สำหรับความเห็นเรื่องนี้ก็ไม่ว้าวมากนะ อ่านได้เรื่อยๆ ต้นถึงกลางนี้พอได้อยู่ และก็เอาใจช่วย แต่หลังๆเหมือนออกทะเลไป ไม่รู้ด้วยตัวละครมันมากขึ้นแต่เหมือนกระดาษไม่พอหรือยังไง อารมณ์ท้ายๆเหมือนต้องยัดๆกันให้ได้แอร์ไทม์... คือแบ่บ ไม่ต้องก็ได้

ส่วนตัวคิดว่า สองเรื่องล่าสุดที่มีแปลมา ดาร์กไม่ได้ใจเท่าไรเลย..55455555

ปล.อยากเห็นฮินาโกะlive ver. 55555 |
Profile Image for Marina.
2,041 reviews359 followers
January 2, 2022
** Books 99 - 2021 **

Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge 2021

3,4 dari 5 bintang!


CONTAINS WARNINGS : CHILD ABUSE, BULLYING

Rumah di kaki Bukit Hibiya itu ditempati oleh keluarga-keluarga yang tampaknya hidup dengan harmonis dan bahagia berdampingan. Siapa sangka bahwa itu semua hanya kamuflase menutupi hal yang tampaknya sempurna? Apalagi kesempurnaan itu jatuh berkeping-keping bagaikan kaca pecah ketika ada pembunuhan yang terjadi di perumahan elit itu

Membaca buku ini dibutuhkan perhatian yang khusus karena banyaknya karakterisasi yang muncul di buku ini hingga aku mencatatnya satu persatu. Ada keluarga Endo, Keluarga Kojima, Keluarga Takahashi, Keluarga Tanaka dan Keluarga Suzuki yang masing-masing ada anggota keluarganya. Alurnya juga termasuk lambat karena pelan-pelan lapisannya akan terbuka di akhir cerita. Siapa sebenernya yang salah dalam pembunuhan di rumah keluarga Takahashi?

Terimakasih Penerbit Haru!
Profile Image for Indah Threez Lestari.
13.5k reviews270 followers
October 18, 2021
261 - 2021

Huh, endingnya kenapa jadi seperti itu? #kesal sendiri

Memang sih, kebohongan bersama akan meringankan hukuman bagi pelaku dan anak-anaknya yang masih panjang jalan hidup ke depannya, tapi sungguh aku tidak rela sang ayah yang rasional (dan korban pembunuhan pula!) malah difitnah menjadi akar masalah keluarga yang memicu sang ibu untuk membunuh. Benar-benar mencoreng nama dan karakter baik almarhum. Kasihan banget sih jadi orang, sudah berusaha menjadi bapak dan suami yang baik, ujung-ujungnya dibunuh dan difitnah.

Well, jadi Tiger Mother yang dipicu rasa rendah diri istri kedua terhadap almarhumah istri pertama dan prestasi anak istri pertama memang bisa bikin gila ya...

Btw, karakter tetangga-tetangganya juga bikin kesal. But that's life... tidak ada kehidupan rumah tangga dan bertetangga yang sempurna, di perumahan elit sekalipun.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for veyninda.
151 reviews10 followers
September 12, 2021
Kesuksesan yang sungguh sangat besar bagiku berhasil selesai tanpa lempar buku ini 😤. Salah satu manfaat baca di tempat umum, kalau bukunya menjengkelkan nggak bisa lempar sembarangan 😅

Oke awal baca udah kesel, seperempat buku makin kesel, setegah buku mulai "apa-apaan sih kelakuan orang-orang ini." Tapi juga berhasil membuatku ikut menerka-nerka kira-kira kalau iku terjadi dilingkungan ku apa aku bakal kayak mereka?

Well done banget buat Minato sensei yang berhasil buat saya emosi. Apalagi setelah kemarin ikutan berbincang dan tau back story' dari karya-karya beliau makin 🤯
Profile Image for h.
375 reviews149 followers
September 26, 2022
I dunno about the rating that I want to give to this book either 2 or 3 stars, cause this is my least fav from minato kanae's books. There are so many unnecessary things were described which is not related to the murder case and it made me bored that much. Sorry
Profile Image for Nadia (captnheweade).
187 reviews11 followers
October 22, 2021
“Masyarakat kota ini selalu bilang bahwa bukit itu khusus untuk orang-orang kelas atas, sementara persisir untuk kelas bawah. Apa yang akan mereka pikirkan kalua mereka bisa naik bianglala dan memandang rendah keduanya?”

Buku ini benar-benar sesuai dengan genrenya iya-misu. Karena saat menyelesaikan buku ini aku punya perasaan tidak enak dan unsettling.

Pengalaman baca buku Minato-sensei yang ini berbeda saat dulu aku baca buku yang Confession. Kalau dulu saat selesai baca Confession, perasaan tidak enak itu tetap ada tapi seperti masih bisa diterima haha. Tapi kalau buku yang ini aku kayak pusing sendiri karena hampir semua karakternya bikin kesal (terutama Ayaka & Nenek Kojima yang benar-benar menyebalkan setengah mati), lalu juga ending cerita yang cukup membuat elus-elus dada walaupun aku sepertinya mengerti kenapa endingnya dibuat seperti itu. Definitely an "eww mystery" book 😌

Namun bukannya buku ini tidak bagus. Buku ini bagus karena banyak memberikan kritik sosial. Mungkin kalau diringkas sebagai judul berita, alur cerita di buku ini bisa dijabarkan seperti ini "Terlalu mendengarkan omongan tetangga & mengurusi hidup orang lain, warga-warga Bukit Hibari ini merasakan kejamnya kehidupan".

Aku rasa masalah-masalah yang ada dalam buku ini bisa selesai tanpa ada pembunuhan jika semua orang yang terlibat mau komunikasi dengan baik & sehat. Namun, pride manusia yang terlalu tinggi, terlalu mendengarkan ucapan orang, terlalu peduli pada status, selalu merasa benar, hal-hal ini yang menjadi kejatuhan mereka semua.

Tapi ya ini juga hal yang aku rasa ingin diangkat oleh Kanae-sensei: sifat kelam manusia & sampai sejauh mana mereka bisa menahan diri atau berubah menjadi "monster"

Overall rating: 4.1/5

Beberapa kutipan yang aku suka:

“Cara menyelesaikan masalah yang datang dari luar itu mudah. Tutup saja jendelanya”

“Namun sepertinya masyarakat tidak berpikir sampai situ. Keluarga, ya, keluarga. Kami, kan, tidak mengganggu orang lain, kenapa harus sampai digembar-gemborkan ke masyarakat begini? Bukankah lebih baik mereka mengabaikan kami? Kenapa kami harus mengumumkan kasus yang menimpa keluarga kami kepada orang yang bahkan tidak kami kenal?”

“Ia tidak boleh bicara soal keluarga lain atas dasar perkiraan saja. Karena itulah, semua orang pura-pura tidak tahu, dan karena itulah mereka tidak perlu disalah-salahkan. Memang begitu aturannya”

“Apa-apaan ini? Orang-orang ini sebenarnya siapa?... ”…memangnya ini bisa disebut buku harian? Bukankah ini hanya omong kosong yang ditulis panjang-panjang oleh orang-orang narsistis, sampai mereka sok merasa jadi kritikus sosial?”

“…terlewati atau tidaknya garis batas itu bergantung pada keteguhan hati yang sangat kuat; etika, nalar, kemampuan menahan diri. Namun, kalau cuma bergantung pada itu, dirinya sekarang pasti sudah jadi pembunuh, mengingat bahwa ia tadi sama sekali tak memiliki kuasa untuk menahan diri. Ternyata, jadi pembunuh atau tidak itu tergantung dari ada atau tidaknya orang yang menghentikan. Orang yang tidak melakukan tindak kriminal itu bukan berarti orang yang hebat.”
Profile Image for Autmn Reader.
881 reviews92 followers
April 5, 2022
Buku ini lebih chill ya dan kalau bisa dibilang, novel ini sebenernya drama kluarga dan versi ekstrimnya Tetangga Masa Gitu karena melibatkan pembunuhan, mental illness, dan kasta.

Seperti biasanya, karakternya super duper morally grey. Aku tuh yang nggak bisa take a side sama sekali. Pas mau bela si ono, ternyta sudut pamdang si ini kayak gini dan bgtu terus. Jadinya semua porsinya ya seimbang.

Awalnya jujurly aku bosan karena ga kataku tadi, beraaa tetangga masa gitu, tapi makin sini makin penasaran duduk perkaranya apa. Dan emang bukunya Kanae sensei selalu page turning dan bkin penasaran crtanya ini mau dibawa ke mana.

Enggak ada twist yg mngejutkan, tapi aku kecewa sama keputusan yang diambil mereka. Aku nggak tega aja sih doi dibegituin, dia nggak berhak dapet itu setelah apa yang dia alami, wkkwwk.

Still, aku tetep kepo sih kenapa mreka milih ini. Apa dipaksa? Ditekan? Atau sesimpel karena mreka nggak mau ribet? Hmmmmmm....
Displaying 1 - 30 of 274 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.