What do you think?
Rate this book


256 pages, Paperback
Published August 3, 2020
"Sedih dalam bahasa apapun adalah sedih. Air mata dalam bahasa apapun adalah air mata. Bahagia dalam bahasa apapun adalah bahagia." (Halaman 246)
Tjak Merdeka meyakinkan Tinneke, musik seindah apapun tak akan berguna dimainkan di negeri yang dijajah. Musik itu kebebasan. Seharusnya mengalun di negeri yang bebas. (Halaman 233)
Sementara rindu kepada Mas Wiro ini sifatnya hidup. Organik. Dia tumbuh. Tumbuh dan berkembang. Karena dia berlaku sekarang. Berlaku hari ini. Berlaku detik ini. Bisa berubah bersama waktu. (Halaman 202)
Aku mengamalkan ilmu ikhlas. Aku menerima apapun yang menghadang di depan. Keadaan seburuk apapun akan kuikhlaskan. Tidak ada lagi sengsara yang mampu meredupkan semangatku. (Halaman 214)
Ya, Papa. Meski diperlakukan seperti binatang, aku tidak akan menyerah. Meskipun seluruh harga diri sebagai manusia dipreteli, aku tidak akan runtuh. Aku akan berdiri tegak. Aku keturunan Blumenfeld. Kami tidak merunduk untuk apapun. Untuk siapapun. (Halaman 205)