What do you think?
Rate this book


166 pages, Paperback
First published January 1, 1983
Kebanyakan sastra kita hanyalah sastra sepintas-lalu. Kesepintas-laluan ini dapat kita lihat dalam berbagai segi, antara lain para penulisnya, para kritikusnya, dan publik sastranya. Marilah kita lihat bagaimana persoalannya.
Kritik sastra mempunyai tuntutan yang berbeda. Kecuali kepekaan analitis, kritik sastra juga menuntut kepekaan estetis.
Meskipun demikian novel-novel Indonesia berada dalam keadaan aman dan tentaram: tidak kelihatan buruk karena tidak dibaca, tidak kelihatan buruk karena tidak diperhatikan.
Memang, semua karya sastra, apapun bentuknya dan mengenai apapun persoalannya serta untuk apapun keperluannya, pada hakikatnya sama, yaitu membawakan kepribadian penulisnya.