Akhirnya sekarang dia sudah mulai terbiasa dengan kehidupan sebagai karyawan. Dia sudah bisa cemburu pada anak baru, ikut pesta minum, dan sudah bisa punya reaksi penolakan tidak sadar mendengar kata "Senin".
Masih kocak dan sangat mirip sekali dengan kehidupan budak korporasi. Mulai dari menanggung kerjaan orang lain karena orang tersebut gak becus kerja sampai dengan pentingnya komunikasi dalam kerja tim.
Sebagai user berbagai aplikasi yang dibuat oleh orang dengan basic non-IT, aku paham ketika yang salah adalah user itu sendiri, lol. This manga is too real that it makes you smile bitterly.
Oh bagian proporsi torso wanita yang tidak wajar bikin saya sakit leher aja lihatnya.