Kana merasa nasib sialnya dimulai dari gerbang Mohabbatein, gerbang pemisah area khusus cowok dan cewek di sekolah. Di gerbang itulah pertama kalinya dia bertemu Mayer, cowok populer yang mendedikasikan diri untuk menjadi penguntitnya. Seharusnya Kana senang, tapi dia malah berang. Pasalnya, dia sengaja masuk sekolah khusus cewek supaya nggak berurusan dengan cowok.
Sekarang, dia harus menghadapi Mayer di mana pun berada. Seolah itu belum cukup, Mayer bahkan sengaja memancing kemarahan fansnya dengan terang-terangan mengungkapkan rasa sukanya pada Kana. Berkat ulah Mayer, Kana sukses jadi public enemy. Sekilas, kisah Kana mirip cerita negeri dongeng. Sayangnya, Mayer bukan datang sebagai pangeran, melainkan sosok lain yang bisa mengubah hidup Kana. Kira-kira, siapa sebenarnya di balik karakter cowok populer dan sinting ini?
Waktu selesaiin buku ini tuh saya bingung mau suka atau enggak karna terlalu banyak hal yang masih ngegantung sampai buku ini tamat.
Mungkin karna ada beberapa konflik di sini kali ya jadi fokusnya kemana-mana. Buat konflik keluarganya penyelesaiannya udah oke, tapi buat konflik diskriminasi di sekolahnya Kana dan soal aksi balas dendam Mayer itu masih abu-abu. Contohnya waktu dia bilang kalo yang nulis surat di bawah meja itu dia biar Kana kena bully tapi nggak dijelasin gimana dia bersekongkol sama Tasya. Konflik di buku ini yang paling stabil ya cuma konflik keluarganya deh kayaknya, karna buat konflik di sekolah kayak terlalu cepet, yang ini belum dijelasin tiba-tiba halaman berikutnya udah bahas yang beda lagi.
Terus buat karakter Kana, saya di awal dan pertengahan buku padahal lumayan suka sama sikap dia yang tegas dan berani, tapi makin ke akhir karakter dia jadi melenceng gitu, dia kayak bukan Kana yang sepanjang buku ini ceritain. Mungkin emang karna urusan Mayer dan keluarganya cuma ya aneh aja jadi out of character gitu.
Lalu buat Mayer, saya sebenernya bingung sama sifatnya dia, karna tiap saat beda dan saya bener-bener rolling eyes waktu aksi permintaan maaf dia yang juga ga bisa disebut tulus karna jatohnya maksa orang buat maafin dia.
Dan yang tambah saya kesel, ending-nya kenapa gitu astaga. Menurut saya ya, mereka tuh masih sama-sama nggak stabil dan bener kata Mayer di awal, yang ada malah jadi saling nyakitin makanya pas mereka bareng-bareng lagi rasanya saya mau banting bukunya karna maksa banget. Mungkin ya mungkin, kalo di epilog tiba-tiba lima tahun kemudian dan mereka udah sama-sama jadi versi terbaik mereka sih gapapa ya, tapi ini enggak.
Terus saya mau bahas suasana sekolahnya, emang berasa menurut saya, cuma buat temen-temen Kana tuh masih kurang kuat aja karakternya, malah yang paling saya inget cuma nyinyiran satu sekolah yang kayak penonton bayaran di novel ini karna tiap ada konflik selalu komen dan selalu rame orang-orang pada live report. Nggak tau ya, mungkin saya aja yang kurang relate sama suasana sekolah yang gini.
Yang bikin saya termotivasi buat nyelesaiin buku ini adalah karna tulisan penulis yang bagus diksinya dan konflik keluarga Kana. Sayang aja, padahal buku ini berpotensi bagus banget kalo eksekusinya lebih baik lagi. Tapi saya tetep nunggu karya penulis karna saya suka gaya penceritaannya!
Karya pertama Kak Aya yang aku baca dan kesannya agak lain. Trope from stanger to friend to lover begini bukan yang terlarang buatku, tapi emosinya sama sekali nggak dapat. Alurnya memang nggak slow burn, tapi saking cepatnya malah banyak lubang.
Bukunya sendiri bercerita Kanayara kehilangan lanyard berisi kartu-kartu penting beserta bisnisnya setelah tak sengaja menjatuhkannya sewaktu melewati deretan kelas di gedung Kamajaya, gedung khusus untuk putra. Awalnya dia santai, tapi khawatir sama "bisnis" yang ada di lanyard itu bisa kesebar dan kerahasiaannya terbongkar. Lalu sebuah surat muncul di laci mejanya. Orang tersebut lah yang menemukan lanyard miliknya dan tidak berniat mengembalikannya dengan segera.
Oke, pertama, aku suka banget sama konsep sekolah yang kepisah kayak gini dan ada peraturan "melewati pagar adalah kejahatan berat" (ini sewaktu jam sekolah). Kedua, Kana punya sifat yang aku suka dari karaktwr fiksi, cuek dan nggak jaim. Harusnya aku suka dia sampai akhir, tapi no, aku lebih pilih Mayer. Walaupun dia ini kayak bunglon sometimes, tapi kelihatan stabil. Ketiga, I thought, emosi yang nggak sampai--dan asli saking cepatnya alur serasa dikocok-kocok, hasilnya jadi random--karena cara menulisnya kurang smooth. Hal yang sangat disayangkan padahal potensinya bagus banget, hiks.
Keempat, banyak hole, salah satunya karakter Kara yang dinilai terlalu berfluktuasi. Aku nggak tau ada pembatasan atau enggak sewaktu bikin naskah ini, tapi dalam jangka waktu singkat mendadak Kana bergantung ke Mayer tuh, wow, kok iso? Kelima, banyak kesalahan teknis (hal kedua yang sangat disayangkan). Bagian konflik dan penyelesaian itu aku hampir nangis, tapi nggak jadi karena selalu ada salah teknis dan merasa "bagian ini nggak seharusnya begini", terus endingnya nggak jadi sedih, hiks (2).
Walaupun kesan pertama nggak begitu berkesan, tapi aku nggak akan kapok baca buku-buku Kak Aya yang lain, hehe.
3.5 ⭐️ Cara berceritanya oke, lucu, manis, nyesek dapat semua. Tema diangkat juga oke. Aku suka bagian menjelang akhir yg diceritakan bagaimana Kana dan Mayer bisa dekat. Tapi ada yang mengganggu waktu Kana kejar papanya tau-tau sampai dirumah sakit 😣. Boleh dibaca nambah-nambah wawasan 😊.
Sebenernya 2 buat jalan ceritanya, dan 1 buat kebar-baran Kana terhadap Tasya.
Sumpah, saya itu benci banget kalau novel ada pelakornya, mau bentuknya kaya apa tetep aja benci. Dan saya sebel setengah mati karena Kana harus berakhir dengan Mayer!! Why?? Mau belajar memaafkan kek, sama-sama salah kek, bodo teuing! Intinya Mayer anak pelakor keluarganya. Dan Kana malah cinta sama anak pelakornya. Bodoh emang si Kana tuh! Arghhh, rasanya pengin ngeluarin kata-kata mutiara dengan hewan sekebon!
Failure Tale, novel ke-2 karya Aya Widjaja yang saya baca setelah Monster Minister. Bercerita tentang Kana, seorang siswi di SMA Kama yang menjual jasa surat-menyurat karena di SMA tersebut antara laki-laki dan perempuan dipisah dan tidak diperbolehkan adanya handphone. Sekolah tersebut memiliki asrama khusus untuk laki-laki yang bernama Kamajaya dan perempuan yang bernama Kamaratih yang menjadikan komunikasi lawan jenis semakin sulit. Disisi lain ada Mayer, siswa dari kamajaya yang tiba-tiba saja mengejar Kana. Mayer adalah cowok tampan dan cukup menjadi idola di SMA Kama. Dia adalah gebetan Tasya, si anak kepala sekolah. Kedekatan Mayer dan Kanapun menjadi gunjingan di sekolah, apalagi Mayer begitu perhatian terhadap Kana. Namun ternyata itu adalah cara balas dendam Mayer terhadap Kana. Ia membalaskan dendam ibunya untuk menjadikan Kana bahan bully. Apakah Kana sanggup menghadapi semuanya? Terlebih ternyata Tasya juga ikut andil dalam usaha Mayer untuk membuat Kana jatuh.
Sebel. Satu kata untuk menggambarkan cerita ini. Iyahh aku sebel karena Kana harus sama Mayer! Setelah disakiti berkali-kali, dihancurkan keluarganya oleh orang tua cowok itu, Kana masihhhh aja mengharapkan Mayer!
Padahal saya suka banget sama sikap bar-bar Kana terhadap Tasnya dan murid-murid lain. Tapi kenapa kalau sudah berhadapan dengan Mayer dia jadi lembek banget?
Novel ini masih banyak plot holenya kaya gimana akhir dari tawuran yang tiba-tiba itu. Penyebabnya apa, pelakunya siapa aja nggak jelas. Nggak ada kevalidasian kalau yang menyebabkan tawuran itu siswa yang ribut sama Mayer kan?
Terus Mayer kemana waktu dia nggak masuk sekolah? Ngurusin ibunya doang kah?
Waktu di skors dan disuruh dateng orang tuanya ke sekolah, siapakan yang akhirnya dateng? Bukanya mamanya di rumah sakit?
Apalagi endingnya. Udah bukan hole itu mah, canyon! Saya nggak suka eksekusinya yang terlalu cepat. Apaan sih tiba-tiba udah mesra-mesraan aja!
Selain plot hole, menurut saya juga ada beberapa hal yang nggak penting buat dikasih tau. Kaya asrama. Buat apa juga dikasih tau ada asrama bla bla bla kalau nggak jelas fungsinya buat apa. Kana sama Mayer aja nggak tinggal diasrama gitu lohh. Asrama cuma digambarkan sebagai tempat numpang tidur Kana doang. Nggak ada "sesuatu" diasrama itu yang membantu menambah isi cerita.
Terus waktu Bian dan Dave bilang mau bantu Kana urus Mayer. Bantu apaan coba? Nggak ada bantu apa-apa sampai tampat. Jadi ya buat apa juga ditulis.
Overall saya nggak suka Mayer. Sedari awal aja dia udah manipulatif dan seenaknya sendiri. Saya suka Kana pas awal-awal aja. Waktu dia bar-bar. Menuju akhir cerita, dia makin lembek dan cengeng.
Satu hal yang saya suka dari novel ini adalah penggambaran sekolahnya yang dipisah karena dulu sekolah saya juga 100% mirip sekolah Kana. Saya sekolah di sekolah kejuruan yang hampir keseluruhan muridnya adalah perempuan. Sedangkan tepat disebelah gedung sekolah kami adalah sekolah kejuruan yang muridnya 99% laki-laki. Gerbang mohabattein di sekolah saya adalah gerbang dekat perpus. Tempat para siswa biasanya ketemuan wkwk.
Actual rating: 3.5 Pembulatan ke atas karena aku sayang Kana. Pengen peluk rasanya :") dan tentu saja karena aku suka diksi Kak Aya.
Oke, galau aku. Nangis banget gara-gara drama keluarga Kana. Sebal sama Mayer, jomplang kalau dibandingin sama Rigel jadi jangan ya, ingat Mayer juga korban. Terus FRUSTRASI BANGET sama teknis woiii, demi sejuta cowok ganteng kenapa sih ini tabrak lari. Soal partikel -pun, awalan di-, kemudian kata-kata yang tidak sesuai KBBI 😂😂😂 kalau di dialog nggak apa-apa deh, sah mau nulis gimana juga, tapi narasi? Aduh, pening.
Intinya, aku merasa buku ini berpotensi lebih. Asal diedit dengan cermat. Karena aku tahu kemampuan Kak Aya lebih dari ini. Sudah, gitu aja. Sekian.
Kalian yang mau baca, segerakan ya. Ini bagus. Aku terganggu sama hal-hal yang mungkin menurut kalian sepele. Jadi, monggo bawa pulang Kana (bukan Mayer, aku sayangnya sama Kana wkwkwk)
Engga enjoy sama sekali bacanya. Orang ke-3 tetap aja orang ke-3 dan itu SALAH mau dipandang dari sudut manapun, bahkan meskipun perselingkuhan itu atas persetujuan kedua belah pihak, tapi manusia diberi akal pikiran buat berpikir dan memutuskan toh? Dan di buku ini seolah-olah kasih something provoking korban yg diselingkuhi malah jadi tersangkanya (?) Ilfeel berat sama Mayer, can't stand with him at all!
Gaya bahasanya bawaanya asik dibaca. Kocak. Aku juga suka dengar karakter Kana. Karakter cewek kayak dia keren sih menurut aku. Kalau Mayer, yaa layaknya penggambaran most wanted boy, cuman dia agak lebih 'nekat' dan sulit dibaca karakternya.
Aku suka dengan penggambaran sekolah asrama-nya. Pemilihan kata dan pembahasannya bikin aku kembali ke bangku SMA. Astaga, kapan terakhir kali aku baca/dengar kata preparat? 😂
Karakternya Kana ini juga lucu banget, walaupun aku rada bingung dengan sikapnya di sepertiga buku terakhir. Tapi aku nggak suka karakter Mayer. Bukannya nggak suka, tapi lebih ke nggak nangkep gitu. Ibaratnya, Mayer ini ditarik ke segala penjuru mata angin. Bingung. Kadang dia terlihat keren, lucu, dan menggemaskan. Tapi seringkali dia cuma kayak anak egois yang nggak peduli siapa terluka asal bisa dapetin yang dia mau, lalu sibuk membuat excuse setelah itu. Terutama di bagian dia minta maaf itu, sorry Mayer, itu nggak sweet tapi, bener kata Kana, lebih mirip bullying di mataku. Anyway, pertanyaanku terjawab. Mayer maunya dipanggil lengkap "Mayer" nggak "May", nggak "Yer", apalagi "Er".
Gaya penceritaannya lucu dan ngalir abis. Mungkin karena didukung dengan karakter Kana yang lovable. Wkwk pikirannya Kana nih kadang nggak ketebak banget. Ku suka ku suka.
Meski begitu ada scene2 yang menurutku agak aneh. Misalnya waktu Kana sedih setelah dengar Papanya mau menikahi perempuan lain, kenapa dia tiba-tiba bisa ke RS. Dia nggak kenal siapa-siapa di sana. Kenangan yang dia punya juga terlalu lemah untuk dianggap sebagai kenangan. Apa yang memotivasi dia ke sana? Apa alasan dia bisa ke sana? Terus sikap Tasya yang katanya ngebuka pintu buat Mayer itu juga kurang aku mengerti. Apa motivasinya? Ngapain dia repot-repot segala? Btw, konflik Tasya dan soal diskriminasi prestasi itu kayaknya belum ada penyelesaian.
Anyway, aku juga suka banget dengan judul dan covernya ❤️
Kamu yang kangen masa-masa putih abu-abu dan pengin bacaan yang bikin ngakak, wajib nih nyoba Failure Tale.
P.S. Aku suka pembahasan tentang perselingkuhan di sini. Terutama bagian pesan untuk nggak menyalahkan satu pihak doang (mostly kan cewek yang salah dan dianggap pelakor, sementara cowok selalu dimaklumi). Namanya perselingkuhan mah pasti dua orang dong. Kalo satu pihak doang namanya cinta bertepuk sebelah tangan.
Bingung, setelah nyelesaiin buku ini tuh kek masih banyak hal yang ganjel tapi di bilang ga suka pun sepertinya engga. Dari awal sebenarnya konfliknya pun dah jelas ya dan tertebak bagi aku, dan sempat berpikir untuk ga lanjut baca. Latar tempat yang bikin kek kadang ngulang lagi bacanya, dan aga pusing. Tapi, pada akhirnya aku tetep lanjutin karena cara penulisanya yang buat aku jatuh cinta. Kana bener-bener di buat lucu banget dengan isi hatinya.
Yang aku suka dari buku ini adalah gimana Mayer yang tetep melakukan pembalas dendamanya (walaupun mungkin katanya gagal ya) dan malah di ungkap sama diri sendiri. At least, ga keburu keduluan ketahuan sama lawan tokoh, dan jadi konflik lain yang dramatis. Itu cukup buat aku terkejut jugasih, kek semua orang punya porsinya masing-masing atas luka dari si konflik ini.
Ga nyangka juga penyelesaian konfliknya selama itu dan bikin kita bersimpati dengan tokoh-tokohnya. Menyanyangkan juga yang sampai akhir ga ada cerita yang keluar dari Kana buat Bian. Lalu teman-teman Kana dan beberapa tokoh lain yang jumlahnya cukup banyak seperti ga di bikin penting gitu disini, sedih sih buat aku, padahal ini bisa di buat untuk penguatan karakter, kesanya beneran kek ‘ya lo selingan aja ye’
Duh, endingnya bener-benerdeh, kek aku rela kok kak buat baca bukunya seratus halaman lagi dengan hadirnya penjelasan-penjelasan lebih runtut perihal apapun yang terjadi di cerita ini. Kek Tasya-Mayer kek mereka itu sebenernya kerjasama apa gimana!? Terus Intan, kek ga penting sih tapi why!? Ah, satu lagi, karakter bapaknya Kana Pritimus, Pritus, siapalah itu, Bener-bener ga punya sikap banget jadi cowok hey! Dan di ending kek tetep di kasih kesempatan apa gimanadah!?
Actually rating 3.5 but 4 star buat kerja keras Kaya dan keberaniaanya buat cetak ini setelah dua tahun ya kak? Thank you Kak
Failure Tale merupakan cerita pertama kak Aya yang aku baca dengan sudut pandang si "Aku". Walau pakai sudut pandang orang pertama tapi perasaan yang dialami si tokoh bisa tersampaikan kepada aku sebagai pembaca, menuntun aku untuk mengetahui perjalanan dia(tokoh Kana) dalam merasakan, menghadapi, sampai menyelesaikan segala permasalahannya. Dimulai dari hubungan dengan sahabatnya, keluarganya, sampai bagaimana seorang Kanayara yang bisa terikat dengan cowok bernama Mayer Julio. Semuanya mengalir dan tersampaikan dengan jelas. Jadi konflik nya paket lengkap sih😂👌
Dan menurutku nggak sedikit remaja yang ngalamin permasalahan kayak gini dijaman sekarang, tapi lewat cerita ini aku ngerasa lebih open minded ajah sama apa yang terjadi dikalangan remaja. Uhhh... Penasaran kan apa ajah yang dialamin seorang Kanayara dan Mayer Julio??😏 Konflik yang diambil juga remaja banget sih ini, nggak terlalu berat tapi nggak hambar juga, Jadi sesuai banget sama genre nya, teen fict😂😙👌
Dan yang membuat cerita ini menarik, dan punya sisi unik tersendiri dari fiksi remaja yang lain, yaitu latar belakang yang diambil.
Coba deh, bagaimana perasaan kalian jika bersekolah ditempat dimana murid laki-laki dan perempuan dipisahkan oleh suatu Gerbang?? Emm.. berasa inget film bollywood kan😋😅😂
Failure Tale berlatar belakang di SMA Kama dimana gedung perempuan dan laki-laki dipisahkan oleh suatu gerbang bernama gerbang mohabbatein. Kalau kalian berekspetasi itu pesantren, maka ekpetasi kalian wajib dipatahkan. Karena sekolah ini berpegang pada Bhineka Tunggal Ika.
Lalu bagaimana bisa Kana dan Mayer merangkai kisah mereka?, bagaimana Kana dan Mayer membentuk cerita mereka lewat novel "Failure Tale"?, jika latar tempatnya ajah memisahkan para murid laki-laki dan perempuan? Jadi gimana dong nanti cara ngehubunginnya? Telponan? Jangan harap di Kamajaya sama Kamaratih bisa saling chating lewat hp😂
Jadi, apa nih awal yang menghubungkan mereka? Dan bagaimana akhir dari kisah mereka? Aduhhh!!! Jadi kangen Mayer-Kana🤣🤣 udah ah takut banyak spoiler... kkkkk~~~~
Dalam waktu beberapa jam gue sanggup lahap buku ini. Gila juga untuk ukuran gue yang udah gak terbiasa pegang buku bacaan, so this book is also my gate buat biasain pegang buku lagi. Thank’s to Kak Aya karena bukunya sukses buat gue ngerasain sensasi serunya membalik setiap halaman untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Failure Tale buku pertama tapi bukan tulisan pertama dari Kak Aya yang gue baca. Jadi beli buku ini karena udah guarantee sama gaya penulisan Kak Aya walaupun teenfict is not my kind of tea. Baca tulisan Kak Aya lewat Kana bikin nagih, gak bosenin dan susah untuk drop buku ini. Gak tau Kak Aya bakal baca review ini atau engga, tapi kalau baca jangan berhenti menulis ya! I’m looking forward to your next book.
Hal yang buat gue tertarik milih baca Failure Tale dulu karena latarnya yang asrama dan sekolah khusus cowok cewek ini. Jarang baca buku dengan latar ini. Dan baca sinopsisnya ini jenis teenfict yang biasa akan gue pilih kalau disuruh pilih hehehe. Suka sama karakternya si Kana yang memang pas untuk remaja seusianya. Dan si Mayer hehehe, memang ya tipikal cowok banyak fans di sekolah. Untungnya gak over sampai buat cringe dan merasa klise.
Ada beberapa bagian yang buat bertanya tanya aja. Misal kayak keseriusan Kana soal pentingnya lanyardnya itu, dia anggap itu barang penting tapi ya usahanya gitu aja. Terus kayak sms dari Mayer? Merasa aneh soalnya gak pernah tahu gimana caranya si Mayer tahu banyak hal soal Kana. Alasan keterbatasan sudut pandang bisa kumaklumin. Dan agak menyayangkan aja dari bab terakhir ke epilog terasa kinda off. Merasa perlu ada adegan Kana sama Mayer lagi buat jembatanin hubungan mereka yang langsung membaik seperti apa yang ditunjukkan di epilog. Tiba-tiba aja gitu.
But really, this book is one of warmest book I’ve ever read. Makin gak sabar nungguin Monster Minister rilis!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Bercerita tentang Kana dan Mayer. Mereka siswa dan siswi di SMA Kama yang belum pernah mengenal satu sama lain. SMA Kama sendiri memiliki gedung terpisah antara cowo dan cewe.
Gedung cewe dan asramanya disebut Kamaratih, sedangkan untuk cowo disebut Kamajaya. Kamaratih dan kamajaya dipisahkan oleh gerbang mohabbatien, disinilah awal pertemuan Kana dan Mayer.
Kana yang berprofesi sebagai penulis surat untuk diantarkan ke kamajaya, suatu hari kepergok oleh salah satu penghuni kamajaya. Kana yang panik langsung lari dan tidak sengaja menjatuhkan card holder-nya. Seiring berjalannya waktu Kana dan Mayer sering bertemu dikarnakan partner lomba puisi dan dari situpun Kana dan Mayer saling mengenal satu sama lain.
Lalu bagaimana soal card holder Kana? Siapa yang memergoki Kana dikamajaya? Semua bakal kejawab seiiring berjalannya cerita, juga bagaimana kisah kelanjutan Kana dan Mayer.
Endingnya bingung antar sad or happy. So far bukunya seru, bahasanya mudah dipahami dan konfliknya juga ringan.
Failure Tale adalah novel kedua Karya Kak Aya yang aku punya. Novel pertama yang aku beli tanpa tau dulu ceritanya (soalnya biasanya aku beli novel itu kalau sudah tau ceritanya dari wattpad atau tempat-tempat cerita online lainnya gitu hehehe).
Di bagian awal cerita ini, aku sudah cukup terhibur sama tingkah Kana yang barbar abis itu. Demi apa pun, aku suka banget karakter tokoh yang seperti itu. Sayang Kana. Di bagian tengah mulai muncul Mayer yang tingkahnya bikin penasaran sekaligus bikin ikutan baper. Semakin ke tengah, rasa penarasanku tumbuh semakin besar, teka-teki muncul di sana. Dan di bagian akhir, sedih, deh karena ...
Failure Tale beneran asik banget buat dibaca. Selain karakter tokoh Kana, interaksinya dengan Mayer adalah bagian favoritku. Konfliknya menarik. Tentang keluarga, persahabatan, dan romansa anak asrama. Duhh ... intinya aku suka banget banget banget.
I love it. Sudah lama ga baca kisah anak SMA. Aku pikir macam teenlit ternyata tergolong Young Adult. Jadi bisa dinikmati oleh pembaca dari kalangan remaja sampai dewasa masih masuk. Karena ga hanya menceritakan kisah romance aja tapi juga drama keluarga yg imbasnya ke anak. Rasa dendam tapi juga jatuh cinta di saat bersamaan. Tapi seperti biasa aku udah bisa tebak ternyata seperti itu masalahnya hehe...
Ada perasaan deg-degan ga enak semacam gelisah yg membuat aku overthinking selama membaca. Sedih juga di bab awal menuju pertengahan. Cerita di tutup dengan kisah bittersweet. Kalo bisa mungkin bisa tambah cerita lebih panjang lagi karena menurutku ada beberapa plothole dan cerita yg perlu ada penyelesaian. Seperti tindakan Tasya ke Kana dan diskriminasi prestasi.
Memanggil semua anak yang pernah sekolah asrama buat baca ini!! feelnya dapet banget haha.
Kana seorang cewek yang bandel dan selalu riang menyimpan banyak masalah - utamanya keluarga - bertemu dengan Mayer, sang cowok idaman warga sekolah tapi malah put her in a BIG TROUBLE. Konfliknya nyesek abis kyk "kok ada ya manusia kyk gini"
karena udah baca blurb-nya jadi sebenernya udah ketebak sih motif si mayer. jadi pas pdkt mayer itu, nggak merasa uwu atau gimana, tp kayak ya tinggal nunggu alasan dia ngelakuin itu ke kana. trus juga menurutku, masalah keluarganya tuh rada kurang jelas gtu sih, ga dijelasin sampe akar2nya soalnya. plus lagii, berharap ada penyelesaian buat kasusnya tasya
tadinya aku beneran mau kasih 4 ⭐ untuk buku ini. diluar perkiraan ini sebenernya seru dan bagus. well written walaupun konfliknya ketebak dari mulai prolog. tapi menurutku endingnya aneh. penyelesaian masalahnya terkesan ngga ada. gantung dan ngga terselesaikan. tau tau langsung epilog aja hufttttttt dan untuk mayer well kamu ngeselin banget sampe akhir ngga jelas
Ceritanya bagus cuma beberapa konflik ada yang belum selesai eh udah ada konflik baru lagi. Terus sifat karakter utamanya, kana dan mayer tuh berubah ubah jadinya bikin bingung.
But, overall aku suka sama ceritanya dan penyelesaian konflik keluarga mereka. But akan lebih bagus kalau epilognya mereka ketemu setelah bbrpa tahun dan udah sama sama dalam kondisi yg baik.
Huaaaa bagus banget! Plot twist-nya ketebak tapi masih worth dibaca sampai akhir. Narasinya ringan dan page turner banget. Semua konflik terselesaikan dengan baik di akhir, nggak menyisakan tanda tanya. Pantes aja banyak yang suka sama karya-karya penulis ini. Soon bakal berburu karya-karya Kak Aya yang lain!
Butuh bacaan yg bs habis dalam sekali duduk terus ketemu Kana yg telat nyebrang gerbang. Suka, lucu, sedih jg meskipun emg dr awal udah agak bisa tebak alurnya. Pemilihan kata-katanya juga ringan, ngingetin sama cara nulisnya Mia Arsjad
Review nyusul yaa ntar. Pokoknya aku suka sama karya2nya penulis satu ini. Dari semua karyanya yang uda aku baca belum ada yang dikecewakan sih sama alur ceritanya dan gaya berceritanya yang lugas. Selalu suka
Aduh..tokoh cowoknya red flag banget dan ceweknya in the end tetep mau dong..big no!
Padahal novel ini seru banget buat dibaca, cuma si Mayer ini sangat mengerikan..manipulatif, licik plus tukang maksa dan si Kana in the end tetep mau mau aja hiiii...
This entire review has been hidden because of spoilers.
Alur dan jalan ceritanya oke. Ga ketebak juga motif si Mayer ini. Cuma kurang suka pas bagian endingnya. Overall 3.5 karena suka sama font judulnya dan karakter si Kana ini keren bangettt.
seruuu, setelah sekian lama akhirnya aku baca teen romance lagi. gemes lah kisah cinta anak SMA gitu. tapi gabisa kasih 5/5 karena ngerasa janggal di beberapa bagian. Karena ini masalah perselingkuhan, menurutku masalahnya harusnya agak kompleks ya, tapi kenapa semudah itu Ayahnya Kana balik lagi ke keluarga. Ayah Kana ini menurutku brengsek bgt, kan di pertengahan cerita dia bilang mau menikahi selingkuhannya alias ibu Mayer, sementara kondisi ibu Mayer tidak dalam keadaan baik, semua juga gara-gara perselingkuhan tsb. aku sebenernya masih marah, lebih pengen di sana diceritain kalo ibunya Mayer itu awalnya gak tau kalo Ayah Kana masih beristri, jadinya aku bisa dengan mudah menerima hubungan Kana dan Mayer yang membaik dengan cepat. Lalu tentang surat juga gak dijelaskan apa motif awal Tasya, apakah memang sudah bersekongkol dengan Mayer atau tidak.
Aku setuju sama perkataan Mayer yang bilang kalau selingkuh itu terjadi karena kedua belah pihak, jadi bukan hanya ibunya yang salah di sana. Memang ibunya Kana ini bulol bgttt.
Tapi overall aku suka, gaya berceritanya ngalir banget bikin betah baca hehe.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Awalnya ragu untuk membacanya, apakah seperti cerita fantasy romance. Ternyata ceritanya menarik, teen romance dengan konflik yang complicated. Khas teenager dilengkapi relationship dengan teman sekolah dan masalah keluarga. Overall cerita ini menarik.
Failure Tale. Fairy Tale yang gagal. Kak Aya jago banget plesetin kata-kata jadi judul, amazing.
Awalnya kukira bakal susah relate, tapi nyatanya dari awal ini novel enak banget dibaca, imajinasiku ngalir dan ternyata otakku sama sekali nggak keberatan buat ngebayangin rasanya bersekolah di sekolah yang gedung kelas cewek-cowoknya misah. Ditambah lagi, ini pakai POV1, dan bahasanya ringan. Asik banget, beneran deh. Malah aku jadi pengin ngerasain sekolah di SMA Kama
Karakter Kana bisa bikin aku ngakak, bahkan nangis juga. Begitu pula si Mayer yang ... ah, nggak tau lagi, aku gemes sendiri sama dia.
Anyway, ini buku kedua Kak Aya yang kubaca, sekaligus yang jadiin aku pengikut (asik pengikut) garis keras Kak Aya sekarang.
Untuk Kak Aya, aku selalu nunggu karya-karya Kakak selanjutnya. Semangat!