Jadi, aku yang pertama mengulas buku ini? 👀
"Selesai" magang di divisi internal, Saito dipindahkan ke divisi perawatan bayi baru lahir. Ia belajar bagaimana meladeni sikap orangtua bayi yang tidak bahagia atas kelahiran sang anak tetapi yang lain malah tidak menginginkan kelahiran sang jabang bayi dan beberapa menginginkan sang bayi "digugurkan". Bagaimana Saito menanganinya? Apakah sikap "percaya" sudah cukup untuk mengatasi masalah kodrat ini?
Semakin seru saja.