Jump to ratings and reviews
Rate this book

Recehan Bahasa: Baku Tak Mesti Kaku

Rate this book
Kepintaran tenggelam tanpa keterampilan bahasa.

Kedunguan gemerlap berkat kepiawaian bahasa.

Bahasa tidak muncul dari ketiadaan. Kata muncul dari interaksi sehari-hari antarmanusia yang membentuk sebuah sistem komunikasi yang disepakati bersama yang disebut bahasa.

Tak jarang, istilah-istilah receh yang kita sepelekan menjadi salah satu tonggak perkembangan bahasa. Misalnya kata segede gaban, alay, dan ambyar yang memunculkan semua citra yang melambangkan sebuah generasi tertentu.

Ivan Lanin mengumpulkan recehan bahasa yang berserakan di lini masa media sosial untuk kita nikmati bersama dalam buku ini, sebagai sebuah hiburan sekaligus penambah pengetahuan yang penuh cita rasa.

Sambil rebahan ataupun tirah baring, mari kita nikmati Recehan Bahasa: Baku Tak Mesti Kaku. Tak perlu malu dan kaku dalam berbahasa. Biarpun kamu jomblo atau jomlo, berbahasa, meski receh, tidak pernah dilarang.

152 pages, Paperback

First published January 1, 2020

11 people are currently reading
116 people want to read

About the author

Ivan Lanin

3 books146 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
66 (37%)
4 stars
69 (39%)
3 stars
40 (22%)
2 stars
1 (<1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 55 reviews
Profile Image for Indah Threez Lestari.
13.5k reviews270 followers
July 15, 2020
471 - 2020

Konten media sosial itu camilan.
Makanan utamanya adalah buku.
Camilan memang menarik, tetapi kurang bergizi.
Lahaplah buku.
Berikan nutrisi yang cukup untuk akal dan rasa.
Membaca konten media sosial ibarat makan camilan.
Itu bisa mengganjal perut, tetapi meski dilengkapi dengan makanan utama: buku atau bacaan lain yang lebih mengenyangkan dan bergizi.

Sudah baca buku hari ini?

hal. 22
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,037 reviews1,963 followers
September 6, 2020
Karena tidak mengikuti pra pesan dan tidak bersedia memesan secara daring, akhirnya aku mendapatkannya melalui pembelian langsung di gerai setelah 4 bulan penantian.

Recehan Bahasa merupakan kumpulan artikel yang kemudian disederhanakan menjadi ilustrasi bak komik dan tulisan-tulisan pendek. Tujuannya barangkali agar lebih mudah dicerna atau bisa saja, agar ringan dan "receh" seperti judul yang tertera di sampul.

Boleh dikatakan, apa yang ada di Recehan Bahasa juga sempat disinggung pada buku Ivan Lanin yang sebelumnya, Xenoglosofilia. Namun dengan sedikit penambahan terutama yang berkaitan dengan istilah yang digunakan selama masa pandemi seperti sekarang ini.

Meski begitu, buku ini bisa dijadikan bahan bacaan ringan untuk siapapun yang ingin berkenalan bahwa kosakata dalam bahasa Indonesia juga sama menariknya dengan kosakata dalam bahasa asing lainnya.
Profile Image for Shanya Putri.
347 reviews160 followers
March 4, 2021
Akhirnya selesai juga baca ini di Rakata. Agak bikin emosi soalnya loading-nya lama, padahal bacanya (per halaman) lumayan cepat 😭.

Isinya sangat informatif. Ternyata belajar bahasa Indonesia cukup menyenangkan. Coba aja isi buku pas sekolah dulu kayak gini. Cukup terhibur karena ada ilustrasin dan "lelucon receh"-nya. Jadi, meme itu dibaca meme atau meme?

Anyway, yang mau nyobain baca di Rakata bisa klik link di bio aku yaa biar dapat 5.000 koin! Aku beli ebook ini cuma 10.000 lho 👀
Profile Image for Bila.
315 reviews21 followers
April 18, 2021
Buku ini berhasil menambah ilmu berbahasa tanpa harus menggunakan cara yang ribet. Ringan, dan untuk beberapa orang bisa menghibur. Tapi kalau di aku, beberapa lelucon yang dilontarkan cenderung garing sih...

Tetap buku yang oke untuk dibaca di waktu luang.
Profile Image for Niki Yuntari.
87 reviews7 followers
July 18, 2020
Terkadang, kita tidak pernah sadar menggunakan kata yang salah dalam bertutur. Sebut saja cemburu-iri, akut-kronis, dan lainnya. Eh, bahkan penggunaan "dan lainnya" pun tak luput dari kekeliruan, kadang tertukar dengan "dan sebagainya". Tak hanya ragam lisan, tulisan pun tak jarang keliru. Penulisan "namun" dan "tetapi" misalnya.

Buku kedua Ivan ini menyuguhkan pencerahan bagi pembaca yang tertarik dengan bahasan tentang bahasa. Baku tak mesti kaku. Yah, nyatanya buku ini membawakan wawasan terkait bahasa baku, tapi tidak kaku. Banyak ilustrasi lucu yang membuat buku menjadi lebih bersahabat.

Tak hanya bahasa baku, buku juga membahas bahasa slang yang saya juga baru tahu artinya😅 Kompilasi recehan bahasa yang pernah berserakan di lini masa media sosial Ivan ini, benar-benar cocok untuk dibaca khalayak yang mendambakan bacaan yang santai tapi berisi.
Profile Image for Nike Andaru.
1,638 reviews111 followers
August 13, 2020
107 - 2020

Akhirnya beli dan baca juga buku ini.
Tadinya mau beli pas terbit, tapi inget masih harus puasa beli buku, setelah lebaran puasanya, ya beli deh dan langsung baca.

Buku ini tentang bahasa, sesuai judulnya kayak terkesan receh tapi buku ini banyak sekali mengajarkan kata-kata baku yang bisa kita gunakan sehari-hari. Saya sendiri sebenarnya sudah membaca hampir sebagian besar yang diinfokan dalam buku ini dari Twitter @ivanlanin, beberapa lagi memang dibuat lebih cakep dengan warna-warni tulisan dan gambar-gambar menarik.

Ivan Lanin membuat recehan ini terasa mengenyangkan setelah dinikmati.
Seperti yang tertulis dalam buku ini;
Konten medsos itu camilan, makanan utamanya adalah buku.
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
June 24, 2024
"Keterampilan tenggelam tanpa keterampilan berbahasa," menurut Ivan Lanin., karena orang jadi tidak bisa menyampaikan keterampilan dirinya dengan baik dan tepat.

Awalnya mengira buku ini bakal berupa kumpulan esai bertema bahasa seperti kumpulan artikel bahasa Kompas, ternyata lebih berupa kumpulan tweet yang diberi ilustrasi. Materi kebahasaan disajikan dalam poin-poin ringkas (mematuhi aturan Twitter) dengan ilustrasi ngejreng dan celetukan kekinian (pada eranya) yang kebanyakan bernuansa warganet.

Walau ringan, isinya lumayan padat ilmu. Padat yang praktis. Beberapa pembahasan tentang EYD dan pengertian tentang sejumlah aspek kebahasaan bisa di skip, tetapi Ivan banyak memunculkan padanan baku untuk kata-kata yang sudah populer seperti slide (salindia), CP (narahubung), dan online (daring). Satu yang terus terlupa, bahwa kata yang benar adalah "panau" (bukan panu) dan WAWAS DIRI (bukan mawas diri).

Pengalaman unik yang dihadirkan saat membaca buku ini adalah keterkaitannya dengan situs-situs bahasa dan perkamusan. Sepanjang membaca, kita diajak menjelajahi berbagai situs resmi, mulai dari situs kumpulan artikel bahasa hingga situs eh laman repositori.kemdikbud.go.id yang berisi naskah-naskah legal yang dapat diunduh gratis. Saya sendiri mengunduh kamus arkeologi terbitan tahun 1981.

Hal menarik lain dari buku ini, tentang perbedaan ganti rugi (menganti kerugian) dan ganti untung (jika jumlah ganti rugi yang diberikan lebih banyak), asal usul kenapa kata "Anda" selalu ditulis dengan huruf kapital, dan perbedaan pemakaian "dia" dan "ia". Saya sendiri tertunduk malu karena masih sering menulis Kata Pengantar (yang harusnya Prakata) untuk buku karya sendiri.
Profile Image for Novita Dwi Riyanti .
149 reviews4 followers
September 17, 2021
⭐3.5
Beres baca bukunya jadi sadar kalo ternyata diri ini belum terlalu melek sama bahasa indonesia 😥
Profile Image for Peni Astiti.
249 reviews21 followers
July 19, 2020
Dulu saya malas belajar bahasa Indonesia, karena metode belajarnya membosankan, pengajarnya juga kurang interaktif, dan saya merasa nggak perlu belajar bahasa Indonesia, kan sudah fasih. Hahaha.

Tapi saya pernah, sih, suka matpel bahasa Indonesia pas SMP, karena cara bicara gurunya medhok jadi mau nggak mau bikin melek, juga karena beliau selalu punya ide untuk membuat kelas lebih hidup. Semoga ibu Tursinah selalu sehat 🙏🏻

Belakangan saya mulai tertarik dengan bahasa Indonesia karena Uda Ivan. Caranya menggunakan bahasa Indonesia dengan ngereceh membuat saya “ngeh”, sebenarnya berbahasa Indonesia baku nggak perlu kaku.

Jadi pas ada prapesan buku ini, sung gas lah...
Profile Image for Ridy Sudarma.
53 reviews3 followers
July 18, 2020
Isinya menarik dan aplikatif.

Seperti disebutkan di bag kata pengantar, buku ini merupakan kumpulan "posting"-an penulis di media sosial, khususnya twitter.

Di sisi lain, pada halaman 22 dinyatakan:

Konten media sosial itu camilan.
Makanan utamanya adalah buku.
Camilan memang menarik, tetapi kurang bergizi.
Layaklah buku.
Berikan nutrisi yang cukup untuk akal dan rasa.
Membaca konten media sosial ibarat makan camilan.
Itu bisa mengganjal perut, tetapi mesti dilengkapi dengan makanan utama: buku atau bacaan lain yang lebih menyenangkan dan bergizi.

Jadi, buku ini esensinya buku atau media sosial, ya?
Profile Image for Adnanchaldun.
3 reviews
July 18, 2020
Benar-benar menambah wawasan. Kukira selama ini bahasa Indonesia-ku sudah bagus. 😂😂
Profile Image for Deva.
44 reviews
December 20, 2023
Buku tiga-puluh-menit aku bisa bilang. Buku tentang hal-hal unik dalam perkembangan bahasa yang kita pakai sehari-hari : Bahasa Indonesia. Berawal dari kata populer, Ivan Lanin mengantarkan pembacanya untuk mengetahui sedikit demi sedikit teori kebahasaannya. Semisal kita tahu bahwa iPod! dibalik juga iPod! atau Nababan dibalik juga Nababan, Ivan Lanin memberi penjelasan singkat tapi jelas bahwa itu termasuk palindrom dalam teori bahasa. Ada juga "wkwkw" itu dinamakan onomatope alias ekspresi yang dibahasakan. Beberapa pencerahan terkait makna yang pas dan penggunaan yang tepat dari suatu istilah, juga ada di buku ini. Misal "prakata" itu beda dengan "kata pengantar". Prakata ditulis oleh penulis untuk berterima kasih kepada pihak yang berkontribusi di tulisannya. Sedangkan kata pengantar itu tulisan dari orang lain yang membahas buku penulis. Ivan Lanin berhasil menulis hal-hal unik ini dalam buku yang penuh ilustrasi. Sungguh asik dibaca. Selamat menikmati tulisan Uda kesayangan warga Twitter!
Profile Image for Aldila Sakinah Putri.
83 reviews
February 20, 2022
"Konten media sosial itu camilan. Makanan utamanya adalah buku. Camilan memang menarik, tapi kurang bergizi. Lahaplah buku. Berikan nutrisi yang cukup untuk akal dan rasa." (Hal. 22)⁣⁣
⁣⁣
Buku dengan 81 bab ini rasa-rasanya menjadi buku ensiklopedia Bahasa Indonesia yang ditulis dengan menarik. Banyak sekali bahasa kekinian yang telah masuk KBBI, penulis menjembatani pembaca milenial untuk bisa menggunakan bahasa baku tetapi tidak kaku. Setiap lembar dihiasi ilustrasi yang menarik, ketika membaca terasa menyenangkan.⁣⁣
⁣⁣
Kadang saking seringnya kita mendengar bahasa asing, dalam menulis juga terbiasa. Aku baru tahu bahasa Indonesia dari "flying fox" adalah luncur gantung, "meet and greet" adalah temu sapa, dan "VIP" adalah naratama. Terkesan kurang akrab di telinga ya, sebab kita jarang menggunakannya.⁣⁣
⁣⁣
Di buku ini juga dijelaskan dua kata yang dalam penggunaanya digunakan terbalik, seperti: akut dan kronis. Perbedaan penggunaan kata: setuju dan sepakat, ganti rugi atau ganti untung?⁣⁣
⁣⁣
Wah, benar-benar menampar diriku yang masih belum bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan benar 😆⁣⁣
⁣⁣
Buku ini wajib dimiliki setiap warga negara Indonesia loh, sebab keterampilan berbahasa tidak hanya digunakan dalam bidang kepenulisan saja. Walaupun merasa sudah paham karena telah belajar sejak kecil, tetapi bahasa selalu berkembang. Jadi, jangan sampai ketinggalan ya 😉⁣⁣
⁣⁣
"Kepintaran tenggelam tanpa keterampilan bahasa. Kedunguan gemerlap berkat kepiawaian bahasa. Kuasai bahasa, kuasai dunia." (Hal 75)⁣⁣
⁣⁣
32 reviews2 followers
June 6, 2021
Media sosial kini menjadi dunia yang bisa dijangkau oleh semua kalangan.
Setiap orang bisa berpendapat, mengomentari, mengajari, juga belajar di sana.
Semua aktivitas yang digelar di sana tak lepas dari hal penting bernama "bahasa"

Karena telah mengenal bahasa Indonesia sejak dilahirkan, kita seringkali malas atau acuh pada ilmu satu ini. Padahal,
"Kepintaran tenggelam tanpa keterampilan bahasa. Kedunguan gemerlap berkat kepiawaian bahasa." (Hal. 75)

Uda Ivan dalam buku ini mengenalkan kita pada bahasa Indonesia dengan cara yang seringan mungkin. Tema yang dibahas merupakan pilihan dari berbagai konten yang biasa diunggah lewat Twitter. Karena itulah, kebanyakan dari tema tersebut sering sekali kita temukan di kehidupan bermedia sosial.

Selain mengajak belajar bahasa, Uda Ivan juga menyelipkan tips dalam membangun personal branding di media sosial. Pertama, cari tau alasan eksistensi kita dan konsisten dalam mengkampanyekan itu. Kedua, murah dalam berbagi ilmu. Terakhir, milikilah networking seluas mungkin.

"Membaca konten media sosial ibarat makan camilan. Itu bisa mengganjal perut, tetapi mesti dilengkapi dengan makanan utama: buku atau bacaan lain yang lebih mengenyangkan dan bergizi." (Hal. 22)

Aku rekomendasikan buku ini untuk kalian yang tertarik pada ilmu bahasa juga aktivis media sosial. In sya Allah, bakal kerasa banget manfaatnya.

📘 Recehan Bahasa
🖊️ Ivan Lanin
🖨️ Qanita, 2020
📖 138 h.
Profile Image for HD.
267 reviews3 followers
December 26, 2023
Melangkah di Jalan Bahasa Ivan.

Seperti judulnya, isi di dalam buku ini "receh" dalam artian semua materi dibahas lugas dan diiringi berbagai ilustrasi. Saya merasa jika buku dibaca anak-anak SMP, SMA atau bahkan kuliah akan dapat memicu dan menjadi pelatuk ketertarikan lebih ke bahasa Indonesia.

Materi yang disuguhkan beragam; mulai dari bahasa gaul sehari-hari hingga "perkedel" semua dikupas tuntas (tentu saja tidak setajam silet). Tetapi, itu jadi salah satu poin plus Ivan dalam meramu isi bukunya agar tidak membuat pembaca bosan.

Mungkin karena sasaran pasarnya adalah orang yang awam dalam bahasa Indonesia jadi materi yang diracik sedemikian rupa terasa sedikit hambar bagi orang yang sudah punya pengetahuan bahasa Indonesia yang cukup sebelumnya. Mungkin, mirip rasanya seperti masakan rendang yang dijual di Jogja, kurang nendang. Tetapi, lagi-lagi ini bukan jadi kesalahan. Toh, target pasarnya emang berbeda.

Kesimpulan: Saya memberikan dua nilai kepada buku ini; satu ★★★☆☆ dan satunya lagi ★★★★★

★★★☆☆
Kalau buku ini dibaca oleh orang-orang yang cukup paham kaidah KBBI. Karena, tidak ada hal yang baru di sini.
★★★★★
Kalau buku ini dibaca oleh orang-orang yang pengetahuan bahasa indonesianya masih awam.

Oleh karenanya, saya hanya dapat memberikan ★★★★☆ di hasil akhir.
Profile Image for Rizkana.
242 reviews29 followers
December 12, 2023
Judulnya boleh ‘recehan’ dan, sekalipun sudah, diklaim bukan buku pelajaran bahasa Indonesia, tetapi buku in menawarkan banyak informasi berharga juga.

Ibarat recehan, mungkin ini recehan senilai Rp500. Artinya, menyesal juga kalau tidak punya ketika dibutuhkan.

Dari segi isi, ada 81 trivia seputar bahasa Indonesia. Bahasannya beragam, mulai dari ejaan, etimologi, istilah linguistik untuk berbagai gejala bahasa, padanan kata, pembentukan istilah, prokem, kritis memaknai, kata populer, diskusi terbuka untuk usulan kata, hingga tips-tips kecil, tetapi penting, dalam mencari rujukan seputar bahasa.

Memang tepat disebuh recehan, tetapi recehan nominal tertinggi sebab informasi yang dikumpulkan di sini menggenapi kebutuhan mencari referensi agar berada di satu genggaman saja.

Kalau sedang dalam gejala malas membaca, buku ini bisa jadi pilihan. Mudah dipahami, paparan langsung ke inti, berilustrasi, dan bahasan dekat sekali dengan kejadian sehari-hari.

Pokoknya, kalau kamu masih ingin belajar bahasa Indonesia (lagi!) tanpa merasa bosan (seperti dahulu saat masih di bangku sekolah), bolehlah buku ini menjadi salah satu sarananya. Menurut saya, sih.
33 reviews
June 18, 2021
Terkadang, orang-orang mengganggap bahasa baku itu kaku. Nyatanya? Gak tuh. Baca aja nih bukunya hihi.

Banyak pengetahuan yg gak aku tahu. Wah, sebagai orang Indonesia, aku seperti berada di luar negeri yang bahasanya asing bagi diriku. Haha.

Maaf kak Ivan, pengetikan nya ga sesuai PUEBI :(

Aku baca buku ini di aplikasi buku digital Rakata. Aplikasinya lagi ada.. (aku gatau nyebutnya apa... )
Pokoknya, bisa baca gratis buku tertentu di jam tertentu. Nah, hari ini, buku ini yg terpilih. Aku baca dari mulai ada notifnya muncul, sampai.. Mungkin udah setengah jam? Aku baca bukunya sampai selesai cuma setengah jam woyyy. Di akhirnya ada teka teki silang btw. Seru deh.

Ini aku kasih tahu salah satu trivia dari bukunya:
"Dia" hanya untuk manusia.
"Ia" untuk segala hal; bisa manusia juga, hewan

Isinya sama kaya judulnya, receh. Gak kaku weh, bergambar pula.


Kalau km baca review ini, maaf saya terlihat spt tidak niat atau tidak jelas. Niat saya memang apa adanya. (Apaan sih.......)
Profile Image for Risma.
218 reviews
November 16, 2020
Hasil meminjam, karena punya teman yang punya banyak buku (dan bisa dipinjam) adalah sebuah anugerah.
Dari dia juga-lah saya baru tahu Ivan Lanin mengeluarkan buku. Dengan bahasa lugas khas Twitter yang irit kata, buku ini mengedukasi dan menghibur pembaca akan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, tapi tidak kaku. Membaca kata Bahasa Indonesia yang beragam seringnya hanya saya jumpai di buku terbitan penerbit raksasa Indonesia, tapi karena memang buku ini ditulis seorang Narabahasa yang terkenal asyik di Twitter, buku ini sukses memberikan perasaan senang yang sama. Perhatikan saja kalimat-kalimat oke yang didampingi ilustrasi yang membuat pembaca lebih santai membaca. Ternyata ada banyak sekali perbedaan dalam penggunaan sehari-hari, sama seperti saya yang lebih suka "okee" karena kalau pakai e-nya 3 kali terasa diulur yang berkesan malas dan pasrah.
Yap, buku ini menarik dibacaa.
Profile Image for Sintia Astarina.
Author 5 books359 followers
December 13, 2020
Aku sudah tertarik dengan pelajaran bahasa Indonesia sedak duduk di bangku sekolah dan ketertarikan itu semakin membuncah ketika bertemu dengan dosen Bahasa Indonesia saat kuliah. Ternyata, bahasa Indonesia sangat menarik untuk dikulik lebih jauh dan hal itulah yang membuatku tertarik untuk membaca karya lain Ivan Lanin ini.

Menurutku, buku ini cukup lugas, padat, dan isinya "daging" semua. Di tangan Uda Ivan, bahasa Indonesia beneran jadi semenyenangkan itu. Bahkan, selesai membaca buku, kita bisa ikutan kuis sebagai bentuk praktik langsung.

Di buku ini pula terdapat selipan komedi menghibur yang bikin senyam-senyum. Ya ... meski ada juga, sih, yang bikin aku nyeletuk, "Wah, jayus juga, nih, Uda Ivan!" Eittsss ... jangan salah, kejayusan itu malah bikin aku dapat informasi baru.

Review selengkapnya bisa kamu baca di https://www.instagram.com/p/CCyH4oBg4WY/
Profile Image for Intan Pratiwi.
43 reviews
January 12, 2021
Buku yang sangat bagus dan bikin kenyang akan ilmu bahasa. Mungkin kita semua menggunakan bahasa Indonesia untuk percakapan sehari-hari, tapi tahukah kamu bahwa kadang ada beberapa kata yang masih menjadi misteri dan kadang arti sebenarnya juga sangat berbeda dari arti kata yang banyak orang tahu, misalnya saja perkedel, beberapa orang tahu artinya adalah persatuan kentang dengan telur tapi stop, salah lho karena arti sebenarnya adalah serapan dari kata bahasa asing frikandel, baru tahu kan ??? Banyak sekali ilmu yang didapat dari buku ini, top banget. Tapi sayang kurang signifikan lagi penjelasannya, gimana ya... Kaya klo lagi makan tapi belum kenyang gitu... You know lah what i mean ? Terlalu singkat dan terlalu padat, malah kebanyakan suruh scan lho om Ivan lanin. Hehehe... Tapi overall aku suka sih bukunya 🤗🤩
Profile Image for Elvira Sundari.
9 reviews1 follower
May 6, 2025
Bukunya tipis, bisa selesai sehari. Cukup baik untuk orang yang mau belajar bahasa Indonesia dengan menyenangkan.

Cerita sedikit.

Sepertinya minggu ini, aku akan ambil tes ukbi. Tapi, aku agak ragu dengan kemampuan bahasa Indonesiaku yang sepertinya belum begitu baik(?) Kebelilah buku ini. Diluar dugaan, kirain akan seperti buku PUEBI atau buku kebahasaan yang teks banget. Ternyata, isinya celotehan dan kiriman penulisnya di twitter.

Menariknya, banyak yang aku baru tau juga sih dari buku itu. Seperti, penggunaan bahasa baku "panau" bukan panu. Hingga melihat fenomena bahasa gaul yang ternyata ada asal usul, sejarah, makna, dan teori pembentukan katanya. Menarik!

Huhu doain aku ya mau tes ukbi, semoga ndak malu maluin sebagai waga negara🙏🥲
2 reviews
December 11, 2021
Baca ini ku kira akan bikin otak santai, ternyata harus baca aktif.. Banyak kata baru, hal baru yg menuntut (nggak harus juga sih) untuk mencari tahu arti & makna yg dimaksud penulis.

Belajar bahasa (tepatnya bahasa baku & kaidahnya eh tp beberapa ada juga yg non baku aka gawul) yang kemudian disebut receh -mungkin- karena pembahasannya yg nggak mendalam, seputar yang ada di keseharian. Ini bersumber dr tweet2 nya penulis juga. Tahu sendiri, kan tweet cuma beberapa kata.

Berisi & bergizi tapi tetap asikkk. Bukunya juga bergambar & berwarna (merah, biru, putih).

Sekedar saran.. jangan baca pas lagi mumet :D
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Eva Novia Fitri.
163 reviews1 follower
December 10, 2024
Bersukacita sekali tahu Ivan Lanin menerbitkan buku. Hampir lupa kalau dulu pernah mencandu me-re-tweet cuitan-cuitannya di tweeter. Ganteng pula hehehe.

Sedikit mencederai ekspektasi saat buku yang awalnya saya kira mendalami sebuah tema tunggal besar ini ternyata 'hanya' kumpulan tweet-tweet beliau. Tetap segar pastinya karena lay out nya tidak monoton seperti tampilan cuitan. Ditambah tentu tidak semua cuitan beliau pernah saya baca.

Yah, mau di buku atau di tweeter, begitulah Ivan Lanin tetap mempesona. Kecerdasan memang selalu mempesona dipakai dalam apapun: humor, informasi, sindiran.
Profile Image for Rose Diana.
Author 3 books1 follower
January 9, 2021
Dewasa ini bermunculan istilah-istilah dan kata-kata baru yang bikin Bahasa Indonesia yang baik dan benar terlupakan. Seringkali kita terkecoh dengan kesalahan umum, misal penggunaan kata cemburu dan iri. Buku ini membukakan mata kita tentang kesalahan-kesalahan umum itu. Seperti judulnya, Baku Tak Mesti Kaku. Buku ini menjelaskan dengan santai dan asik disertai ilustrasi yang menggelitik sehingga mudah dimengerti meskipun bukan ahli.

Selengkapnya di https://www.instagram.com/p/CJzrlPugN...
Profile Image for Ari Teguh Nugraha.
211 reviews52 followers
January 6, 2024
Terbitnya buku ini patut diapresiasi. Buku ini menumbuhkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia dan kesadaran akan arti pentingnya berbahasa yang baik dan benar. Penjelasan dalam buku ini sangat mudah dicerna. Gara-gara buku ini saya jadi semakin perduli dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jadi lebih sering cek KBBI kalo ada kata-kata yang dirasa kurang baku dan akhirnya banyak mendapatkan pengetahuan baru dari sana, dan kemudian saya bagikan kepada teman-teman di kantor untuk memperbaiki kosakata, terutama dalam persuratan. Dan ternyata selama ini kantor banyak menggunakan kosakata yang salah.
Profile Image for Sulhan Habibi.
805 reviews62 followers
March 10, 2021
Buku ini sederhana, singkat, namun sukses membuatku ingin mempelajari bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kadang aku pun ragu dalam menggunakan kata "baku" atau tidak. Setidaknya buku ini menambah pengetahuanku dan bisa membantu.

Kekurangannya ya karena buku ini tipis jadi banyak melampirkan link atau tautan bagi yang ingin belajar lebih lanjut. Aku bilang kekurangan ya karena kadang malas saja rasanya buku link lain di luar buku. Hehe.
Profile Image for Mangku Parasdyo.
83 reviews5 followers
May 23, 2021
Aku membaca buku ini sambil menepok jidat berkali-kali. Apa yang kupahami dalam berbahasa Indonesia ternyata berbeda dengan kenyataan sesungguhnya. Banyak hal yang justru terasa asing sekali dan bahkan baru aku tahu dari buku ini.

Sangat disayangkan sekali bahasannya terlalu singkat, padahal banyak yang bisa dikembangkan. Aku salut sih sama kemampuan meracik buku ini, benar-benar receh. Aku belajar hal baru sambil cekikikan sendiri. Bisa-bisanya nyambung kemana-mana.
Profile Image for Safitri Arum Nurlita.
102 reviews10 followers
June 18, 2021
Aku baca gratis di aplikasi Rakata! Senangnya karena punya kesempatan untuk baca buku ini. Bukunya menarik dan sangat berisi. Ada banyak hal yang aku baru tahu tentang Bahasa Indonesia dari buku ini 😂 sekarang mau nulis atau ngomong jadi mikir deh 😂

Menurutku buku ini cocok dibaca semua kalangan, terutama pelajar dan mahasiswa. Kalian akan dapat pengalaman belajar Bahasa Indonesia yang seru! Coba aja dulu guru-guru bahasa ku menjelaskan nya seperti mas Ivan 😂
Profile Image for Atika Mayangsari.
86 reviews2 followers
October 13, 2020
Saya pikir bakalan panjang isinya seperti buku terdahulu, Xenoglosofilia. Nyatanya, TIDAK. Ini bacaan ringan berisikan kalimat singkat dan gambar ilustrasi yang membuat saya semakin tertarik dan tidak bosan menggali ilmu kebahasaan. Seru sih. Namun, rasanya kurang. Saya mau isi bukunya lebih panjang lagi. Hehe
Displaying 1 - 30 of 55 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.