Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kumpulan Kalimat Demotivasi: Panduan Menjalani Hidup dengan Biasa-biasa Saja

Rate this book
"Skeptisisme mengamankan kita dari fanatisme. Jadi, ia bukan sikap fatalis, justru vitalis. Gorgias di Yunani Kuno dan Kabayan di Jawa Barat mengajarkan itu. Juga buku kecil ini."
-Rocky Gerung, Filsuf-

"Di zaman yang penuh motivasi ini, kita kian merasa karib dengan kepastian. Dikepung oleh semangat positif, lenyaplah segala kesangsian hingga kita pun gagal bersikap ironis dengan pandangan-pandangan sendiri. Hari ini kita memerlukan sebuah estetika kehancuran yang mampu mengapresiasi kepercumaan segala sesuatu. Buku ini merintis jalan ke arah sana."
-Martin Suryajaya, penulis Kiat Sukses Hancur Lebur-

Buku ini mengajak--sepertinya--untuk sekejap merenungi ulang dunia manusia yang terlampau bersemangat dan penuh gairah. Kenapa merepotkan diri dengan aspirasi, cita-cita, atau harapan? Jika toh kehidupan saja sekadar kecelakaan yang tak disengaja? Di suatu masa nan optimistik, humanis, dan penuh asa, pesimisme tidak pernah serelevan hari ini."
-Liky Ardianto, Warganet-

"Pantai itu indah, sayang ada airnya, seperti juga buku ini."
-Bambang Q-Anees, Penulis The Secret for Teens-

"Dari kecil saya selalu memotivasi dia. Tapi setelah besar, dia malah menyebarkan demotivasi."
-Setiawan Sabana, Ayah penulis-

85 pages, Paperback

Published June 1, 2020

14 people are currently reading
145 people want to read

About the author

Syarif Maulana

11 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
24 (38%)
4 stars
26 (41%)
3 stars
8 (12%)
2 stars
1 (1%)
1 star
3 (4%)
Displaying 1 - 14 of 14 reviews
Profile Image for raafi.
931 reviews451 followers
November 18, 2022
⚠️Trigger Warning: Ulasan ini menyebut-nyebut soal bunuh diri⚠️

Antitesis demotivasi atas maraknya bahan bacaan pengembangan diri (yang memotivasi) dan tontonan acara motivasi menjadi bahasan yang cukup menarik untuk diperbincangkan. Buku ini menyediakan bacaan khusus untuk antitesis tersebut.

Ekspektasi awal saya yaitu buku ini berisi kumpulan kutipan dengan porsi satu halaman satu kutipan dan dihias ilustrasi yang sukar dimengerti. Saya berharap bahwa buku ini berisi kutipan yang bersifat 'mencemooh' buku-buku motivasi yang sedang gandrung diterbitkan dan berceceran di setiap sudut toko buku. Sebagai sesuatu yang berkebalikan (bertentangan), saya merasa ekspektasi saya ini cukup bisa dipahami.

Namun, ternyata buku ini lebih serius dari yang saya ekspektasikan. Isinya tidak hanya kutipan-kutipan (untungnya tidak satu halaman satu kutipan yang bikin miris karena masih banyak ruang kosong dan itu dimubazirkan), tapi juga esai komprehensif seputar topik demotivasi. Saya yakin penulis adalah "beliau yang bukan sembarang beliau" karena esai opininya cukup bisa dipahami dan pembaca bagai disihir untuk angguk-angguk mengiyakan pemikiran yang disampaikannya.

Sebagai seorang pengamat filsafat, pengarang juga menghadirkan tokoh-tokoh filsuf dengan pemikiran mereka yang kemudian dihubung-hubungkan pengarang pada konsep demotivasi. Saya jadi berkenalan dengan Emil Cioran, seorang pemikir asal Romania, yang pemikiran-pemikirannya cenderung demotivasional. Kutipan yang membuat saya tercenung cukup lama ada dalam esai "Mengenal Garis Besar Pemikiran Emil Cioran" berikut.

"Hanya orang-orang optimis yang bunuh diri. Mereka adalah orang-orang yang gagal dengan optimismenya. Kita, orang-orang pesimis, bahkan tidak tahu atas alasan apa kita hidup, apalagi alasan untuk mati." (hlm. 16)


Saya kemudian mengira-ngira apa yang dipikirkan seseorang sebelum melakukan bunuh diri. Biar saya coba runut: Orang itu punya tujuan yang ingin dicapai -> tujuannya tidak tercapai atau ada rintangan besar lain yang tidak menghalanginya mencapai tujuan -> merasa tidak berdaya dan putus asa -> melakukan percobaan tersebut. Meskipun kemungkinan itu merupakan runutan paling sederhana dan ada faktor internal atau eksternal lain yang membuat seseorang punya pemikiran untuk bunuh diri, apa yang disampaikan Cioran itu sepertinya tidak keliru.

Ada esai tentang ajaran Buddhisme yang cenderung demotivasional. Esai lain mengkritik Mario Teguh atas dorongan-dorongan kosongnya. Humor dan meme juga menjadi topik esai yang diutarakan dalam buku ini. Inti dari kesemuanya sama: bahwa ilusi motivasi itu membahayakan dan kita bisa menangkalnya dengan pemikiran demotivasi yang ternyata tersembunyi melalui berbagai medium termasuk humor dan meme.

Seorang dosen pemberi kata pengantar buku ini menulis, "demotivasi adalah ajakan menertawakan diri." Kita perlu untuk memiliki harapan/motivasi/tujuan dalam hidup, tapi jangan lupakan untuk menertawakannya bila hal-hal tersebut tidak membuahkan hasil. Sederhananya, buku ini ingin menyampaikan itu sembari memberikan konsepsi dan pemikiran sehingga lebih meyakinkan. Kutipan-kutipannya, meski random dan tidak dikelompokkan per tema, juga lumayan menghibur.

Konon buku ini berseri, ada bagian kedua dan bagian ketiga yang baru akan terbit. Saya dibuat penasaran hal apa lagi yang akan disampaikan oleh penulis. Tentu saya tidak akan melewatkannya.

Akhir kata, berikut beberapa kutipan dari buku ini yang bikin saya hah-heh-hoh.

"Orang jahat adalah orang baik yang perbuatannya tidak sesuai dengan kepentingan kita."


"Kita seringkali beribadah dengan logika yang sama dengan menjalani rutinitas bekerja. Kita mengerjakannya terus-terusan tanpa kesadaran dan yang lebih parah, menagih upah atau imbalan pada Tuhan."


"Kenikmatan hidup terletak pada masalah demi masalah yang bisa diatasi. Tidakkah kita sebaiknya gelisah jika tidak mengalami masalah?
Profile Image for Edy Sukrisno.
2 reviews7 followers
August 7, 2021
Ini buku filsafat yang menyamar dan meracuni otak agar tidak gampang heboh sendiri atas banyak hal yang terjadi di luar diri kita.
Profile Image for Citra.
73 reviews1 follower
May 6, 2022
buku ini dibutuhkan oleh orang-orang yang sudah terlalu banyak menonton seminar² motivasi, tetapi sudah terlalu sering kecewa oleh realita.
Profile Image for Mardyana Ulva.
75 reviews3 followers
April 15, 2022
Di masa ketika buku-buku pengembangan diri dan buku-buku motivasi berhias ilustrasi lucu menjadi tren, membaca buku ini sungguh membuka pikiran. Lewat kutipan-kutipan berisi gagasan dari para filsuf, pembaca diajak mengkritisi realita dengan segala penormalannya terhadap banyak hal. Ya misalnya bahwa kita kerja keras yang kalo diliat lagi kok ya demi si bos dan profit perusahaan belaka, atau berpikir positif itu bukan obat bagi segala masalah hidup. Nggak artifisial kayak puisi-puisi motivasional yg banyak di antaranya copy writing belaka, buku ini menuntun pembaca buat berefleksi lebih jujur ke diri sendiri. Buat apa sih kerja keras begitu? Emang iya beneran pengen punya Ferrari?
Profile Image for Muhammad Syafi'ul Umam.
18 reviews
July 29, 2021
Buku tipis yang mengenalkanku pada konsep demotivasi. Bab-bab di buku ini tidak harus dibaca berurutan. Berisi kalimat-kalimat demotivasi disertai pengantarnya dalam setiap bab.

Meski buku ini tentang demotivasi, ironisnya diriku malah termotivasi untuk lebih realistis lagi. Menurut buku ini demotivasi itu kesadaran hidup realistis.

Semoga saja aku menemukan buku tentang demotivasi yang lebih luas lagi.
Profile Image for Kristoporus Primeloka.
116 reviews6 followers
February 17, 2023
saya kira buku ini tiap halamannya akan diisi kalimat demotivasi disertai ilustrasi-ilustrasi cantik (atau mungkin humor lucu), seperti yg sering saya temui di gramed. Tapi ternyata tidak, buku ini malah serius, saking seriusnya setelah membaca ini saya jadi melihat hidup ini memang lucu.
udah gitu aja.
lanjut mau baca buku kedua
Profile Image for Lusi Padma.
36 reviews3 followers
December 20, 2023
Buku terfavoritku selama 2023! Buku ini dikemas sederhana dengan konten yang berbobot saat melihat realita kehidupan. Buku ini cocok untuk yang mungkin kurang sependapat dengan positive vibes only dan anti gagal-gagal club, tapii sasaran buku ini sesungguhnya yang positive vibes only/pecinta kalimat motivasi agar sama-sama melihat realita kehidupan sesungguhnya
Profile Image for Ardhi Listyar.
110 reviews3 followers
December 30, 2021
Ringan dan menghibur! Bagi yang sudah familiar dengan eksistensialisme dan stoikisme, buku ini bisa membuat Anda cengengesan. Namun bagi yang belum, sepertinya Anda juga akan tetap terhibur karena apa yang dipaparkan terasa dekat dengan kehidupan.
Profile Image for Jellise.
5 reviews
May 15, 2022
Isinya bagus, demotivasi diulas secara gamblang dan membuat saya menyadari banyak hal yang tidak terpikirkan.

Tetapi rasanya terlalu tipis untuk kumpulan esai. Jadi kurang banyak. Ilustrasinya kurang menarik, cover-nya juga.
Profile Image for Karim Nas.
Author 2 books29 followers
September 11, 2020
The only bad thing about this little book (with quite a punch) is that it's too short.
Profile Image for Nitaf.
144 reviews2 followers
December 22, 2022
Buat yang nggak cocok atau nggak mempan sama buku-buku self-help / self-improvement, buku ini kayaknya bisa jadi solusi. Ya ini buku demotivasi yang anehnya justru memotivasi dengan cara-cara yang realistis. Buku ini cukup renyah dan berbobot, mudah dipahami juga menghibur dengan sisi jenakanya. Selain itu buku ini cocok menjangkau segmen pembaca yang kritis dan juga yang suka halaman khusus yang "quotable". Membaca buku ini juga rasanya tidak seperti sedang "digurui" juga.

Oh iya, buku ini juga yang membuat saya tidak "meng-skip" halaman pengantarnya. Ternyata itu cukup penting juga, terutama untuk memperingati beberapa tipe pembaca yang tidak disarankan untuk membaca buku ini.

Saya sendiri merasa isi dari beberapa buku self-help yang sudah saya baca adalah pengulangan dari materi yang kudapatkan di ESQ, dari motivasi super positif di televisi, ceramah agama yang terlalu mendikte, hingga narasi klise dari pop culture bahwa "apapun bisa kita raih di masa depan" dan segala tujuan-tujuan materialistis dengan pencapaian "super"-nya.

Membaca buku demotivasi ini, saya jadi makin diyakinkan bahwa ternyata hidup dengan tidak terlalu "bright" itu tidak masalah. Ya pesan ini rasanya cukup bisa menenangkan "kaum-kaum" yang mudah cemas.

Salah satu bab yang paling menarik dari buku ini adalah cara hidup yang berorientasi "sekarang" buat menabung kenangan. Kebalikan dari hidup ambisius yang berorientasi ke masa depan yang belum tertebak karena masih nun jauh di sana. Gampangannya fokus dengan hidup sekarang biar punya masa lalu yang menyenangkan buat dikenang di masa tua. Cara berpikir seperti ini terasa sangat fresh karena jarang dibahas di mana-mana (setahu saya).

Sebenarnya isi bukunya itu kebanyakan hampir sama dengan apa yang penulis sampaikan di podcast maupun Youtube Logos. Tapi ya tentu buku ini menghadirkan konteks yang "lebih utuh", terutama secara historis. Dari buku ini juga, saya bisa mendapat "referensi" tentang aliran atau tokoh filsafat yang kiranya menarik untuk ditelusuri karena pemikirannya yang demotivasional.

Kekurangan buku ini hanya halamannya yang ternyata sedikit ya, kurang dari 100 halaman. Buku ini bisa dibaca dalam sekali duduk.
Displaying 1 - 14 of 14 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.