Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ajaklah Tuhan ke Tanah Jawa

Rate this book
Di tahun 1940, Rebekah Blumenfeld disebut-sebut sebagai musisi masa depan negeri Belanda. Namun, kedatangan Nazi Jerman membuat kehidupannya porak poranda. Menikah dalam semalam lalu menjanda keesokan harinya. Demi keselamatan, keluarganya berpencar. Rebekah berlayar ke Tanah Jawa bersama adiknya yang cacat, dengan sebuah biola sebagai pemberi semangat.

Kejadian-kejadian menyesakkan dada mengikuti pelariannya selama berlayar. Dari percobaan bunuh diri, kematian sang adik, hingga kehilangan biola kesayangannya. Meski sempat limbung, Rebekah memegang amanah terakhir almarhum suaminya, “Ajaklah Tuhan bersamamu, ke mana pun kamu pergi.”

Di Tanah Jawa, Rebekah membuka hati dan mencoba membangun masa depan. Sayangnya, hidup tak jua menjanjikan kedamaian. Ia bahkan terjebak di kamp konsentrasi Jepang yang tak kalah kejamnya. Rebekah merasa telah mengajak Tuhan ke tanah Jawa, tetapi akankah Tuhan menyelamatkannya dari petaka perang yang merenggut segala yang ia cinta?

256 pages, Paperback

Published August 3, 2020

16 people are currently reading
146 people want to read

About the author

Sekar Ayu Asmara

16 books35 followers
Sekar Ayu Asmara lahir di Jakarta, Indonesia. Menghabiskan masa kecil berpindah-pindah di beberapa negara mengikuti karier diplomat ayahnya. Pernah menetap di Afghanistan, Turki, dan Negeri Belanda.

Semua bidang seni yang ditekuni, dipelajari Sekar secara otodidak. Baik itu sebagai sutradara film, pelukis, produser musik, penulis skenario, maupun penulis novel.

Film pertamanya, Biola Tak Berdawai, mendapatkan anugerah The Naguib Mahfouz Prize di Cairo International Film Festival 2003. Penghargaan bergengsi ini diberikan kepada sutradara film pertama. Film ini juga dianugerahi penghargaan Best Actress untuk Ria Irawan di Asia Pacific Film Festival, Shiraz, Iran 2003. Sementara Bali International Film Festival, Indonesia 2003, menganugerahkan penghargaan Best Actor bagi Nicholas Saputra dan Best Music untuk Addie MS.

Film keduanya, Belahan Jiwa, juga memenangkan penghargaan The Best International Feature Film di ajang New York International Independent Video and Film Festival 2007.

Sekar telah menerbitkan tiga novel: Pintu Terlarang, Kembar Keempat, dan Doa Ibu. Film Biola Tak Berdawai dinovelisasikan oleh Seno Gumira Ajidarma. Sementara novel Pintu Terlarang telah diangkat menjadi film layar lebar oleh Joko Anwar.
email: xekarayu@gmail.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
21 (19%)
4 stars
50 (45%)
3 stars
36 (32%)
2 stars
2 (1%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 34 reviews
Profile Image for Riri Reads Books.
116 reviews1 follower
September 24, 2024
It's not a solid 4 but not a 3 either.

Membaca Ajaklah Tuhan ke Tanah Jawa seperti membaca (atau mendengar) dongeng sebelum tidur oleh eyang yang dalam cerita ini adalah Rebekah Blumenfeld, kisahnya ringkas dan cepat sehingga sejujurnya aku susah berempati jauh pada Rebekah, tapi hanya sebatas pada simpati akibat mimpi buruk berkepanjangan yang dia lewati :") Tabah banget Rebekah melewati semua musibah yang beneran people come and go, dan maut bener2 mengintai hidupnya banget.

Tapi aku cukup bahagia melihat titik terang dalam hidup Rebekah yang akhirnya menemukan akhir bahagia dan damai sesungguhnya. Aku suka tokoh Rebekah benar2 membawa Tuhan kemana pun ia berada, dalam himpitan apapun, despite her belief yang akhirnya berganti, ia tetap percaya akan kuasa Tuhan yang merangkulnya hingga ke Pulau Jawa dan mendapatkan ending yang sungguh melegakan hati. Aku suka.
Profile Image for Azizah.
2 reviews
September 9, 2020
Gatau kenapa selalu tertarik sama cerita yg latarnya jadul2 (ini pd 2) gitu. Ini oke sih menurut aku perjuangan si rebekah bertahan hidup, dia selalu ikhlas akan ketetapan Tuhan walaupun diterpa sedih tak kesudahan. Alhamdulillah berakhir indah
Profile Image for Finesta Biyantika.
355 reviews
February 16, 2024
Barangkali kalimat yang cocok untuk menggambarkan buku ini adalah "bersama kesulitan ada kemudahan".
Profile Image for Yuliana Martha Tresia.
66 reviews19 followers
September 18, 2022
Ajaklah Tuhan ke Tanah Jawa mengisahkan cerita Rebekah Avigail Blumenfield. Gejolak perang yang menghantam berbagai tempat di dunia, dari Eropa sampai Hindia Belanda, memaksanya berpindah-pindah dan terusir dari bahagia hidup yang tenang selama ini, merenggut begitu banyak orang yang ia cintai.

Kisah Rebekah merangkum kekejaman Nazi di Belanda, penjajahan Jepang di Hindia Belanda, sampai gejolak perang yang memutarbalikkan kondisi setelah Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom oleh sekutu, sebagai latar cerita yang dikoneksikan dengan kehidupan personal para tokoh. Mengingatkan kita bahwa di balik cerita-cerita sejarah yang brutal itu, ada istri yang kehilangan suami, ada anak yang kehilangan orang tuanya, ada calon ibu yang kehilangan janinnya, ada kerabat yang kehilangan seluruh keluarga besarnya, ada kakak yang kehilangan adiknya, ada ibu yang kehilangan anak-anak perempuannya yang dipaksa Jepang menjadi jugun ianfu.

Buku ini terdiri dari 62 bab, cukup banyak, tetapi hanya dalam 253 halaman. Saya menyukai bahwa setiap bab menuturkan cerita tidak terlalu panjang, ringkas tapi berhasil menyampaikan maksud penulis dan alur cerita, memudahkan pembaca untuk mengikuti kisah Rebekah sampai akhir.

Dalam buku ini, ada beberapa bagian yang paduan kata dan kalimat yang berkesan bagi saya :

"Sedih dalam bahasa apapun adalah sedih. Air mata dalam bahasa apapun adalah air mata. Bahagia dalam bahasa apapun adalah bahagia." (Halaman 246)


Tjak Merdeka meyakinkan Tinneke, musik seindah apapun tak akan berguna dimainkan di negeri yang dijajah. Musik itu kebebasan. Seharusnya mengalun di negeri yang bebas. (Halaman 233)


Sementara rindu kepada Mas Wiro ini sifatnya hidup. Organik. Dia tumbuh. Tumbuh dan berkembang. Karena dia berlaku sekarang. Berlaku hari ini. Berlaku detik ini. Bisa berubah bersama waktu. (Halaman 202)


Akhir kata, satu yang paling menonjol dan kentara dari buku ini adalah kuatnya daya resiliensi Rebekah sebagai perempuan, yang diceritakan dalam berbagai narasi dari sudut pandang orang pertama. Sanggup membuat saya tertegun sendiri, kehilangan kata-kata, karena setelah sekian deret "musibah" perang yang berdampak pada kehidupan personalnya, Rebekah menolak untuk patah. Meski begitu, di sepanjang cerita buku ini, dari cerita-cerita tokoh lain, penulis juga tidak lupa bersikap realistis: bahwa perang memang berat, kejam, brutal, dan kesengsaraan itu bisa meluluhlantakkan pertahanan manusia. Setiap manusia menyikapinya berbeda dan itu manusiawi. Nyatanya, daya resiliensi manusia berbeda-beda.

Aku mengamalkan ilmu ikhlas. Aku menerima apapun yang menghadang di depan. Keadaan seburuk apapun akan kuikhlaskan. Tidak ada lagi sengsara yang mampu meredupkan semangatku. (Halaman 214)


Ya, Papa. Meski diperlakukan seperti binatang, aku tidak akan menyerah. Meskipun seluruh harga diri sebagai manusia dipreteli, aku tidak akan runtuh. Aku akan berdiri tegak. Aku keturunan Blumenfeld. Kami tidak merunduk untuk apapun. Untuk siapapun. (Halaman 205)


(Oh ya, buku ini juga mengisahkan beberapa kisah tokoh yang bunuh diri. Peringatan pemicu untuk teman-teman pembaca yang mungkin masih berat membaca tema sejenis ini ya.)

Berefleksi pada judulnya, buku ini juga menitikberatkan pergumulan iman sebagai tema (meski menurut saya, tidak juga lantas disebut novel agamis). Mungkinkah iman tetap tidak menipis di tengah semakin beratnya penderitaan? Topik kematian juga dirangkul dengan erat, dengan berbagai pertanyaan yang kritis terhadap kondisi perang. Bagi saya, judul buku ini menjadi daya tarik yang unik untuk berhenti dan singgah di halaman-halaman buku ini.
Profile Image for ❦.
204 reviews6 followers
August 19, 2024
Rebekkah merupakan keturunan Yahudi Belanda non-ortodoks yg terpaksa meninggalkan negeri kelahirannya, Belanda. Ia pergi berlayar bersama ratusan warga Belanda Yahudi lainnya menjelajahi setengah belahan bumi dan berlabuh di Hindia Belanda. Kepergiannya ke Hindia Belanda disebabkan karna cengkeraman nazi Jerman di Belanda. Sebagai keturunan Yahudi, Rebekkah harus mengungsi atau ia akan dideportasi dan yg lebih parah, akan dibunuh. Rebekkah telah kehilangan seluruh anggota keluarganya selama di Rotterdam, di pelayaran menuju Hindia Belanda, dan di tanah Jawa. Namun, ia tetap tidak akan kehilangan keyakinannya kepada Tuhan. Walau cobaan hidup menghadangnya berkali-kali, ia selalu yakin bahwa Tuhan akan selalu bersama dengan dirinya, di setiap langkahnya, karena ia telah berjanji untuk selalu mengajak Tuhan kemanapun ia pergi. Ia selalu bersama dengan Tuhan selama di Rotterdam, kapal SS Victoria, bahkan di tanah Jawa.

Novel bergenre historical fiction ini cukup singkat namun dapat menjelaskan secara runut peristiwa penjajahan, baik yg terjadi di Belanda maupun Hindia Belanda. Peristiwa ketika nazi Jerman mulai mencengkeram Belanda dan banyaknya warga Belanda dengan keyakinan Yahudi terpaksa mengungsi, juga peristiwa ketika hilangnya kekuasaan Belanda atas Hindia Belanda dan kemudian digantikan oleh kekuasaan Jepang. Semua itu diceritakan secara singkat dan runut walaupun tidak ada keterangan waktu secara detail. Namun, dari cerita peristiwa-peristiwa tersebut, pembaca dapat dengan mudah memahami bagaimana alur kemerdekaan Indonesia, mulai dari penjelasan bahwa dahulu Hindia Belanda berada di bawah kekuasaan Belanda dan kemudian diselamatkan oleh Jepang, yg ternyata itu hanyalah kedok semata. Jepang memiliki tujuan lain, yaitu untuk menguasai Asia, termasuk Hindia Belanda yg pada saat itu merupakan wilayah jajahan Belanda. Bahkan pada masa Jepang berkuasa di Hindia Belanda, banyak pribumi yg mengalami kesulitan lebih parah dalam bertahan hidup, dibandingkan ketika mereka berada di bawah kekuasaan Belanda. Oleh karena itu, munculah gerakan-gerakan perlawanan terhadap kekuasaan Jepang demi memerdekakan Indonesia. Jadi, meskipun singkat dan terkesan terburu-buru, novel ini tetap jelas dan runut dalam menceritakan alur kemerdekaan Indonesia, walau tidak secara mendetail.

Hal yang kusayangi dari novel ini adalah gaya penulisan yg terkesan terburu-buru sehingga membuat aku kurang bisa berempati dengan tokoh karakter utama, Rebekkah. It's true that Rebekkah has gone through a lot but it's hard for me to empathize with her. Idk why tho, i just can't feel Rebekkah emotions... Sorry
Profile Image for insightcure.
56 reviews3 followers
December 6, 2022
"Ajaklah Tuhan bersamamu, ke mana pun kamu pergi."

Begitulah pesan terakhir mendiang suami Rebekah sebelum tewas setelah dibunuh tentara Jerman.

Rebekah adalah seorang Belanda yahudi non-ortodoks. Dia menikahi sahabatnya, Isaac, yang Yahudi ortodoks. Di samping menceritakan kondisinya sebagai seorang perempuan di tengah situasi perang, novel ini juga merekam perjalanan keimanan Rebekah hingga memeluk Islam dengan sangat menyentuh.

Hal yang kusukai dari Rebekah adalah keintimannya dengan Tuhan, penghormatannya atas cinta, dan resiliensinya menghadapi penderitaan.

Dia selalu menyertakan Tuhan di setiap perjalanan hidupnya : baik kala senang dan sedih.

Melalui Rebekah juga aku teringat pada buku Man's Searching of Meaning, bahwa keadaan psikologis mereka yang sedang menderita berat berupaya bertahan hidup melalui harapan-harapan kecil.

Tergambar dari Rebekah yang membuktikan bahwa dia membawa Tuhan kemanapun dia pergi, mampu beradaptasi di mana pun dia berada seperti nasihat mendiang ayahnya, dan menepati janjinya untuk mengalunkan biolanya setelah kematian sahabatnya.

Rebekah juga selalu mengingat nasihat mendiang mamanya, seperti :
- Hidup penuh kekerasan, laki-laki dan perempuan harus tangguh.
- Kemutlakan Tuhan meliputi kehidupan dan kematian.
- Prasangka ialah watak manusia paling keji. Prasangka bahwa suatu golongan berbeda dengan golongan lain merupakan akar semua peperangan di sepanjang peradaban manusia.
- Pentingnya mengingat jati diri dan jangan merendahkan jati diri orang lain, karena sama saja seperti merendahkan kuasa Tuhan.
- Agama dan keyakinan adalah masalah pribadi antara manusia dan Tuhan. Jangan menilai manusia dari agama yang dianut.

Ada selipan kata bijak Jawa, yang kusukai :
🌻 Natas, nitis, netes. Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan Tuhan kita kembali.
Profile Image for Vindri Prachmitasari.
Author 3 books6 followers
January 8, 2021
Gak butuh waktu lama buat menghabiskan baca buku ini. Karna sejak dulu sudah suka sama buku penulisnya. Memang sih, buku pertama yang saya baca dari penulisnya adalah 'Kembar Keempat' dan itu langsung membuat saya menyukai karya Sekar Ayu Asmara. Kembali saya membaca buku Ajaklah Tuhan Ke Tanah Jawa makin membuat saya yakin, bahwa beberapa karya-nya wajib dimasukkan ke dalam wishlist untuk dibaca berikutnya.

Sebenarnya saya tidak berharap apa-apa dari buku ini, karna minat baca fiksi saya lagi menurun, saya merasa kurang dapat 'feel'-nya untuk baca fiksi. Tapi, saya memberanikan membaca buku ini karna setting perang dunia kedua serta kondisi Indonesia di zaman itu, membuat saya memutuskan untuk mulai membacanya.

Dan saya tidak salah, kalau di tahun 2021, buku ini kembali membuat mood membaca fiksi saya kembali muncul. Memang buku ini lebih banyak narasinya ketimbang percakapannya, dan saya masih bisa menerima karna ini semacam memoar perjalanan hidup Rebekah yang selalu harus berjuang di mana pun karna menggunakan POV 1. Yang bikin menarik lagi, kondisi masyarakat serta kota Amsterdam di masa itu yang begitu detail menurut saya, ditambah beberapa informasi mengenai warga Belanda keturuan Yahudi serta agama yang mereka anut, yang membuat saya menjadi tahu bahwa ada beberapa aliran kepercayaan yang ada di kaum Yahudi tsb.

Yang pasti membaca novel ini membuat saya seolah-olah melihat sendiri kondisi yang dihasilkan dari perang itu. Di mana pun tempatnya, perang itu membuat banyak orang menderita.
Profile Image for ersa n..
32 reviews
February 25, 2024
"Ajaklah Tuhan bersama mu, ke mana pun kau pergi,"

Di mana pun kamu, apa pun keyakinan mu, ingatlah Tuhan dalam setiap langkah mu.

Novel yang berlatar belakang Perang Dunia II selalu menarik buatku karena mengandung unsur sejarah yang sangat kuat. Lagi-lagi aku bisa melihat penjajahan dari sisi lain tidak hanya dari sisi pribumi kita. Novel ini menggambarkan dengan jelas bahwa penjajahan dan segala penindasan di dalamnya membawa kesengsaraan dan kepedihan bagi setiap lakonnya.

Makhluk yang sama-sama menjadi ciptaan Tuhan bertindak ingin melebihi Tuhannya. Ingin lebih berkuasa di bumi yang menjadi ciptaan Tuhan.

Dan yang aku sempat sorot di sini bagaimana pribumi kita tetap rendah hati, santun pada kaum-kaum yang telah 'mencuri' tanah mereka selama beratus-ratus tahun. Ada nilai-nilai luhur yang masyarakat kita pegang sejak jaman dahulu yang menjadi nilai kebudayaan dan ciri khas kita. Semakin bangga rasanya menjadi rakyat Nusantara!

Dari penulisan, aku kurang menikmati karena narasi yang padat minim dialog, jadi terkesan membosankan bagi ku karena aku kurang merasakan adanya emosi. Bergerak ke tengah, semakin banyak pergulatan yang terjadi di hidup Rebekah, aku semakin bisa merasakan emosi sehingga lebih enjoy bacanya.

Yang lebih ku sayangkan dari novel ini adalah semua plot twist-nya terlalu mendramatisasi, seperti saat Rebekah hamil anak Isaac dan Mas Wiro yang ternyata masih hidup. But still a good story, banyak nilai-nilai terutama nilai keagamaan yang bisa diambil!
Profile Image for Nis.
16 reviews
June 15, 2022
Historial fiction dengan perspektif baru.

Seperti sangat alami, perjalanan Rebekah dari seorang Belanda dari keturunan Yahudi non-ortodoks hingga memeluk Islam sangat menyentuh.

Dengan latar belakang perang dunia kedua, penulis berhasil menggambarkan keadaan di mana ketika Nazi berkuasa, juga masa seumur jagung Jepang. Buku yang cukup menarik karena ini dari sudut pandang seorang Belanda, di mana itu adalah bangsa yang menjajah—yang digambarkan dengan sudut pandang lain, Belanda pun mengalami penjajahan juga, mengalami peperangan juga.

“Apakah betul pencipta manusia hanya untuk saling menundukkan?

Apakah betul tujuan hidup manusia hanya untuk berebut kekuasaan?

Bagaimana peranan iman, yang seharusnya membatasi tindak-tanduk manusia?” — hal. 201

Kutipan tiga pertanyaan di atas adalah ketidakberdayaan Rebekah, seorang korban perang yang mempertanyakan untuk apa tujuan perang dilakukan. Banyak kerugian, banyak dosa, banyak korban, banyak kehilangan. Sebuah sudut pandang tentang apa arti perang bagi seorang yang bangsanya juga menjajah.

Menurut saya alur novel ini tidak terlalu cepat, juga tidak terlalu lambat. Penggambaran tokoh Rebekah juga tokoh pendukung lainnya juga terasa pas, tidak berlebihan. Semua tokoh punya peranannya masing-masing.

Untuk keempat kalinya, saya salut dengan Sekar Ayu Asmara.

(Saya membaca buku ini di aplikasi iPusnas)
Profile Image for Billie.
174 reviews6 followers
January 16, 2024
Buku ini tentang perjalanan hidup Rebekah Avigail Blumenfield, pada masa Perang Dunia II. Di masa itu banyak terjadi gejolak perang di berbagai belahan dunia, salah satunya di Belanda tempat di mana Rebekah dan keluarganya tinggal.

Buku ini memperlihatkan bagaimana kekejaman Nazi di eropa pada masa PD II. Tokoh utama kita Rebekah merupakan keturunan Yahudi yang tinggal di Belanda, terpaksa harus mengungsi sejak tentara Nazi berhasil menguasai Belanda. Di sinilah titik awal perjalanan Rebekah ke tanah Jawa.

Aku pribadi suka dengan cerita-cerita tentang. Ketika kita membaca sejarah, kita melihat sudut pandang hitam dan putih. Sedangkan dalam buku yang seperti ini, kita melihat banyak sekali sudut pandang dan titik abu-abu di sebuah cerita perang yang terjadi.

Namun, dengan materi yang cukup bagus, buku ini tidak berhasil membuatku peduli dan bersimpati secara dalam kepada karakter utama dalam cerita. Padahal buku sudah terdiri dari 62 bab tapi bagiku plot dalam cerita berjalan terlalu terburu-buru. Kesialan demi kesialan hanya berlalu tanpa membiarkan pembaca mencerna dan bersimpati pada karakter protagonisnya. Bahkan plot romansanya juga terkesan terlalu dieksekusi terburu-buru. Sehingga terlalu banyak yang terjadi namun tidak berhasil menggugah perasaanku sebagai pembaca.

Mungkin buku ini akan cocok dibaca oleh pembaca yg lebih suka melihat plot di dalam cerita daripada pembaca sepertiku yang lebih suka character driven story.
Profile Image for Firza Aliya.
18 reviews
January 27, 2023
Buku yang nyaman saya baca setiap pagi di sela perjalanan menuju kantor.

Menarik karena tokoh utamanya adalah seorang yahudi, yang mana saya hampir belum pernah menemukannya di buku lain. Hampir mau kasih 5 bintang, tapi saya rasa 4 bintang mungkin sudah cukup. Di luar ketertarikan saya dengan buku ini, saya menyayangkan ceritanya yang hanya berdasarkan sudut pandang tokoh utama saja. Tokoh pendukung kurang digali, dan semisal ada bagian yang menceritakan sudut pandang mereka pasti akan lebih menarik lagi. Terutama Mas Wiro yang saya ingin sekali lihat cerita dari sisi dirinya.
Selain itu, alurnya terasa cepeeet banget, atau malah dipaksa untuk dipercepat. Jadi ketika lagi menikmati suatu part, saya berharap part tersebut masih dibahas dan dilanjutkan. Tapi ternyata cerita sudah berpindah ke part lain.

Bagaimanapun juga, saya tetap merekomendasikan buku ini untuk dibaca siapapun yang menyukai fiksi sejarah dengan cerita roman. Saya menemukan buku ini ketika sedang cari-cari buku di website Gramedia, dan ga nyesel udah baca buku ini. Harapannya sih bisa lebih banyak dibahas sama orang lain :D
Profile Image for Dennisa .
160 reviews
October 18, 2023
Novel hisfic Berlatar waktu perang dunia kedua serta berlokasi di Belanda dan di pulau Jawa.
Gejolak perang yang terjadi di berbagai tempat di dunia, dari Eropa sampai Hindia Belanda.

Perjalanan panjang Rebekah berjuang untuk menemukan kedamaian hidup.
Kehilangan demi kehilangan dan penderitaan yang datang bertubi-tubi tapi dia selalu ikhlas akan ketetapan Tuhan.


❝Bahwa kepedihan akan luntur bukan dengan bergulirnya waktu. Bukan juga dengan kiriman ribuan doa. Melainkan dengan sikap menerima dan mengikhlaskan kematian itu sendiri.❞—hlm. 27

❝Sepandai-pandainya manusia, dia tetaplah bodoh dalam soal jodoh.❞—hlm. 100

❝Tidak ada bahagia yang abadi. Tidak ada pula derita yang bahagia. Dua²nya punya awal. Dua²nya punya akhir.❞ —hlm. 106

❝Tidak ada kehilangan yang sia², karena setiap kehilangan akan melahirkan sesuatu hal baru.❞ — hlm. 128

❝Aku mengamalkan ilmu ikhlas. Aku menerima apapun yang menghadang di depan. Keadaan seburuk apapun akan kuikhlaskan. Tidak ada lagi sengsara yang mampu meredupkan semangatku.❞ —hlm. 214

❝Sedih dalam bahasa apapun adalah sedih. Air mata dalam bahasa apapun adalah air mata. Bahagia dalam bahasa apapun adalah bahagia.❞ —hlm 246
Profile Image for Matchanillaaa.
96 reviews1 follower
February 7, 2026
Gokiiil bangeet. Buku ini menceritakan kekejaman Nazi dalam membantai kaum Yahudi. Ketakutan, keresahan, kesengsaraan yang dirasakan Rebekah sejak awal dibukanya cerita ini sanggup membuat aku meneteskan air mata. Nyatanya, negara yang pernah menguasai Indonesia selama ratusan tahun juga pernah mengalami kekejian yang lebih berat.

Yang lebih mirisnya lagi, saat mengikuti perjalanan Rebekah berlayar dari Belanda ke Hindia Belanda dengan harapan hidup aman dan damai nyatanya tidak berhenti sampai di situ saja. Sesampainya Rebekah di Tanah Jawa, Rebekah dihadapkan oleh kekejaman lain. Rebekah kembali merasakan ketakutan saat Hindia Belanda didatangi penjajah jepang. Kekejaman yang sama biadabnya dengan Nazi, membangkitkan kembali rasa trauma Rebekah. Rasa kehilangan yang terus berulang tak berujung turut membuat aku ikut hopeless. Apalagi Rebecca turut menjadi tahanan jepang.

Buku ini juga mengulas sedikit peristiwa bom Hiroshima dan Nagasaki. Juga memuat sekilas hubungan antara pribumi dan bangsa eropa. Satu lagi, karena membawa nama Tuhan dalam judul besar buku ini, perjalanan Rebekah juga membawa nilai keimanan, keyakinan dan rasa syukur.
Profile Image for Umiiild.
12 reviews1 follower
August 31, 2023
Ajaklah Tuhan Ke Tanah Jawa
ㅤ Oleh: Sekar Ayu Asmara
🏷️ :PT. Gramedia Pustaka Utama
📃 : 256 Halaman
🔎 : Ipusnas
4,5/5. Sangat direkomendasikan!

"apakah betul terciptanya manusia hanya untuk saling menundukkan?" Hal. 201

⭐Buku ini berlatar belakang pada zaman perang dunia ke II, dimana tokoh utamanya Rebekah, mengalami berbagai macam ujian hidup akibat perang.
Dalam perjalanan panjang Rebekah, aku sebagai pembaca seolah ikut merasakan perasaan sakit, pasrah dan kosong dari Rebekah. Penulis berhasil membangun karakter sempurna dan detail yang sangat rinci.
⭐Buku ini berisi tentang perasaan ikhlas dan pasrah seorang Rebekah yang tidak henti menaruh keyakinannya kepada Tuhan yang ia bawa hingga ke tanah Jawa.
⭐Buku ini juga menggambarkan bagaimana manusia bisa bertindak lebih dari Tuhan, ya, lebih rakus, lebih merasa tinggi dan merasa punya hak untuk mengkotak-kotakkan manusia lainnya.
⭐Buku ini penuh dengan kisah sedih dan tragis, sehingga bagi kalian yang sedang mengalami hidup yang bergejolak, saya sarankan untuk jangan dulu membaca buku ini.
Profile Image for Fhia.
505 reviews18 followers
February 29, 2024
Termasuk genre historical fiction yang memiliki unsur romansa yang kuat. Bermula dari peristiwa holocaust yang berujung pada perjuangan kemerdekaan Indonesia, dikisahkan melalui sudut pandang Rebekah, seorang gadis muda Belanda keturunan Yahudi non-ortodoks yang kemudian 'berlabuh' di Hindia Belanda (Pulau Jawa). Tragedi demi tragedi menimpa Rebekah sampai aku mengira novel singkat ini bernuansa suram.
Alur yang cepat hingga terkesan buru-buru dan bab per bab yang dikemas hanya beberapa halaman membuatku tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya. Sayangnya, latar kehidupan semasa perang dinarasikan dengan minim dialog sehingga menjadi sulit untuk dinikmati. Ditambah lagi suasana kebatinanku yang tidak tertarik dengan penokohan Rebekah dan bagaimana dia membangun hubungan dengan Tuhannya. Pandangan subjektifku, buku ini hanya untuk dibaca sepintas lalu dan sekedar tau ceritanya saja. Untung saja happy ending.
Profile Image for Adhima Ratnaningtyas.
489 reviews3 followers
January 8, 2021
sebuah pandangan baru tentang penjajahan. diambil dari sudut pandang seorang Belanda dari sejak Nazi menduduki Belanda hingga ia pergi ke Tanah Jawa. Rebekah sebagai narator dalam cerita ini nasibnya begitu sial yang tiap dia bernapas saja seolah musibah menyertainya. sayangnya, semua kejadian sial itu tidak mampu membuatku bersimpati kepadanya. cara penulisannya begitu biasa saja bahkan terkesan kaku hingga di beberapa bagian seperti membaca esai daripada novel karena begitu banyak informasi yang coba disampaikan tetapi juga berusaha agar semua informasi itu masuk dalam satu paragraf saja. kemistri yang datar antara Rebekah dan semua tokoh yang ditemuinya untung saja terselamatkan pada paruh akhir ceritanya. meskipun begitu, cerita yang ingin disampaikan menurutku cukup tersampaikan dalam ukuran halaman yang tidak seberapa ini. masih patut dicoba.
Profile Image for Nad.
105 reviews2 followers
June 11, 2022
Aku kasih 3,8 bintang untuk buku ini.
Terima kasih atas petualangannya, Rebekah.

Sejak awal kisah tentang Rebekah memang penuh pemderitaan. Tragis memang, karena ia harus kehilangan orang-orang penting di hidupnya. Tapi sayangnya, aku tidak bisa merasakan kesedihan yang mendalam itu. Mungkin karena penggambaran perasaan yang terlalu singkat kali, ya?

Di beberapa bagian memang informatif sekali. Contohnya, penjelasan makna dari motif batik saat Bekky berkunjung ke Surakarta. Belum lagi tentang dunia musik yang amat dicintai Bekky.

Tapi, selama membaca aku sungguh menikmati. Kembali menjelajah era penjajahan lewat sudut pandang Bekky~
Profile Image for Rikini Hayu.
67 reviews
June 8, 2023
Buku ini bagus. Cerita yang disampaikannya mengalir dengan cepat tanpa bertele-tele, dan pesan yang disampaikannya tegas: Untuk selalu melibatkan Tuhan dalam apapun yang terjadi di setiap sendi kehidupan kita.

Ide dari buku ini juga menarik, dimana mengambil latar cerita keadaan perang dunia kedua dari sudut pandang orang Belanda. Menyaksikan Rebekah menjalani turbulensi kehidupan yang pedih hingga menghantarkannya memeluk Islam dan menjadi penduduk pribumi di Jawa.

Meski cerita kesedihan dan penderitaan Rebekah tidak terlalu terasa karena gaya cerita naratif dan alur waktu yang cepat, tapi buku ini tetap menarik untuk dinikmati. Terlebih bagi yang suka dengan latar belakang sejarah.
Profile Image for Sarah Reza.
238 reviews4 followers
July 15, 2023
Salah satu historical fiction yang saya baca di tahun ini. Hal yang saya sukai adalah bagaimana perjalanan hidup Rebekah yang bisa dibilang tragis. Juga, bagaimana perjalanan spiritualnya yang tadinya seorang Yahudi Non-ortodok menjadi seorang Muslim. Perjalanan cintanya juga menyedihkan. Sedikit ada plot twist yang membuat saya kaget. Sayangnya, saya sempat tidak menikmati ceritanya sampai halaman 80an. Alurnya sedikit lambat dan sedikit membosankan karena ada beberapa repetitif. Jadinya, saya tidak begitu merasakan kesedihan yang dialami oleh Rebekah. Baru setelah kematian Isaac, saya bisa perlahan2 menikmati ceritanya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for bookofmyne.
12 reviews
May 5, 2024
I really love this book. Beneran suka bgt bagaimana buku ini dibuat dengan banyak bab yang ringkas dan mudah dicerna. Rebekah deserves a 'happily ever after' life. Ikhlasnya Rebekah bener-bener mengingatkan kita bahwa apapun yang terjadi pasti ada hikmahnya.

“Tiada yang bisa menebak rencana yang telah Tuhan siapkan untuk setiap umat-Nya. Jangan stres. Jangan galau. Jangan bingung. Hargai saja setiap misteri kehidupan. Dan jangan lupa menikmatinya, ketika misteri itu pada akhirnya terungkap.”

Thank u, Kak Sekar Ayu Asrama untuk cerita yang amat sangat luar biasa ini. Ditunggu karya-karya selanjutnya. Salam hangat. ✨
Profile Image for wawa kies.
6 reviews
February 20, 2023
banyak, banyak pelajaran yang bisa diambil dari sini. ceritanya ngalir terus, nasib Rebekah benar benar hancur setelah Nazi masuk Belanda. namun, yang ga aku duga saat Rebekah memutuskan untuk masuk Islam, dengan penuh pertimbangan. favorit banget saat mereka, menikah. Rebeka dan mas Wiro. semoga sakinah mawadah warohmah ya. ikut seneng. pesan yang paling menonjol adalah libatkan tuhan dalam keadaan apapun, dimana pun dan kapan pun. jangan sampai lepas. itu salah satu kekuatan rebekah bisa bertahan dari berbabagi cobaan yang menimpanya.

Hisfic yang bakal aku rekomendasiin ke siapapun.
Profile Image for ginevieve.
35 reviews
October 17, 2024
Sebuah kisah menyentuh tentang ketabahan, keikhlasan, dan kehilangan. Perjalanan hidup Rebekah yang penuh lika-liku, mulai dari pendudukan Jerman di Belanda, kematian orang-orang yang disayanginya, hingga pelariannya ke Tanah Jawa, berhasil dilalui dengan percaya bahwa Tuhan selalu ada di sisinya. Bahwa Tuhan tak akan meninggalkannya.

"Tuhan mendengar setiap doa manusia, seberapapun sederhananya."

Buku ini dituliskan dengan lugas, jadi walaupun dialognya lebih sedikit dibanding narasinya, buatku ga ada rasa bosan waktu membacanya. Terima kasih untuk buku historical-fiction yang indah ini♡
Profile Image for rere ୨୧.
24 reviews
January 20, 2026
rebekah’s story unfolds during ww2 and the netherlands–japan war in indonesia. aku suka banget gaya penulisannya, and from this book, aku belajar banyak hal.. sejarah, sudut pandang perang, dan surprisingly banyak kosakata belanda yang baru aku tahu. reading this made me think, maybe learning dutch wouldn’t be so bad after all ;D

rebekah truly deserves a happily ever after. i genuinely love how simple yet powerful each chapter feels. rebekah’s acceptance reminds us that life always has meaning, even in pain ♥︎
Profile Image for Shafira Indika.
303 reviews240 followers
February 4, 2021
3,75/5⭐️

Alurnya menarik meskipun di bbrp part agak terlalu cepat jd kyk kurang dapet ajaa feel-nya. Tapi utk penjelasan latar oke bangett serasa berada di era tersebut. Ide ceritanya juga bagus & mnrtku ini kyk sudut pandang lain dari penjajahan. Dari bbrp buku yg prnh aku baca kebanyakan lbh mengangkat dari sisi perjuangannya sedangkan buku inj tuh kyk mengangkat kehidupan masyarakat biasa yg kehilangan byk hal akibat perang & shows how she goes through it jadinya semakin menarik.
Profile Image for Adelia Ramadhani.
4 reviews
October 21, 2021
Tertarik baca buku ini karena emang suka sama buku-buku berlatar jaman dulu. Buku yang mengisahkan kehidupan seorang wanita Belanda yang hidupnya penuh ujian berat. Sampe-sampe aku berpikir yaampun berat banget sih ujian hidupnya. Bener-bener dari awal sampe akhir ada aja kejadian yang menyakitkan.

Buku ini menceritakan sisi lain dari penjajahan. Banyak pesan dan kutipan-kutipan bagus di buku ini
Profile Image for myutokki ✶꩜ .ᐟ.
85 reviews12 followers
March 22, 2024
my score for this book: 4.6/5 (almoooost 5)

the story was about Rebekah and her struggles. the setting was about World War II until Netherland-Japan war in Indonesia.

from this book, i got many manyyyy new words in Dutch, history about WW II, a pov about war in my country back then (eventho i knew if this book was a finction, but yet still cool tho?????)

at first, i wanna stop reading this book until i found that her first husband died :(
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Valentines Risma.
70 reviews8 followers
November 20, 2020
+ Deskripsi perjalanan hidup dan penderitaan Rebekah yang bagus banget, bikin merinding
+ Penjelasan tentang latar tempat dan waktu
+ Berhasil memberikan dinamika emosi bagi pembaca
- Tokoh sampingan terlalu banyak

Favorite character: Soegeng Hiro, entah kenapa bapak ini sepertinya lovely dan baik sekali, ya.
Profile Image for kanyaah &#x1f390;.
36 reviews
December 15, 2025
"Bahwa kepedihan akan luntur bukan dengan bergulirnya waktu. Bukan juga dengan kiriman ribuan doa. Melainkan dengan sikap menerima dan mengikhlaskan kematian itu sendiri."

awalnya terkesan maksa. tiba tiba nikah, tiba tiba mati, tiba tiba hamil, tiba tiba keguguran. tapi di akhir cukup menyenangkan buat dibaca sih jadi oke, ⭐️ 3/5.
Profile Image for alyadhiya.
40 reviews
December 30, 2021
Bagus bukunya. Disini kita akan mengikuti kisah seorang gadis kelahiran Belanda yang kehidupannya berubah akibat perang dunia pertama. Rebekah mengajarkan aku tentang pentingnya bertahan tak peduli betapa kerasnya cobaan hidup menerpa, karena rencana Tuhan selalu lebih indah. Aku suka endingnya.
Profile Image for Wahyu Awaludin.
365 reviews10 followers
August 3, 2020
Perkenalan menarik soal kolonialisme Dan perjuangan Rebekah untuk bertahan hidup
Displaying 1 - 30 of 34 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.