Jump to ratings and reviews
Rate this book

Nocturnal

Rate this book
Adel tahu ia istimewa. Ia keturunan Nocturnal, manusia setengah kucing, yang memiliki sembilan nyawa. Kehidupannya di Jakarta aman dan tenteram, sampai ia dipanggil ke Adlerland, negara asal ayahnya. Adel yang telah disembunyikan ayahnya selama tujuh belas tahun di Indonesia terpaksa menuruti perintah neneknya, sang Baroness, untuk kembali ke sana. Untuk dilatih dan dipersiapkan menjadi pengganti neneknya, menjadi ketua klan keluarga mereka.

Buyar sudah impian Adel untuk menjadi balerina profesional, karena tuntutan keluarganya tak memungkinkannya memiliki kebebasan. Kehidupan Adel berubah drastis karena beban teramat berat yang harus ditanggungnya: menjadi tonggak yang menjaga keutuhan klan besarnya, serta mencegah kehancuran negara dari ancaman yang terlalu besar untuk ditanganinya sendiri.

256 pages, Paperback

First published November 1, 2008

11 people are currently reading
154 people want to read

About the author

Poppy D. Chusfani

84 books191 followers
Poppy first became a translator and an editor before releasing her own books. Between her job and the responsibilities of being a housewife and a mother, she continues to write fantasy. She lives in Bogor with her husband and son.

Contact: bookaholic.hobbit@gmail.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
53 (22%)
4 stars
75 (31%)
3 stars
87 (36%)
2 stars
17 (7%)
1 star
5 (2%)
Displaying 1 - 30 of 41 reviews
Profile Image for Luz Balthasaar.
87 reviews69 followers
January 21, 2010
Ada hal-hal yang aku kurang suka dari buku ini, seperti nyelip-nyelipin deskripsi yang agak-agak menjurus ke arah "Uwooow, seperti Lord of the Rings!" ~_~

Kesanku pengarang gag 'pede' dengan kemampuan sendiri untuk membayangkan deskripsi yang keren, hingga harus membawa-bawa LotR untuk endorsemen kekerenan. Dan itu sesuatu yang beneran nggak aku pahami, karena tanpa itupun buku ini udah keren. Plot simpel, tapi bisa dinikmati dan enak dibaca. XD

Tokoh utamanya juga bisa jadi contoh yang sangat positif untuk remaja putri. Kuat, keren, tapi nggak terperosok jadi stereotip Rambowati (atau lebih buruk, Rambowati wannabe yang langsung klemer-klemer begitu ketemu Prince Charming.) Kesukaannya pada balet, walau nggak ada kontribusi terlalu gede ke plot, merupakan unsur yang bagus sebagai bagian dari karakternya.

Dan yang terakhir... Buku ini KETIPISAN! I WANT MORE!

...kadang aku agak mempertanyakan kenapa buku-buku luar yang segede batako jalan di OK-in, malah kadang setelah diterjemahin malah bengkak 1,2-2x lipat, tapi novel lokal kayaknya dianaktiriin banget. Bener, nggak semua orang bisa jadi Remy Sylado atau Seno Gumira Ajidarma, tapi nggak semua novel batako impor itu bagus juga, kan?

Please, seharusnya buku-buku seperti Nocturnal ini bisa sedikit lebih tebel...
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews45 followers
June 17, 2011
sejenis teenlit terjemahan , hohoo
tapi gak kok ini mah indonesia asli !

Adel, manusia setengah kucing yang biasa disebut sebagai kaum noctural. adel dipaksa iku ke adlerland, tanah kelahiran para noctural untuk menggantikan neneknya menjadi the next baroness. di klan ini wanita punya kedudukan lebih mulia dibandingkan pria. *jingkrang2 gw :))*
tpi untuk jadi baroness ga gmpang, dia harus mati2an latihan sama Johanna yang bener2 kayak zombie, yah bukan apa2 dia seperti orang yg ga punya ekspresi dan perasaan (re: kejem) . tpi gak hanya itu, adel yang baru lulus sma ni terpaksa meninggalkan teman2nya dan juga balet yang amat dicintainya.
disana dia bertemu roland, spupu beda nenek. dia jadi akrab sama roland krna roladlah satu2nya orang yang bsa membuatnya tertawa. saat ibunya datang ke adlerland, ternyata dia diculik oleh klan para vampire *ah i love vampire* yah klan milik vladimir ini membuat kesepakatan untuk menukar adel dengan ibunya. hal ini dlakukan juga , tp berkat bantuan salah satu paman ato apa gtu mereka berhasil membawa adel serta ibunya, walau dengan konsekuensi adel kehilangan satu nyawanya.
kejadian2 belakangan bkin smua kluarga baroness menjadi curiga, bhwa ada orang dlam yg berkhianat.
dan ternyata benar, saat upacara pemakaman king of adlerland sekaligus penobatan adel sebagai baroness mereka menampakkan batang hidungnya. oh ya , lupa gw sang raja juga punya seorang putra bernama Felix, pangeran yang satu iki sungguh berbeda dengan yang lain. dia suka banget gombalin cewe :))
balik lagi>> ternyata betrayernya sendiri itu si roland, sadis yak1! hanya karna dia pengen jadi baron dan melenyapkan smua baroness. dasar cowo , ga pernah mau dipimpin cewe !
dia kerja sama ama vladimir si vampire bangkotan brusia lebih dr 700 th. tp yah jeas bnaget klo di cuma dimnfaatin doang ama vlad the dracule!

singkat cerita roland kabur, tp vlad berhasil dibunuh ama adel. well yeah blum spenuhnya happy ending sih, tp it was okay :)
Profile Image for Riri Reads Books.
106 reviews1 follower
February 3, 2025
3⭐️

Seru baca Nocturnal, rasanya elevated teenlit banget. Rasanya masih kaya dulu bertahun tahun lalu waktu baca Nocturnal pertama kali, sayangnya saat sekarang bacanya kok jadi terasa terburu buru yah padahal udah seru...

Anyway, doesn't diminish the uniqueness yang ada di buku ini khas mba Poppy!
Profile Image for Mita.
134 reviews23 followers
December 17, 2008
I am very skeptical when it comes to Indonesian literature, let alone the contemporary/YA ones, but let me just say that if there are more works like this one, I will be looking forward to read more of it with absolute delight.

Nocturnal tells of a young girl, Adel, whose life changed when she found out the truth about her paternal family. She is part of Nocturnal, a mythical clan of warriors with feline-like superhuman skills. Not only is she a Nocturnal, she turns out to be the next in line to lead the clan due to her Baroness grandmother's ailing health.

The story follows the journey and changes Adel experienced as she adapts to her new life as a future Baroness and her training as a warrior. But it's not all sunshine and daisies as while Adel is experiencing all of these, the situation around her gradually becomes darker and more dangerous as the vampire clan of Vladimir wax obvious threats to the lives of Adel, Nocturnal, and the kingdom of Adlerland.

Nocturnal has everything you expect a YA fantasy book to have, and then some. Though the premise of a Princess Diaries kind of journey is no longer a novelty in the genre, Nocturnal shies away from being too generic by its blend of the normal and the amazing. The characters grew nearly seamlessly from your normal 17 year old Jakarta teenager to become a warrior with super skills as the world changes from the Jakarta madness to the enchanting fairytale grandeur of Adlerland. All through this, the story also grew, engaging the readers up until the big battle climax before you know it!

In the world of YA fantasy, Nocturnal is a good book - easy, palatable, and fun; however, in the world of contemporary Indonesian fantasy literature, Nocturnal - with its freshness, engaging writing, and originality - is a great book and worth every second of your time!
Profile Image for Isman.
Author 11 books101 followers
April 2, 2009
Covernya bagus. Dan akan jauh lebih terlihat jika kontras antara latar belakang dan tokoh. Penulis juga lebih berani dalam menampilkan kandungan fantasi yang lebih kental ketimbang cerita-cerita sebelumnya.

Seperti saya tulis di resensi Dunia Aradia, pengalaman baca buku fantasi saya akan tergantung pada rasionalitas.

Di Nocturnal, sebagai contoh, pengalaman baca saya terganggu karena cerita sempat menyorot pentas balet dengan sangat detail namun tidak ada dampak besar pada plot utama. Hanya berkaitan pada salah satu tokoh pebalet. Dan itu tidak membutuhkan keterangan banyak berkaitan balet.

Sebagai pembaca, saya mengharapkan semua bagian dari alur cerita ditulis dengan tujuan jelas. Bukan karena kebetulan saja itu adalah sesuatu yang menarik bagi penulis. Jangan salah, bukannya saya keberatan bahwa seorang penulis menyampaikan sesuatu yang ia sukai. Namun, hal itu seharusnya disinergikan dengan alur cerita. Bukan sesuatu yang berdiri sendiri.
Profile Image for Lila Cyclist.
855 reviews71 followers
November 12, 2019
3,5/5 stars

Saya mengenal nama Poppy D. Chusfani ini tentu dari buku-buku yang telah diterjemahkan. Satu buku kumpulan cerpennya gagal saya tuntaskan karena ngeri. Padahal saya suka cerita-cerita ngeri bin sadis gini. Mungkin lain kali akan saya ulangi membacanya. Buku ini memiliki genre fantasy anak-anak/ remaja yang ringan dibaca tapi seru untuk diikuti. Meski saya bukan pecinta kucing yang sahih, tapi kucing selalu menjadi hewan yang paling sering saya sapa di jalan (selain anjing dan ayam. Ternyata saya memang suka mengajak ngobrol binatang ya 😁😁😁).

Review lengkap di blog ya Nocturnal
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
February 22, 2018
Sepuluh tahun lalu, saya pergi ke Gramedia dan bertemu buku ini. Dalam pandangan pertama, saya tahu saya akan suka ceritanya, tapi ketika menimbang-nimbang, entah bagaimana yang terlintas di kepala saya adalah, 'Kalau jodoh, pasti ketemu lagi.' dan berakhir membeli buku lain (Porcupine karya Meg Tilly). Ternyata butuh sepuluh tahun untuk membuktikan bahwa saya dan Nocturnal memang berjodoh.

Ya, terdengar konyol, tapi seenggaknya sekarang saya sudah baca bukunya, kan? 😁

Saya suka sekali dengan karya Mbak Poppy yang pertama saya baca, Orang-Orang Tanah. Makanya saya nggak ragu dengan kualitas teenlit ini. Benar saja, tokoh utama yang realistis, plot twist apik, deskripsi yang magical realism banget (atau low fantasy? Aduh, mesti baca-baca lagi nih), alur yang mulus dan akhir yang memuaskan.

Namun, karena ini fantasi, rasanya kurang sekali dengan jumlah halaman yang segitu. Buku kontemporer sekarang saja bisa sampai 400 halaman. Namun saya maklum karena ini sepuluh tahun lalu. Juga, saya pikir saya lebih menyukai OOT (tapi bukan berarti saya nggak suka ini--suka banget!) jadinya bintang 3 di GR, aslinya 3.5.

Saya juga suka kovernya! Khas teenlit klasik banget tapi estetis-nya kekinian (tipografi judulnya itu loooh). Jadi ingin membaca teenlit-nya Mbak Poppy yang lain, semoga berjodoh juga seperti yang ini, ya...
Profile Image for R-Qie R-Qie.
Author 4 books9 followers
Read
September 16, 2020
Adelia, gadis keturunan Nocturnal, terpaksa menerima kenyataan bahwa dirinya dijadikan calon baroness berikutnya setelah calon baroness sebelumnya meninggal dunia. Ia harus meninggalkan kehidupan tenteram di Jakarta dan melepaskan cita-cita menjadi pebalet profesional. Di Adlerland gadis tujuh belas tahun itu ditempa keras agar pantas mewarisi kedudukan sang nenek.

***

Bagian-bagian awal tidak terlalu berkesan meskipun cukup menarik untuk diikuti. Mungkin karena sudah sering membaca jalan cerita semacam itu. Akan tetapi menuju akhir keseruan dan ketegangan mulai terasa. Pembaca diajak menebak-nebak bagaimana lanjutannya dan siapa sebenarnya sang pengkhianat. Endingnya memuaskan. Empat bintang.
Profile Image for Ardani Subagio.
Author 2 books41 followers
November 1, 2013
Tertarik baca setelah baca review Om Pur dan ternyata buku ini ga bagus juga. Yang ga cocok sama aku mungkin adegan di bab2 awal yang berasa teenlit banget dan kebanyakan istilah balet yang aku ga tau. Tapi habis setting pindah ke Alderland, situasi mulai semakin menarik.

Adel mulai berlatih ilmu bertarung dan kondisi politik Baroness dengan keluarganya, mengenal sejarah keluarganya dengan Vampir dan lain sebagainya. Kisahnya menarik, sayangnya ada cewek judes yang sampai akhir cerita juga ditampilin judes.

Bukannya ga suka ato gimana, tapi buatku sendiri penokohan karakter seperti ini sudah terlalu klise. Apalagi setelah semakin ke belakang semakin terasa jelas kekliseannya. Cewek judes ini dimunculin seolah cuman buat nunjukin kalo "di sisi protagonis juga ada karakter yang jahat n nyebelin" tapi di sisi antagonis sama sekali ga di kasih kesan kalo ada orang baik2 disana. Penokohan klise penulis Indonesia.

Deskripsi yang dikasih Poppy juga somehow, nggak seberapa "kena". Kadang aku ngerasa Mbak Poppy harusnya bisa lebih bagus dalam menulis deskripsi kalimat2 aksi. Apalagi waktu lagi berantem sama vampirnya. Dan ngomong2 soal vampir, aku juga jadi penasaran ini musuhnya beneran vampir apa cuman mayat hidup?

Deskripsi pertama Mbak Poppy soal vampir ini adalah baunya yang menyengat, yang bisa tercium jauh sebelum Adel dan temannya bisa melihat sang vampir (kalo ga salah gitu dalam deskripsinya. CMIIW) yang berarti dua hal: 1. Mereka ga belajar jadi vampir metroseksual kaya di serial Twilight. 2. Mereka ga bisa sembunyi dari manusia kucing yang katanya punya indra yang tajam.

Dan setelah itupun aku ga ngeliat gelagat2 khas vampir dalam buku ini. Tidak ada satupun adegan dimana ada vampir yang menggigit leher seseorang dan menghisap darahnya. Kalo ada pun itu cuma "kisah masa lalu" yang diceritakan orang lain. Kalo dipikir secara logika mungkin emang cocok, mana bisa santai2 ngisep darah orang di tengah2 medan perang? Tapi vampirnya jadi berasa kurang vampir buat aku. Apalagi vampir2 ini bertarungnya pake pedang. Pake pedang!! Ga elegan banget kaya vampir2 lain yang pernah aku liat (di film). Ga ada sihir dari vampir usia ratusan tahun ato kekuatan fisik yang bisa ngelempar orang. Just swords! Mengecewakan banget vampirnya. Apalagi kematian sang "last boss" juga cuman begitu aja. Ga kerasa hebat ato apa.

Jadi, jangan salahkan aku kalo ngerasa vampir ini benernya cuman zombie2 yang suka minum darah dari gigit leher orang dan ngajak perang bangsa lain. Tapi buku ini sudah lumayan kok. Not soo bad tapi juga not so good.


After re-read

Salah satu hal yang patut aku tambahin di reviewku ini adalah, pemilihan prosa dari mbak Poppy yang terasa menarik dan kreatif. Mungkin karena memang dasarnya penulisnya juga adalah penerjemah, jadi banyak mendapat bahan kosakata baru dari bahan terjemahannya. Cukup menarik untuk membuat pembaca terus mengikuti cerita sampai akhir.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Alvina.
732 reviews119 followers
April 6, 2015
Selamat datang di Nocturnal Manor. Mulai sekarang, kau akan menyebut ini rumahmu.

Adelia tidak pernah bermimpi kalau ternyata ia manusia blasteran kucing. Setelah kematian ayahnya, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa ia harus kembali ke Adlerland, di mana ia akan menjadi baroness, ketua klan Nocturnal yang bertugas melindungi Raja dan keluarganya. Neneknya yang masih menjadi baroness sudah terlalu tua untuk mengemban jabatan penting tersebut, sedangkan sepupunya yang seharusnya menjadi Baroness berikutnya malah mati dibunuh Vladimir, musuh berat klan Nocturnal. Setelah tujuh belas tahun hidup menjadi manusia biasa dan tinggal di hiruk pikuk Jakarta, Adlerland memberikan suasana baru yang menyenangkan sekaligus menakutkan bagi Adel. Ia juga harus merelakan impian menjadi ballerinanya terenggut paksa, berubah menjadi seorang petarung dan pelindung.
Di Adlerland, ia dibimbing oleh Johanna, sepupunya yang ngeyelan, judes, dan keras terhadap Adel. Menjalani berbagai macam latihan fisik sekaligus belajar untuk terbiasa hidup dalam keluarga kerajaan membuat Adel ingin menyerah. Bagaimana bisa gadis semuda ia dipasrahi tugas sebegitu besarnya? Mampukah ia mengembannya?

Tak bisa dipungkiri, saya menyukai cerita di buku ini. Terutama karakter tokoh utamanya yang "manusiawi", nggak terlalu superhero tapi juga ngga lemah lemah amat. Penulis juga pintar membuat pembacanya hanyut dalam jalan cerita dan ketegangan yang dibuatnya. Selain karena alurnya yang cepat (meski agak lambat di awal), saat membaca buku ini saya merasa ada di sisi Adel, turut menyaksikan dan merasakan bagaimana sedihnya tinggal jauh dari ibunya di Indonesia, turut kasihan saat Adel dipaksa belajar bertarung, turut menebak nebak siapa pengkhianatnya, turut mules saat tahu siapa pelakunya dan seterusnya.

Hal ini mungkin disebabkan oleh detail yang disuguhkan penulis,termasuk pada ruang dan suasana cerita. Seperti yang kita tahu,bahwa detail yang berlebihan biasanya membosankan, nah, di Nocturnal ini penulis dengan porsi yang pas menyelipkan detail yang menambah kekuatan cerita. Contohnya suasana alam di Adlerland, mulai dari pepohonan sampai danau di dekat kastil klan Nocturnal diceritakan dengan rinci pada saat yang tepat. Lalu penggunaan istilah balet yang membuat pembacanya bertanya tanya apakah penulis memang pernah berlatih balet ataukah ia mencari tahu terlebih dahulu tentang balet dan performanya.
Ini membuat saya belajar bahwa sebuah cerita sebetulnya bisa menjadi tidak membosankan meski kaya akan detail. Asal kita meletakkannya di tempat dan porsi yang tepat,maka pembaca tak akan jenuh untuk mereguk dan menjadikannya sebagai penguat untuk turut masuk ke dalam cerita.

Sayaang belum ada sekuelnya. Nunggu ah.. *duduk manis sambil elus elus kucing
Profile Image for Ivon.
Author 1 book21 followers
December 2, 2010
Hmm...

Untuk genre Teenlit, buku ini bagus, pantas dapat empat bintang.

Namun, tampakny ini bukan genre-ku ^^;

Tokoh utamanya seorang gadis tujuh belas tahun, seorang keturunan bangsa Nocturnal, manusia setengah kucing yang bertugas menjaga daratan Eropa dari balik bayang-bayang, terhadap invasi makhluk malam pengisap darah dari Transylvania, vampir.

Hal-hal unik:
makhluk2 Nocturnal memiliki 9 nyawa, keseimbangan dan refleks luar biasa, mampu melihat jelas dalam gelap, naluri liar untuk memburu hewan-hewan kecil, dan, hebatnya, hanya keturunan Nocturnal perempuan saja yang memiliki kemampuan fisik yang layak disetarakan dengan superhuman (atau dalam hal ini, sedikit mirip Catwoman, walau tampaknya Catwoman tak bisa melihat dalam gelap tanpa bantuan lensa inframerah, maupun keinginan memburu kelelawar ataupun tikus di malam hari ^^;).

Plot:
kaum Nocturnal dipimpin oleh seorang Baroness. Dan ketika cerita ini dimulai, sang Baroness tersebut tengah sekarat. Salah satu dari cucu Baroness yang tinggal di Jakarta didatangi oleh orang kepercayaan Baroness (tante-tante cerewet yang judesnya minta ampun), dan tanpa say hello lama-lama, dia me-uhukmerintahuhuk-minta Adel (sang tokoh utama) untuk pergi ke Jerman, untuk dilatih keras untuk menjadi seorang wanita Nocturnal sejati, dan pada akhirnya, untuk mengambil kedudukan sebagai seorang Baroness baru.
Namun, tentu saja, jiwa tujuh belas tahunnya memberontak.
Aku tak pernah tahu siapa aku sebenarnya!
Aku punya cita-cita menjadi pemain balet profesional!
Dan aku tak ingin masa depanku diatur seenaknya seperti ini!
Tapi apa daya. Semua orang punya kewajiban tak terelakkan dalam hidupnya masing-masing. Kewajiban Adel di kisah ini adalah menerima kodratnya sebagai pemimpin kaum Nocturnal. Untuk melindungi kaumnya, melindungi umat manusia (biasa), dan memerangi kaum vampir yang immortal.
*spoiler* and there's-a-traitor-in-our-family C:

Tokoh utama: anak cewek 17 tahun, yang sifat dan komentar2 'cerdas'-nya mengingatkan pada Max dari Maximum Ride series. Asal lahirnya yang dari Indonesia membantu menambah komentar2 yang berbau Indonesia, termasuk penggunaan kebaya di pesta kerajaan. Good enough :).

Romance: ada...tapi enggak terlalu diekspos (sayangny, hahahaha XD)

Ending: ....memungkinkan terbitnya seri kedua, tapi mungkin juga enggak, begitulah :p
Profile Image for Fenny Wong.
Author 6 books70 followers
January 29, 2010
Kuakui, mungkin kenyataan bahwa aku membaca buku ini dengan terpotong (setengah potongan awal kuhabiskan berbulan-bulan yang lalu...) memengaruhi pendapatku soal novel ini.

Awalnya merasa dijanjikan sesuatu, dengan rekan-rekan sesama pencinta fantasi memberikan tanggapan positif tentang novel ini. Fantasi, tapi diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Sudah bisa menebak sih, kalau isinya pasti masih berbau teenlit, tapi tetep, awalnya aku sangat berharap.

Dan aku nggak merasa terkecewakan kok. I had fun reading it. Ada saat-saat waktu aku greget atau ketawa. Tapi yang benar-benar sebuah let down itu bagaimana Vladimir dikalahkan. Aku yang, "Hah? Dia mati?! Begitu saja?!" Karena kukira akan terjadi sesuatu yang fantastis di momen itu. Tapi ternyata kepala Vladimir menggelinding begitu saja beberapa paragraf setelah kukira akan terjadi sesuatu yang bombastis.

Ada beberapa hal juga yang menggangguku, seperti penggunaan 'Fraulein' untuk Adelia. Aku sempat lihat-lihat di internet soal penyebutan ini dulu, dan yang kutahu, sebutan ini sudah tidak dipakai lagi. Fraulein hanya dipakai untuk anak-anak perempuan yang masih benar-benar kecil saja. Jika dipakai untuk yang sudah dewasa, akan mengesankan mengejek 'tidak laku'; dan semua panggilan diubah menjadi 'Frau', terlepas sudah menikah atau belum.

Lalu, sebagai orang yang menikmati fashion dan mendalaminya, aku kaget waktu baca Safina membuatkan Adelia kebaya sebagai project pertamanya. Buat kebaya itu kan susah banget... kok bisa project pertama udah buat kebaya? Seingetku biasanya yang namanya project pertama itu kalau bukan rok, piyama, ya blus. Kalau kebaya? I don't think so....

Terlepas dari itu, di antara semua kegombalan Pangeran Felix, omelan Johanna, dan lantunan klasik dari Strauss, aku enjoy baca Nocturnal. Aku ngerasa baca buku yang amat ringan, terlepas buku ini ber-genre fantasi. Apa mungkin karena suasana teenlitnya, aku nggak tahu.

Rasanya Nocturnal berakhir menggantung dengan Roland yang melarikan diri. Juga dengan kata-kata bahwa 'ini hanya sebuah awal' dari kepemimpinan Adelia dan Felix. Rasanya ada yang belum selesai. Nocturnal, kutunggu sekuelnya! ;p
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Roos.
391 reviews
November 21, 2008
Doooohhh...ditengah-tengah baca buku Nocturnal ini sempat nemu mayat kucing yang lagi ditangisi ibunya malam-malam sehabis pulang dari rumah Syl di garasi...akhirnya karena tidak tega juga, ambil linggis mau bikin kuburan, eh sudah capek-capek bikin liangnya ampe keringatan...( olahraga tengah malam ). Pas mau dipindahin mayatnya, eh kucingnya bernafas, dilihat dari perutnya yang kembang kempis...kayaknya sih dia lagi meregang nyawa alias sekarat. Habis gak gerak-gerak waktu ditowel-towel dan dah gak ada suaranya...(Yah alamat mubazir itu liang kubur). Akhirnya, mengambil koran untuk alasnya. kupindahin itu kucing yang lagi sekarat ke tempat yang aman ( kalo digarasi bisa mati beneran ketabrak tanpa sengaja teman kos yang baru pulang ). Dan paginya waktu ditengokin...
Kucingnya dah gak ada...*halah*(Shock Mode On)...hehehehe. Ada 2 kemungkinan siy...Kemungkinan pertama diambil tukang sampah pagi-pagi atau itu kucing hidup lagi...gak jadi mati maksudnya.(Pan punya 9 nyawa). Tapi tidak berani memastikan siy...hehehehe.

Yups...buku ini bercerita mengenai manusia setengah kucing si Adelia yang harus kembali ke tanah leluhurnya Adlerland untuk menjadi Baroness menggantikan neneknya yang sudah tua. Tapi kembalinya Adelia ternyata tidak membuatnya jadi hidup mewah dan berfoya-foya ternyata dia malah mempunyai tanggung jawab besar untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh keluarga dan warga Adlerland. Dan ternyata oh ternyata ( sudah kuduga sebelumnya ) ada seorang pengkhianat yang notabene sepupu Adel sendiri. Ceritanya seru...

Di Buku ketiga ini, Mbak Poppy tambah keren euy ( mengharap uang recehan lagi nih ) selain ceritanya seru mengenai kucing dan ballet dibuku ini ada dua klimaks...jadi sempat bernafas lega pas dikira dah selesai ternyata...diakhir terlihat seru karena banyak kejadian tak terduganya...Keren Euy. Salut tuh Mbak Poppy.

Daripada Mirror, aku pilih yang ini Mbak....heheheehe.
Profile Image for Feby.
Author 3 books19 followers
March 10, 2011
Waktu pertama melihat buku ini, aku hanya sedikiiit tergerak ingin membelinya. Why? karena ini teenlit. Kalau sudah bilang teenlit, biasanya aku udah ga perlu banyak ngomong lah. rentan kekeju-kejuan (read: cheesy). Walaupun memang ada juga buku teenlit yang kusuka. ^^;
Akhirnya kubeli juga, karena banyak direkomendasikan oleh teman-teman forum penulis. hoo~ teryata aku memang salah menilai...

Anyway. about the story. This is a story about a life of a young girl, named Adelia Rohtstein. Adel cuma remaja biasa. Punya impian menjadi prima balerina, tinggal di Jakarta bersama ibunya. Sayangnya kehidupannya jadi gak biasa setelah kedatangan Johanna, seorang sepupunya dari keluarga almahrum ayahnya. Adel ternyata keturunan Nocturnal, bangsa manusia setengah kucing yang punya 9 nyawa. Ia dipanggil pulang ke Aderland karena harus menjadi Baroness karena sepupunya yang seharusnya menerima gelar itu sudah meninggal dunia.

Ide ceritanya menarik. aku juga suka dengan narasinya yang bergaya teenlit tetapi sama sekali tidak kekeju-kejuan. Humor-humornya cukup segar, alurnya cukup rapi jadi ga bosan membacanya.

Lalu.. karakter Adel pun sangat menarik. Tekanan batinnya sebagai seorang remaja yang direnggut dari kehidupan biasanya, bahkan impiannya. Kemudian perlahan-lahan Adel berubah menjadi lebih dewasa melalui banyak kejadian, hingga akhirnya ia bisa menerima takdirnya sebagai pemimpin klan. I really love it! XD
Sayangnya karakter dalam cerita ini terlalu banyak, sehingga hanya beberapa yang bisa dibahas dalam. seperti Johanna, Felicia, Sang Baroness. Tetapi aku tidak bisa membedakan Brigitta dan Eliss.

Selain itu walaupun endingnya tidak terburu-buru, aku tetap merasa cerita ini kependekan. Masih bisa dikembangkan lebih lagi... (berharap ada encore..)

This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nena.
45 reviews
July 7, 2015
This is not my first time reading this book. I read it once, like five years ago, or so. And after re-reading it, I'm sure that one thing never changes: it's amusing as always. I highly appreciate how the author constructed such a strong story backbone and proceeded to carry the plot so well. In Indonesia, this is like, one-of-a-kind kind of book, really. It features a semi-Victorian-aristocrat background setting, well-developed characters for such a story, and everything seems to be well-researched.
One poor thing in my opinion is the atmosphere isn't brought to life real or present enough while reading. I mean, it's indeed a huge manor, with all its luxury, but it's a Nocturnal Manor! I expected a lot of nocturnal-feeling while I, metaphorically, walked through the castle, or the hill, or the garden, anywhere in this so-called Adlerland. So is with the battle. Something just felt a bit off. I was hoping that there'd be any brief interaction between Adelia, or Johanna, or Brigitta, or Felicia, and the rest of the troops. I mean, they're the leaders anyway, primarily Adelia. But I didn't see Adelia commanding her subordinate troops or delegating any duties or anything at all. She's a baroness to-be, for Adlerland's sake! Show us her authorities. Show us her charisma and competence to rule and govern a country, to lead her force!
The point is, I strongly believe that there could have been so much more to explore. This clever story is very potential to be more well-developed and it could have been such a brilliant one! It was a pleasant reading after all, with it being just the way it is, imagine if it's better explored! It probably would sit on the best seller stacks for a decade, figuratively speaking.
But I love this book.
Profile Image for Bagus Hendy.
14 reviews34 followers
March 14, 2013
buku ini mengangkat sebuah kisah dimana kaum nocturnal menjadi ras yang (setidaknya) lebih istimewa daripada manusia. di berkati oleh 9 nyawa dan ability layaknya kucing yang luwes membuat kaum ini disegani. namun ada kaum lain bernama vladmir yang menyerupai vampir, mereka adalah kaum antagonis yang suka berbuat kekacauan

buku ini menceritakan adele, seorang remaja putri yang tanpa disadari mewarisi darah nocturnal, dan akhirnya kehidupanya harus berubah 180 derajat dari seorang remaja Indonesia biasa menjadi kaum nocturnal yang notabene bangsawan eropa.

ancaman mulai datang, kaum nocturnal butuh seorang pemimpin, dan adele disiapkan untuk mewarisi tahta ini, namun akankah seorang adele yang sama sekali tidak terlatih dan baru mengetahui dunia nocturnal mampu mengemban tanggung jawab ini?

cukup menarik mengikuti kisah adele, seperti dimana dia berlatih dan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, crisis dalam komik ini juga oke, dimana adegan peperangan kaum nocturnal dan vladimir yang disajikan secara epic, membuat pembaca turut merasakan konflik ini

overall, buku ini layak dibaca untuk para penggemar kisah fantasy
terlebih ide cerita yang segar dan perpaduan budaya Indonesia-eropa sangat kental di buku ini
Profile Image for flojo.
1 review
January 16, 2024
I HAVE TO REVIEW THIS BOOK SO BAD UGHH !!!

buku pertama yang membuat gw masuk ke dalam dunia per-novel-an karena gw sebelumnya anti banget dengan namanya novel. Thanks to perpus smp yang mempertemukan gw dengan novel ini hohohoo !!!

Tentunya yang membuat gw pertama tertarik ama novel ini gegara covernya. Gw gak munafik, novel apapun yang gw baca pasti pertama kali gw liat covernya bagus ato gak. Menurut gw cover dari buku ini sudah berhasil membuat mata gw tergoda untuk membaca novel ini.

We have to talk about the character in this book. Sumpah, setiap gw baca novel ini pasti selalu kebayang gimana kalo gw tiba-tiba jadi seperti Adelia dengan kekuatan misterius dan keluarganya yang misterius. Gw paling demen ama Felicia gatau napa karena di imajinasi gw, dia itu kayak the sunshine di manor nocturnal yang super dark. Semua karater yang ada di novel ini seakan mengatakan bahwa perempuan bisa jadi seorang leader kayak baroness, Johanna dan Brigita yang badass. Gw sampe bikin character design dari karakter di novel ini gegara selalu kepikiran mulu hehe.

Overall, gw cinta banget ama novel ini sampe kayaknya kalo gw baca berulang2 juga gak bakal bosen.
Profile Image for Ririn.
734 reviews4 followers
July 23, 2009
Awal2 cerita benar2 mengingatkan sama film Princess Diaries (karena saya belum baca bukunya) - Adelia dibawa ke kerajaan ayahnya di Adlerland untuk menjadi seorang baroness. Dia pun bertemu dengan sepupu2nya yang sama2 Nocturnal, manusia separuh kucing yang punya kemampuan di atas kemampuan fisik manusia biasa.

Kisah perseteruan yang klise dan gampang dicerna, tidak ada konflik yang berarti menurut saya. Karakter Adelia juga kurang kuat sebagai tokoh utama yang practically does nothing at all O_o dan kenapa pangeran kerajaan ini namanya ada hubungannya dengan kucing? Kenapa raja tiba2 mati? Tidak dijelaskan apa sebabnya alami atau sudah direncanakan... (atau mungkin sayanya yang kelewat bacanya lol) lalu Vladimir umurnya 317 tahun apa 700 tahun? (mungkin kudu baca lagi nih kok lupa2 gini sih -_-)
Profile Image for Rose 📚🌹.
536 reviews133 followers
September 2, 2010
yang ini lebih menarik dari Mirror, Mirror on the wall.
Dari awal bca da seruuu..hho..
Adel yang bukan manusia biasa alias keturunan Noctural punya tugas berat yang ditanggungnya meskipun ia baru berusia 17tahun.
Teman-teman dan cita-cita nya harus ia tinggalkan demi membela negeri nya.

Disana dia dbantu ma Johanna spupunya yang walau sifatnya keras tapi hatinya lembut.kasian d endingnya siAnna nya :(

Biasanya kalo lelaki lebih didaulat buat jadi pelindung,lain halnya dgn di negara Adlerland,wanita yang pegang kuasa,plus jd pelindung. Co buat jadi media buat anak aja.LOL. Mantabb.

Kalo biasa diceritain vampire2 itu keren cakep stylish dsb,disini mah amit2 bau tanah,trus agak menjijikan spertinya :DD

nah nah ada satu bagian yang ngejutin gitu. Pengkhianat yang dekat dengan Adel :(

ini buku si seru bgd. Khasnya mba Poppy dgn fantasi2nya :)
Profile Image for Lily Zhang.
Author 18 books12 followers
September 1, 2011
sebuah perjuangan Adelia untuk menghadapi kenyataan yang tidak seindah bayangannya maupun seburuk ketakutannya. menghadapi dunia yang benar-benar asing baginya untuk kemudian berjuang untuk menjadi baroness pengganti neneknya yang saat itu tidak sadarkan diri. dia yang kehidupan biasa-biasa saja menjadi seseorang yang sangat dihormati. perubahan iklim tersebut membuatnya harus berjuang mati-matian untuk mengadaptasikan dirinya dengan keadaan sekitarnya.
mampukah Adelia yang selama ini tidak memiliki kemampuan yang special ini berjuang menghadapi kehidupannya yang berubah 180 derajat? relakah dia melepaskan impian yang selama ini diperjuangkan? saat ia harus menghadapi pilihan tersulit dalam hidupnya...

mesti baca dulu deh baru bisa memutuskan... fantasy dari teman penulis Indonesia yang keren habis. ^^
Profile Image for Angelia Fransisca Rusli.
174 reviews
December 4, 2009
Jujur saja, kalau saya gak dapat gratis buku ini mungkin saya gak akan berniat untuk beli. Sempat trauma sih sama teenlit-teenlit indo. Tapi untungnya sama sekali gak mengecewakan.

Awal-awal cerita sih sempat agak-agak membosankan, tapi begitu Joanna datang ke Jakarta cerita mulai menarik. Lebih menarik lagi setelah Adel dibawa ke Adlerland. Sebenarnya sih ceritanya biasa saja, tapi gaya bahasa dan cara menceritakannya itu enak banget dibaca. Membacanya kayak baca buku terjemahan deh.

Sebenarnya buku ini sangat berpotensi, apalagi mengingat jarang banget penulis indo yang mengambil tema fantasi (kalaupun ada, maaf sih tapi jadinya agak garing). Tapi Tapi sayang nih, di akhir ceritanya agak terlalu terburu-buru. Mungkin karena bukunya ketipisan kali ya? :(
Profile Image for Shujinkouron.
30 reviews4 followers
March 23, 2015
Ketika pertama kali membeli buku ini,aku sempat berpikir bahwa ini buku terjemahan karena tidak memperhatikan kata jakarta di sinopsis yang ada di cover belakang buku.

Kisah ini ditulis dengan gaya bahasa indonesia yang baik, membuatku membacanya seperti mengalir dalam air. Ide cerita yang unik, disajikan ringkas namun tetap berisi.

Aku cukup sedih karena kisah ini berakhir cepat tapi aku puas karena bisa menikmati novel fantasy sekelas ini berasal dari Indonesia.
Profile Image for Hilda.
200 reviews144 followers
October 21, 2009
interesting! aku suka dunia dalam novel ini, di mana ada manusia-setengah kucing yang punya sembilan nyawa. Tapi sayang endingnya agak mengecewakan, sih, menggantung kayak ada lanjutannya begitu. aku suka karakter tokoh utama di sini yang kuat dan enggak mau menyerah. sayang, pengkhianatan dari sepupunya di sini kok agak sedikit maksa, ya?
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Dina Begum.
Author 80 books54 followers
December 26, 2010
Baru membaca empat belas halaman sudah terpikat. Semakin lama semakin engga bisa ditaruh. Menebak-nebak siapakah pengkhianatnya... sisa lembar yang belum dibaca kian menipis, sementara satu per satu tebakan gugur... semakin panik, menuduh orang yang ternyata tidak bersalah... Ternyata oh ternyata...
Ga nyesel deh baca ini.
Profile Image for Nurlita Devi.
3 reviews
May 2, 2013
menurutku, novel ini seru banget! actionnya juga dapet, feelnya apalagi!
tapi ada 1 hal yang bikin aku nggak ngasih 5 bintang buat novel ini, yaitu karena Roland kabur. Aku sih lebih suka kalo Roland dihukum mati, atau jadi baik gitu, biar nggak nggantung..
Tapi, secara keseluruhan, aku suka banget sama novel ini! Great job deh buat kak Poppy.. :D
Profile Image for Nura.
1,056 reviews30 followers
November 26, 2013
kalo lihat covernya, vampirnya mainstream banget, dan ternyata emang bener. baca ini jadi inget sama topeng kaca, dunia balet memang kejam :D gw suka percakapan antara Felix dan Adel waktu si Felix bilang kenapa Adel nggak jadi balerina aja, yang dibalas Adel dengan nanya kenapa Felix nggak jadi bintang rock? Nothing comes for free in real life... (duh!)
Profile Image for Rahmadiyanti.
Author 15 books174 followers
February 9, 2009
Senang aja karena berhubungan dengan kucing. Cuma kurang total ya, mungkin karena ekspektasi saya kayak buku Minoes. Terasa "kucing"nya gitu. Beda sih emang, apalagi buku ini lebih banyak aski dan tentu teenlit gitu lho. Tapi cukup menarik dari segi penceritaan.
Profile Image for Calvin.
Author 4 books153 followers
January 1, 2010
Novel fantasi yang bagus... dengan satu kekurangan fatal: kurang TEBAL. Entah penerbitnya yang memberi batas halaman, tapi terlihat seluruh potensi cerita yang membuat novel ini menjadi sebuah epic adventure jadi kurang menggigit. Klimaksnya saja terjadi pada halaman2 terakhir *sigh*.

Profile Image for 江爱玲.
3 reviews
November 18, 2008
Cool! A girl who has 9 lifes. Wogh~~ half man half cat.
Is it true? Are there any really nocturnal in world?? Who knows...?
Displaying 1 - 30 of 41 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.