Jump to ratings and reviews
Rate this book

Janur Ireng

Rate this book
Sugik membuka mata, tiba-tiba ia berada di tengah keramaian sebuah pesta. Suara alunan gamelan dan keriuhan para tamu undangan memenuhi aula.
Di panggung, tampak seorang perempuan cantik duduk mengenakan baju khas pernikahan Jawa.

Pernikahan siapa ini?

Gong ditabuh dengan keras. Rombongan mempelai pria datang, tapi Sugik tak dapat melihat wajah sang mempelai. Ketika rombongan itu menginjakkan kaki di karpet merah, suara keramaian tiba-tiba berhenti.

Hening.

Seseorang di samping Sugik terbatuk-batuk, lalu muntah darah. Sugik terkesiap mundur melihat semua tamu seperti kesurupan. Orang-orang berteriak, para pemain gamelan membentur-benturkan kepalanya, para perempuan menjambaki rambut dan mencakar-cakar wajah.

Di tengah keriuhan itu, akhirnya Sugik dapat melihat sosok mempelai pria. Ia berdiri gagah dengan pakaian khas Jawa. Hanya saja, tidak ada kepala di atas tubuh itu.

Setelah Sewu Dino, Simpleman mengajak kita mundur ke masa ketika semua teror bermula. Tentang legenda tujuh keluarga yang memperebutkan puncak kehormatan dengan tak sedikit nyawa dikorbankan. Rahasia besar akan terkuak, seiring dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan baru yang kian menyesatkan.

296 pages, Paperback

Published June 1, 2020

118 people are currently reading
1052 people want to read

About the author

SimpleMan

6 books64 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
140 (60%)
4 stars
56 (24%)
3 stars
17 (7%)
2 stars
5 (2%)
1 star
12 (5%)
Displaying 1 - 27 of 27 reviews
Profile Image for Chaley Lee.
6 reviews
February 9, 2024
Sebelumnya, waktu baca Sewu Dino, aku pikir ceritanya akan sama pendeknya (aku baca Sewu Dino dalam sehari). Tapi ternyata lebih kompleks, banyak yang bikin kaget karena kirain kisah2 horror santet cuma sebatas ngga suka—santet—mati. Juga, jujur penataan alurnya, kaya nonton film. Walaupun point-of-view nya berubah-ubah, tapi aku tetep bisa paham dan jatohnya keren. Good job, Simpleman. Bakal lanjut baca buku selanjutnya.


(Banyak kosa kata jawa yang aku pelajari dari sini, karena ngga terlalu paham bahasa jawa padahal sudah 18 tahun tinggal di pulau Jawa)
Profile Image for uruglydarkling.
60 reviews6 followers
May 23, 2022
BENERAN GILA BUKU INI!

DARI HALAMAN PERTAMA SAMPAI AKHIR, DARAH TERUS MENGALIR,

DERAS!

NGERI, NGILU, NGGILANI!
Profile Image for Nisa Kamila.
128 reviews13 followers
September 26, 2023
Seru.. pengen langsung namatin. nggak dikasih kesempatan buat tenang dikit. Makin penasaran sama trah pitu.
Profile Image for Siti Nurhidayati.
48 reviews2 followers
September 11, 2024
Janur Ireng merupakan buku kedua Trilogi Sewu Dino. Mengisahkan tentang santet Janur Ireng yang lebih kuat dari santet Sewu Dino. Bisa dibilang, Janur Ireng merupakan kilas balik sebelum Sewu Dino terjadi. Janur Ireng membawa saya menyelami penyebab terjadinya Sewu Dino dan peran Trah Pitu yang lain selain Kuncoro dan Atmojo.
Sebelum Sewu Dino terjadi, Atmojo dan Kuncoro telah bersitegang. Hal ini karena ketamakan dari kepala keluarga Kuncoro, Arjo Kuncoro, yang menginginkan posisi utama sebagai pemimpin Trah Pitu. Trah Pitu sendiri terdiri dari tujuh keluarga kaya raya yang berkuasa di timur Jawa. Ketujuhnya memiliki perewangan atau ingon-ingon iblis yang bisa digunakan untuk apa pun, entah untuk meramalkan masa depan sampai untuk membunuh orang. Perewangan atau ingon-ingon inilah yang berperan besar dalam mengirimkan santet pada musuh.
Jika dalam Sewu Dino saya mengetahui bahwa Sengarturih merupakan ingon-ingon keluarga Atmojo, maka di Janur Ireng saya mengenal Bokolono sebagai ingon-ingon keluarga Kuncoro. Bokolono istimewa karena dialah yang memilih tuannya. Dan keistimewaan itu jatuh pada Sabdo Kuncoro yang di Sewu Dino berhadapan dengan Karsa Atmojo. Plot twist dari Janur Ireng adalah Sabdo lah yang membunuh Arjo dan para abdinya. Arjo sendiri masih memiliki hubungan darah dengan Sabdo tetapi bukan hubungan ayah dan anak.
Saya sebenarnya masih bingung dengan hubungan mereka karena pada silsilah di depan, Sabdo merupakan anak dari Monokolo yang merupakan ayah dari Arjo. Itu membuat hubungan Arjo dan Sabdo adalah saudara. Sementara dalam percakapan antara Arjo dan Sabdo, Arjo memanggil Sabdo sebagai keponakan. Mungkin saya akan lebih memahami hubungan mereka di buku selanjutnya, Ranjat Kembang.
Secara keseluruhan, saya menilai Janur Ireng lebih seru dibandingkan dengan Sewu Dino. Mengambil sudut pandang Sugik (sopir keluarga Kuncoro yang kemudian membelot pada keluarga Atmojo), saya dibawa untuk mengetahui rahasia-rahasia gelap keluarga Kuncoro. Hal-hal yang menjijikkan dan di luar akal manusia, seperti homoseks, incest, dan hubungan seks dengan ingon-ingon. Tentang bagaimana keserakahan seorang Arjo Kuncoro membuat seluruh keluarganya hancur.
Lebih page turning dari cerita sebelumnya, Janur Ireng jauh lebih sadis. Banyaknya tokoh yang tiba-tiba muncul membuat saya agak kelimpungan mengikuti alur cerita. Berbeda dengan Sewu Dino yang tokohnya sedikit, dalam Janur Ireng muncul tokoh-tokoh baru yang begitu banyak. Akan lebih memudahkan bila seandainya beberapa tokoh dimunculkan sebelumnya, sehingga pembaca bisa mengenal para tokoh terlebih dahulu dan apa perab mereka dalam runtutan cerita.
Secara garis besar, saya menyukai novel Janur Ireng. Meskipun secara penulisan masih ada beberapa yang kurang enak dibaca, juga kesalahan ketik, tapi secara plot memang kreativitas Simpleman tidak bisa diragukan. Simpleman kembali mampu membawa pembaca untuk menikmati keseruan tulisannya. Halaman demi halaman terasa begitu cepat dibalik, penasaran dengan kejutan apa di halaman selanjutnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Steven S.
697 reviews67 followers
May 1, 2024
Janur Ireng langsung aku baca setelah menamatkan Sewu Dino.

Bagian awal dibuka dengan kejadian mengejutkan. Seperti ingin memberi paham pembaca akan pengalaman apa yang disajikan ke depan. Janur Ireng sebagai sebuah lanjutan langsung memiliki alur maju mundur untuk menyingkapkan misteri yang terselubung di keluarga trah pitu. Secara keseluruhan novel ini menarik untuk diikuti, beroktan tinggi, seakan tidak membiarkan sedikit pun pembaca berdiam sejenak.

Misteri dan penggambaran yang disajikan layak diacungi jempol. Penulis merangkai cerita dengan terampil, sembari meniupkan rasa penasaran dengan cemerlang.

Saat menyelesaikan buku ini, seakan ada rasa ingin berhenti, dengan kisah ini. Namun sebuah buku lanjutan dengan cerita pamungkas tidak kalah menarik untuk segera dilanjutkan.

Judulnya "Ranjat Kembang" dengan sampul coklat tanah, berbeda dengan trade mark sampul Simpleman sebelumnya.

Seperti di Sewu Dino, saya membaca novel Simpleman dengan cepat karena ceritanya yang melaju, hingga menamatkan bukunya. Saya masih merasa kurang dengan bagaimana nasib Mira, si wartawan yang ikut masuk dalam jagad Sewu Dino. Kemudian saya terheran saat menemukan nama Bayu Suseno sehingga seperti saat membaca SD, saya mengulang sedikit ke paruh tengah buku ini. Kemudian saya menemukan Bayu adalah seorang abdi dari salah seorang punggawa trah pitu. Meski masih penasaran dengan sepak terjangnya.

Janur Ireng memiliki misteri yang kelam dan salah satu klimaks yang cukup seram untuk dibayangkan. Dari segi karakter, Simpleman berusaha membuat Sugik mendapat simpati pembaca, ia mengungkapkan motivasi dan cerita bagaimana karakter mas Sugik berperan dalam jagad Sewu Dino, lewat interaksinya dengan Sugeng. Selain itu meski karakternya cukup banyak, penulis masih mampu menyajikan dengan pas sehingga pembaca tetap terikat dan mulus mengikuti flow ceritanya. Salut untuk penulisnya, mas Simpleman.

Sebagai novel horor, Janur Ireng saya juga rekomendasikan kepada penikmat buku misteri dan thriller. Selain juga pembaca umum yang ingin bacaan bertema misteri budaya jawa. Satu kata: Mantap!.
Profile Image for Day Nella.
247 reviews5 followers
April 18, 2025
"Kebencian seperti apa yang membuatmu membuang sisi manusiamu." (Sekdo Kilih)
-
Janur Ireng
Simpleman
Penerbit Bukune, 2020
Tebal 296 Halaman
Paper Book
-
Menemukan buku ini nggak sengaja pas lagi di Perpustakaan Depok. Sambil tunggu staf balik istirahat karena nggak bisa pulang 😢. Jadi baca ini. Karena cari di Ipusnas nggak ada ehe.
Untung baca pas lagi rame, endingnya doang yang bikin merinding karena pas kelar baca. Seketika ruangan hening dan nggak ada orang. Langsung ngacir keluar, takutttt. Kwkwkwkw
-
Janur Ireng. Baca dari bab pertama penulis memperkenalkan setiap orang-orang yang terlibat, santet yang digunakan, teror apa aja yang menyerang mereka para keluarga yang hanya menginginkan kekuasaan. Dari 34 bab di sana, semuanya jelas dan rinci diungkap, seolah penulis tengah berada di sana dan menarik aku sebagai pembaca untuk menyaksikan proses mereka membunuh para korban, para musuh melalui media atau perantara kambing hitam. Pembaca akan bertemu dengan Sugik, Sabdo dan banyak tokoh lainnya. Akan tetapi Sugik dan Sabdo ini yang bagiku menjadi poin atau pion dalam cerita.
-
Membayangkan Sugik atau tokoh lainnya yang nggak bisa lari dari lingkaran keluarga Atmodjo atau pun Kuncoro alih-alih mereka menjadi abdi dan penerus yang tidak bisa menolak apa yang diwariskan apalagi terpilih. Pilihannya sama, hanya akan berakhir pada kematian.
-
Jujur aku agak merinding baca beberapa part mengenai jenis-jenis santet, hingga yang paling menakutkan. Betapa mirisnya kehidupan. Di tahun 90-an aktivitas kirim santet atau apa pun yang menyerang secara gaib itu acap kali terjadi. Sering terdengar. Andai kematian bisa dinegosiasikan, mungkin mereka akan melakukan itu agar tetap hidup. Sayangnya manusia terlalu tamak dan lupa kalau manusia akan kembali menjadi tanah bukan emas atau batu berlian yang bisa dijual lagi, ehe.
-
Alur, konflik dan penyelesaiannya aku cukup suka. Meski masih banyak tanda tanya karena permasalahan menyembah iblis nggak akan pernah ada habisnya jadi aku yakin kalau ini belum selesai, ilmu seperti itu pasti diwariskan dan terus berjalan tanpa pandang bulu. Terima atau mati.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Edotz Herjunot.
Author 5 books14 followers
November 1, 2020
Sempet mikir beberapa kali buat beli buku ini karena harganya lumayan mahal, dan buku bajakannya bertebaran dengan harga sangat murah di marketplace dan terjual sampe ratusan.

Mungkin ini perlu jadi pertimbangan buat penerbit juga buat menetapkan harga buku, kalau kemahalan akhirnya pada nyari yang murah karena nggak semua orang menempatkan buku sebagai prioritas banget buat dibeli.

Btw, saya tetep beli yang ori karena buat koleksi karya dari Simpleman

Ngomongin veritanya:

Tokoh utama di buku ini mungkin adalah Sugik. Sorang supir Mbah Karsa yang sebelumnya pernah mengabdi di keluarga Kuncoro.

Di buku ini diceritakan bagaimana Sugik bisa jadi supir keluarga Kuncoro untuk jadi supir pribadi Sabdo, 'anak dari Arjo yang mewarisi Canguksono'.

Semakin membuka halaman demi halaman akan semakin banyak fakta terkuak yang bercabang-cabang namun diceritakan dengan apik oleh Simpleman.

Buku ini emang unik karena begitu Kental dengan budaya jawa-nya. Kalau versi Jepang, mungkin bisa disebut ini pertempuran antar klan dengan senjata khasnya masing-masing seperti di komik Naruto.

Secara keseluruhan buku ini juga turut menjelaskan hal-hal yang sebelumnya masih agak membingungkan di buku Sewu Dino.
Profile Image for Febritri.
64 reviews
August 19, 2025
Buku ke-2 dari Trilogi Sewu Dino, kisah tentang Trah Pitu Lakon.

Janur Ireng berfokus pada kisah sebelum kejadian di Buku Sewu Dino. Berawal dari pengenalan seluk beluk Keluarga Kuncoro (Trah Bolosedo) dengan ingonnya Bokolono (berwujud kambing hitam yang tidak bisa mati).

POV disampaikan melalui kacamata Sugik Bakhir (supir Keluarga Atmojo di buku Sewu Dino). Sugik dijadikan salah satu abdi (pelayan) dalam Keluarga Kuncoro. Namun, yang tidak diketahui Sugik adalah bergabungnya Sugik ke Keluarga Kuncoro adalah salah satu tahap dalam rencana besar Songkor (re: Kepala Keluarga tiap Trah) dari Trah Pitu lain. Pemusnahan Keluarga Kuncoro menggunakan Santet Janur Ireng sungguh mengerikan. Banyak intrik dan maksud terselubung yang muncul di buku ini.


Kisah Trah Pitu Lakon semakin rumit dan menarik. Untung saja, di buku Janur Ireng minim akan typo dan plot hole. Walau masih ada beberapa yang typo. Tapi, tidak mengurangi pengalaman membaca buku genre thriller dan horor ini.

MENCEKAM
MENGERIKAN
BIKIN PENASARAN

Profile Image for Rosa.
230 reviews2 followers
March 14, 2024
It's scarier, nastier and crazier than Sewu Dino. I still give it 4 stars for the story because there are some things that is not clear. For the writing style I give it 3 stars, since it's better than the first book. At least it's more structured but still, some missing facts, words which is a big no no.
Repetitive words, jumping scenes makes the story feels confusing. There are times, I feel like, where the hell am I?

Santet is scary, even for Indonesian. Because you can't prove it, can't detect it, can't deflect it.
If you just want to enjoy the story, yes, it's quite okay. But for the plot itself, I think it's unclear.
For Indonesian horror, it's best to make them into a movie than writing it.
Profile Image for Annysha Shahira.
8 reviews1 follower
November 2, 2020
Cerita yang menyeramkan dan agak meloyakan tapi perkara2 ghaib ni mmg banyak guna darah. Ngeri setiap kali babak membunuh tu. Saya membaca sampai terlerai muka surat dari buku. Dalam isi cerita ini saya simpati dengan Intan Kuncoro...

Cerita yang banyak pengajarannya selain saya dapat belajar bahasa Jawa juga.
14 reviews
August 4, 2024
Jujur aja aku ga terlalu paham sama alurnya. Mungkin karena aku ga baca buku sebelumnya "sewu dino". Langsung tancap gas buat baca ini hehe (penasaran). Tapi feel seremnya dapet. Aku sampe ga nafsu makan gara2 baca adegan2 gila nya.
bahkan tokoh di dalam buku ini bilang "banyak hal sinting disini"😭 iya mas Sugik kamu bener.
Terus namanya juga mirip2 aku bingung. Sabdo, Sugik, Sugeng...
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Denna.
70 reviews28 followers
September 19, 2025
Peningkatan dari Sewu Dino wkwkw, Janur Ireng jauh lebih rapi dan deskriptif, walaupun tetep masih ada kurangnya hehe. Perasaan saya aja apa kedua novel ini di bab-bab terakhir jadi terkesan keburu-buru ya? Jadi ada feel kayak yaudah biar cepet selesai gitu wkw. Tapi tetep, I liked this better than the first one. Penasaran buku selanjutnya tapi belum belii >,<
Profile Image for Clarisa's Library.
32 reviews
January 17, 2025
3.5/5

The amount of horror in this triology is noteworthy of a huge applause. The gore and the depiction of sadism of people doing witchcraft pracitces is very vivid. Reading this book sends chills down my spine.
Profile Image for Hesti Chang.
7 reviews
December 16, 2020
Ini buku lanjutan dari cerita di buku sebelumnya, yaitu sewu dino. Ceritanya menegangkan dan gila!!
Sepertinya ceritanya belum selesai. Mungkin di buku selanjutnya?
Profile Image for Ilham Bangun Asmoro.
37 reviews
December 4, 2022
Buku ini menjelaskan tentang kisah Pembasmian keluarga Kuncoro oleh Keluarga Atmodjo. Cerita yang benar benar baru dalam khazanah prosa Indonesia..
Profile Image for Erwin Erwin.
1 review
May 11, 2023
sepertinya menarik karna ini kelanjutan dari sewu dino
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Febriana Ramadhani.
19 reviews33 followers
August 25, 2024
I have so many thoughts. But only sadness came after reading this. Good writing, salut for the author.
Profile Image for Ary Firmansyah.
15 reviews
January 10, 2025
biasanya aku membaca kisah horor selalu merasa bosan tapi saat aku membaca ini beberapa tahun yang lalu aku ingat sekali bagaimana aku merasa deg deg an di setiap babnya.... recommended
Profile Image for alaska young.
23 reviews48 followers
October 5, 2025
Alurnya memang maju mundur, tp menjawab banyak pertanyaan. Sedikit lebih jelas apa sebenarnya akar permasalahan yang masih abu-abu di Sewu Dino. Tersirat dan tersurat. Gaya penulisan juga lebih baik dibanding Sewu Dino. Minus untuk editor banyak typo.
Displaying 1 - 27 of 27 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.