Mafalda bermain dengan Felipe dan Manolito.
+ Mama: Kalian pura2 jadi apa anak-anak?
- Mafalda, Felipe, Manolito: Jadi pemerintah !
+ Mama: Oke, tapi jangan bikin macem2 loh ya...
- Mafalda: Tenang aja Ma. Kami memang nggak akan bikin apa2 kok!
Mafalda dan papanya.
+ Mafalda: Pa, waktu papa kecil, papa paling suka acara TV apa?
- Papa: Waktu papa kecil belum ada TV, Mafalda.
+ Mafalda: Apaaa???
+ Mafalda: Ya ampun! kalau gitu buat apa papa jadi anak2? Kasian banget sih!
Susanita bercerita ttg cinderela kepada Mafalda dan Manolito (yg terobsesi pd bisnis + uang).
+ Susanita: Semua gadis mencoba sepatu itu, tapi kalau nggak kekecilan ya kebesaran...
+ Susanita: Terus sang pangeran yang tahu nggak ada satu gadis pun dapat memakai sepatu itu, dia...
- Manolito: Membuka cabang toko sepatu Dr Scholl !
- Manolito (lari dilempar boneka Susanita): Dasar nggak punya jiwa dagang!
Mafalda dan sup, masakan yang dibencinya.
+ Mafalda: Mama gunting apa dari koran?
- Mama: Resep
+ Mafalda: Resep masakan enak?
- Mama (sambil berlalu membawa guntingan resep): Sup ikan
+ Mafalda (histeris): KEBEBASAN PERS SIALAN !!
Felipe berbicara sendiri ttg piring terbang.
Felipe: Kalau benar piring terbang datang dari planet yang lebih maju daripada bumi...
Felipe: Nggak ada yg boleh bilang kami hidup di satu negara yg nggak maju!
Felipe: Karena ternyata... semua negara di planet ini belum maju! Aha!
Felipe (mendongak ke langit dan berteriak): TRIMS YA TELAH MENYELAMATKAN HARGA DIRI KAMI DI MATA DUNIA INTERNASIONAL!
Jari telunjuk.
+ Mafalda: Tahu nggak? ternyata takdir umat manusia bergantung sama jari kayak gini! (sambil menunjukkan jari telunjuknya pada Manolito)
+ Mafalda: Cukup tekan tombol luncur di roket nuklir, Duaaaar! Dunia meledak berkeping2!
+ Mafalda: Apa ada yang bisa melampaui kekuasaan jari semacam ini?
- Manolito: PINTU ! (sambil mengacungkan telunjuknya yang diperban)