Jiwa manusia laksana pasukan bersenjata. Yang saling mengenal di antara mereka akan bersatu. Sedangkan yang tidak saling mengenal akan bercerai-berai. (Rasulullah SAW) Bacalah demi Tuhanmu, bergeraklah demi Tuhanmu, bekerjalah demi Tuhanmu. (Abdul Halim Mahmud) Dunia pergi berlalu dan akhirat datang menyongsong. Sekarang amal tanpa perhitungan, besok perhitungan tanpa amal. (Imam Ali) Dekatilah ilmu pengetahuan modern dengan rasa hormat tetapi juga dengan sikap yang merdeka. (Iqbal)
*** Inilah surat yang pertama kali turun. Perintah untuk membaca. Lugas, terus terang dan mengandung ancaman. Terutama bagi mereka yang bersikap sewenang- wenang. Pada surat ini juga tersimpan pengetahuan mengenai proses penciptaan manusia. Maka didasarkan atas surat pertama inilah pembaca akan diajak mengalami petualangan. Terutama berkait erat dengan perintah membaca. Pintu yang bawa umat pada masa kejayaan. Di masa 'budaya' baca itulah Islam membawa dunia pada pencerahan. Ulama dan ilmuwan bersama: kehidupan terbuka, bebas dan maju. Mereka menghiasi dunia dengan banyak karya. Hanya dengan membaca kita kemudian jadi umat yang lebih maju, sempat jadi tauladan bahkan memprakarsai perubahan. Kini itu semua hanya sebuah 'kisah' dan jaci 'sejarah masa lalu'. Penulis percaya kita telah mengabaikan perintah untuk membaca. Buku ini mengantar dengan lembut, indah dan meyakinkan. Lewat surat Al Alaq: buku ini ingin membawa kita semua untuk terlibat, terjun dan menceburkan diri dalam perubahan. Percayalah buku ini akan memberi anda wawasan sekaligus keberanian untuk mengawali jejak perubahan melalui perintah pertama: Iqra' (Bacalah!)
Eko Prasetyo, seorang ayah, yang sementara ini mengontrak rumah di daerah Kotagede Yogyakarta, adalah alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII).
Karirnya dimulai sebagai guru taman kanak-kanak, kemudian editor, dan sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya di Resist Book serta PUSHAM UII. Sebagian kegiatannya dihabiskan untuk membaca, mengasuh anak, serta menonton sejumlah film.
Pernah terlibat dalam TPM (Tim Pembela Muslim) untuk advokasi beberapa kasus hukum yang menimpa Laskar Jihad. Selain itu juga terlibat menulis buku untuk penerbitan Laskar Jihad yang berjudul "Tragedi Kebun Cengkeh" (2002) bersama Ustadz Ayip Syafruddin.
Keterlibatan yang mendorongnya untuk terus berdoa, agar Islam sebagai agama menjadi kekuatan yang mampu melawan segala bentuk kesewenang-wenangan. Hingga kini ia memilih untuk mempercayai bahwa Tuhan sangat pemurah dan penyayang pada semua orang yang memiliki nyali untuk melawan penindasan.
Karyanya: Orang Miskin Dilarang Sekolah!, Orang Miskin Tanpa Subsidi, Awas: Penguasa Tipu Rakyat, Orang Kaya di Negeri Miskin, Assalamualaikum: Islam Itu Agama Perlawanan!, Inilah Presiden Radikal!, Pengumuman: Tidak Ada Sekolah Murah!, Guru: Mendidik itu Melawan!, Astaghfirullah! Islam Jangan Dijual, Jangan Tanya Mengapa: Perusahaan Rokok Untung Besar!!, Minggir! Waktunya Gerakan Muda Memimpin! Soekarno, Semaoen, & Moh. Natsir, Demokrasi Tidak untuk Rakyat!, Jadilah Intelektual Progresif!, Orang Miskin Dilarang Sakit,