Ayu Rembulan menjadi saksi kematian Leoni, teman sekelasnya yang bunuh diri tahun lalu. Pada hari ulang tahun kematian Leoni, Ayu menerima SMS aneh yang membuat sebuah aplikasi misterius bernama JanganDiklik terpasang di ponselnya. Melalui aplikasi itu, Ayu menemukan catatan harian Leoni yang menceritakan hari-hari terakhirnya sebelum meninggal.
Sejak itu, kecelakaan demi kecelakaan tragis menghantui teman-teman yang dulu mencelakai Leoni. Orang-orang lain mengira semua itu kebetulan, tetapi Ayu tahu hantu Leoni-lah yang sedang membalaskan dendamnya. Tak seorang pun percaya padanya, kecuali Rex, cowok jahat yang sudah menindas dan mempermalukan Ayu selama setahun ini. Bersama-sama mereka berusaha menyelamatkan teman-teman mereka… juga diri mereka sendiri.
Lexie Xu adalah penulis kisah-kisah bergenre misteri dan thriller. Seorang Sherlockian, penggemar sutradara J.J Abrams, dan fanatik sama angka 47. Saat ini Lexie tinggal di Bandung bersama anak laki-lakinya, Alexis Maxwell.
Jujur aja aku punya ekspektasi tinggi dengan buku ini, karena karya-karya Kalex sebelumnya benar-benar menarik, mulai dari Johan, Omen sampai Dark Series. Jadi kuharap juga akan semenarik itu. Di buku ini Kalex menggunakan bullying sebagai cerita utamanya, kalau dipikir-pikir secara garis besar alurnya mirip dengan 13 Reasons Why. Lalu di buku ini juga kita akan ketemu lagi dengan Pak Rufus maupun Bu Rita sarang tawon, namun mereka hanya muncul sekali, mungkin sekedar menunjukkan kalau mereka satu sekolah dengan Erika cs. Tapi, sayangnya dibuku ini terdapat banyak hal yang membuatku bertanya-tanya. Kenapa oh kenapa? Ada beberapa hal yang ngga konsisten juga. 1. Di buku ini, gaada tokoh yang kusuka, rasanya semua gaada yg bener. Rex dkk yg tukang bully, guru yg kelewat memihak murid dan malah memberi nasehat salah, Ayu yg kelewat insecure dan labil. 2. Saat scene Rex penasaran dengan aplikasi JanganDiklik dia sempat mencoba melalui SMS di hp nya, harusnya Ayu sudah punya kontak Rex. Tapi waktu scene Ayu balik dari rumah Revan dia mengakui kalau tidak punya kontak Rex. Lalu bagaimana cara Rex bisa punya SMS yg hanya diterima Ayu? 3. Ini pendapatku pribadi, aku bingung dengan gedung lama di sekolah tersebut, sebenarnya ada berapa? Sebelumnya diceritakan gedungnya kebakaran saat Farel merokok, lalu sesaat kemudian Della ngajakin Ayu ke gedung lama juga, kalau ini gedung yang sama, harusnya mereka gabisa kesana karena logikanya setelah kebakaran pasti banyak petugas disekitarnya, baik damkar, polisi, paramedis, guru, dsb, selain itu tempatnya juga pasti ditutup atau dijaga. Jadi kalau itu gedung yang sama kemungkinan mereka bisa kesana sangat kecil kan? 4. Saat Ayu dikunci di ruangan, aku penasaran, kenapa Ayu ngga mecahin kaca yg mengarah ke koridor aja buat kabur? Toh di ruangan itu bukannya kosong, masih ada barang lain. Lalu aku mengetahui katanya itu jendela dipasang teralis. Nah tambah heranku lagi, kalau dipasang teralis, kenapa Leoni bisa terjun bebas? Yauda, kalau mungkin teralisnya copot, tapi masa bisa kebetulan di tempatnya di Ayu juga? Soalnya diceritakan Leoni sempat ngarahin Ayu ke jendela juga. Oiya, baru sadar, sekali lagi, kalau memang gedung lama ini cuma 1, harusnya Ayu bisa minta tolong dengan mecahin kaca atau menarik perhatian dari atas lah soalnya di bawah kan pasti banyak orang. 5. Itu tukang kebun kenapa bisa pas banget berada disaat yg kurang tepat? Maksudku, kenapa disaat seperti itu dia masih motong rumput dengan tenang dan malah nimbulin kekacauan? 6. Sebelumnya sempat dibahas soal kalung yg diberikan Rex kepada Leoni itu punya bandul seperti koin tapi punya motif bunga. Hla yg ditemukan paramedis kok bandulnya hati? Heranku, kenapa paramedisnya bisa bawa itu bandul kemana-mana? Kan bisa ditinggal di tas mungkin, atau di saku baju biasa, bukan baju kerja, pasti paramedis yg tugas pakai pakaian medis khusus kan? Atau mungkin ditinggal di loker. Lalu, kenapa paramedisnya tetap bawa itu kalung, alasan ragu rasanya kurang tepat, kenapa tidak diserahkan kepada keluarga saat mengurus jenazah, atau ikut dikubur bersama jenazah mungkin? 7. Kenapa hantu bisa mencelakai manusia? Sampai nyentuh? Tolong jelasin, kenapa? Soalnya aku selalu beranggapan bahwa hantu itu beda alam dengan manusia jadi dia gabisa mencelakai, ok mungkin bisa jika melalui perantara, tapi sampai nyentuh? Kupikir, NGGA MUNGKIN. Mereka ngga punya tubuh. 8. Kenapa judulnya Rahasia Ayu? Sedangkan aku ngerasa gaada rahasianya Ayu yg dibahas. Bahkan kupikir Ayu itu gapunya rahasia. Jadi kenapa?
This entire review has been hidden because of spoilers.
Yes, satu buku lagi akhirnya terselesaikan. Suka banget cara penulisannya. Ringan, jadi mengalir aja pas baca. Nggak sadar usah sampai halaman berapa. Sebenernya ini cerita horror klo bisa dibilang, tp malah enjoy aja bacanya. Mungkin karena masih ada celetukan humor yg dimasukkan. Well, gak nyesel baca buku ini. Lanjut deh buku kedua. Makasih Mbak Lexie atas buku ini 😊
Ini kali pertama aku membaca karya Lexie Xu alias Kalex dan GILS SERU BANGET! Bener-bener ga bisa ditinggal! Rahasia Ayu kelar dalam sekali duduk saking page turner-nya. Dari sini, dengan yakin dan mantap aku akan menjajaki karya-karya Kalex yang lain. Uwoooe!!!!!
Selesi sekali duduk, Suka dengan narsi kak Lexi yang sangat kekinan. Mungkin karena aku yang udah tua aja masa-masa ayu dan kawan-kawannya ini terasa jauh banget 🙈 tapi so far ceritanya seru kok. Cuma beberapa kali aku menemukan apa ya... Ketidak konsistenan? Atau salah sebut? Atau lupa namanya? Intinya di awal disebut kalau kalung yang di kasih REX ke Leoni Bentuknya bunga di akhir jadi hati. 😁 Suka dengan Love relationship antara Ayu dan Rex entah kenapa berasa manis banget khas anak SMA.
Ternyata novelnya enggak langsung tamat!!! Issh, kenapa sih??!! Kenapa pembaca Lexie Xu selalu harus dibuat ngempet (Jawa: nahan) rasa penasaran dan digantungkan semacam ini? KENAPA?!! Pembacanya juga sih bandel (macam aku ini). Udah tau penulisnya suka bikin cerita nanggung-nanggung seru macam ini masih aja mau baca kalau buku barunya terbit :" seneng bener nyiksa diri sendiri. Masokis apa jangan-jangan??? WKWKWKWKW.
Jadi, tagar #JanganDiklik ini mengacu pada satu aplikasi super aneh yang tiba-tiba bisa ke-instal sendiri di gawai kamu (atau seseorang) dan enggak bisa dihapus! Ajaib aja pokoknya dia kayak nempel dan hidup lewat gawai kamu. Apa isinya? Semacam buku harian gitu. Catatan yang isinya bisa berubah jadi kenyataan. Lah sayangnya isinya bukan yang bisa ketemu Lee Min Ho, menang undian berhadiah laptop 30 juta, atau jenis kebahagiaan-kebahagiaan lain tapi kematian. Yah, enggak kaget. Kan emang penulisnya khusus penulis genre misteri dan thriller :" jadi ya udah pasti begitu. Ngomong-ngomong label novel ini Teenlit loh. Haha. Kayaknya udah super lama sejak terakhir kali aku baca Teenlit. Baca cerita novel yang tokoh utamanya adalah anak-anak SMA beserta semua keberanian dan idealismenya. Juga bumbu cinta masa muda. Pastilah itu ~ kurang lengkap Teenlit tanpa itu pastinya ~ genre misteri sekalipan! Aku bersyukur banget penulisnya enggak lupa. Cuma gara-gara Lexie Xu ajanih balik baca Teenlit. Untung seru! Tapi ya gitu, balik ke model menyakiti diri dengan menunggu dalam sendu kapan buku ini ada lanjutannya dan selesai dengan akhir cerita mengharu biru (ceilaaah). Jadi semoga Lexie Xu berkenan mempercepat progres penulisan lanjutan ceritanya si Ayu :)
The naked truth? I dislike the pace, the romance, the plot.
LET ME ELABORATE OKAY!!?
Pace nya berantakan, dari satu adegan ke adegan lain terlalu cepat, terus kaya ada perpindahan tempat yang gak di jelasin dan jatuh nya malah kaya plot hole??? Contoh: pas adegan ambulan meledak, padahal mereka udah jauh dari sekolah terus pas meledak mereka balik ke sekolah jalan kaki cepet banget, mana manjat pula padahal keadaan luka luka dan punggung si rex bolong kek sundel.
The romance part, gimana y,,,, ini selera masing masing sih but i h8 bully romance, like idc antara rex dan ayu dalam satu tahun itu cuma kesalahpahaman but for me bullying is bullying. Romance anatara leony dan rex, jujur ini main plot nya kan tapi menurut aku kaya ???? banget, padahal ini sebenernya cuma cinta monyet anatara remaja tapi gak tau kenapa malah dijadiin dendam yang di bawa sampe mati dan bales dendam ke orang yang gak salah apa apa (re: ayu) and the last one aka the biggest hadeuh moment for me, romance between cousin??? Seriously??? Sepupu nya leony yang cinta mati sampe bikin aplikasi dan sell his soul to idk who so he could menjembatani dendam gk jelas nya si leony??? So unserious.
The plot is kinda too Final-destinationesque me think
Last but not least i give this book 2 star karena aku suka gaya kepenulisannya, enak banget pas bacanya gak sadar tiba tiba udah abis aja.
Sebenarnya, rata-rata aku suka karya Ka Lexie apalagi Johan series, Omen series dan Dark series. Premisnya bagus, aku juga suka dinamik Ayu dan Rex di awal, tapi menurutku, yang ini masih terlalu 'dangkal' jika tiba-tiba romansa. Aku nggak bisa menghilangkan rasa tidak sreg dari eksekusi hubungan Ayu dan Rex, apa mungkin Ayu memang di dalam sesuka itu dengan Rex sehingga abis dibully setahunan tanpa Rex mau menjelaskan karena nggak mau bermasalah dengan geng populernya, Ayu langsung nerima dia. Aku nggak tahu juga :"
fyi, aKU ABIS NANGIS LOH. gara-gara apa? gARA-GARA NGE"LIAT" SEMUA TOKOH DI SINI DISIKSA. enggak semua tokoh sih. tapi tetap aja kalex tega banget sama tokoh sendiri.
jujurly, dari tadi aku bacanya tegang banget. apalagi pas bagian terornya si leoni. kayak enggak ada ampun. mereka napas bentar aja udah diserang lagi.
level seramnya juga bikin merinding. pas bagian si leoni muncul di kamar ayu, aku sampai nyalain playlist kpop biar enggak takut hshshs.
btw aku suka banget sama interaksi ayu-rex. mereka saling ngejaga banget. aku ikut sakit hati pas ayu terpaksa ngata-ngatain rex karena ancaman si leoni. but the happy ending is good for them.🥺💗💗
This entire review has been hidden because of spoilers.
Thrillernya kerasa banget. Yang heran itu penyebab kekacauannya ini yang bikin gedek. Tapi emang remaja yang hormonnya lagi naik masalahnya ga bakalan jauh dari rebutan cowok.
Aku bacanya seru sih. Premisnya baru buat aku. Walaupun sebenarnya di webtoon yang mirip-mirip begini ada juga.
Aku mau bocorin jangandiklik itu apa, tapi nanti spoiler. Yang penasaran baca sendiri aja ya.
Kalex comeback dengan karya yg sedikit berbeda genre dari karya karya sebelumnya>.<
Rahasia Ayu bergenre thriller horror! Uwooo, berbeda dari kisah2 Kalex sebelumnya yg bergenre thriller suspense, kali ini seramnya bukan berasal dari psycho lagi, tapi dari hantu! T.T
Diceritakan menurut POV beberapa tokoh dari kisah ini langsung, bener2 ciri khas gaya menulis Kalex banget, jadi ceritanya berasa hidup krn seolah tokohnya lagi curhat ke kita>.<
Konflik disini cukup rumit juga, menyangkut dendam kesumat hantunya wkkwkw seru banget XD
Gaya bahasanya tetep ringan dan bikin aku sebagai pembaca bisa enjoy seperti biasanya^^
Romancenya pun MANTUL seperti biasaa, haduh baper banget sama percintaan Ayu>.<
Okay, so where I should start Novel ini adalah novel pertama Lexie Xu yg aku baca.
Premis nya sebenarnya menarik menceritakan Ayu yang tiba-tiba mendapat pesan misterius dengan tuliasan "jangan di klik". Ternyata itu adalah cacatan harian Leoni yang bunuh diri. Lalu teror mencekam mulai melingkupi mereka satu persatu. Leoni datang kembali untuk membalaskan dendam kepada mereka yg pernah membully-nya semasa hidup.
Namun, tidak tau kenapa di beberapa bagian aku merasa agak cringe dengan kisah percintaan dalam novel ini. Mirip seperti kisah FTV di SCTV yang dibalut dengan unsur misteri thriller.
Kisah cinta Ayu dan Rex sangat klise dan mudah di tebak ending nya seperti apa. Begitupun dengan misterinya. Tapi gimana Rex care ke Ayu sweet bgt sih. 🥺
Untuk yang mencari bacaan bertema misteri, thiller , dan horror yg ringan you can grab this book 👍
Yeah, maybe this book just not my cup of tea. I don't really often reach out teen lit. Maybe that's why I don't really enjoy this book
Actual rating 2,5🌟
This entire review has been hidden because of spoilers.
kalo aku perhatiin beberapa adegan romansa tokoh utamanya di buku buku kak lex itu biasanya punya alur yang hampir sama. tapi gapapa si, karena fokus utamanya bukan itu dan ceritanya tetep seru kok, bikin penasaran tiap halamannya wkwkwk. kak lex selalu bikin aku penasaran sama kisah selanjutnya (padahal seri berikutnya belum rilis T T) dan bikin aku gemes banget🤣. as always, novel kak lex kaya punya mantra tersendiri yang bikin aku selalu ngabisin karya karyanya dalam sekali duduk.
dibaca dalam waktu 4 jam👏👏 tapi aku yakin sih kalo aku ga sepenakut ini kemungkinan bakal kelar lebih cepet KARENA BUKU INI NAGIH BANGET GUYS BIKIN PENGEN NGERTI SELANJUTNYA APA SELANJUTNYA APA AAAAAAAAAAA *maaf aku lebay karena baru pernah baca cerita hantu hantuan begini*
Aku dengerin buku ini sambil ngukur sampel. Ya, aku "membaca" versi audiobook dari aplikasi Storytel. Aplikasi ini sungguh memudahkanku dalam membaca fiksi lagi. Koleksinya juga lumayan banyak terutama buku-buku yang berbahasa Indonesia.
Biasanya ketika aku sedang mengukur sampel, aku mendengarkan podcast agar tidak mengantuk. Sayangnya kopi saja tidak cukup untuk mencegah kantuk, dan aku hanya bisa meminum satu cangkir kopi per hari agar tidak menimbulkan masalah pencernaan. Podcast yang kudengarkan biasanya bertema misteri seperti Crime Junkie dan Cold Cases atau horor seperti Do You See What I See dan Scary Stories. Tapi belakangan ini aku kehabisan episode yang bisa kudengarkan dan umumnya podcast di-update secara mingguan. Untuk Do You See What I See sebetulnya masih banyak episode yang belum kudengarkan, tapi akhir-akhir ini penceritaannya agak membosankan jadi bikin ngantuk. Untungnya ada kawan yang merekomendasikan audiobook via Storytel dan aku langsung mencobanya. Ternyata sangat memuaskan. Aku bisa "membaca" cerita horor agar tidak mengantuk ketika mengukur sampel.
Buku ini kupilih setelah aku mendengarkan Omen, karena masuk di rekomendasi dari penulis yang sama dan merupakan karya yang agak lebih baru. Penggambaran hantunya menyeramkan jadi kesan horornya dapet. Aku jadi semakin bersemangat mengukur sampel karena kantuk jadi berkurang... hahahaa.. Aku jadi berpikir, apakah penggambaran hantu dengan kondisi mengenaskan seperti ketika waktu meninggalnya yang tidak wajar adalah khas Indonesia? Soalnya kalau diingat-ingat lagi tentang penggambaran hantu buku terjemahan seperti Seri Lockwood & Co., rasanya tidak sekumuh hantu ini. Hantu dari buku terjemahan lebih berkesan sedih.
Oiya, di beberapa situasi, hantu ini ternyata tidak hanya menakut-nakuti dengan modal tampang saja, tapi benar-benar meneror. Para pecandu adrenalin mungkin menyukainya. Kupikir ya, karena arwah penasaran atau yuurei biasanya pendendam, mereka tidak bisa berpikir dan hanya bertujuan untuk membalas dendam, serta artikulasinya tidak jelas. Hantu di sini ternyata benar-benar mendendam sampai bisa meng-gaslighting para karakter yang diterornya! Aku jadi bingung apakah harus sedih, ngeri, atau geli ketika menyadarinya.
Penilaianku terhadap buku ini agak berkurang karena sepertinya aku menemukan plot hole. Jadi ketika Ayu berniat menghubungi Rex, ia menyadari kalau ia tidak memiliki nomornya. Tapi seingatku, Rex mencoba untuk mengakses link JanganDiklik yang dikirimkan melalui sms ke Ayu di smartphone milik Rex sendiri. Apakah ia mengetik ulang link tersebut? Sepertinya tidak mungkin karena aneh sekali. Lebih mungkin kalau Ayu yang mem-forward sms tersebut ke nomor Rex agar ia bisa langsung klik saja link tersebut. Itu artinya Ayu punya nomor Rex, kan? Semoga aku tidak salah dengar, ya.
Mengenai karakternya, untung saja tidak terlalu banyak sumpah-serapah. Soalnya penulisannya berdasarkan sudut pandang orang pertama, walaupun berganti-ganti karakter. Aku heran apakah anak remaja sekarang sering sekali menyumpah-serapah, ya? Walaupun dalam hati, narasi sudut pandang orang pertama pasti akan ditulis juga, kan. Kalau tidak terlalu sering, sih, tidak apa-apa. Tapi kalau terlalu banyak rasanya risih.
Dari dua buku karya Lexie Xu yang kubaca ini, aku menemukan kalau tokoh utama yang diangkat kebetulan dua-duanya perempuan. Karakter keduanya berbeda, tapi ada satu hal yang mirip yaitu bahwa mereka terus-menerus denial kalau salah satu teman di circle mereka menyukai mereka. Terutama Ayu, yang mempunyai self-esteem yang rendah sampai mudah sekali termakan gaslighting si hantu! Pukpuk Ayu. Kemudian, Rex ini juga perlu memperbaiki skill komunikasinya yang buruk. Aku tidak tahu apakah anak remaja memang senang bermain kode, tapi kalau aku sih tidak. Yang di luar dugaan adalah Levan yang lumayan lucu. Padahal lagi tegang-tegangnya, bisa komentar di luar dugaan.. iri sama keuwuan orang ya? Kasihan juga ini karakter.. hehehee...
Secara keseluruhan bagus, seram, dan ngerinya terasa. Penggambaran betapa tersiksanya korban perundungan juga diluar dugaan sangat mengerikan. Endingnya bisa ditebak, tapi untunglah tidak menggantung. Biasanya setelah ditakut-takuti, cerita horor sering menyiksa pembacanya dengan akhir yang menggantung, tapi untunglah di buku ini tidak. Tolonglah, kalau cerita sudah seram, jangan siksa kami, para pembaca, dengan akhir yang bikin penasaran! (Pesanku untuk pencipta kisah horor lain)
Dulu awal sekali, pertama baca karya Lexie Xu sewaktu SMA yang sudah pasti dan jelas sekali itu adalah Johan Series. Penasaran dulu ketika teman satu kelas tekun sekali baca Obsesi. Akhirnya pinjamlah dari dia😁 daaaaannnn tadaaaa jatuh cinta sekali sampai-sampai langsung berburu buku-buku lanjutannya di toko buku di kota beserta membeli Obsesi juga karena sebegitu Obsesi-nya saya sama Johan Series.Namun setelah sekian lama saya (setelah 8 tahun) tidak pernah memegang sebuah buku untuk dibaca, akhirnya saya membaca lagi dan langsung mencari-cari karya Lexie Xu yang belum saya baca dan jelas saya punya (jujur karena selain membaca, keinginan untuk memiliki buku-buku yang menurut saya bagus itu sangat tinggi karena saya bisa membaca kembali kalau-kalau saya rindu dengan ceritanya). Dan walla.. datanglah buku ini.
Rahasia Ayu ini tergolong dalam buku teenlit meskipun di ceritanya ada adegan-adegan gore yang bisa dikatakan sebenarnya tidak cocok untuk remaja😭 tapi itu mungkin kalau saya membaca Rahasia Ayu ketika masih remaja, saya tidak akan benar-benar menamatkan buku ini karena jelas saya paling takut dengan adegan berdarah-darah. Baik dari segi buku maupun (apalagi) segi visual. Texas Chainsaw Messacre, Saw series, maupun Final Destination adalah gambaran visual yang paling saya hindari untuk saya lihat. Tapi, berkat karya Lexie Xu, saya mulai menikmati dan bisa jadi ketagihan. Jadi ketika saya menuntaskan Rahasia Ayu ini dalam kurang dari satu hari, saya langsung mencari-cari buku kelanjutannya dan harus terkumpul lengkap dulu karena saya paham pada diri saya sendiri, ini mah kalo telur-telurnya Lexie Xu sudah pasti saya bisa maraton dan saya tidak punya kesabaran kalau setelah buku satu habis, saya masih harus menunggu untuk buku yang lain datang karena sebegitu nagihnya karya-karya Lexie Xu
Untuk tata bahasa dan cerita, saya sudah tidak perlu ragu lagi. Sama seperti karya Lexie Xu sebelumnya, ceritanya mudah dipahami dengan gaya bahasa yang anak mudaist yang selalu mengikuti jaman apalagi diselingi dengan humor yang memang humor, tidak dipaksakan, ditempatkan ditempat yang tepat, mengalir natural sehingga membuat saya sebagai pembaca ikut merespon humor tersebut. Ini adalah karya yang bisa dibaca meskipun saya bukan lagi seorang remaja tetapi manusia menginjak kepala tiga. Karena terkadang ada beberapa buku novel remaja yang saya baca ketika remaja, nah pas saya baca ketika umur sudah diatas 25, saya merasa bahwa banyak adegan-adegan dan isi pikiran dalam novel remaja tersebut sudah bukan makanan saya. Tapi karya Rahasia Ayu dan juga teenlit karya Lexie Xu yang lain mematahkan pengadilan saya terhadap novel teenlit yang hanya dibaca ketika memang remaja. Oh tidak. Diumur segini, saya masih enjoy dengan teenlitnya Lexie Xu
Untuk alur sudah pasti 👍🏼 meskipun untuk Rahasia Ayu ini agak susah ditebak (menilik dari Johan Series, saya berasumsi bahwa dalangnya pasti manusia, eh ternyata saya ketipu), tapi mungkin karena ini buku memang pengawalan dari buku selanjutnya, jadi memang alur ceritanya tidak terlalu rumit
Nah, yang sangat disayangkan adalah kenapa saya menangkapnya karakter Ayu disini sifat dan kepribadiannya hampir mirip dengan Jenny (Angkasa yang pasti🤣) di Johan Series? Saya sampai berpikir apakah Jenny punya alternate Universe. Begitu juga dengan Rex yang karakternya mirip sekali dengan Tony di Johan Series. Yah mungkin saja ini hanyalah penilaian saya terhadap satu buku karena memang yang masih saya baca dari series JanganDiklik ini masih Rahasia Ayu.
Overall two thumbs up dari saya
This entire review has been hidden because of spoilers.
I read this book in the spirit of Halloween and Spooktober. I have read most of Lexie Xu's series and I quite enjoy them. I'm currently waiting for the last book of her Dark Series, even. So I have a high expectation for this one. But as you can see from the rating, it doesn't meet my expectation.
First issue: Rex's description in the beginning made me unable to imagine him as a handsome dude. Ayu used strong but zonk descriptive word there: T-Rex and Thanos. The whole story, even though Ayu was mooning over Rex's looks, all I could imagine was Thanos with T-Rex hands in real human form.
Second issue: I've seen the same pattern of the MCs relationship development on her previous books. I know this book focuses more on the horror/thriller aspects. However, if she made a decision to include a love story inside this book, she should've done it justice. The only thing that I kinda appreciate from Ayu and Rex is the fact that Ayu didn't take light of Rex's bullying and didn't accept his excuse as well. She constantly reminded him of how horrible he was and I am living for it.
Third issue: the book focuses more on the horror/thriller aspect, but I only feel the horror of it in the first half, and then the second half I feel a little bored, and then the ending makes me annoyed. The resolution for the whole conflict was too easy, lol. And it was already brought up by Rex in the beginning of the story too! I remembered Ayu's rebuttal was: they had to finish reading everything before trying Rex's idea out. Then why didn't she read quickly so they could try it out and see if it worked?
It was just so hard for me to believe that Ayu, a proclaimed nerd who loved to read books in the library, couldn't finish reading the entire entries in one night. For me, it was too obvious how the author dragged the plot out by purposefully not making Ayu binge-read the entries. If Ayu was a mediocre student who had learning difficulties due to dyslexia, this whole reading procrastination would be much more believable.
Fourth issue: the lack of nuance. Since the beginning, the theme (bullying and Leoni's revenge) and the message (why bullying and taking revenge are big no-no) were pretty darn clear. Personally for my taste, it was too smack-in-your-face type of writing. I think the readers of this book would be smart enough to understand her point without her telling the reader so blatantly like that. But I could kinda turn a blind eye over it until...
✨Leoni's bullshit monologue at the ending✨
It was cringey as hell that it just annihilated the already destroyed spooky mood.
Fifth issue: the minor injury to the MCs. The author probably loves her MCs too much and I get that, really. But come on, the MCs-is-always-safe-and-well pattern is getting very repetitive and boring. Give them a life-changing injury, look-altering scar, and make them still love and accept each other nonetheless. That'd make a much more powerful ending, especially within this story where both MCs seemed to have a lot of doubts about each other's feelings.
I originally rate this 2.5 stars then bump it up to 3 stars because it deserves to be rated higher than 2 stars on GR. I mean the delivery and the plot were not that bad and the first half did spook me so... yeah.
I'm about to read the second book of this series and I hope it doesn't disappoint me~ *fingers crossed*
Seperti biasa, novel Kak Lexie Xu ini bagus dan seru banget. Series-series yang aku baca sebelumnya genrenya lebih ke thriller, tapi kalo ini beneran horror. Bacanya juga ga kerasa, tiba-tiba aja kelar wkwk
Jujur Leoni menurutku adalah orang yang picik banget. Dia merasa jadi korban Della dan Farah, tapi dia sendiri pun jadi pelaku yang sama persis kek Della bahkan ketika dia masih hidup. Alias dia itu sama aja kek Della aslinya. Padahal Rex udah nolak dia berkali-kali dengan baik-baik, tapi dia ga terima. Maaf Leoni tapi dunia ini gak berpusat di elo doang 🙏🏻 masih untung Rex nolak lo dengan baik-baik, setelah apa yang lo lakuin ke dia
Lebih aneh lagi, dia dendam ke Ayu yang manggil bantuan pas dia kekunci di dalem gedung terbengkalai. LO SENDIRI YANG KEPLESET KARENA GAMAU MALU DILIAT SAMA REX, tapi malah nyalahin Ayu. Leoni lu beneran gaada bedanya sama Della. Lo harusnya bersyukur Ayu mau nyariin lo bala bantuan tapi lo malah benci dia ampe pen bunuh dia, cuma perkara orang yang ga sengaja dia temuin buat nolongin lo itu Rex??? Emang setinggi apa sih harga diri lo dibanding malu yang berujung petaka buat lo sendiri itu?
Bagi gue, yang pantes dapet balesan dari lo di sini itu hanya Della dan Farah. Selain itu, perbuatan mereka semua gaada yang ampe layak buat dihilangkan nyawanya dengan kejam. Terutama Rex dan Ayu.
Novel ini seru, tapi ada beberapa hal yang membuatku merasa sedikit aneh dan bertanya-tanya selama membaca novel ini. Meski uda ada reviewer yang bahas, tapi aku akan jabarin juga menurut pengalamanku selama baca ini 1. Rex sama Ayu jelas-jelas sempet saling kirim sms karena Ayu nyoba ngirimin link apk ke sms Rex, tapi malem harinya Ayu malah batin mau ngehubungin Rex tapi ga punya no hp dia. Terus kaget pas Rex nelfon, dan nanya ko bisa punya no hp dia, dan Rex ngejawab dia punya no hp Ayu sejak lama. Seolah-olah scene mereka ngirim link apk sebelumnya ilang. 2. Rex yang tiba-tiba bilang 'bacot' ke Ayu, setelah sebelumnya berusaha nenangin Ayu di adegan setelah mereka nemuin walas mereka. Sounds rude dan ga pas karena bahkan belum ada satu halaman bahkan hanya berjarak 1 paragraf dari Rex yang nenangin Ayu dengan gentlenya. 3. Ruangan tempat Farrel kebakaran itu di gedung terbengkalai kan? Emang gedungnya segede apa sampe di saat yang bersamaan, Della bisa ngurung Ayu di gedung yang sama? Meski beda lantai pun, harusnya di sekitar TKP pasti ada banyak orang yang lalu lalang kan? Even emang segede itu, seengganya di sekitar gedung pasti asep uda nyebar ke mana-mana, tapi baik Della apalagi Ayu yang dikurung, sepertinya gaada keluhan tentang asap atau takut kena api kebakarannya
Satu lagi, ini pendapatku aja sih tapi novel ini harusnya dikasi judul 'Rahasia Leoni' instead 'Rahasia Ayu' karena di dalem novel ini, cuman bahas rahasianya Leoni kan? Rahasia Ayu apaan paling cuma dia suka sama Rex itu aja. Alur utama yang bikin novel ini jalan kan rahasia Leoni yang ada di apk jangandiklik itu...
This entire review has been hidden because of spoilers.
Lupa kapan terakhir baca bukunya Kalex, lebih-lebih ini genrenya horor. Penasaran sih, karena biasanya novel-novel penulis, kan, lebih ke thriller campur misteri gitu. Sempat mikir apa nanti bakal berakhir jadi thriller alih-alih horor?
Ayu hanya siswi biasa, tampang rata-rata, rambut nggak panjang juga nggak pendek. Tapi, justru itu yang bikin guru ogah ngelibatin dia ke lomba-lomba waktu class meeting a.k.a perlombaan antarkelas. Miris memang, Ayu pun mengakui. Dia berniat bersembunyi di perpustakaan, ketimbang panas-panasan di pinggir lapangan cuma jadi suporter. Toh, tanpa dia, perlombaan akan tetap berjalan.
Sampai secara nggak sengaja dia injak sepatu pentolan geng populer sekolah; cowok bongsor dan seringnya dipanggil T-Rex. Namanya Rex. Duh, Ayu pasrah kalo harus dibuli lagi sama Rex and the gang. Setelah insiden nggak mengenakkan itu, dia masuk ke perpustakaan dan menemukan diri sudah mengklik sebuah situs bernama JanganDiklik.net. Serangkaian teror terjadi setelah aplikasi Jangan Diklik terinstal di ponsel Ayu.
Buku ini nggak hanya horor, sih, tapi gore juga. Jadi, hati-hati kalau barangkali mau baca. Emang, gaya kepenulisan Kalex nggak menunjukkan secara eksplisit, tapi tetep aja kalo dibayangin ngeri.
Rahasia Ayu jadi buku pertama dari JanganDiklik series. Muatan horornya sih, so so. Atau mungkin karena kondisi sekitarku nggak lagi mendukung kali, ya, jadi kesannya nggak terlalu mencekam. Aku malah khawatir sama teror yang bikin orang-orang berjatuhan itu, sih. Soalnya apa ya, rasanya kayak nggak mungkin juga setan bakal membunuh orang, kan, kecuali orangnya yang gerak sendiri. Tapi, yah terjelaskan juga kenapa begini dan begitu. Enggak ada kejanggalan sejauh ini.
Deskripsi Ayu ini entah kenapa ngingetin aku sama Alice di Saving Alice. Cewek biasa aja yang dibuli sama cowok keren di sekolah yang ternyata si cowok punya hidden events gitu sama si cewek ini. Terus kesan biasanya si Ayu juga sering disebut, bukannya bikin dia kelihatan beda, malah kayak pick me wkwkwk.
Hantunya di sini emang serem sih, terus duh, kalo inget bagian bahayanya jadi kebayang kayak apa chaos-nya kondisi di situ waktu puncak konflik. Ngeri aja. Gambaran hantunya cukup bikin mengernyit. Satu lagi, unsur cegil di sini kental banget. Sumpah, lihat kelakuan cewek-cewek di sini tuh, kayak ??? dek, ayo sekolah dulu yang bener, dek. Obsesi emang mematikan sih, kataku.
Apa hanya aku yang ngerasa bukunya cepet banget habis? Well, tulisan Kalex emang ngalir banget, sih, tiba-tiba aja udah end. Enggak ada keluhan gimana-gimana atau inkonsistensi yang bikin sakit kepala. Karakterisasinya juga stabil sampe akhir.
oke ... teenlit emang bukan genre yang cocok buat aku. jadi ini beberapa alasan kenapa aku sampe ngasih rating dua.
cerita horror thriller yang sama sekali ga bikin tegang, takut, atau deg-degan. selama baca buku ini aku sama sekali ga ngerasain tiga itu padahal dari awal udah digambarin gimana "mistis" keadaan si tokoh. ceritanya emang cepet dari satu kejadian ke kejadian lain, tapi itu yang menurutku bikin agak gimana gitu. di bagian terakhir, di mana seharusnya pembaca merasa berbunga-bunga dan seneng, sedikitpun aku ga ada senyum baca dialog "romantis" antara rex dan ayu.
ada beberapa dialog di mana unsur komedi ga ditaro sesuai tempatnya. dialog-dialog "romantis" antar tokoh juga terdengar cringe dan ga bikin berbunga-bunga sama sekali. mungkin emang susah ya bikin adegan romantis tanpa keliatan cringe, tapi ini 'terlalu' cringe. hubungan antara rex sama ayu juga ga jelas. apaan tiba-tiba jauhan cuma perkara tempat duduk? rex yang katanya dulu deket sama ayu malah jadi nge-bully dia tanpa alasan yang jelas. kedua tokoh ini sama-sama kekanak-kanakan. di mana-mana ya omongin dulu lah permasalahan mereka berdua. kok tiba-tiba ngejauh dan salah paham ... ga masuk akal.
penulis mau nyisipin beberapa cerita komedi tapi sama sekali ga membantu bikin cerita jadi makin berwarna. bener, deh. tiap ada penulisan yang seharusnya bikin pembaca ketawa, aku malah kayak,"apaan sih ini?" karena ya emang ga lucu sama sekali. dan itu tadi, komedi yang ga sesuai pada tempatnya jadi bikin cerita itu aneh.
setelah semua "pembunuhan" ini, ternyata cuma perkara cinta monyet. iya tau ini cerita fiksi, tapi ini terlalu ga masuk akal. ga jelas. tokoh farah dan della keliatan jadi perundung yang ga jelas motivasinya apa, tapi bisa sejahat itu. tokoh leoni juga ga jelas. cuma perkara cowok yang dia suka ga suka sama dia, dia jadi mau ngebunuh cowok itu? ini cerita jaman sekolah, loh. kayak ... asli nih, soal cinta monyet sampe bunuh-bunuhan gini? bingung juga kenapa ayu yang diincer padahal ayu cuma ngelakuin apa yang dia bisa waktu itu (waktu leoni dikurung).
tentang aplikasi yang dikasih nyawa juga kayak ... hah ... aplikasi nih, dikasih nyawa? entahlah, terlalu di luar nalar aja buat aku. bikin merinding ngga, bikin takut ngga. mana tokoh leoni digambarin yang begitu kan, kulitnya beginilah, matanya beginilah, lehernya beginilah. deskripsi tokoh ini tuh keluar berulang kali, jadi kayak,"iya udah tau gausah diulang-ulang." karena bosen😃
yang jelas, meski di akhir cerita masih ada kelanjutan di dua buku berikutnya, aku ga akan baca. baca ini aja udah setengah hati, berharap ketemu sesuatu yang keren di akhir makanya tetep tamatin. taunya ya ... begini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Kayaknya, saking ngebetnya mau beli buku baru, aku sampai nggak nyadar ada nomor 1 di depan tulisan JanganDiklik. Nomor yang menyatakan bahwa Rahasia Ayu adalah buku pertama dari satu seri yang entah seberapa panjangnya. Nomor yang menyatakan bahwa Rahasia Ayu akan punya kelanjutannya, nggak berakhir sampai di situ aja.
Nomor yang membuatku tersadar dan bilang, "Berani-beraninya kamu beli buku dari seri yang belum lengkap?"
Dan sudah nyadar begitu pun masih tetap aja maksa baca bukunya. Aduh.
Rahasia Ayu ini menceritakan tentang kisah Ayu Rembulan yang menjadi saksi dari aksi bunuh diri yang dilakukan teman sekelasnya, Leoni. Setahun kemudian, Ayu menerima SMS berupa tautan yang secara otomatis menginstal aplikasi JanganDiklik di ponselnya. Dari aplikasi tersebut Ayu bisa membaca curahan hati Leoni sebelum dia meninggal. Namun pada saat yang bersamaan, kejadian-kejadian tragis mulai menghantui orang-orang yang memiliki keterlibatan dengan kematian Leoni. Rupanya, hantu Leoni berniat membalas dendam. Bersama dengan Rex, cowok yang suka mengganggunya tetapi anehnya mempercayai ceritanya mengenai teror Leoni, ia berupaya menyelamatkan teman-temannya dan juga dirinya sendiri.
Dibanding dengan Omen Series, Rahasia Ayu lebih condong ke genre horor, tapi tentu saja nggak kalah mengerikan dan bikin penasaran. Dan bukan Kalex kalau nggak menyelipkan jokes receh yang berhasil memecahkan tawa di tengah adegan menegangkan. Bisa dibilang, buku ini aman-aman aja kok dibaca malam-malam 😂
Alurnya lebih cepat dibanding Omen Series. Untunglah Kalex sangat piawai dalam mengaturnya, sehingga pembaca nggak dibuat ngos-ngosan saat melalap buku ini. Ketegangannya pun dibangun dengan sangat apik, ditambah dengan kemunculan-kemunculan Leoni yang tidak terduga sehingga selama membaca aku cuma bisa gemas sendiri (yap, beda dengan Omen Series yang bisa bikin pembaca ikut menebak-nebak, di sini aku cuma bisa ikut berdoa semoga Leoni gak aneh-aneh lagi).
Dear, bullies, baca novel ini. Tobatlah kalian. Kalian nggak mau kan dikejar-kejar sama Leoni?
Dan setelah buku ini selesai, rasanya hampa... Mau nangis. Berapa lama waktu yang harus kulalui sampai buku kedua terbit? 😭
Hmmm sebenernya bingung mau kasih rating berapa. Mau kasih bintang 5 karena misterinya seru banget dan bikin kepo gimana kelanjutannya, tapi sayangnya banyak yg masih kerasa mentah dan dangkal di buku ini.
Ide ceritanya bagus sih, meski penyampaiannya rada absurd dan kerasa banget "dangkal". Kalo dibandingin sama the omen atau johan series, entah kenapa rasanya jauh banget. The omen dan johan masih kerasa lebih "mateng" gitu karakter2nya. Plotnya juga lebih mencengangkan dari buku pertama.
Nah kalo di series ini, kerasa dangkal aja... Plotnya agak "kesusu", berasa kayak baca rangkaian "kebetulan" yg bertubi2 (kayak gampang banget gitu masalahnya beres?). Yang lebih bikin heran sih para anak2 terluka tapi masih powerful banget macem superhero, sedangkan orang dewasanya kayak "lemah banget". Nggak logis aja.
Hantu leoni juga rada kocak sih balas dendamnya, masih kayak bocah drama labil (meski dia labil sih, emang) 🤣😭 Pola pikirnya dia juga di aku agak susah mengerti... Tapi dipaksa kungertiin karena emang dia kan ceritanya bocah SMA labil.
Hanya saja yg nggak kalah mengganggu adalah penggambaran karakter2 di buku ini secara umum. Ada yang terlalu dangkal gitu, sedangkan ada karakter yg malah "terlalu dibuat dewasa/dramatis". Kayak agak timpang. Si della farah dkk kurang ditonjolin kejamnya, para guru penggambaran sikap bias ke muridnya kayak nggak realistis/terlalu kekanakan, rex terlalu over power, leoni juga masih kerasa datar aja gitu semasa hidup. Coba aja backstory/karakterisasi mereka dibuat lebih dalem dan intens, alih-alih terlalu ngebut fokus nunjukin keuwuan romansa rex - ayu. Berasa kayak baca naskah yang dimampet2in biar nggak "terlalu banyak ngabisin kertas". Padahal slow burn pun nggak masalah untuk cerita ini, biar feelnya makin dapet.
Tapi isu bullying yang diangkat cukup menyentil, sih. Cuma aku tetep agak kecewa karena buku pertama di series ini nggak langsung bikin kepo berat dan roller coaster kayak the omen dan johan series.
Buku ini cocok kalo kalian gabut dan mau nyari bacaan ringan. Tapi ya gitu deh, jangan berharap banyak2 🤞🏻
Di usia yang sudah menginjak dewasa muda, kukira teenlit tidak akan lagi menarik bagiku. Namun berhubung Johan Series menempati tempat spesial di hatiku (sebagai satu-satunya serial teenlit yang kubaca dan kunikmatiーmaklum, aku dulu menghindari teenlit Indonesia karena engga sreg dengan kebanyakan romansanya yang menurutku agak... dramatis hehe), aku yakin bisa percaya pada Lexie Xu untuk mengemas cerita yang enjoyable, spine-chilling, and page-turning. Alias bikin kita mau baca terus sampai habis.
Benar saja. Rahasia Ayu 'kubabat' sekali duduk (tepatnya 2 jam baca diselingin shalat!). Rasanya seperti kembali ke masa remajaku. Aku selalu suka dengan cara penulis menuangkan nuansa romantis di tengah gempuran kejadian horor dan thriller yg dialami karakternya. Manis, tidak berlebihan, tapi berhasil bikin salting pembaca 😳
Pacing cerita cepat, apa yang disampaikan juga enggak berbelit-belit sesuai dengan target audiensnya. Walaupun ada beberapa keluhan kecil seperti motif dendam Leoni yang lemah ke karakter tertentu, atau klimaks dan penyelesaiannya yang rada bikin pembaca, "Wey, daritadi kek!" (Ini dimaklumi sih, berhubung para karakter pasti takut ngambil keputusan yg salah dan malah memperparah keadaan), penulis berhasil mengeksekusi ide cerita dengan baik.
Kisah ini mengingatkan kita untuk selalu aware pada kasus perisakan yang menimpa para remaja, teguran bagi para bystander abaiーterutama orang dewasa atau yg berwenang mengadili para perisak, juga nasehat agar kita selalu jujur kepada diri sendiri dan tidak kalut oleh tekanan teman sebaya untuk bertindak buruk. Walaupun tema utamanya adalah tentang dendam dan penyesalan, penulis tidak lupa menyisipkan pengingat bahwa kita punya pilihan melepas dendam dan merangkul maaf. Membiarkan yang bukan milik kita untuk pergi dan memilih jalan bahagia yang baru.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Pesan moral dari baca Rahasia Ayu: jangan pernah bersekutu dengan hantu! Apapun alasannya. Just don't
Bermula dari iseng klik sms spam yg tiba" muncul di hp, Ayu mendadak digentayangi hantu Leoni. Bukan sembarang hantu, hantu Leoni dipenuhi amarah yg menuntut balas dendam
Orang-orang yg dikenal Ayu satu-persatu celaka karena ulah hantu penasaran yg punya kekuatan luar biasa. Dengan bantuan mantan temen satu-satunya yg ganteng tapi tukang buli, Ayu berusaha menuntaskan rententan teror yg makin mencekam saja..
....
Waah, hantu penasaran emang sesuatu. Di kisah sebelumnya, Kalex bikin cerita hantu yg no harm ke manusia. Mereka cuma bisa menghantui, tapi tidak bisa mencelakai orang. Karena hantu hidup di dunianya yg penuh hantu, malah bisa cinlok dengan sesama hantu..
Tapi, dengan kekuatan pengorbanan jiwa, satu aplikasi dapat membuat seorang hantu jadi begitu kuat dan mampu mencelakai orang yg ia harapkan ikut mati sekalian bareng dia
Ngikutin jalan pikirnya Hantu Leoni, emang bener pembaca jadi nggak ngerasa kasian sama hantunya. Awalnya kasian pas baca diary Leoni, terus lama" ngerasa di udah korslet gitu. Mungkin karena yg ada sekarang hanya dendamnya saja, jadi sisa" jiwa manusianya udah musnah
Pantes aja di film hantu, mereka seringnya jadi antagonis terutama yg menuntut balas dendam. Karena yg tersisa dari hantu itu tinggal hawa jahatnya saja. Jiwa manusianya yg baik sudah terkubur jauh bareng jasadnya yg mati
Pesan moral kedua dari buku ini: kalo suka sama orang, ya baik" aja sama orang yg disuka. Jangan malah ngebuli karena pengen diperhatiin. Kan orang yg disuka jadi takut, bahkan mau ngibrit sejauh-jauhnya...
Setahun setelah kematian Leoni, tiba-tiba Ayu mendapatkan SMS link jangandiklik.net. Dan entah mengapa oleh Ayu malah diklik. (Kalau ini aku, pasti gak bakal kuklik, soalnya zaman sekarang banyak penipuan dan pembajakan kan. Aku gak sebodoh itu ferguso)
Setelah diklik, ada aplikasi yang terinstall dihape Ayu. Di sana ada catatan harian selama Leoni hidup. Catatan harian itu dipenuhi dengan keluhan dan juga sumpah serapah Leoni untuk orang-orang yang menurutnya menyebalkan. Saat Ayu membaca sumpah serapah itu, orang yang ditulis dalam catatan harian itu mulai mati satu persatu. Saat korban selanjutnya mengarah kepada Rex tanpa ragu Ayu menolongnya. Padahal selama setahun ini dia terus-terusan dibully Rex.
Kesalahpahaman selama setahun ini akhirnya terungkap. Juga, cinta bertepuk sebelah tangan maupun kejahatan lainnya pun terungkap. Para pelaku kejahatan menerima konsekuensi dari perbuatan mereka. Ternyata itu bukan hanya sekadar bunuh diri biasa.
_
Ada kesalahan penulisan di halaman 104 yaitu Day 43 yang seharusnya Day 38.
-
Excited banget waktu liat ada buku terbaru Lexie Xu.
Berbeda dengan buku-buku sebelumnya yang dipenuhi tokoh psikopat yang kejam, di buku ini juga ada sosok mistisnya. Seramnya jadi berkali-kali lipat. Horor.
Dimulai dari sahabatan sampai musuhan karena rebutan cowok. Drama-drama kehidupan remaja yang dikemas secara dramatis penuh kebencian, pembullyan dan juga dendam berujung kematian. Kejam banget pokoknya si hantu ini.
Selain yang seram-seram kisah cinta Ayu dan Rex juga bikin aku makin betah ngikutin kisah merah di buku ini. Aku suka sekali interaksi antara Ayu dan Rex. Gemas gitu. Dan happy ending adalah favoritku. :)
AKU KIRA INI THRILLER LOH. Ternyata lebih ke horror yaaa jatohnya! Tapi ku suka deh! Karena bener2 berinteraksi langsung dengan hantu! Bukan tipikal buku yang menjadikan hati sebagai pemanis belaka, tapi di sini penulis bener2 menerjunkan langsung hantunya ke topik masalah wkwkw! Jadi bukan sekadar basi basi dah tuh hantu, gak nanggung2. . DISCLAIMER : Aku denger audiobooknya di Storytel, paling seringnya dengerin pas lagi mo bobo. Tapi pas udah ngantuk banget biasanya aku pasang timer 15 menit biar nanti bukunya berenti sendiri gitu. Biar ga bablas pas bangun2 tau2 bukunya udah selesai kan ga lucu hehe. Nah karena aku mendengarkannya pake metode seperti ini jadi ada beberapa detail yang aku miss karena yaa itu tadii ketiduran tapi pas bangun gak diulang lagii adegan yang missednya. Tapi gak mengurangii keseruan buku ini sih. Apalagi pas mendekati ending duh!! Jadi mikir ini buku kokk ga abis2 siihhh penderitaan tokoh2nya disiksa hantuuu :(( HAHAHAHA kasian tapi kocak juga tapi mengharukan juga! . Oiya btw kayaknya klo aku baca novel ini yg dari physical book gitu kayaknya hanya akan kukasi 3 bintang? Karena ini genrenya kan teen-lit ya which is dialognya kadang bikin cringe gituuu klo dibaca langsung tapiii oh tapiii karena aku dengernya via Storytel yang naratornyaaa enak bgttt parah ituuu jadi jatohnya malah kayak didongengin. Dongeng perhantuan tapiii!! 5 bintang deh buat naratornya!! . Intinya kalau kamu nyari bacaan horror yang gore dan menegangkan tapi di waktu yang bersamaan gak begitu berat aka light and 'fun' read, buku ini sepertinya cocok untuk kamu baca!
Rahasia Ayu bercerita tentang Ayu yang dibantu Rex berusaha menyelamatkan nyawa beberapa teman sekolah mereka dari aksi balas dendam Leoni, teman sekelas mereka yang meninggal tepat tahun lalu.
***
Saya sadar betul kalau novel ini punya banyak lubang di dalamnya. Mulai dari adegan dan percakapan antar tokoh yang sering membuat saya mengernyitkan dahi, detail-detail yang sering tidak konsisten, pace yang terlampau cepat, hingga pemilihan judul untuk novel ini sendiri yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan isi cerita.
Biarpun begitu, saya sangat menikmati dan puas selama membaca buku ini. Buktinya saya hanya perlu waktu dua jam untuk menyelesaikannya.
Narasi sang penulis kekuatannya. Saya selalu menyukai cara Kak Lexie bercerita di buku-bukunya. Terkesan ringan dan sangat mengikuti zaman. Celetukan-celetukan komedinya yang sering terkesan of nowhere pun tetap membuat saya tertawa.
Teror-teror yang dimunculkan dalam buku juga selalu memikat saya. Mendebarkan, membuat bulu kuduk merinding, dan banjir darah seperti buku-buku Kak Lexie pada umumnya. Setiap teror ditulis dengan sangat detail sehingga dapat mudah terbayang di otak para pembaca.
Walau semakin ke belakang terornya semakin di luar nalar dan jauh dari kesan realistis, tapi tak masalah. Sebab Kak Lexie sudah menuntaskan tugas utamanya dalam menulis cerita horor dan thriller: menebar teror ciamik dan menggunakan sang hantu tepat guna dengan menjadikan sang hantu bergerak aktif.
(sangat menantikan kelanjutan kisah Ayu dan Rex di buku Kutukan Dosa Selina)
awalnya, aku excited pas bacaa, apalagi sepenasaran ituu, tapi ada beberapa yang aku gasukaa. 1. aku baru tau, kalau hantu bisa nyentuh manusia??. bukannya gabisa yaa??. derajat kita aja, lebih tinggi dari dia, gimana caranya dia nyentuh, bahkan punya rencana buat ngebunuh kita. 2. aku agak bingung, pas lagi ada adegan tegang, malahan Rex ungkapin rasa sukanya? Lohh???, itu antara hidup dan mati.. 3. Gaada karakter yang aku sukaa, Rex hobinya ngebully, gapunya rasa bersalah, Leoni dengan ketololan, mau dibantuin malah bundir, Ayu labil bangett. 4. Judulnya Rahasia Ayu, tapi sepanjang cerita gaadaa yang menyangkut rahasia ayu. mungkin lebih cocok, Rex, Ayu dan Leoni??. 5. aku bingung, kenapa Ayu jadi sasaran dendam Leoni?? sedangkan ia punya niat buat nolong loh??. orang kalo panik, gabisa mikir?? udah untung dia mau ditolong anjir. cuma karena malu, malahan milih terjun bebas. 6. aku suka sama tulisan penulis, karena mengalir gitu ajaa. tulisannya gampang dipahami, tapi beberapa hal gabisa aku sukain. 7. Aku kaget, waktu sepupunya dengan bodohnya bunuh diri, karena orang yang ia cintai bunuh diri😭😭😭. kasiann sama orang-orang yang mau bantuin, tapi malah kena imbas gara gara dendam cinta monyetnya Leoni 😀😀😀.
This entire review has been hidden because of spoilers.
gak serem sama sekali. aku lebih duluan baca series kedua yg judulnya Ketika Sukma Terjaga, dan menurutku lebih bagus yang kedua. plot twist dan horrornya lebih dapet. aku baca buku ini sampe akhir karna mikir bakal sebagus yg kedua, tp sama sekali engga. alasan leoni neror temen-temennya ga masuk akal (kecuali della). apalagi rex. kaya yang.. cuma gara gara cinta semata bikin lo bunuh diri dan bunuh orang lain? waktu ambulance mereka kecelakaan dan setelahnya itu juga kurang masuk akal. gue ngabayangin rex ketusuk dahan pohon dan lukanya lumayan parah, dan ayu sama levan juga dalam posisi luka, tapi keren banget masih bisa survive ngelawan hantu leoni, apalagi rex. endingnya juga bukan ending yang memuaskan, lebih ke.. oh udah? gitu aja? judulnya juga kek agak ga nyambung. rahasia ayu(?) rahasia yang mana? rahasia dia suka sama rex? atau rahasia dia yg manggil rex buat nolongin leoni adalah penyebab sebenernya leoni bunuh diri? hmmm..
but overall ceritanya ga jelek jelek amat sampe bikin buku ini ga pantes dibaca. gue masih bisa menikmati ceritanya karna gaya penulisannya bagus dan simple 👍
This entire review has been hidden because of spoilers.