Salah-satu hal yang saya takutkan ketika membaca buku non fiksi adalah kalimatnya yang bertele-tele dan sulit dipahami, tapi Alhamdulillah... tidak berlaku untuk buku ini. Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan dari membacanya, sekaligus mendapatkan gambaran mengenai sebuah pernikahan yang sebelumnya bahkan tidak terpikirkan. Memang benar bahwa pernikahan membutuhkan persiapan. Meskipun terkadang menimbulkan kecemasan tersendiri, apakah saya bisa melaluinya atau tidak. Walaupun begitu, buku ini banyak memberikan contoh dan tips-tips dalam persiapan pernikahan sehingga kita pembacanya InsyaAllah tidak kebingungan dalam praktiknya. Terakhir, seperti yang disinggung juga oleh penulis dalam buku ini, bahwa membaca buku "Pre Marriage Talk" maupun buku lainnya mengenai persiapan pernikahan, tidak serta merta membuat kita seperti terburu-buru ingin menikah, tetapi jelas manusia itu memerlukan ilmu. Meskipun kita menargetkan pernikahan yang masih beberapa tahun lagi pun, ilmu mengenai persiapannya tentu dibutuhkan mulai dari sekarang. Dengan ilmu yang kita miliki, insyaAllah pengamalannya akan lebih mudah dan terukur.
Bagus, jelas dan cukup lengkap untuk saya yang clueless soal pernikahan. Samaa sekali tidak membosankan karena bahasa penulis sangat friendly, pernah membaca buku serupa dan selalu dnf.
Sayangnya... this book is physically uncomfortable to hold & read, fontnya bagi saya terlalu kecil dan rapat, plus... size bukunya hmm baru nemu yang begini hihi
Ingin mulai belajar mempersiapkan pernikahan? Buku ini jawabannya.
Buku ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai hal-hal yang harus dipersiapkan untuk menikah. Seperti memulainya dengan kesadaran alasan menikah, perbekalan menikah, proses untuk mencapai kesana dengan cara yang berkah, hingga awal mula lika-liku rumah tangga muda.
Bagian paling menarik adalah adanya 'Ruang Mengenal Diri' yang difungsikan sebagai refleksi diri pada bab-bab yang dirasa penting. Namun, saya pribadi lebih merekomendasikan buku ini dibaca oleh kami perempuan. Bersebab banyaknya sudut pandang perempuan yang dipakai oleh penulis.
Saya sarankan teman-teman jangan berhenti sampai buku ini saja untuk belajar, karena meskipun isi buku ini komprehensif, namun saya rasa sangat superfisial sehingga perlu referensi lain untuk mengutuhkan pemahaman kita.
Oiya, seperti review dari teman-teman lainnya, untuk font, layout dan pilihan warna buku ini memang membuat kurang nyaman ketika dibaca. Tapi semoga tidak mengurangi kemanfaatan yang saya terima dari buku ini.
Dari beberapa buku pre marriage yang pernah aku baca, buku ini isinya paling lengkap, bahasanya ringan dan mudah dipahami, isinya bener-bener dijelasin step by step pernikahan dari awal sampai akhir.
Buat orang yang clueless tentang kehidupan pernikahan, buku ini bisa menjadi salah satu sumber bacaan biar ada gambaran tahap apa yang harus dilakukan menuju pernikahan yang sesuai dengan syariat-syariat agama. Karena pilihan untuk menikah adalah langkah besar yang akan mempengaruhi dan mengubah kehidupan kita di masa depan, harus dipersiapkan dengan ilmu yang baik, cara yang baik agar barakhir baik pula. Mumpung masih Allah kasih kesempatan untuk belajar, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin
Saya sangat menyukai pembahasan yang ditulis dalam buku ini. Ringkas tapi lengkap. Tampilan isinya juga menarik, berwarna. Tetapi ada beberapa halaman yang menggunakan warna gelap sebagai latarnya. Dengan kertas yang digunakan tidak terlalu tebal dan pengaturan tulisan pada halaman yang terlalu penuh, membuat saya kurang nyaman dalam membaca. Tapi, overall saya sangat menyukainya. Saya akan membacanya lagi.
Membaca buku ini sungguh bikin kita berulang kali mikir: yakin udah siap nikah? Bahwa menikah itu bukan sekedar romansa, melainkan bertambah tanggung jawab. Buku ini praktikal, ia menunjukkan masalah sekaligus solusinya. Beruntung bertemu buku ini sebelum membangun lembaga terkecil: keluarga.
Buku yang cukup bagus untuk memberikan gambaran umum tentang apa saja yang perlu disiapkan sebelum menikah. Sangat singkat dan tidak mendalam sehingga cocok untuk dibaca oleh seseorang yang belum memiliki gambaran apa-apa terkait persiapan pernikahan.
Bahan pelajaran yang sudah sering dibaca dan sudah tidak terlalu baru buatku. Tapi mungkin tetap menarik buat yang belum menemukan calon pasangannya agar tetap menjaga standard kriteria.
Sangat mengedukasi agar meminimalisir kesalahan ketika berumah tangga. Mengajarkan agar lebih cerdas dan mempersiapkan diri lbh matang lagi sebelum memutuskan untuk menikah.
Apa kamu merasa sudah waktunya menikah? Sudah siapkah bekal menikahmu? Sudah siapkah menerima orang lain yg akan jadi pasangan hidupmu?
𝙈𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙧𝙖𝙣𝙖 𝙞𝙗𝙖𝙙𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝. 𝙋𝙚𝙧𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙞𝙠𝙝𝙩𝙞𝙖𝙧 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙝𝙖𝙢𝙗𝙖 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝. 𝙆𝙚𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖𝙣 𝙩𝙞𝙢𝙗𝙪𝙡 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙚𝙮𝙖𝙠𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙖𝙩𝙖𝙨 𝙠𝙚𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥𝙖𝙣 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝. 𝙗𝙮 𝙉𝙄𝘿𝘼 𝙈𝙐𝙏𝙃𝙄 𝘼𝙏𝙃𝙄𝙁𝘼𝙃 (𝙝𝙖𝙡 5) • Buku bacaan pertama di bulan Februari ini kumulai dengan membaca buku non fiksi ini. Buku ini berisi persiapan sebelum menikah. Mulai dr sebelum memutuskan menikah, persiapan menikah, perjalanan menuju nikah berkah, hingga membangun rumah tangga bersama. Baca buku ini di saat status sudah gak lajang lagi itu sesuatu. Tapi setelah selesai dibaca, ternyata buku ini masih cocok juga untuk yg sudah menikah. Banyak hal yg ternyata perlu kuperbaiki dlm menata & membina rumah tangga. Dan bisa membaca buku ini adalah berkah dr Allah karena aku semakin terbuka wawasan dlm berpikirku tentang perjalanan pranikah hingga setelah menikah. • Biasanya kebanyakan buku non fiksi pranikah itu isinya baku, kaku & lumayan banyak berisi ayat Al Qur'an serta hadis-hadis yg berhubungan dengan pernikahan. Lalu yg membaca jadi malas, menguap ngantuk setelah dibaca beberapa halaman saja. Pernah ngalami gak??? Kalo aku jujur seperti itu yg kualami. Aku kurang cocok baca buku non fiksi yg seperti itu. Jika dijadikan pengantar sebelum tidur, memang paling cocok baca buku non fiksi, sih. Heeheehee 😁 • "𝙈𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣𝙡𝙖𝙝 '𝙛𝙖𝙨𝙩 𝙩𝙧𝙖𝙘𝙠' (𝙟𝙖𝙡𝙪𝙧 𝙘𝙚𝙥𝙖𝙩) 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙞𝙝 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙝𝙖𝙜𝙞𝙖𝙖𝙣. 𝙈𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙢𝙥𝙪𝙧𝙣𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙢𝙗𝙖𝙖𝙣 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖-𝙉𝙮𝙖." 𝙗𝙮 𝙎𝘼𝙍𝘼𝙃 𝙁𝘼𝙐𝙕𝙄𝙔𝙔𝘼𝙃 𝘽𝘼𝙃𝙍𝙄 (𝙝𝙖𝙡 46)
Sesuai dg 𝒒𝒖𝒐𝒕𝒆 tersebut, nikah itu bukan buat pelarian seseorang yg mau bahagia. Justru menikah itu untuk menambah tanggungjawab kita dr yg sendiri menjadi bersama dg orang lain.
Namun yg paling utama adalah menikah untuk mencari bekal ibadah kepada Allah. • Selain isi bukunya yg sangat menarik dan kertas buku yg 𝙛𝙪𝙡𝙡 𝙘𝙤𝙡𝙤𝙪𝙧, juga ada beberapa lembar berisi ruang mengenal diri. Jadi kamu yg bosen baca buku non fiksi bakal tertarik & gak akan bosen melanjutkan bacanya sampai tamat. Dijamin deh. Yuk ikutan baca buku ini, menarik lho buat yg kepo soal mau nikah itu perlu siapin apa aja.😊 • bacaan ringan buat yg single, yg mau nikah, yg barusaja nikah, dan yg sudah lama berumah tangga. Cocok dibaca semua usia di atas 18+ ya