"A ship in harbor is safe, but that's not why ships are built."
Keluarga Khaled harus menghadapi ancaman kematian berkali-kali untuk menjaga tanah airnya, Gaza-Palestina. Dunia mereka meledak saat Israel merencanakan misi berbahaya, menanamkan StingRay mutakhir, yang mampu menyadap seluruh Gaza. Jika seluruh informasi bisa diketahui dan dikacaukan, tak butuh waktu lama Gaza akan runtuh.
Di tengah perbatasanm, mereka harus mampu mengalahkan kecanggihan teknologi Unit 8200-Cyber Attacker, IDF (Israel Defense Force), IAF (Israeli Air Force), dan Mossad, salah satu badan intelijen terkuat di dunia.
Selamat berpetualang, merasakan bara perjuangan yang menyala-nyala!
Buku itu ibarat peluru. Kuasa menembus ribuan kepala dalam bisu dan jejaknya tertancap bagai paku. Lewat amunisi kata di dalam buku, isme-isme seakan menjalar dengan mudah merasuki pikiran dan kalbu. Oh, rupanya begitu ajaibnya sebuah buku.
Karena buku, sesuatu yang selama ini luput dari jutaan mata kembali tampak dan disaksikan saksama. Karena buku, secangkir wawasan yang hilang kembali tertuang oleh rasa penasaran. Karena buku, keimanan seseorang pun bisa jadi dipertanyakan.
Kurang lebih seperti itu impresi saya usai membaca novel action-thriller "Nyala Semesta" karangan Farah Qoonita. Sedari awal membaca judul dan ilustrasi sampulnya saja, saya sudah membayangkan sang penulis akan menghadirkan suasana 'dark' tentang perjuangan warga Gaza -selaku objek utama. Pertumpahan darah, intimidasi di sel tahanan, ragam teratu beserta pergolakan batin tokoh dan lain-lain seakan menjadi 'suplemen' tersendiri pada "Nyala Semesta". Sayangnya, otak saya tak cukup kuat mencerna hal-hal demikian. Apalagi jika harus dikonsumsi di pagi hari. Rasanya perih sekali. Dan mungkin saja responnya akan berbeda bagi setiap orang.
Terkait konten..
Walaupun buku ini termasuk karya fiksi, setiap karakter, penokohan, ide cerita, dan latar tempatnya diuraikan sang penulis berdasarkan data dan fakta sehingga memperkuat 'ruh' pembaca untuk menangkap pesan dalam cerita. Ini sebagaimana dituturkan penulis di bagian pengantar: "Ini adalah novel fakta fiksi. Kisah karangan penulis yang didasarkan pada fakta. Hampir sebagian besar kisah pada novel ini berdasarkan fakta, pernah terjadi sebelumnya, lalu aku ramu dalam bentuk cerita fiktif." Bahkan disebutkan bahwa para pembaca bisa menjadikan novel ini sebagai gambaran besar dalam melihat realitas di Gaza, Palestina.
Yap, isu-isu kepalestinaan memang sudah melekat pada sosok Farah Qoonita. Apalagi sejak terlibat di project kemanusiaan/edukasi dari Solidaritas Muslim Al-Quds Resist (SMART) 171 pada 2016 silam. Berita terkini seputar kondisi rakyat Palestina selalu ia bagikan kepada massa. Kapan pun, di mana pun. Salut!
Semoga karya ini melahirkan amal kebaikan yang panjang bagi setiap jiwa yang mengamalkan kebenaran di dalamnya. Aamiin.
*** Di cetakan selanjutnya, akan lebih baik jika tim penerbit menggunakan jasa proofreader. Tks. 😁
“Ini bukan konflik perebutan wilayah. (Kata) konflik mengesankan Israel dan Palestina punya hak yang sama akan tanahnya. Ini bukan konflik, ini penjajahan!” ~ h.52
Banyak sekali buku-buku yang menjelaskan tentang apa yang terjadi di Palestina dari sejarah, politik hingga kisah perjuangan merebut kembali hak milik mereka, tetapi sangat jarang yang menyajikannya dalam bentuk fiksi, Nyala Semesta adalah salah satunya.
"Rumah bisa dibangun kembali, jiwa yang syahid akan terganti. Hal paling berbahaya dari serangan Israel adalah jika mereka mampu menghancurkan harapan, mematikan mimpi, melenyapkan semangat kita. Kalau itu hancur, habislah sudah Gaza." (hlm. 259)
Nyala harapan itu selalu ada. Karena mereka yakin pada janji Allah.
Inilah kisah keluarga Khalid yang meski hidup di tengah keterbatasan blokade Zionis di Gaza, semangat mereka untuk mempertahankan tanah Palestina senantiasa membara.
Sebagai salah satu pendiri Pergerakan Pembebasan Palestina, nyawa Khalid menjadi incaran Mossad--badan intelijen Israel. Tak bisa menangkap Khalid, Mossad bersiasat menjebak putra sulungnya, Mushab, yang kuliah di Turki.
Mushab yang digadang-gadang sebagai calon politikus penerus perjuangan rakyat Palestina tak bisa berkutik di bawah ancaman Mossad. Serangan pemikiran yang dilancarkan agen-agen Mossad membuat Mushab lengah dan berakhir menjadi pengkhianat keluarga dan tanah airnya.
Namun, meskipun Zionis Israel dilengkapi senjata canggih paling mutakhir dan pada akhirnya berhasil memenjarakan Khalid, upaya mereka menghancurkan Gaza selalu menemui kegagalan.
Gregetan sendiri dengan kelakuan Mushab. Memang benar, lingkungan ruhiyah yang kondusif akan menjaga kita dari berbagai ghazwul fikr. Membaca novel ini seolah mengalami sendiri bagaimana kejamnya penjara Israel, juga merasakan betapa mengerikannya gempuran rudal setiap hari yang membuat trauma. Dan tentu saja, merasakan getaran bara semangat perjuangan di dada.
Setelah membaca novel ini, aku menyadari bahwa harusnya kita bersyukur lebih banyak lagi atas nikmat yang masih kita cecap saat ini. Kepayahan kita di sini, seolah tak ada artinya dengan segala keterbatasan rakyat Gaza 🤧. Dan kontribusi kita--sekecil apapun--untuk pembebasan Palestina, sangat berarti bagi saudara Muslim kita di sana.
. “Gaza yang kukira hancur, ternyata selalu kokoh akan perjuangan. Gaza yang kukira penuh derita, ternyata memiliki harapa yang selalu menyala. Gaza yang selalu berdarah, ternyata selalu membara dengan kobaran semangat. Gaza menyala, menginspirasi semesta. Gaza memberikan kita inspirasi yang tak ada habis-habisnya.” -Qoonit . . .
Pertama kalinya baca novel Action-Thriller yang disuguhkan dengan fakta-fakta yang terjadi di Gaza, membuat ku seakan sedang berada di tanah Palestine. Menyaksikan segala pengorbanan mereka menjaga tanah suci Palestina. Nangis, dan penuh ketegangan setiap membaca alur ceritanya.
Buku ini berkisah tentang Mushab, anak dari Khalid Hamas yang menjadi petinggi dalam Gerakan Perlawanan Islam Palestina. Yang ingin berkuliah di Inggris mengambil jurusan Political Science, agar bisa menjadi Politikus ulung yang akan membebaskan Palestina dari penjajahan.
Namun di tahun pertama perkuliahannya ia harus mengalami hal buruk, yang membuat dia terpaksa harus bekerja sama dengan para zionis Israel. Dengan tujuan, bergabung bersama mereka untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi tentang Israel, lalu menusuk mereka dari belakang. Namun semua tujuan itu hilang.. Ia menjadi kaki tangan Mossad saat kembali nya ke Gaza. Lalu bagaimana dengan Keluarga Khalid? Apakah mereka menyadari tentang Mushab yang menjadi kaki tangan Mossad? Sok di beli bukunya.. Hhe
Oiya, bagian yang paling membuat aku miris adalah saat gambaran penyiksaan Khalid di dalam penjara Israel dan Bagaimana zionis Israel melatih tentara mereka untuk menyamar menjadi orang Islam di Akademi Mista’rivien agar bisa memasuki wilayah Gaza.
Pokoknya novel ini cocok banget buat kamu yang belum tau bagaimana Muslim di Gaza menjaga tanah suci Palestine dari Israel. Dan banyak hikmah yg bisa dicuri dr novel ini.
Terima kasih th @qooonit telah menghadirkan karya terbaik ini. :') Nangis terus tiap baca novel ini #csbukuoriginal #coverbukuhitam #bahagiabersamabuku #tantanganmembacabuku #novelnyalasemesta #nyalasemesta #qooonit #Ara🦁
This entire review has been hidden because of spoilers.
Rasa takjublah yang mampu menjelaskan betapa luar biasanya buku ini. Bagaimana Gaza mampu mengobarkan semangat yang tiada tandingannya. Farah Qonita berhasil membuat saya tak hentinya mengucurkan air mata, kata demi kata, lembar demi lembar mampu menyihir siapapun yang membaca tersulut api semangat dengan penuh rasa haru. Luar biasanya membentuk nilai perjuangan yang begitu memukau, membuat siapapun tak bisa lepas dari kesadaran akan kekuatan macam apa yang lebih besar dan mampu membuat semangat masyarakat Gaza tiada tara.
Terimakasih atas segala ketakjubannya teh Qooonit 🖤
Pertama kalinya baca karya Kak Farah Qoonita. Berkisah salah satu keluarga pergerakan Hamas yang berjuang melawan kejamnya Israel dengan kekuatan teknologi mutakhir badan intelijen Mossad terhadap Palestina. Memang ini adalah novel fakta fiktif. Kisah karangan penulis yang didasarkan pada fakta. Hampir sebagian besar kisah pada novel ini berdasarkan fakta, pernah terjadi sebelumnya, lalu diramu dalam bentuk cerita fiktif yang lebih sederhana.
Dalam kisahnya mengisahkan perjuangan, kesetiaan terhadap agama, tanah lahir. Sisi jahat dari manusianya ada juga penggambaran penghianatan atau terpaksa berkhianat entah karna iman yang lemah atau karna gegabah atau ternyata ini takdir ?
Diawal cerita aku dibuat ha ho ha ho dengan konflik nya yang cepet banget sampai kejadiannya memang itulah adanya. Kita yang mengaku sebagai saudara Muslim mestilah mulai “aware” bahwa tidak ada konflik antara Palestina dan Israel. Ini bukan konflik perebutan wilayah. Konflik mengesankan Israel dan Palestina punya hal yang sama akan tanahnya. Ini bukan konflik, ini penjajahan.
Akhir cerita, oh ini ya sampulnya aku beranggapan bahwa ini adalah gambaran Hassan dan Yusuf (takut spoiler). Ini adalah gambaran menuju ending dari cerita buku ini. Tapi ini adalah 1 dari ribuan kisah mereka jika dibukukan rasanya perjuangan kita dalam berjihad belum setulus mereka.
Banyak hal-hal yang sebelumnya aku tidak tahu tentang gambaran hiruk-pikuk Gaza dan Israel seperti apa. Setelah aku membaca buku ini aku menjadi iri dengan mereka. Gaza adalah surganya perjuangan.
Kalau difikir secara logika rasanya tidak mungkin sebuah negara tetap terus berjuang melawan negara yang lengkap fasilitas megahnya mereka punya pendidikan yang layak, badan intelejen yang luar biasa pertahanannya, memiliki kerjasama dengan negara-negara maju mereka memiliki segalanya tapi Gaza memiliki Allah. Mereka selalu merindukan kematian syahid. Mati satu dari mereka lahirlah mujahhid disana. Tanah mereka tetap subur dengan darah para syuhada.
Terima kasih kak Qoonit sudah berkontribusi dalam menulis buku ini dan membuat saya sadar jangan lupakan doa kita selalu menyertai mereka yang sedang berjuang melawan penjajah.
"Allahumma inni as aluka shalatan fii masjidil aqsha wahuwa hurrun aziz" Ya Allah, aku memohon kepada-Mu shalat di Masjidil Aqsha dalam keadaan ia merdeka dan mulia.
"Jagalah wudhumu wahai pejuang, tidak lama lagi kita akan shalat fathu di Masjidil Aqsha"
*literally typing this review while sobbing, river stream continuously*
Riuh perasaan dalam membersamai perjuangan pembebasan tanah penuh berkah; Baitul Maqdis; Palestina, perjuangan aqidah sebagai muslim, perjuangan kemanusiaan, perjuangan keadilan (apapun kamu menyebutnya, itu tak masalah selama kamu jadi bagian didalamnya) tergugah lagi dan bertambah besar saat membaca buku ini. Kak Farah Qonita berhasil menuliskan karya yang mengalir hebat dengan keseruan aksi yang sama sekali jauh dari "cringe". Sangat menyenangkan, mengharukan sekaligus menyakitkan, walaupun pacenya sangat cepat tapi sepertinya itu salah satu yang menjadikannya menjadi salah satu buku yang "page turner".
Membaca secuil kisah seperti ini saja (yang jelas jauh dari perjuangan mereka yang asli) sudah membuat saya sadar betapa saya ini sangat menyayangi dunia lebih dari ketakwaan kepada Allah. Keimanan mereka jauh tak tertandingi dan mereka terus haus dan berambisi sedangkan yang jauh disini kerap kali merasa cukup. Malu! May Allah forgive us all. May our soul keeps burning and fighting with them with every prayer in our shalah, every thought about them in our heads, every walk we take to share the awareness. May we fight it better and better and not feeling ebough of it until the liberation of Baitul Maqdis. Liberation of Palestine.
Tiap tokoh dituliskan sangat special, keluarga Khalid Hamad yang sangat lovable dan menjadi icon perjuangan yang tentu hanya sebagian kecil dari segala kisah menjemput surga Allah di Palestina. Hanah, Yusuf, Hassan, Maryam bahkan kisah Mushab sangat menyenangkan. Ide "Nyala Semesta" sangat brilian dan semoga juga memantik semangat dalam setiap jiwa yang membacanya.
Judul buku : Nyala Semesta Penulis : Farah Qoonita Tebal : 287
Ini adalah novel bergenre Action-Thriller pertama yang kubaca. Beli karena memang suka banget sama tulisan-tulisan Kak Qoonit di instagram dan buku non-fiksi pertamanya yang berjudul Seni Tinggal di Bumi.
Novel ini berkisah tentang keluarga Khalid--salah seorang petinggi Hamas (Organisasi Islam pertahanan Palestina, semacam tentaranya gitu) yang mengalami banyak hal mengerikan sebagaimana penduduk Palestina lain dalam menghadapi penjajahan Israel. Dari serangan bom yang tidak mengenal waktu, penyadapan dengan alat-alat tercanggih oleh Mossad (gabungan tentara Israel), hingga penyiksaan di penjara. Ditambah, salah seorang anak sulungnya yaitu Mushab, terjebak konspirasi Mossad yang memaksanya berbalik arah menjadi musuh keluarganya sendiri; bergabung bersama Mossad untuk menyerang Gaza, Palestina dengan menjadi mata-mata.
Plot yang disajikan seru. Seperti menonton film action sungguhan. Gambaran tentang penjajahan oleh Israel juga sangat menyentuh. Dari novel ini kita bisa belajar banyak hal. Tentang perjuangan hidup dan mati penduduk Palestina mempertahankan tanah airnya. Tentang kekuatan ruhiah yang luar biasa dan ukhuwah islamiyah. Juga, tentang hangatnya keluarga di tengah banyaknya keterbatasan.
Kisah di novel ini terinspirasi dari kisah nyata. Beberapa informasi juga berdasarkan pada data yang dikumpulkan oleh penulis secara langsung. Dan aku rasa ini patut untuk dijadikan salah satu referensi.
Highly recommend! Untuk yang penasaran dengan kehidupan dan perjuangan mempertahankan tanah air di Palestina.
Sebelumnya tidak pernah terbayang, seorang Farah Qoonita akan menulis suatu hal yang terlihat 'garang'. Tulisan2 lain di media sosialnya, cenderung menceritakan hikmah dari beberapa episode kehidupan. (Later on, ditulis kedalam buku berjudul Seni Tinggal di Bumi).
Diksi yang dipilih penulis berhasil mengombang-ambing perasaan. Sedih, marah, terharu, heran (you name it). Best part: pas baca halaman 224-256 sambil dengerin "Music for Action Movies" di YouTube. Serasa lagi di medan perang asli 😭😭
Meskipun penulis terang-terangan menyebutkan bahwa novel ini tidak dapat dijadikan rujukan sebagai sumber fakta, namun ada beberapa part yang diambil dari kisah nyata (di halaman awal, disebutkan apa saja fakta yang sesuai keadaan di Palestina). Namun, hal yang agak membingungkan itu ketika menimbang apakah 'kejadian' atau 'cerita2' didalam novel ini nyata? Atau hanya dramatisasi? Karena penggambaran di novel ini benar2 sadis 😭😭
Last but not least, saya sarankan untuk membaca referensi yg penulis cantumkan di akhir novel untuk memperkaya perspektif kita. Janlup : pray, donate, share! Free Palestine!
Beberapa dari kita, sejak dihantam covid-19 Maret lalu, makin menjadi manusia permisif. Mau bikin karya, rasanya melempem. Menghibur diri yg terlanjur jenuh karena lockdown dan melarikan diri menuju Scrolling IG atau Tiktok berratus-ratus menit, tetap saja jenuh, merasa ada yang hilang.
Dengan membaca buku ini, setidaknya jadi lebih paham bahwa ada kehidupan lain, pada saudara kita di tanah suci Palestina. Highly recomended book. Farah Qoonita mampu memvisualisasikannya yg sangat baik. Part yg paling aku suka adalah Percakapan Yusuf dan Amjad di hlmn 229. Cocok kita, kamu, kalian dan tentu saja aku, yang mentalnya masih suka mlempem.
Ya, semoga di awal tahun ini, walaupun agak telat, novel ini bisa menjadi awal yg baik untuk membakar semangat setahun kedepan. Tentang perjuangan saudara muslim kita di Palestina, yg dikemas dg lebih detail dan ringan bagi siapapun.
Berkisah tentang seorang pengkhianat di salah satu keluarga petinggi Hamas. Khalid Hamad, harus merelakan putra sulungnya yang memilih berpihak secara terpaksa kepada pihak lawan. Namun Allah SWT. memberikan hadiah atas penghiburan laranya dengan lahirnya Ghazi Hamad.
Energi magis yang dikeluarkan dari tiap-tiap kota di Palestina menggambarkan betapa mengerikannya dan betapa sulitnya menguasai tanah Al-Haram itu bagi sekutu lawan.
Novel ini menyajikan kisah dari jiwa-jiwa yang rela menukarkan segalanya, harta dan jiwa, untuk ditukar Surga. Jiwa-jiwa yang menyala yang merindukan pertemuan dengan Sang Pencipta. Setelah ini, kehidupan akan terus berlanjut dan harus terus berlanjut. Akan ada seribu air mata dan tawa. Akan ada ribuan jiwa yang syahid dan terlahir ke bumi perjuangan. Gaza menyala, mengispirasi semesta.
Favorite Quote: Arti dari memaafkan adalah: "Setelah semua yang dilakukan tentara itu kepadanya, hatinya tidak berubah. Ia tetap menginginkan hal baik untuk mereka."
Bercerita tentang satu keluarga di Gaza, Khalid, Hanah, Mushab, Yusuf, Hasan, dan Maryam, novel ini menceritakan perjuangan rakyat Gaza dalam mepertahankan tanah kelahirannya. Fakta bahwa banyak kejadian yang ada di novel ini benar-benar terjadi membuat hati ini ciut dalam membacanya. Betapa berat perjuangan rakyat Palestina dan betapa kecil iman kita dibanding mereka. Seperti yang dikatakan teh Qoonita dalam kata pengantarnya, 'Tak mengapa walau hanya jadi batu kerikil nya, yang terpenting jadi bagian di sana. Jadi setitik dalam gelombang pembebasan Palestina'. Percayalah teh, novelmu sungguh telah menggerakkan banyak hati. Semoga akan banyak kerikil-kerikil yang ikut ambil bagian, sehingga kelak kita mempunyai hujjah di hadapanNya saat ditanya tentang Palestina.
Setelah baca ini: Paham betapa pentingnya menjaga Al-Aqsha ✅ Ga ada kata yg bisa menggambarkan betapa hebatnya jihad Muslim Palestina ✅ Kemewahan duniawi ga ada apa-apanya dibanding kemewahan untuk mendekat kepada-Nya ✅ Mempertanyakan tujuan hidup sendiri 😢
I can say it's a well-research novel. Teh Qoonit pun menyertakan sumbernya dgn sangat jelas. Bisa sbg referensi kita untuk semakin mengenal dan tahu langkah apa yg dianbil untuk membebaskan Al-Aqsha.
Untuk permulaan mengenal Gaza, bagaimana penyerangan Israel terhadap Gaza, Penyiksaan, Penjara, Alat Sadap dan sebagainya ini adalah buku yang bagus.
Di ceritakan dalam bentuk Novel, sehingga lebih mudah di bayangkan bagaimana keadaan disana. kita di ajak berpetualang ke Gaza.
Yang membuat aku suka dengan buku ini, ngelihat bagaimana penulis menceritakan keimanan yang kuat dari pejuang Gaza yang tak bisa di tukar dengan apapun.
Tiada bisa berhenti terngiang-ngiang. Semoga selamanya visualisasi keadaan di Gaza ini membenak di kepala. Karena nyatanya kadang ia redup semata karena tidak ada kabar tentangnya. Padahal... Jika ditanya part mana yang paling membenak? adalah part ketika tim Sayaret Matkal dididik hingga persis menyerupai seorang muslim. Bahkan sampe hal-hal yg sunnah dalam Islam! Apa kabar kita yang muslim, beneran muslim?
Saya yang awam dengan pernjuangan Saudara di Gaza, jujur karya ini bisa membuat saya merasakan sensasi bagaimana realita disana. Dipetik dari fakta-fakta yang ada di Gaza dan dibingkai dalam bentuk cerita, epic! Alhamdulillah, pesan-pesan yang terdapat dalam untaian kata dan cerita yang ada dibuku insya Allah tersampaikan ke pembaca Teh :" Ditunggu karya-karyanya yang luar biasa selanjutnya Teh Qoonit.
Bismillah... Saya terkesan dengan alur cerita yg dibuat sangat nyata seakan2 saya juga ikut merasa sebagai masyarakat gaza. Juga menguras emosi pada beberapa cerita. Namun yg saya masih heran adalah peran Mushab yg menurut saya masih kurang jelas diceritakan dipertengahan dan akhir novel. Tapi novel ini sangat2 saya rekomendasikan untuk pembaca semua, dr novel ini saya banyak belajar atas penderitaan masyarakat Gaza dan menimbulkan empati untuk mereka
Nyala semesta menggambarkan sebuah kehidupan perjuangan melawan penjajahan dengan sudut pandang Al-qur'an, dimana setiap kesusahan, kesedihan, sakit, dan kehilangan dimaknai sebagai tabungan kebaikan yang abadi dan mengantarkan kepada kemenangan dan kebahagiaan sejati. Memaparkan bengisnya fakta penjajahan dan perjuangan mati-matian dari pejuang garis depan untuk mempertahankan Masjid suci dan mewarisi risalah para nabi
Terlahap malam ini, banyak menimbulkan pertanyaan sih "why? Kenapa begini? Kenapa begitu?". Mau cari tau lebih lanjut tapi masih belun ranahnya. But, at least tau ada cerita yang luar biasa diluar sana. Sesuai judulnya, bisa merasakan gimana 'nyala' nya dan semangat itu menular. Cerita yang disampaikan cukup detail
Awalnya sempet mikir kenapa Teh qoonita Nulis novel, setelah dibaca masyaAllah menurutku Teh qoonit menyederhanakan sesuatu yang kompleks. Riset yang terjadi di Gaza Palestina, lalu di ceritakan ulang dalam bentuk cerita. Lagi, Teh qoonita menyampaikan pesan dengan ciamik.. meningkat kan awareness apa yang terjadi dengan saudara kita di Gaza :” Jangan lupa untuk selipkan doa untuk mereka . . .
What a brilliant story, the most exciting and thrilling story I read so far from many of the books I read. This book just expands my knowledge about Gaza and put some context in what happened on West Bank. This book also gives the reader some reference from where the story comes from, which gives the reader more insight into where to dig more of the information. Absolutely 10 out of 10.
Buku yang aku baca pas minat baca lagi drop se drop2nya. menyelesaikan buku ini dalam waktu 1 bulan sudah jadi keajaiban sendiri buat aku. thanks to this book, sangat membuka mata kejadian2 yang tidak pernah diudarakan sebelumnya, setidaknya oleh aku yang awam dengan politik ini. semoga saudara kita disana segera terbebas dari penjajahan. doa2 kami bersama GAZA (PALESTINA)
Nyala semesta merupakan salah satu buku yang membuat saya jatuh sakit tepat setelah selesai membaca keseluruhan isinya. Betapa isinya sangat mengiris hati bagi siapapun pembacanya. Cukup menjadi manusia untuk dapat tetap berdiri membela Baitul Maqdis.
Silakan temukan sendiri faktanya, Nyala Semesta menjadi salah satu penyampai fakta itu.
seperti yang tertulis bahwa kisah dalam novel laga fakta fiksi ini hanyalah potongan mozaik dari gambaran utuh bagaimana perjuangan masyarakat Palestina yang dijajah oleh Israel
tentang keluarga Islami pejuang yang kemudian satu dari anaknya yakni yang tertua malah menjadi pengkhianat bergabung dengan pihak Israel
ceritanya menguras emosi sekali tapi juga membangkitkan semangat perjuangan
Lambangdaihoc.site là một website chuyên cung cấp dịch vụ làm bằng đại học, cao đẳng, trung cấp, và các loại chứng chỉ uy tín tại Việt Nam. Với sứ mệnh hỗ trợ những cá nhân có nhu cầu sở hữu bằng cấp phục vụ cho mục tiêu nghề nghiệp và cuộc sống, lambangdaihoc.site luôn cam kết mang đến các sản phẩm chất lượng và dịch vụ tận tâm. Website: https://lambangdaihoc.site/
Kisah dari manusia paling tinggi derajatnya karena perjuangan maksimal dan iman yang menyala di tanah Palestina ini sangat membuatku iri. Tiap bab tentang orang Palestina pasti ada aja pelajaran berharganya. Sebenarnya aku udah baca di 2020, tapi baca ulang dan lebih mengena serta menyambut sekuelnya. Meski beberapa kurang nyaman dengan banyaknya salah ketik di penulisannya.
Tentang perjuangan, pengorbanan, keikhlasan, pengkhianatan. Menguras air mata. Banyak sekali kisah dan pelajaran berharga untuk ruhiyah kita karena perjuangan Gaza melawan kebengisan z1oni5 harus selalu kita bersamai!!🔥🇵🇸
Ini isi dari bukunya bener2 relate sama keadaan yang di Gaza sekarang. Meskipun ada sebagian kecil adegan vulgar nya tp dari situ kita bisa liat gimana para zionis ini bener2 ngebuat si calon pemimpin di Gaza ini jadi pengkhianat di Gaza
This entire review has been hidden because of spoilers.
Cocok dibaca kalau kamu ingin tahu konflik palestina, risetnya keren emang. Penulisan cerita juga bagus, khas teh qoon, tapi ngerasa ada yang janggal. Alurnya terlalu cepat, ada beberapa bagian yang sebenernya bikin penasaran, tapi kurang puas ajaa.
Novel ini ngasih gambaran tentang kondisi palestina dan israel. Alur di awal terlalu cepat, pas di pertengahan alur cerita udah mulai enak bacanya. Overall seru, pesannya sampai, semoga ada kelanjutannya.