Jump to ratings and reviews
Rate this book

#hidupkadangbegitu : refleksi tentang agama, ilmu, dan kemanusiaan Gus Nadir & Kang Maman

Rate this book
Memangnya kita mau, hidup yang lancar-lancar saja, halus, mulus, everything goes in your way? Bayangkan hidup tanpa kejutan—nggak asyik kan?

Makanya santuy saja kalau hidup berjalan tidak sesuai mau kita. Ujian nggak lulus, sekolah kedokteran kerja marketing, kekasih minta putus saat mau dilamar, orang yang kita cintai pergi untuk selamanya—hidup kadang begitu.

Coba simak berbagai catatan kisah dan hikmah hasil kolaborasi Gus Nadir dan Kang Maman dalam #HidupKadangBegitu, rasakan bahwa hidup yang berliku malah lebih seru!

238 pages, Paperback

Published March 1, 2020

2 people are currently reading
39 people want to read

About the author

Maman Suherman

25 books132 followers
Maman Suherman lahir di Makassar, 10 November 1965. Menempuh beragam pendidikan, namun hanya lulus dari Jurusan Kriminologi, FISIP - UI. Bertumbuh sebagai penulis selama 15 tahun (1998-2003), dari reporter hingga menjadi pemimpin redaksi di Kelompok Kompas Gramedia. Ia pernah juga menjadi Direktur Produksi hingga Managing Director (2003-2011) di Biro Iklan & Rumah Produksi Avicom.

Penggagas Panasonic Gobel Awards ini memutuskan untuk tidak berkantor lagi, dan kini menjadi "pemulung kata-kata". Sempat menjadi presenter untuk acara di KompasTV, kini ia menjadi konsultan kreatif dan No Tulen acara 'Indonesia Lawak Club' di Trans7.

Re adalah buku keempatnya bersama penerbit KPG. Sebelumnya telah terbit Matahati (2012), Bokis 1: Kisah Gelap Dunia Seleb (2012), dan Bokis 2: Potret Para Pesohor (2013).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
19 (46%)
4 stars
17 (41%)
3 stars
4 (9%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 8 of 8 reviews
Profile Image for Nanny SA.
343 reviews41 followers
August 22, 2020
Buku ini berisi tentang kisah dan hikmah hasil kolaborasi dari Prof. Nadirsyah Husen ( Gus Nadir ), yang berlatar belakang pesantren, kini mengajar di Fakultas Hukum di Monash University, Australia; dengan Maman Suherman ( kang Maman ) pegiat literasi yang memberi perhatian pada kalangan milenial, memiliki pengalaman di bidang penulisan & kreatif. Pembinan di berbagai komunitas literasi.

Kisah mereka berupa :Refleksi tentang Agama, Ilmu, dan kemanusiaan. Refleksi ini menjadi judul dari tiap bab di buku ini. Tiap bab terdiri dari beberapa judul yang dikisahkan bergantian oleh Gus Nadir dan kang Maman.

I. Ngobrol Ringan tentang Agama.

* Percaya diri Yes!, Sombong No!
Sombong itu jelas berbeda dengan percaya diri. Sombong itu merasa dirinya lebih hebat dari yang lain. Orang yang percaya diri akan menganggap semua orang punya kelebihan masing-masing ( G N-Hal. 34)


*Efek memberi
Pernah dengar "Warm- gold-effect"?
James Anderson pada 1989 menyebutkan istilah itu, di mana orang-orang yang beramal atau berbagi, akan mengalami sensasi perasaan positif.Perasaan positif ini diperoleh setelah tindakan mereka memberi atau membantu orang lain. (KM-hal.50)k/i>

II. Ngobrol Ringan tentang Ilmu

III. Ngobrol Ringan tentang Kehidupan



Semua kisah diceritakan dengan narasi yang ringan kadang terasa lucu dan sedikit menyentil. Banyak nasihat yang memotivasi tanpa terasa menggurui.

Rekomendasi buat orang-orang yang ingin mendapat pencerahan spiritual.

Selengkap nya ada di:
https://www.blogger.com/blog/post/edi...
11 reviews
May 16, 2020
Sebagai anak muda Membaca buku ini serasa dinasehati oleh dua orang bapak yang bijak dan kaya akan pengetahuan. Pesan moral dalam cerita dan pengalaman unik masing-masing penulis menjadikan kita inspirasi, keren
Kesederhanaan dalam cerita serta kepedulian kepada sesama membuat mata-mata ini berkaca-kaca akan kebaikan orang yang diceritakan dimana dalam keadaan susah masih tidak mementingkan diri sendiri, sementara saya jauh dari maqom itu.
Ada pesan unik yang sarat akan makna “tidak ada orang baik yang tidak punya masa lalu, dan tidak ada orang jahat yang tidak punya masa depan”
14 reviews
June 27, 2021
aku menuliskan tentang ceritaku setelah membaca buku koloborasi karya Gus Nadir dan Kang Maman. Salah satu buku nonfiksi yang tidak hanya kubaca tapi kuceritakan dalam bentuk review.

Banyak pembelajaran yang ringan tapi amat berdaging sekali dan terkadang sedikit menampar, bagaikan sedang diajak refleksi kehidupan kita tentang Agama, Ilmu dan Kemanusiaan.

"Kalau Anda masih belajar, maka jadilah orang yang terpelajar, jangan malah bersikap kurang ajar. Kalau Anda hanya tahu sedikit, jangan dikit-dikit kasih dalil sana-sini tanpa mengetahui istidlal-nya. Kalau Anda merasa mahir dalam agama, Anda tidak akan sembarangan bilang yang lain kafir. Tahu cuma sedikit saja sudah dianggap bahaya dalam memberi jawaban, apalagi kalau tidak tahu apa-apa."
(Hal.139)

Pada bagian ngobrol ringan tentang ilmu, saya sedikit tertampar oleh untaian kalimat yang dilantunkan Gus Nadir. Sebagai seorang pendidik, kadang ku masih sekedar transfer ilmu tapi belum bisa menginspirasi peserta didik untuk terus mencari pengetahuan di luar kelas. Dan hal itu dipertegas ketika ada sebuah prinsip yang disampaikan kang Maman,

MENGALAH HINGGA TAK SEORANG PUN SANGGUP MENGALAHKANMU
MERENDAH HINGGA TAK SEORANG PUN BISA MERENDAHKANMU
(Hal.136)

Buku yang berjumlah 242 halaman, membuat kita yang membaca buku ini untuk percaya dengan penuh keyakinan, dengan hidup yang hanya satu tarikan nafas panjang, jangan coba untuk menanam apapun kecuali (rasa) cinta. Cinta dalam segala aktivitas yang kita lakukan, akan membuat "Hidup Yang Bahagia."

Buku yang ku tamatkan pada saat naik kereta api Bandung Raya di malam hari dan pas sekali untuk refleksi hidup tanpa terasa digurui.

Sudah tayang di https://www.instagram.com/p/CJynrzelJ...
Profile Image for Azfa.
294 reviews2 followers
March 30, 2021
~~~
Buku ini merupakan karya kolaborasi antara Gus Nadir dan Kang Maman yang terdiri dari 3 pembagian, yaitu : Ngobrol Ringan tentang Agama, Ngobrol Ringan tentang Ilmu, dan Ngobrol Ringan tentang Kehidupan.

Ditulis secara bergantian antara Gus Nadir dan Kang Maman dengan bahasa yang ringan dan sangat mudah untuk dinikmati, difahami, dan diambil manfaatnya.

Sebagian tulisan juga dirangkai dari pengalaman hidup kedua penulis langsung, sehingga pesannya lebih nyaman diterima olehku sebagai pembaca.

Jika ditanya yang mana yang paling menarik, aku paling suka pada bagian Ngobrol Ringan tentang Kehidupan, lebih terasa nyentil aja pesan-pesannya seakan nasihat itu tertuju kepadaku.🤭

"Saat kita mampu berdamai dengan diri sendiri, komentar dan cemohan orang lain menjadi tidak penting untuk didengarkan" ~Gus Nadir

"Hidup itu bukan tentang siapa yang duluan lahir dan lebih tua, atau lebih panjang umurnya. Tapi, siapa yang lebih memberi manfaat kepada sesamanya" ~Kang Maman

Penuh hikmah 🌻
~~~
Profile Image for Reza Yogatama.
92 reviews
June 20, 2020
Buku ini isinya tentang nasihat-nasihat. Cara penyampaiannya enak banget.
Profile Image for Rendi As.
51 reviews
March 18, 2021
Duet yang mantap meski terdapat perbedaan jauh antara gus prof dan penulis
Profile Image for Nayla.
15 reviews
September 10, 2021
A light read u can enjoy while contemplating about life.. makin di baca makin merenung..
Displaying 1 - 8 of 8 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.