Rasa untuk Jiwa adalah salah satu buku visual yang pernah kubaca. Berisi tentang kata-kata, kalimat-kalimat yang disusun sedemikian rupa seimbang dengan ilustrasi-ilustrasi yang ada.
Kita akan seolah dibawa melihat kembali perjalanan hidup masing-masing. Dari mulai kelahiran, menjadi seorang anak kecil yang tak tahu dan tak bisa apa-apa, alias hanya bisa menangis saja. Namun, nyatanya meski hanya bisa menangis, kita kecil tetap terus berusaha belajar jalan, lari, bahkan berkendara. Begitulah siklus normal manusia, yakni "belajar".
Semakin manusia bertumbuh, semakin pula rumit dan kompleks masalah yang menimpanya. Pada lembaran buku ini diperlihatkan mulai dari problematika pertemanan, kepayahan dalam mengatur perasaan, dan beban pundak akan harapan-harapan orang yang dicinta. Secara tak sadar saat membaca buku ini kita akan mengatakan,"Iya juga ya," dalam hati.
Selain itu, kita pun akan diingatkan apa-apa saja yang harus kita syukuri. Mungkin jika kita tak melewati suatu ujian, kita tak mungkin dewasa sempurna. Kalimat-kalimat dalam buku ini seolah menegur kita untuk mengatur kembali rencana, menyadarkan diri akan hidup sesungguhnya, serta membersihkan hati.
Jadi, sejauh ini, buku ini sangat aku rekomendasikan untuk siapapun. Ringan dibaca, indah dilihat, dan mudah dipahami.
Saranku, meski membacanya mudah dan sedikit, tapi siapkan jiwa dan hatimu. Agar kata-kata di dalamnya tak lewat begitu saja. Siapkan suasana yang mendukung jika perlu.
Dua puluh menit yang penuh refleksi. Tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan buku ini buatku. Buku visual dari @sholahayub yang ilustrasinya apik sekali dan tulisannya mengena sampe ke hati. Dan uniknya pas baca “tentang penulis” isinya : ‘Hamba Allah, orang biasa. Kebetulan suka berbagi rasa lewat kata dan rupa. Sisanya nggak begitu penting. Lebih penting pesan yang dibawa karyanya. Jika menemukan inspirasi, kebaikan, juga hikmah di dalamnya, semua dikembalikan kepada sumber utama, yakni Allah ta’ala.’
Disaat banyak manusia sibuk untuk jadi terkenal, rasanya memang perlu diingatkan kalau ‘siapa kita’ itu sebenarnya tidak begitu penting, karna yang jauh lebih penting adalah ‘manfaat apa’ yang bisa kita bagikan untuk orang lain. Semoga kita dijauhkan dari rasa sombong dan merasa ‘paling’ untuk segala sesuatu dalam hidup. Takut. YaAllaah tolong jaga hati-hati kami agar tidak melewati batas. Aamiin🥺🥺🥺
Dari kita lahir sampai sekarang kita terus berjuang, bertemu masalah baru di setiap fase, dari mulai jatuh-menyerah-bangkit-lalu jatuh lagi begitu seterusnya terulang, buku ini mengisi jiwa kita yang lagi hampa dan kosong, yang lagi merasa rendah terhadap diri nya sendiri, setelah baca ini mungkin bisa terisi kembali, bersemangat kembali.
Buku ini bisa dibaca sekali duduk, terus menarik karena hampir seluruh isinya ada ilustrasi, yaa bisa di bilang buku visual si, bisa jadi bacaan yang lagi reading slump juga karena isi nya ringan dan ilustrasi nya menarik, memanjakan mata pas kita lagi baca laa. Di halaman terakhir si sepertinya bakalan ada buku lanjutan nya, tapi gatau kapan keluar:)) Oh iyaa ada beberapa kata yang kayanya salah ketik atau kebalik gitu, tapi tetep bisa di pahami isi dari kalimat nya.
Melalui jalan cerita tokoh seorang laki-laki yang sedang menjalani hidup di dunia, pembaca diajak untuk mengingat kembali bahwa hidup itu penuh perjuangan, seperti berjalan di atas batu kerikil. Cerita yang disuguhkan berhubungan dekat dengan kehidupan sehari-hari jadi pembaca dapat merasakan emosi seperti yang diharapkan penulis melalui susunan kalimat serta gambar ilustrasi yang ada.
3.5 dari 5 bintang untuk Rasa Untuk Jiwa karya @sholahayub.
Aku merekomendasikan buku ini untuk kamu yang senang menikamati gambar ilustrasi serta bacaan ringan namun sarat akan makna kehidupan. Selamat menikmati keindah setiap ilustrasinya seraya meresapi makna tiap katanya.
Review lebih lengkapnya cek di: noeranggadila.blogspot.co.id
banyak salah ketik. agak bikin nggak nyaman karena banyak, kalau sedikit kayaknya masi ga masalah..
beside, suka sih konsepnya. bukan tipe buku yang tempo tandasnya cepet. bisa sih, tapi ga rekomen cepet-cepet karena ga nikmat. buku ini nemenin, nolongin, bantuin kita merefleksikan diri.. mancing deeptalk sama diri sendiri. jadi butuh hati dan pikiran yang tenang, yang lapang, yang rendah, biar jernih dan masup dan meresap.
nggak panjang kalam, tapi dilengkapi ilustrasi yang ngedukung imaji ke arah yang sefrekuensi sama penulis. asik, sih, so far.
Nasihat yang kadang berat kalau disampaikan melalui niat yang tulus dan visual yang keren jadi ringan ya! Seakan-akan membaca lewat jiwa..
Mungkin karna saya baca yang cetakan pertama, banyak kekurangan yang harus ditingkatkan lagi. Seperti tanda baca, Typographie, teks terpotong dll. Selain itu sudah bagus kok👍
Buku ini hadir di saat yang tepat saat diri sedang merasa jatuh-jatuhnya. Rangkaian kata dan ilustrasinya sangat pas memanjakan mata. 30 menit yang menyenangkan untuk menyelami buku ini dan merenungkan realita hidup pribadi setelahnya.
Baiknya dibaca perlahan untuk bisa menikmati sambil merenungkan isi bukunya. Menjadi pengingat untuk tetap membumi dan bersyukur. Ilustrasinya sangat menarik.
My bff gave me this for my graduation gif and not gonna lie, i'm soooo happy when unboxing this book and realize it's an illustrated one (WITH THE WRITER'S SIGN AND WORDSSS). Moreover, it reminds me about things i've been overthinking these days, life crisis, postgraduate life, etc and how to handle it. At the same time, the book comfort me from my overthinking. I enjoyed reading every pages of it.