Dee Lestari, is one of the bestselling and critically acclaimed writers in Indonesia. Born in January 20, 1976, she began her debut with a serial novel: Supernova in 2001. Supernova’s first episode, Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh (The Knight, The Princess, and The Falling Star), was sold phenomenally, achieving a cult status among Indonesian young readers. She has published four other episodes: Akar (The Root), Petir (The Lightning), Partikel(The Particle), and Gelombang (The Wave). Aside of the Supernova series, Dee has also published a novel titled Perahu Kertas (Paper Boat), and three anthologies: Filosofi Kopi (Coffee’s Philosophy), Madre, and Rectoverso — a unique hybrid of music and literature. Dee also has an extensive music career, producing four albums with her former vocal trio, and two solo albums. She has been writing songs for renowned Indonesian artists. Perahu Kertas (Paper Boat) was turned into a movie in 2009, marking Dee’s debut as a screenplay writer. The movie became one of the national's block busters. Following the same path, Madre, Filosofi Kopi, Madre, and Supernova KPBJ, were made into movies. In February 2016, Dee released the final episode of Supernova, Inteligensi Embun Pagi (Intelligence of the Morning Dew). All Dee’s books are published by Bentang Pustaka.
Mesin secanggih apa pun, uang sebanyak apa pun, kalau kita tidak berhasil menyentuh manusianya,percuma. (Hal.30) . . . Buku yang memberikan pandangan bahwa UMKM-Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah-selalu hadir di sekitar kita,bahkan UMKM adalah penyedia lapangan terbanyak yang dapat membantu memeratakan kondisi perekonomian. Namun, apakah ada formula yang ideal untuk menaikkan kelas UMKM di Indonesia sebagai salah satu penggerak roda perekonomian masyarakat di Indonesia?
Dee Lestari, menuangkan banyak hal baik melalui observasi,informasi dari pelaku UMKM, dan perjalanan demi perjalanan riset bagai sebuah mata rantai yang saling sambung menyambung. . . . 🌿 Buku non-fiksi yang memberikan gambaran tentang bagaimana seorang mbak Dee menuangkan rasa kepedulian dan antuasisme tentang UMKM dan suka duka para pelaku UMKM di Indonesia. Rupanya banyak tantangan yang mesti dihadapi di Indonesia ketika berperan sebagai penggerak suatu usaha kecil dan menengah di Indonesia. Bahkan untuk beberapa kisah,sempat saya dibuat menangis.
🌿 Jujur, saya masih kesulitan memercayai bahwa RTP bukanlah sebuah novel. Bahasa yang digunakan mbak Dee untuk meramu kisah para pelaku UMKM setara dengan novel yang mampu memancing simpatik juga emosi sehingga membuat kisah UMKM ini mengalir tanpa merasa harus terbebani mengingat ini bacaan non-fiksi.
🌿Kisah yang dituliskan mbak Dee berdasarkan pemaparan para pelaku (pimpinan) UMKM begitu menarik untuk diikuti karena begitu inspiratif. Salah satu yang membuat saya terinspirasi adalah kisah yang memberikan gambaran tentang bagaimana pentingnya intuisi,logika,kemampuan mengamati, dan memikirkan keberlangsungan hidup orang lain untuk menjaga nyawa sebuah UMKM.
🌿 Makna dari Mata Rantai yang Tak Putus yang digambarkan mbak Dee dalam buku ini membuat saya terharu.
🌿 Mari saling membantu pegiat dan UMKM di Indonesia
🌿 Saya merekomendasi buku ini untuk kalian yang terpikirkan atau baru merintis usaha, sedang jenuh bahkan merasa berputus asa dengan usaha yang tengah dijalankan.
terus terang baca ini bukan karena tertarik sama temanya, tapi karena penulisnya😂 aku udah sampe dalam tahap apapun yg dia tulis akan kubaca 👌🏻
penasaran dan pengen mempelajari aja sih, gimana seorang Dee Lestari nulis non fiksi, apalagi menyorot UMKM!
yas, she nailed it! gaya penceritaan dalam buku ini bikin betah baca, ga sadar tahu tahu udah selesai dalam sekali duduk.
buku ini memuat kisah inspiratif dari pelaku umkm binaan YDBA Astra, sangat personal dan menyenangkan untuk diikuti. untuk yang sedang merintis bisnis, buku ini cocok dibaca sebagai pemantik harapan.
meski anti pedas, habis baca buku ini jadi penasaran sama cabe hiyung😅
Ketika mendengar bahwa Dee Lestari menulis non-fiksi tentang UMKM, saya penasaran, mengapa UMKM. Sebenarnya jawabannya mudah saja, bahwa pegiat dalam lingkungan UMKM-lah yang mengajaknya. Saya rasa ini terobosan yang cerdas dari YDBA untuk mengajak penulis sekaliber Dee Lestari mengubah "buku panduan" menjadi lebih "readable" untuk umum. Saya yang tadinya ignorant tentang UMKM sekarang jadi lebih tahu. Sama seperti Dee, saya juga kaget melihat tingginya persentase UMKM di Indonesia. Saya juga baru tau kalau cabe punya level kepedasan secara saintifik!
This entire review has been hidden because of spoilers.
It is not only about the story, but also who write it. Kebucinanku terhadap tulisan Dewi Lestarilah yang membuatku membaca ini. Jujur ini sangat terlihat proyek pesanan sebuah korporasi besar. Intinya Dee diminta untuk menuliskan tentang CSR korporasi tersebut. Yet, Dee still surprised me with her impeccable words merangkai Rantai Tak Putus. Bagaimana Dee mengambil sisi untuk menyorot UMKM di Indonesia, bagaimana dengan cerdiknya Dee menceritakan jatuh bangun para pemilik UMKM tersebut, it fascinates me. I think, buku ini cocok untuk orang yang suka berbisnis.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Tahun 2020 menjadi tahun yang sulit bagi sebagian besar orang. Banyak yang kehilangan pekerjaan, kehilangan sumber penghidupan sehari-hari. Banyak perusahaan besar melakukan pengurangan gaji karyawan atau PHK sebagai dampak dari merebaknya virus Covid-19 yang membuat operasional tidak bisa berjalan dengan normal.
Sebagian karyawan itu merintis UMKM sebagai usaha untuk bertahan hidup. Saya ingat sekali di awal-awal masa pandemi ini, banyak muncul pedagang-pedagang baru. Barang yang dijual beragam, mulai dari makanan, pakaian, alat tulis dan lain sebagainya. Ada yang laris manis, ada juga yang hanya berjalan di tempat.
Seperti yang kita ketahui, memulai bisnis sendiri pasti perlu modal yang besar dan perlu waktu untuk bertahan sampai setidaknya mencapai BEP. Banyak UMKM yang tidak bertahan hingga titik itu karena tidak memiliki peta perjalanan untuk mengembangkan bisnisnya dan belum clear dengan tujuan yang ingin dicapai lewat bisnis tersebut.
Rantai Tak Putus menghadirkan cerita-cerita dari beberapa UMKM yang dibina oleh Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) yang didukung oleh Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA). Cerita-cerita yang dipaparkan di Rantai Tak Putus memberikan pemahaman bahwa dalam merintis dan mengembangkan UMKM, modal yang diperlukan tidak semata masalah ketersediaan dana tetapi juga ilmu yang mumpuni dan kebiasaan yang baik.
UMKM-UMKM yang diceritakan di buku ini menerapkan prinsip 5R Kaizen dalam setiap aspek pengelolaan bisnisnya: Ringkas, Resik, Rapi, Rawat Rajin. Prinsipi 5R sendiri setahu saya dipakai juga di perusahaan-perusahaan skala nasional (contohnya ya kantor saya sendiri). Prinsip 5R yang dipelihara dan menjadi gaya hidup pelaku UMKM membawa mereka ke level yang lebih tinggi lagi.
Sikap positif warga Indonesia yang selalu bersyukur di setiap kondisi kadang menjadi penghalang untuk berkembang. Rantai Tak Putus memberikan gambaran bagaimana LPB membina UMKM untuk memiliki sikap yang selalu bersyukur serta semangat untuk terus maju bahkan untuk mandiri.
Bagi para pelaku UMKM, saya sangat merekomendasikan buku ini. Cerita-cerita di dalamnya bisa jadi memantik semangat untuk maju dan mandiri sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.
Judul: Rantai tak putus Penulis: Dee Lestari Penerbit: GPU Dimensi: 222 hal, cetakan pertama Agustus 2020, edisi digital ipusnas ISBN: 9786022917502
Sebelas bab epub dengan 9 kisah pegiat UMKM yang didampingi Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) dikisahkan dalam jahitan cerita gaya dee rasanya asyik. Sejujurnya ini memang buku panduan, mentransfer nilai-nilai perusahaan Astra yang merupakan replika spirit seorang Wiliam Soeryadjaya. Menariknya dengan Dee sebagai penulis, kisah ini bisa dinikmati publik dan rasanya mengalir sebagaimana tutur cerita namun bukan fiksi.
Saya sendiri tertarik membaca ini di ipusnas sebab mencari dengan fitur nama penulis, berharap ada series Rapi jali, eh malah ketemu buku ini. Bagi saya aneh, sebab kalau buku fiksi penulis biasanya melejit dan mudah dikenali, kok judul ini tidak pernah saya dengar ya? Ternyata memang bukan genre biasanya. Membacanya bagi saya menambah wawasan tentang UMKM terutama dunia otomotif seperti bengkel. Mengingatkan saya pula pada klien dan pelatihan yang sering saya datangi saat masih bekerja di perusahaan konsultan. Tiap bab mewakili satu sosok dan usaha yang digelutinya. Konflik serta resolusi dan tentu saja peran pendampingan dari YDBA bagi bisnisnya.
Cocok dibaca bagi yang suka buku nonfiksi tema wirausaha terutama otomotif, mengenali Astra dan nilai-nilainya, serta pengin tahu gaya penulis menulis non fiksi. Kekurangannya hanya selera saja bagi saya dan rasanya agak monoton sebab memang masih lebih banyak deskripsi YDBA dan nilainya.
"Kerasnya logam bertemu dengan luwesnya kemanusiaan. Pendekatan humanistik dan sikap profesional terbukti dapat meningkatkan kelas sebuah usaha." (Hal 53)
Sebagai salah satu karyawan UMKM di kota kecil, buku ini sungguh menarik perhatianku. Apa hubungannya rantai tak putus dengan seni merawat UMKM? Rasanya seperti dua hal yang berbeda.
Namun, setelah membaca buku ini, pemikiranku ternyata salah total. 11 bab yang diterjemahkan dari observasi menjadi narasi yang mudah dipahami, merupakan satu kesatuan bagai mata rantai yang saling berkaitan satu sama lain.
Yayasan Dharma Bakti Astra sungguh jenius melibatkan Dee Lestari sebagai lidah penyambung pengalaman nyata para profesional dengan pemilik UMKM yang tengah berkembang. Karena bahasa yang digunakan santai, mudah dipahami, dan dikemas dalam kisah inspiratif untuk membakar api semangat pegiat UMKM.
Dari kisah-kisah yang telah aku baca, ternyata UMKM yang sukses selalu diawali dengan penerapan 5R yang konsisten. Ringkas, rapi, resik, rawat, rajin. Duh, jadi malu bahwa program 5R di produksi kami belum sepenuhnya dijalankan dengan benar 🤧
Buku ini cocok dibaca oleh seorang yang ingin melihat UMKM dari kacamata orang sukses yang benar-benar memulai semuanya dari bawah. Buku ini punya kunci jawaban untuk kalian, para pemilik usaha.
Dengan membaca buku ini aku jadi tertular semangat pantang menyerah. Bagai rantai yang tak putus, perjuangan tak boleh pupus 🔥
"Profesionalisme dan rasa kekeluargaan merupakan resep sempurna untuk menjangkau sebuah kemajuan organisasi." (Hal 115)
Bukan, aku membeli buku ini bukan karena tertarik dengan UMKM, melainkan karena penulisnya adalah Dee Lestari dan karena buku ini sedang diskon 50% di event 12.12. Hehehe..
Buku ini berisi hasil observasi Dee ke beberapa tempat usaha yang merupakan binaan suatu program CSR salah satu korporasi besar di Indonesia. Meskipun ini adalah buku nonfiksi, namun Dee berhasil meramunya sedemikian rupa hingga menyerupai sebuah novel yang enak dibaca. Kisah yang diceritakan di buku ini meski terlihat ringan namun inspiratif dan mampu memantik simpati saat membacanya. Hubungan antar manusia baik dari pelaku UMKM dan yang ‘membantu’ mereka disajikan dengan hangat. Banyak juga hal-hal penting yang disampaikan yang sekiranya perlu diketahui jika kita ingin membangun UMKM yang bisa mandiri dan berkembang melebarkan sayap.
Sampai bab terakhir barulah saya paham mengapa buku ini diberi judul Rantai Tak Putus. Ingat, berikan kail, jangan ikannya.
Buku nonfiksi pertama yang kuselesaikan di awal 2021. Pun, buku nonfiksi pertama karya Dee yang kubaca. Buku yang berisi tentang ilmu wirausaha yang disajikan langsung dari kisah para pengelola usaha, bukan dalam bentuk teori-teori yang menjemukan. Dee mengajak kita ke Waru, Jatim dan beberapa daerah di Kalimantan untuk melihat kisah para pengusaha UMKM dalam menjalankan bisnisnya yang dibimbing secara langsung oleh YDBA, salah satu CSR Astra Internasional. Inspiratif. Rating: 4/5
Perjalanan UMKM binaan Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) di Waru dan Tapin dikemas begitu apik dan menawan, melalui bentuk narasi cerita yang menyentuh. Buku ini menunjukkan optimisme dan semangat UMKM Indonesia, untuk terus berkembang dan melakukan dobrakan agar bisa naik kelas.
Sangat perlu dibaca bagi para pelaku UMKM, karena banyak sekali pelajaran intisari yang dapat dipetik dari buku ini, terutama mengenai kedisiplinan dan pengaturan usaha dan tempat kerja yang rapi.
Baca buku ini dengan alasan karena ada proyek dengan konsultan UMKM.
Benar-benar belajar dan melihat UMKM dari sisi yang berbeda, meskipun yang dibahas di sini spesifik yang bergerak di bidang manufaktur tapi tetap baca ilmu dan pelajaran yang diambil terkait pelajaran dan pemahaman dalam pengembangan bisnis.
Buku non-fiksi pertama karya Dee yang saya baca. Dan seperti biasa, tulisan Dee selalu memikat saya untuk terus membuka halaman demi halaman sampai halaman terakhir.
Di luar gaya penulisan Dee yang memang memikat, kisah-kisah di dalamnya memang luar biasa.
Dewi Lestari kalau disuruh nulis soal butir pasir di sudut rumah di tengah hutan terpencil, pun kayaknya bisa jadi cerita panjang yang menarik. Observasinya kelewatan. Keren, as usual.
Jika bukan karena paket data habis, buku ini tak akan berganti status dari *unread.* Buku non-fiksi karya penulis favorit. Bercerita tentang pengalaman pelaku UMKM di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan dalam mengembangkan usaha mereka dengan menerapkan 5R - Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin-.
Tulisan Dee selalu hadir dengan pilihan kata yang sederhana, minim diksi. Namun, tetap mengasyikkan dan meninggalkan kesan serta pesan. Buku ini penuh daging, banyak ilmu yang bisa dipetik bagi para pengusaha. Namun tetap juicy, karena hadir membawa nasihat untuk semuanya.
Ilmu kepenulisan mak suri memang tidak perlu diragukan lagi, pengalamannya bertemu dengan para tokoh dalam Rantai tak Putus berhasil dinarasikan dengan baik, seolah-olah kita ikut hadir mendengarkan. Jikalau nanti mak suri menulis buku resep masakan, ku akan tetap ikut PO demi memiliki cetakan pertamanya!
Somehow I feel this book is heartwarming. Cita-citaku adalah punya UMKM sendiri dan senang bacain kisah-kisah bagaimana LPB bersinergi dengan UMKM untuk saling berkembang maju.