Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dewi Kawi

Rate this book
Eling, pernah hidup dari sisa-sisa daun kol yang membusuk, juga pernah hidup bercinta dengan perempuan yang dinamai, atau menamakan diri, Kawi. Eling, yang namanya juga tak begitu dikenali secara lengkap oleh Kawi, pernah hidup kaya, terkenal, dan menjadi juragan.

Saat itulah Eling ingin membalas budi kepada Kawi, dengan sebutan terhormat menjadi Dewi Kawi, namun ia tak bisa menemukan jejaknya. Apakah Dewi Kawi sudah meninggal dunia, ataukah hidup dalam kemiskinan, atau juga beranak cucu seperti dirinya, atau gila, atau yang lain lagi?

Eling ragu : apakah perempuan itu pernah ada benar-benar dalam hidupnya? Apakah ia benar-benar mencintai? Apakah sebenarnya semua ini bukan khayalannya sendiri, rekontruksi pikirannya, kenyataan baru yang diciptakan-dan karena ia seorang yang sukses, kisahnya dianggap kebenaran. Sedemikian sering ia membayangkan, dan mempertanyakan, sedemikian banyak kisah terciptakan. Sehingga adegan bertemu sebelum berpisah dengan Kawi dalam gerimis pun, bisa menjadi berbagai versi. Dan Eling tak tahu pasti bagian mana yang benar-benar dialami-kalau benar mengalami.

Bagi Eling, kenyataan atau kebenaran ternyata bukan apa yang dialami, atau dialami bersama orang lain, melainkan juga bisa yang diciptakan kembali, dibentuk kembali, dan kemudian dipercaya bersama orang lain. Seperti iklan atas produk yang dihasilkan, yang berasal dari sisa daun kol atau sisa apa saja.


Arswendo Atmowiloto, menyelesaikan novel pendek ini hampir bersamaan dengan ketika menuliskan Horeluya, Blakanis, 3 Cinta 1 Pria, Kau Memanggilku Malaikat, sejumlah kolom tetap di koran, sejumlah skenario, bersama istri, anak-menantu, dan lima cucu. "Umur saya 60 tahun, tapi kalau memakai rekontruksi model Dewi Kawi, saya sebenarnya baru 15 tahun, kalau perhitungan dimulai saat keluar dari penjara."

136 pages, Paperback

First published October 1, 2008

3 people are currently reading
34 people want to read

About the author

Arswendo Atmowiloto

127 books156 followers
Seorang yang sangat terkenal di bidang jurnalistik, penulisan dan sinetron. Lahir di Solo 26 November 1948. Sempat kuliah di IKIP Solo selama beberapa bulan, lalu mengikuti program penulisan kreatif di Iowa University, Iowa City, Amerika Serikat (1979). Prestasinya sungguh luar biasa. Banyak karyanya yang telah disinetronkan dan mendapat penghargaan, di antaranya Keluarga Cemara dan Becak Emak, yang terpilih sebagai Pemenang Kedua Buku Remaja Yayasan Adikarya IKAPI 2002. Bahkan karena prestasinya pula, dia sempat masuk penjara selama lima tahun!

Kini ia mengelola penerbitan sendiri yang diberi nama Atmo Group. Ia tinggal di Jakarta dengan seorang istri yang itu-itu saja, tiga orang anak yang sudah dewasa, seorang cucu yang lucu, seekor anjing setia, ratusan lukisan buatan sendiri selama di penjara, serta sejumlah pengalaman indah yang masih akan dituliskan.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (7%)
4 stars
18 (15%)
3 stars
44 (38%)
2 stars
38 (33%)
1 star
5 (4%)
Displaying 1 - 23 of 23 reviews
Profile Image for Indah  Ros.
12 reviews1 follower
January 7, 2011
Walau di dalamnya banyak sekali hal-hal yang berbau seksual(buat saya merinding), namun Arswendo sepertinya berusaha untuk membuat novelnya ini realistis. Dan itu keren banget. Endingnya juga bagus dan banyak sekali pelajaran yang dapat kita raih melalui novel ini.
Profile Image for Teguh.
Author 10 books333 followers
March 19, 2015
Sederhana, tapi kurang luar biasa.
Profile Image for Ipeh Alena.
543 reviews21 followers
September 29, 2018
Cinta itu aneh. Kalau ada hal-hal dilakukan dengan aneh, itu baru namanya cinta. Kalau biasa-biasa bukan cinta." ~ Hal 99

Berbicara masalah aneh, juragan Eling ini juga banyak dianggap aneh oleh banyak orang. Baik karyawannya sampai orang yang ada di sekitarnya. Terlebih saat dia membeli sebuah tanah dan menyediakan rumah untuk para pekerjanya. Dimana tempat tinggal tersebut tidak dikenakan biaya sewa. Sampai kapan? Katanya, sejauh mana bisnisnya berjalan. Kalau gagal, berarti mereka harus pindah dari tempat tersebut.

Belakangan, sejak dia mengingat kembali sosok perempuan bernama Kawi inilah, dia sering bercerita pada Podo, saudaranya. Podo bahkan berusaha mencari dimana sosok Kawi berada. Dari sekitar dua belas orang yang bernama Kawi, hanya ada beberapa yang hampir mirip dengan yang dikisahkan oleh Eling. Namun, tetap saja, Eling masih belum bisa menemukan sosok Kawi yang diingatnya.
Profile Image for Ann.
87 reviews17 followers
October 29, 2020
Aah, menyelami realitas dalam perspektif idealisme Plato—Imannuel Kant. Bahwa realitas yang sesungguhnya bukan pada apa yang ditangkap pada panca indra, namun apa yang ada dalam ide kita. Bahwa kebenaran ternyata bukan apa yang dialami, atau dialami bersama orang lain, melainkan juga bisa diciptakan kembali, dibentuk kembali, dan kemudia dipercaya bersama orang lain.
7 reviews
July 21, 2025
Sebagai orang yg mulai suka baca novel, menurut saya novel ini bagus ketika mulai menceritakan plot tentang proses Juragan Eling hingga akhirnya Podo membantu kakaknya tersebut untuk mencari Kawi. Namun, dua pertiga akhir rasa-rasanya terlalu mbulet. Padahal pesan yg disampaikan cukup bagus.
Profile Image for Wahyudha.
444 reviews1 follower
January 14, 2020
Buku mendiang Arswndo pertama yg kubaca. Kurang greget. Berkisah ttg pencarian masa lalu. Dan rekonstruksi. Fakta rupanya bisa dirubah dg rekonstruksi.
Profile Image for Mandewi.
574 reviews10 followers
July 15, 2014
1. Saya (selalu) suka membaca cerita tentang sosok semacam Dewi Kawi (PSK). Apalagi Arswendo menceritakan dengan sangat baik.

2. Saya suka penjabaran kehidupan tokoh-tokoh yang sangat merakyat. Kelas bawah. Jauh dari kemewahan. Padahal tokoh utama novel ini kaya raya. Tapi tetap ndeso. Dan penjabaran merakyat itu termasuk suka dalam hal romantisme kedua tokoh utama. Biasa saja, tapi sangat bisa menghangatkan hati. Aww! :')

3. Saya suka 'pelajaran' yang bisa dipetik dari setiap halaman. Pemikiran-pemikiran baru yang kadang tak sampai di kepala kita sebelumnya.

4. Saya kurang suka dengan alurnya yang agak melebar. Barangkali judul yang cocok untuk novel pendek ini adalah REKONSTRUKSI. Karena dua pertiga bagian novel ini menjelaskan mengenai rekonstruksi. Yaitu, kenyataan-kenyataan baru yang kita ciptakan sehari-hari, tanpa sadar. Maksudnya, kita senantiasa menyempurnakan --kalau bukan menciptakan definisi baru-- atas banyak hal. Menciptakan fakta baru dari fakta sebelumnya. Menambal suatu peristiwa dengan peristiwa lain agar peristiwa tersebut sesuai dengan yang kita inginkan. Semacam itulah.

Lalu berbicara mengenai menciptakan peristiwa agar sesuai dengan mau kita, apakah tokoh Dewi Kawi dan segala cerita yang diungkap Juragan Eling adalah fakta? Atau hanya penyempurnaan peristiwa masa lampau yang dipoles sedemikian rupa sesuai keinginan Sang Juragan? Hmm..

*

Terakhir, saya tidak akan menolak membaca karya lain Arswendo. Tentu saja tidak akan menolak. *jempol*

57 reviews4 followers
May 14, 2012
umm, mohon maaf saya agak kurang suka. Plotnya kurang, untung bukunya tipis sehingga tidak membosankan, sensual (entah apakah ada lembaga sensor buku dan apa namanya di Indonesia, karena menurut saya agak kurang fair dengan buku travelling penulis Trinity yang pernah disensor pada cetakan berikutnya hanya karena menulis (kurang lebih): "cewek Jepang jarang cukur/gondrong" yang konotasi nya ke pubic hair, sedang buku Arswendo malah dengan gamblang menyebutkan kata-kata seperti: "ngangkang", "tegang", dll). Bukan kevulgarannya yang saya permasalahkan (karena itu gaya masing-masing penulis, kebebasan berekspresi), tapi standar sensor buku di Indonesia, sehingga jangan sampai di cap stensilan, sekaligus supaya ada rasa keadilan yang sama diantara sesama penulis, karena sensor dapat mempengaruhi karya seorang penulis.

Satu kelebihan buku ini, filosofis.

Itu bukan kritik saya, tapi sekadar pendapat pembaca, karena saya tidak merasa lebih pintar dari penulis
Profile Image for Dani Noviandi.
229 reviews16 followers
October 21, 2011
Bukunya Arswendo yg pertama gw baca,belinya obralan pula :Peace:

setelah baca bukunya,ketauan kenapa ni buku diobral :ngakak
mungkin khas AA kali ya,bahasanya blak2an,nyindirnya tajem,yaa begitulah..
Tapi bingungnya,di buku ini tuh g jelas yg bercerita siapa,apa salah editornya y?:D
ceritanya sih simpel banget,pencarian yg dilakukan seorang juragan sama perempuan yg dulu (berpuluh2 taun lalu) pernah jadi pacarnya,nah,perempuan ini ternyata adalah PSK,setelah dilakukan pelacakan,ditemukan beberapa wanita yg namanya sama kaya si perempuan yg dicari,maka dimulailah pencarian,dan ujungnya adalah...
Alur buku ini jg kurang jelas,kpn cerita skrg,kpn flashbacknya..
Apakah ini gaya AA?atau emang ini buku gagalnya dia?:D
Profile Image for Memy Jedo.
43 reviews22 followers
Read
July 3, 2012
Di manakah dan kemana Dewi Kawi?

Ya ampun, cerita singkat ini diakhiri dengan ending yang sama sekali tidak saya mengerti.
Satu-satunya hal yang (bisa) saya mengerti adalah pencarian Eling yang sia-sia.
Tapi benarkah sia-sia? Eling saja merasa ada yang hilang sekaligus ada yang melegakan.
Lantas, pantaskah itu disebut sia-sia?

Saya pikir, bila tak ingin disebut sia-sia, Eling hanya butuh suatu tindakan penciptaan kembali realitas.
Oh, itukah yang panjang lebar dijelaskan Arswendo?
Ya, realitas, peristiwa, simbol dan penciptaan kembali sebagai realitas baru.
Itu saja.
Maka Dewi Kawi hilang entah ke mana, Dewi Kawi ditemukan atau tidaknya sangat bergantung pada penciptaan realitas yang selalu bebas.

Profile Image for Mustika Amalia.
Author 2 books15 followers
September 19, 2013
Mungkin bagi yang bukan penikmat 'SASTRA' kurang suka dengan cerita ini yang terkesan simple,blak-blakan dan mungkin tidak jelas. Tetapi jika ditelisik, saya banyak belajar tentang pesan yang ingin disampaikan. Filosofis sekali, mengingatkan saya pada teori Derrrida :). Jika membaca buku jenis ini, jangan dilihat dari kenikmatan membacanya, tapi science apa yang terkandung di dalamnya. Agak berat memang. Tapi mengajarkan saya bagaimana memaknai cinta :). Membacalah dari sudut pandang yang berbeda, bukan hanya dari kenikmatan membaca, karena itu belajar literary critism sangat penting :). Terima kasih
Profile Image for Fitria Mayrani.
522 reviews25 followers
February 10, 2017
Saya bertanya kpd Bapak Presiden dan Kapolri, mengapa Dewi Kawi tak sekeren Dua Ibu dan Canting?
6 reviews2 followers
January 21, 2011
Bagaimana kita membangun sebuah kenangan terhadap sebuah peristiwa. Mau diingat terus, mau dilupakan...Mau dibawa enak atau mau dibuat mengesalkan. It's all depends on us. It's all about our mindset. "...dusta sebenarnya bentuk lain dari yang kita kenal sebagai cinta. Dalam keadaan jatuh cinta kita menangkap senyuman sebagai perhatian, kita menemukan realitas lain dari sebatang coklat sebagai sesuatu yang istimewa...Tapi cinta? Aku sendiri yang menghidupkan, mendramatisir, membentuk sebagai sesuatu yang indah..."
Profile Image for Amantanathania.
17 reviews
July 17, 2013
gaya penceritaannya khas arswendo, benar-benar menceritakan kisah khas Indonesia yg seperti "kampung" namun tidak kampungan. Dengan tokoh utama perempuannya yang memiliki profesi yang dianggap hina oleh masyarakat namun sangat dipuja oleh tokoh utama pria, benar-benar menggambarkan keadaan yang "abu-abu" yang sangat saya sukai
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
May 29, 2012
Perkenalan yang kurang menyenangkan pada karya AA. Mungkin niatnya berbicara filosofis, namun kesan yang kudapatkan malah obrolan vulgar yang gak ada juntrungannya. :(

(Padahal dulu pernah baca SP sepotong-sepotong dan seingatku kisah itu ditulis dengan bagus sekali lho....!)
Profile Image for Op.
375 reviews125 followers
May 18, 2013
2.5 tepatnya.
Lugas dan Jelas. Dengan makna soal hidup yang tersembunyi, pemakaian kata-kata yang bebas dan vulgar. Yah, aku mengharapkan lebih banyak cerita-cerita sih ketimbang penyampaian pemahaman.
Profile Image for Hikachi.
441 reviews6 followers
March 11, 2015
A story of loving love.
I don't think anyone can make it better. It's a bit flimsy in a way, unless you're familiar with his style, small chance you'll like the book.
To me, it's about loving an illusion. Yes, love is an illusion. Anyhow, the ending is great. It's a bang! A real one.
Profile Image for Bunga Mawar.
1,356 reviews43 followers
November 4, 2016
Buku yg aneh. Sepertinya pengarang jadi lupa apa yang tadinya ingin ditulis, hihi...

Di bagian depan sih menarik, saya kira kita akan diceritakan ttg mbeling-nya si Eling dgn cemilan2 fantastis produksinya (keripik biji kedondong?).
Ternyata malah makin absurd (buat saya).
Profile Image for Dini.
172 reviews26 followers
November 26, 2011
beli diskonan. Buku Arswendo pertama yang saya baca. Biasa aja isinya.
Profile Image for eti.
230 reviews107 followers
August 6, 2012
membosankan dan ending yang sia-sia.
Profile Image for Fairynee.
82 reviews
January 22, 2013
Akhirnya kelar.....#legaluarbiasa#
Hmmm, reviewnya belakangan, mau narik napas dulu karena sudah terbebas
=))
Displaying 1 - 23 of 23 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.