Jump to ratings and reviews
Rate this book

Diary Introvert

Rate this book
Di luar sana tidak sedikit orang yang sadar akan banyaknya perbedaan, tetapi tak mau menerima perbedaan. Di luar sana banyak orang yang ingin dimengerti, tetapi enggan untuk mengerti orang lain. Bagiku introvert itu istimewa, meski banyak anggapan yang berlawanan.

Menjadi introvert adalah sebuah anugerah yang aku syukuri saat ini. Jika aku tidak menjadi introvert, aku tak bisa memahami orang lain. Jika aku tidak interovert mungkin aku tidak tahu seperti apa diriku. Seorang introvert memang punya kelemahan, tetapi punya banyak cara menyiasati kekurangan itu menjadi sebuah kekuatan.

168 pages, Paperback

Published September 1, 2019

9 people are currently reading
91 people want to read

About the author

Hardy Zhu

5 books13 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (21%)
4 stars
4 (12%)
3 stars
16 (48%)
2 stars
2 (6%)
1 star
4 (12%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
10 reviews
May 17, 2020
Diary Introvert – Catatan dari balik dunia yang hening.


Buku ini menceritakan seseorang  yang memiliki kepribadian sebagai introvert, dunia yang dimiliki oleh sang penulis  tidak memiliki dunia yang luas, ruang yang terbatas dan beberapa perasaan tak nyaman berada dalam situasi tertentu. Kesendirian adalah hal yang sangat ia senangi, merasa nyaman karena dengan sendiri menjadikan jenis orang tertentu mendatangkan inspirasi.

Dengan sendiri buka berarti kita tidak bisa menjadi  produktif, mungkin beberapa orang merasa sendiri itu hal yang membosankan, tidak ada hal yang bisa dilakukan, tapi itulah salah satu kelebihan seseorang yang memiliki kepribadian introvert.


Dalam buku ini mengajarkan bahwa menjadi seorang intovert bukanlah suatu penghalang atau menjadikan kita lemah dalam berbagai hal.


Dalam buku ini, penulis mencoba merangkul terhadap teman-teman yang memiliki kepribadian introvert, mengajak kita untuk bisa berbagi cerita tentang hal – hal yang sering kita temui dalam kehidupan kita. Selain itu juga membahas perasaan – perasaan tertentu yang dimiliki oleh seorang introvert, bagaimana cara ia bergaul, bagaimana ia bisa tetap merasa hidup dalam situasi yang ramai, yang terkadang membuat dirinya merasa terasing, sampai pada cara perlawanan seorang introvert dalam menghadapi perasaan – perasaan yang sering mengganggu dirinya.


Perlu diketahui juga seorang intovert adalah salah seorang yang peka, ia bisa merasakan bagaimana suasana hati seseorang yang sedang ia temui, hal ini membuat ia begitu bisa menghargai perasaan orang lain, cenderung diam tapi bisa menjadi pendengar yang baik.

Diam seorang introvert terkadang bukanlah diam karena kurang pengetahuan, hanya saja isi kepalanya yang kurang bersahabat untuk bisa mengungkapkan apa yang seharusnya diungkapkan, dan media yang paling tepat untuk seorang introvert adalah melalui sebuah tulisan.


Sasaran penulis untuk pembaca buku ini bukan hanya untuk seorang introvert, kalian yang memiliki berbagai macam kepribadian pun tetap boleh, gaada larangan buat gak boleh baca buku ini ya hehe.. karena disini buku yang menjelajah kehidupan seorang intovert yang mampu memahami sisi kehidupan dirinya maupun orang lain, sampai ia bisa menemukan sisi kehidupannya masing-masing.

Review lengkapnya in my blog : http://penaebook.blogspot.com
Profile Image for Franks.
31 reviews
March 2, 2026
I read this pas lagi butuh sesuatu yang pelan. Dan jujur, rasanya kaya lagi duduk diem terus ada orang yang ngerti isi kepala gua tanpa harus gua jelasin. Buku ini tuh bukan tipe yang punya plot heboh. Ga ada konflik gede atau twist dramatis. It’s literally fragments of thoughts. Potongan-potongan refleksi soal capek bersosialisasi, soal ngerasa beda, soal pengen deket sama orang tapi juga butuh ruang. kadang bacanya kaya, “anjir ini gua banget.”

Si narratornya ga digambarin sebagai introvert yang cool atau mysterious. Dia biasa aja. awkward, overthinks, kadang terlalu keras sama dirinya sendiri. And that’s why it feels real. Dia bukan karakter yang mau dikagumi, dia cuma jujur. And that honesty hits harder. Di awal bukunya kerasa berat. banyak self-doubt, banyak pertanyaan soal kenapa rasanya selalu jadi orang yang “tertinggal” di keramaian. Tapi makin ke tengah, pelan-pelan ada perubahan. Bukan berubah jadi extrovert atau tiba-tiba percaya diri. More like… He makes peace with himself. And itu subtle banget, almost quiet. Ada beberapa lines yang bener-bener stay di kepala gua. Tentang gimana being quiet doesn’t mean you’re empty. Tentang how being alone isn’t always the same as being lonely. Simple sentences, tapi pas baca tuh kayak lagi dikasih izin buat jadi diri sendiri.

Tapi gua juga ngerasa kadang repetitif. Ada bagian yang kayak muter di emosi yang sama. Kalau lagi ga mood buat introspective reading, bisa aja ngerasa monoton. This isn’t a fast-paced book. U can’t rush it.
Profile Image for Henzi.
230 reviews22 followers
September 25, 2022
Saya menyelesaikan buku ini dengan durasi baca kurang lebih 30 menit.

Setiap bab akan dimulai dengan pengalaman penulis terkait dengan isu yang lagi dibahas. Kemudian, akan ada isian yang dapat dilengkapi oleh pembaca supaya bisa relate dengan isu tersebut.

IMHO, pengalaman yang dibagikan oleh penulisnya terlalu sederhana. Terasa tidak nyata—seakan dibuat-buat. Bahasa yang digunakan dalam narasinya— mohon maaf— kurang lebih mirip seperti tulisan buku teks pelajaran sekolah dasar. Terlalu lugas. Interaksi yang diberikan penulis pun rasanya tidak membantu karena tidak kuat fondasinya. Hal ini dikarenakan pembaca selalu diberikan kebebasan untuk menuliskan apa pun… dan selalu berakhir tanpa arahan yang jelas sehingga tidak ada simpulan yang dapat dibuat.

Namun, bisa jadi, target market-nya bukan untuk orang dewasa. Mungkin lebih cocok untuk anak remaja.
Profile Image for Mirna Wijoyo.
15 reviews1 follower
September 12, 2021
Berawal dari biografi singkat penulis buku ini Hardy Zhu, seorang yang introvet kemudian merangkul para pembaca yang memiliki kesamaan kepribadiaan yang intovet melalui "journaling". Menurutku buku ini lebih meberikan gambaran bahwa introvet adalah kepribadian yang juga menyenangkan dan didukung dengan pembenaran melalui steatment penulis. Buku ini lebih banyak halaman untuk kalian yang suka nulis jurnal.
Profile Image for fairwinklestine.
3 reviews
April 15, 2025
Sebenarnya aku udah beli buku ini sejak lama, sekitar tahun 2020 kalau nggak salah. Tapi baru sempat aku selesaikan baca tahun ini. Awalnya aku beli karena merasa diri aku introvert. Setelah dibaca-baca, isinya ada yang cukup relate, tapi ada juga yang kurang nyambung buat aku. Mungkin kalau aku bacanya waktu umur 17-an, rasanya bakal lebih kena dan relevan.
1 review
October 26, 2020
waktu baca buku ini ngerasa ngikutin perjalanan penulis dari dia malu buat ngomong di depan publik sampe akhirnya bisa nulis buku. buku ini juga bisa jadi diart buat pembaca karna ada beberapa halaman yg bisa diisi buat refleksi diri
Profile Image for Jes.
7 reviews
April 27, 2021
Sangat relate untuk saya yang introvert. Bacaan santai dan ada interaksi secara tak langsung dengan pembaca.
Displaying 1 - 7 of 7 reviews